Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel WHEN I START

WHEN I START

Pernikahan kontrak menyatukan CEO yang memiliki kekasih rahasia dengan seorang Mafia yang menderita gangguan jiwa pasca kematian tunangannya. Di balik ikatan formal ini, tersimpan misteri besar dan masa lalu kelam yang menuntut jawaban. Akankah mereka berhasil menuntaskan misi pribadi lalu berpisah, atau justru terjebak dalam rasa cinta yang tak terduga? Di dunia yang penuh tipu daya ini, kecerdasan dan kepura-puraan menjadi kunci untuk bertahan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Hahaha kau terkejut?” tanya seseorang di seberang telepon. Dea geram melihat cahaya merah menempel di dress putih miliknya.

“Gila, apa maksudmu berbuat seperti ini?” tanya Dea menggebu-gebu. Bagaimana bisa di hari pernikahannya diberi bidikan senapan yang mengerikan. Detak jantungnya bekerja dengan cepat.

“Hahaha...” orang itu tertawa dengan lepas, nampaknya ia kesenangan melihat Dea yang emosi.

“Kau tertawa di atas penderitaan orang?!”

Dea mengehela nafasnya dengan kasar, beberapa hari ini ada banyak hal yang tidak terduga. Namun, hari ini lebih gila lagi.

“Ekhemm...” deham orang itu setelah puas menertawakan wanita yang ditelponnya.

“Apa kau puas?” tanya Dea.

“Tentu saja aku puas. Besok lusa temui aku di lokasi yang sudah aku bagikan di pesan itu.”

Ting! Ada sebuah pesan masuk ke ponsel Dea. Dan itu adalah share location yang baru saja diberitahukan. Wanita itu memutar bola matanya, merasa jengah merespon orang yang tidak jelas.

“Pukul 15.00 WIB, kita harus bertemu secepatnya. Ini sangat penting,” jelas sosok itu.

“Aku menolak. Bye.” Dea langsung memutuskan sambungan teleponnya. Ia benar-benar kesal sudah dipermainkan oleh orang yang tidak di kenal. Infra merah yang sebelumnya berada di dadanya kini telah menghilang. Entah ke mana, sepertinya seseorang itu tidak membidiknya lagi. Dea mengambil nafas dengan lega.

PYARRR!!! tiba-tiba kaca di belakangnya pecah. Dea langsung merundukkan kepalanya, ingatan tragis yang ia alami sebelumnya muncul kembali.

“Hahh... hahh... hahhh...” napasnya tersenggal-senggal. Ia merasa tak ada oksigen yang bisa masuk ke dalam rongga hidungnya.

“Dea!” seru Aiden yang langsung berlari ke balkon. Lelaki itu segera membopong Dea masuk. Semua orang terlihat panik, kecuali Wijaya dan Kusuma.

“Aku bawa Dea ke tempat aman terlebih dahulu Pa,” izin Aiden pada Kusuma.

Ayah Aiden mengangguk dan langsung mengeluarkan pistol dari balik jasnya. Begitu pula Wijaya.

Keadaan Dea benar-benar kacau, ia kini tak sadarkan diri.

Semua orang yang berada di ballroom sangat panik. Beberapa penjaga yang telah disiapkan sudah dalam mode waspada. Aiden dan beberapa penjaga berlari ke kamar yang telah disewa. Ada Lusi dan Rita di depan pintu kamar.

“Ayo masuk,” ucap Lusi, Mama mertua Aiden.

Semua orang masuk, semua tampak tenang. Mereka telah memprediksi ini akan terjadi, sehingga sudah ada plaining untuk menghadapinya.

Di sisi lain, Wijaya dan Kusuma dalam posisi waspada. Ini semua menyangkut keluarga mereka, terutama Dea dan Aiden. Menjadi anak emas di masing-masing keluarga, membuat semua orang harus melindungi mereka.

“Jangan lengah Pak,” perintah Wijaya.

“Baik. Namun, aku tidak pernah memakai pistol seperti ini,” keluh Kusuma.

“Tenang, ada saya. Kalau ada musuh mendekat langsung tembak saja, entah sesuai bidikan atau melesat tidak masalah,” tutur Wijaya menenangkan besannya.

Mereka berjaga hingga 20 menit kemudian.

Ting! Notifikasi ponsel Wijaya berbunyi, menandakan ada pesan masuk.

[Sudah saya bereskan Pak.]

Tulis pesan itu.

“Ekhemm...” deham Wijaya. “Semua sudah beres, kalian boleh pergi sekarang,” perintahnya. Satu persatu orang keluar dari ballroom. Meninggalkan Wijaya dan Kusuma.

“Benarkah sudah beres?” tanya Kusuma.

“Sudah, kita ke anak-anak dulu. Putri saya bisa-bisa kambuh karena insiden ini,” ucap Wijaya yang langsung berjalan cepat menuju kamar Aiden dan Dea. Kusuma mengikuti langkah kaki pria itu dengan tergesa-gesa.

Rita dan Lisa kini sedang menemani Dea yang tak sadarkan diri. Sedangkan Aiden sibuk dengan ponsel miliknya.

“Bagaimana keadaan putriku?” tanya Wijaya dengan napas terengah-engah. Ia berlari cukup jauh utuk menjangkau kamar ini.

Lusi sontak menoleh ke arah suaminya, “Tidak sadarkan diri. Sepertinya dia terlalu kaget.”

Wijaya mendekati Dea, ia menatap putrinya dengan iba. Ada rasa bersalah menyebar di hatinya. Ia sangat menyesali membiarkan Dea pergi ke balkon.

“Ugh...” keluh Dea yang mulai sadar.

“Sayang,” panggil Wijaya dan langsung mendudukkan putrinya agar sadar dan tidak tertidur lagi.

“Ayah, apa yang terjadi?” tanya Dea kebingungan.

“Tidak ada, semua sudah aman. Kamu tidak terluka kan?” Wijaya mengelus rambut putrinya dengan lembut.

Dea meneliti sekujur tubuhnya,“ Tidak ada.”

“Syukurlah.” Wijaya nampak lega.

Setelah keadaan dirasa aman, semua orang keluar dari kamar pengantin. Meninggalkan Dea dan Aiden dalam satu ruangan.

Sedari tadi Aiden hanya sibuk pada dirinya sendiri, begitu pula Dea. Mereka bersikap cuek satu sama lain seperti orang asing.

Keesokan harinya mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Kini Dea dan orangtuanya harus berpisah karena ia harus ikut suaminya.

“Hati-hati ya Sayang, jangan lupa memberi kabar Mama sama Ayah,” nasihat Lusi pada putri sulungnya.

Dea hanya menganggukkan kepalanya, dengan berlinang air mata ia memeluk orangtuanya. Wijaya sudah nangis sesenggukan melepas anak perempuan kesayangannya.

“Dea pergi dulu ya Ayah,” pamit Dea pada ayahnya. Wijaya hanya menganggukkan kepalanya, melepaskan kepergian putri tercintanya terasa sangat berat. Dea tersenyum kepada orangtuanya, lantas ia masuk ke dalam mobil.

Kedua orangtuanya melambaikan tangan mengiringi melajunya mobil yang semakin jauh. Tanpa terasa buliran air mata Dea jatuh. Srobb... Srobb... hidungnya penuh dengan ingus karena menahan air mata agar tidak keluar.

Aiden memberikan tisu pada istrinya tanpa mengatakan sepatah katapun. Rasanya sangat berat hidup tanpa orangtua, apalagi Dea belum siap berumah tangga.

Butuh beberapa jam untuk melakukan perjalanan menuju rumah mereka. Kini Dea sudah berada di kamar pribadinya, sendirian. Aiden meminta untuk pisah ranjang sehingga mereka berada di kamar yang berbeda meski pun satu lantai yang sama.

Drrttt... drtttt... getaran ponsel Dea membuatnya terbangun. Ia langsung mencari sumber getaran di sekitar tubuhnya.

“Hallo?” sapanya dengan suara serak.

“Apa kau baru saja bangun tidur?” tanya seseorang di seberang telepon.

Dea mengucek-ucek matanya, ia merasa sangat silau karena diterpa sinar matahari.

“Ya, ada perlu apa?” tanya Dea dalam keadaan belum sepenuhnya sadar.

“Aku sudah mengatakan kemarin lusa, kita akan bertemu di tempat yang sudah aku bagikan,” jelas orang itu. Mata Dea terbelalak, ia sangat terkejut mendengar penjelasannya.

“Ya Tuhan! Kau benar-benar seperti peneror mesum. Aku tidak mengenalmu, tolong berhenti hubungi aku!” tegas Dea yang langsung mematikan ponsel miliknya. Ia benar-benar merasa terganggu dengan panggilan telepon itu.

“Apa yang akan terjadi setelah ini?” batin Dea. Ia mengingat kejadian saat pernikahannya. Setelah memutuskan telepon itu, tiba-tiba ada sebuah tembakan dan menyebabkan kaca balkon pecah.

Tubuh wanita itu merinding, dengan cepat Dea langsung keluar dari kamarnya. Berlari menuju ruang makan.

“Hahh... hahh... hahh....” Berusaha mengatur napasnya supaya lebih stabil, Dea tak menyadari jika ada Aiden yang memperhatikannya.

“Are you okay?” tanya lelaki itu dengan alis yang tertaut, ia merasa aneh dengan tingkah istrinya.

“Ahh! I’m okay, no problem. Take your time,” jawabnya. Dia langsung melangkahkan kakinya menuju kursi makan. Posisinya sedikit jauh dari tempat duduk Aiden. Perempuan itu berusaha bersikap tenang dan anggun.

Lelaki itu hanya memperhatikan Dea dari kejauhan. Dan kembali bersikap acuh. Dea masih sibuk mengatur ritme jantungnya yang tidak karuan.

Bik Asih, kepala pelayan di rumah Aiden dengan perhatian menyiapkan makanan untuk Nyonyanya.

“Terimakasih Bik Asih,” ujar Dea.

“Sama-sama Nyonya,” jawab Asih dengan kepala yang menunduk hormat.

Perempuan itu memakan sarapannya dengan lahap, tiba-tiba terdengar suara dari mulut Aiden.

“Aku akan pulang larut malam karena harus dinner dengan Wendy, jadi kamu di rumah saja. Jangan kemana-mana,” perintah Aiden.

“Aku tidak mendengarnya,” tolak Dea.

______________________________

__________________

Baca juga Novel mimin berjudul “KUREBUT SUAMIKU DARI KEKASIHNYA”, berikut cuplikan sinopsisnya:

Perjanjian Pra-nikah tidak menjamin rumah tangga akan baik-baik saja. Dea terdiam saat suaminya menyembunyikan harta gono-gini tanpa sepengetahuannya, bahkan dipegang oleh wanita lain.

Dia hanya tahu jika Kevin-suaminya Guru PNS ternyata memiliki bisnis yang dipegang Icha dari awal pernikahan mereka.

"Kamu hanya memiliki raga Kevin tidak dengan hatinya. Kekayaan terbesarnya ada di genggamanku. Dia akan MENCERAIKANMU!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira terpuruk setelah perusahaannya nyaris bangkrut dan tunangannya berkhianat demi wanita kaya. Di tengah keputusasaan, ia melarikan diri ke kelab malam hingga mabuk berat. Takdir buruk membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, CEO dingin di kantornya sendiri. Kini, Keira dan Aksel terjebak dalam konsekuensi rumit akibat satu malam tragis tersebut. Bagaimana mereka menghadapi perubahan hidup yang tidak terduga ini?
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Benni Handoko, pria dari keluarga terpandang, rela menyamar jadi pelayan toko demi mencari cinta sejati. Hidupnya berubah saat ia menemukan seorang gadis penari di ranjangnya usai jamuan keluarga. Tak disangka, gadis bernama Mulan itu adalah cucu sahabat neneknya yang hilang. Meski ditakdirkan menjadi istri Benni, perjalanan asmara mereka penuh rintangan berat. Mampukah Mulan dan Benni mempertahankan perasaan mereka di tengah segala konflik yang menghadang?
Sampul Novel Harga Diriku 10 Juta Per Malam
9.4
Yatim piatu dan terlilit utang miliaran, mahasiswi bernama Arabella Alexandro terpaksa menjalani kehidupan ganda sebagai wanita penghibur di diskotek. Di balik senyum palsunya, ia berjuang membiayai kuliah serta bertahan hidup sendirian tanpa bantuan keluarga besar. Suatu malam, ia bertemu Arkan Stevanno Orlando, CEO kaya raya yang memesan jasanya. Akankah pertemuan dengan Arkan menjadi pintu keluar dari kemelaratan atau justru memicu konflik baru yang lebih pelik?
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Putri Wijaya mengira empat tahun pernikahannya dengan Dimas Satria, seorang CEO sukses, adalah kebahagiaan yang sempurna. Namun, dunia wanita cerdas dan lembut ini runtuh seketika saat sebuah video membongkar pengkhianatan suaminya. Dimas ternyata telah menikah lagi secara diam-diam dengan Rina, sahabat yang sudah dianggap Putri seperti adik sendiri. Di tengah hancurnya kepercayaan, Putri harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang terdekatnya adalah perusak rumah tangganya.
Sampul Novel KEKASIH HALALKU
9.3
Seorang wanita muda yang terbiasa hidup manja sebagai putri pengusaha kaya harus menghadapi garis takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya untuk menjadi seorang istri muda. Menikah dengan pria yang memiliki perbedaan usia sangat jauh membuat dunianya berubah drastis. Kini, ia harus berjuang menjalani peran barunya dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah ia harapkan terjadi di hidupnya.
Sampul Novel MENGASUH TUAN MUDA
8.7
Edmund Bryan adalah pria kaya raya dengan pesona memikat yang mampu menaklukkan wanita mana pun. Namun, nasib sial menimpa Emerald saat ia secara tidak sengaja memecahkan guci antik milik Edmund yang sangat mahal. Terjerat utang sebesar $500.000, Emerald terpaksa menjadi pelayan pribadi pria angkuh tersebut. Di balik tekanan pekerjaan dan sikap keras sang tuan muda, Emerald perlahan mulai mengungkap rahasia terdalam yang selama ini disembunyikan oleh Edmund.