Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel WHEN I START

WHEN I START

Pernikahan kontrak menyatukan CEO yang memiliki kekasih rahasia dengan seorang Mafia yang menderita gangguan jiwa pasca kematian tunangannya. Di balik ikatan formal ini, tersimpan misteri besar dan masa lalu kelam yang menuntut jawaban. Akankah mereka berhasil menuntaskan misi pribadi lalu berpisah, atau justru terjebak dalam rasa cinta yang tak terduga? Di dunia yang penuh tipu daya ini, kecerdasan dan kepura-puraan menjadi kunci untuk bertahan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Dengarkan perintahku Dea. Ini demi keselamatanmu, jangan membuatku marah,” tegas Aiden. Wajah lelaki itu terlihat sangar karena menahan amarah pada istrinya.

“Aku juga memiliki keperluan penting di luar, kamu tidak bisa seenaknya memerintahku seperti ini Aiden. Ingat isi perjanjian kita,” tutur Dea. Perempuan ini tak mau diatur oleh siapa pun, meski pun itu adalah suaminya sendiri.

Aiden hanya menghembuskan napas dengan kasar. Dea benar-benar keras kepala. Padahal Aiden melakukan hal ini demi menjaga keselamatan putri Wijaya, tapi Dea tak bisa diatur.

“Terserah kamu, jika terkena masalah tanggung sendiri,” ucap Aiden yang segera berdiri meninggalkan ruang makan.

Setelah Dea menyelesaikan sarapannya hingga tandas. Ia kembali ke kamar dan membersihkan tubuhnya.

Ketika akan merias wajahnya, lagi-lagi ponselnya berdering. Nama Ayahnya tertera di sana.

‘Apa ayah sudah merindukan aku?’ batin perempuan itu. Senyum manis tercetak di wajahnya.

“Hallo?” sapa Dea.

“Hallo Sayang,” jawab Wijaya dengan semangat. “Bagaimana kabarmu?” tanya lelaki itu pada putrinya.

“Baik Yah. Ada apa menelpon? Kagen Dea ya?” goda Dea dengan mata berbinar. Mereka baru berpisah satu hari, tapi ayahnya sudah menghubunginya lebih dahulu.

“Tidak, ayah akan memberimu tugas Sayang. Tolong kunjungi seseorang yang ada di dalam alamat ini. Ayah sudah mengirimkannya di ponselmu,” perintah Wijaya. Dea memanyunkan bibirnya, ada rasa kecewa dalam hatinya. Baru juga bersantai, dia langsung diberi tugas oleh ayahnya.

“Huft, aku masih capek Yah,” keluh wanita itu tak berdaya.

“Hahaha... apa kamu dan Aiden sudah melakukannya?” kode Wijaya yang tergelak mendengar penuturan putrinya.

“Tidak! Ayah jangan bicara sembarangan!” kesal Dea.

“Hahaha... Itu tidak masalah Sayang. Akan lebih baik kalau ayah bisa menggendong cucu pertama dengan cepat,” kekeh pria itu di seberang telepon.

“Apa hanya itu saja tugasku?” tanya Dea menyudahi pembicaraan ini.

“Ya, hanya itu saja. Cepat kunjungi dia. Itu teman lama ayah, dia akan akan membantumu ketika mendapat kesulitan di Solo. Ayah tidak bisa melindungimu secara langsung karena kita beda wilayah,” ujar Wijaya.

“Iya, kalau begitu aku matikan teleponnya ya,” izin Dea. Perempuan itu ingin menyelesaikan tugas secepat mungkin agar ia bisa bersantai dengan bebas.

“Iya, jaga dirimu baik-baik. Ayah sayang kamu,” tukas Wijaya.

Sambungan telepon pun terputus, kini Dea melanjutkan riasan wajahnya yang sempat tertunda karena mendapatkan telepon dari ayahnya.

Ketika semua dirasa rapi, perempuan itu bergegas pergi ke lantai satu menemui Bik Asih.

“Bik Asih!” panggil Dea. Wanita paruh baya itu langsung menghampiri majikannya.

“Iya Nyonya? Ada yang perlu saya bantu?” tanya Kepala pelayan itu.

“Tidak, aku akan pergi keluar.” Dea langsung berjalan menuju parkiran mobil milik Aiden, dengan sigap Bik Asih mengikutinya dari belakang. Ada banyak model yang bisa ia pilih.

“Apakah semua mobil ini bisa aku pakai?” tanya Dea.

“Bisa Nyonya.” Suara bariton itu sontak membuat Dea menoleh, ia hanya tau jika ada Bik Asih di belakangnya. Ternyata lelaki bertubuh tegap yang terlihat lebih muda darinya sedang menatapnya dengan ramah.

Dea mengerutkan dahinya melihat lelaki itu.

“Siapa kamu?” tanya Dea penasaran.

“Perkenalkan, saya Toni. Supir pribadi Nyonya Dea,” terang lelaki itu.

“Apa kamu disuruh Aiden?” tanya Dea sekali lagi.

Toni melangkah mendekat, lalu berbisik.

“Saya memang direkrut Pak Aiden, tapi ini tugas dari Pak Wijaya,” jelas Toni pelan, ia tak ingin orang lain mendengarnya.

Wanita itu paham dan hanya menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, aku ingin naik mobil itu.” Dea menunjuk mobil berbody compact berwarna hitam yang kelihatan usang di pojok parkiran.

“Apa Anda yakin Nyonya?” tanya Toni heran. Di parkiran ini ada banyak mobil keren yang bisa mereka pakai. Namun perempuan itu justru memilih mobil yang terkesan murah dan dekil.

“Ya, ayo cepat!” perintah Dea dan berjalan menuju mobil yang ia inginkan. Toni langsung berlari mendahului Dea untuk membukakan pintu. Jaraknya cukup jauh dari tempat mereka berbincang barusan, sehingga masih ada waktu untuk mencari kunci mobil itu.

“Silakan Nyonya,” ucap Toni ramah dan mempersilakan perempuan itu masuk.

“Tolong berikan kode QR ponselmu, aku akan mengirim lokasi yang ingin kukunjungi,” pinta Dea.

Toni memberikan kode QR tersebut, Dea langsung menyecan dan mengirim lokasi.

“Cepat berangkat,” perintah perempuan itu. Toni dengan cepat melajukan mobil ke jalanan.

Kondisi jalanan sedang sepi, sehingga mereka sampai ke tempat tujuan lebih cepat.

Terlihat rumah lapuk di sana, tetapi memiliki pekarangan yang sangat luas dengan gerbang yang sudah rusak satu sisi. Mobil yang ditumpangi Dea dan Tino masuk ke dalam pekarangan tersebut. Tak ada siapa pun, Dea memperhatikan sekitar.

“Saya turun sebentar Nyonya,” pamit Toni yang langsung turun dari mobil.

Lelaki itu menyelidiki setiap sudut pekarangan. Cukup lama Toni berkeliling di area rumah itu.

Dea yang tak sabar akhirnya ia memilih untuk ikut turun dari mengetuk pintu.

Tok... tok... tok...

“Permisi! Apakah ada orang?” teriak Dea. Toni berjaga di belakang Nyonyanya dengan waspada.

Tak ada sahutan, kedua orang itu menunggu sedikit lebih lama. Mereka mengharapkan ada sahutan seseorang yang ada di dalam rumah ini.

Karena tak ada sahutan apa pun setelah ketukan ketiga kalinya. Akhirnya Dea mendorong pelan pintu yang sebelumnya memang sedikit terbuka.

Dag... dig... dug... dadanya berdetak tak karuan. Takut ada hal yang tidak diinginkan akan terjadi.

Mata perempuan itu menyipit menjelajahi ruangan sekitar. Namun seketika melebar ketika menemukan pria tua tergeletak di lantai.

“Ya Tuhan! Apakah Anda baik-baik saja Pak?” tanya perempuan itu panik.

“Ton! Cepat bawa ke rumah sakit!” teriak Dea. Dengan sigap lelaki itu menjalankan perintah majikannya. Keduanya membopong pria tua tersebut ke dalam mobil. Dengan cepat Toni melajukan mobil itu ke rumah sakit.

“Bertahanlah Pak, kita akan sampai di rumah sakit,” cecar Dea yang merasa iba melihat orang di sampingnya tak berdaya.

Ketika sampai di rumah sakit, Toni langsung turun dan berlari meminta bantuan. Ada beberapa suster dan dokter yang mendorong kereta dorong.

Dea diberhentikan untuk mengisi administrasi agar pasien segera ditangani oleh pihak medis.

Setelah dokter memeriksa pria tua itu, ia memanggil Dea selaku wali dari pasien.

“Bu Dea, bisa ikut ke ruangan saya?” tanya Dokter itu.

“Bisa Dokter,” jawab Dea yang langsung mengikuti dokter laki-laki itu.

Di dalam ruangan Dea mendapatkan berbagai penjelasan mengenai penyakit yang diderita pasien.

“Jadi, Pak Hando menderita struk ringan dan komplikasi jantung? Dan sebagai wali saya harus menjaga emosi beliau agar tetap tenang?” ulang Dea setelah mendengarkan penjelasan yang panjang dari Dokter Richard.

“Iya, benar Bu,” koreksi Dokter Richard.

“Baiklah. Tapi... apakah Pak Hando bisa sembuh dari penyakit ini?” Perempuan itu benar-benar penasaran dengan kondisi teman lama ayahnya.

“Bisa Bu, tapi peluangnya tak besar. Ditambah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.” Dokter Richard menjelaskannya dengan penuh pengertian. Dea mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Setelah pembicaraan selesai, Dea segera kembali ke ruang Pak Hando. Dengan langkah yang gontai, ia memaksa tubuhnya yang lemah untuk tetap berjalan.

Ketika akan sampai di ruangan Pak Hando, tiba-tiba di pintu masuk terdapat keributan antara Toni dan lelaki asing yang tidak dikenali Dea.

Perempuan itu langsung berjalan cepat menghampiri supirnya.

“Kenapa kalian ribut di lorong rumah sakit!” sungut Dea yang tidak bisa menahan emosinya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira terpuruk setelah perusahaannya nyaris bangkrut dan tunangannya berkhianat demi wanita kaya. Di tengah keputusasaan, ia melarikan diri ke kelab malam hingga mabuk berat. Takdir buruk membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, CEO dingin di kantornya sendiri. Kini, Keira dan Aksel terjebak dalam konsekuensi rumit akibat satu malam tragis tersebut. Bagaimana mereka menghadapi perubahan hidup yang tidak terduga ini?
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Benni Handoko, pria dari keluarga terpandang, rela menyamar jadi pelayan toko demi mencari cinta sejati. Hidupnya berubah saat ia menemukan seorang gadis penari di ranjangnya usai jamuan keluarga. Tak disangka, gadis bernama Mulan itu adalah cucu sahabat neneknya yang hilang. Meski ditakdirkan menjadi istri Benni, perjalanan asmara mereka penuh rintangan berat. Mampukah Mulan dan Benni mempertahankan perasaan mereka di tengah segala konflik yang menghadang?
Sampul Novel Harga Diriku 10 Juta Per Malam
9.4
Yatim piatu dan terlilit utang miliaran, mahasiswi bernama Arabella Alexandro terpaksa menjalani kehidupan ganda sebagai wanita penghibur di diskotek. Di balik senyum palsunya, ia berjuang membiayai kuliah serta bertahan hidup sendirian tanpa bantuan keluarga besar. Suatu malam, ia bertemu Arkan Stevanno Orlando, CEO kaya raya yang memesan jasanya. Akankah pertemuan dengan Arkan menjadi pintu keluar dari kemelaratan atau justru memicu konflik baru yang lebih pelik?
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Putri Wijaya mengira empat tahun pernikahannya dengan Dimas Satria, seorang CEO sukses, adalah kebahagiaan yang sempurna. Namun, dunia wanita cerdas dan lembut ini runtuh seketika saat sebuah video membongkar pengkhianatan suaminya. Dimas ternyata telah menikah lagi secara diam-diam dengan Rina, sahabat yang sudah dianggap Putri seperti adik sendiri. Di tengah hancurnya kepercayaan, Putri harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang terdekatnya adalah perusak rumah tangganya.
Sampul Novel KEKASIH HALALKU
9.3
Seorang wanita muda yang terbiasa hidup manja sebagai putri pengusaha kaya harus menghadapi garis takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya untuk menjadi seorang istri muda. Menikah dengan pria yang memiliki perbedaan usia sangat jauh membuat dunianya berubah drastis. Kini, ia harus berjuang menjalani peran barunya dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah ia harapkan terjadi di hidupnya.
Sampul Novel MENGASUH TUAN MUDA
8.7
Edmund Bryan adalah pria kaya raya dengan pesona memikat yang mampu menaklukkan wanita mana pun. Namun, nasib sial menimpa Emerald saat ia secara tidak sengaja memecahkan guci antik milik Edmund yang sangat mahal. Terjerat utang sebesar $500.000, Emerald terpaksa menjadi pelayan pribadi pria angkuh tersebut. Di balik tekanan pekerjaan dan sikap keras sang tuan muda, Emerald perlahan mulai mengungkap rahasia terdalam yang selama ini disembunyikan oleh Edmund.