Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wedding SexDoll (Pemuas Hasrat Pernikahan)

Wedding SexDoll (Pemuas Hasrat Pernikahan)

Loveline terjebak dalam pernikahan siri yang dingin bersama King Antareksa. Ia hanya dianggap sebagai pemuas nafsu tanpa hak untuk dicintai atau hamil. Meski tubuhnya dieksploitasi habis-habisan oleh sang suami yang kejam, Love merindukan kasih sayang tulus. Konflik memuncak saat King berencana meminang wanita lain tanpa melepaskan Love. Di tengah tekanan dan dominasi King, Love justru mengandung. Akankah rahasia kehamilan ini menghancurkan hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Malamnya aku tersadar dengan kondisi jauh lebih baik. Aku sudah digantikan pakaian, sebuah gaun tidur sederhana berwarna putih gading selutut.

Tok ... Tok ... Tok

Pintu kamarku ditekuk dari luar. Sepertinya yang kemari adalah pelayan.

"Masuk saja!" seruku. Aku masih enggan bangun untuk membuka pintunya.

"Nyonya, Bibi membawakan makan malam untuk Nyonya." Pelayan itu meletakan nampan makanan berisi makanan empat sehat lima sempurna.

Aku menggeleng, aku lelah. Setiap hari selalu saja ada pelayan yang mengantarkan makan malam dan memaksaku untuk makan. Padahal mereka tahu, jika aku tak makan malam untuk menjaga badan idelku ini.

"Tapi Nyonya harus makan, ini perintah dari Tuan."

Brak-!

Pintu itu dibuka dengan kasar. King masuk dan langsung menatapku yang saat itu juga sedang menantap matanya juga.

"Apa dia tak mau makan?" tanya King kepada Bibi pelayan.

"I-ya, Tuan King. Nyonya tak mau makan."

Aku merutuki pelayan itu dan diriku sendiri. Aku seharusnya berpura-pura makan malam seperti saat ada King. Atau dia akan marah.

"Keluarlah." King mengusir Bibi pelayan.

Dan setelah tak ada siapapun di dalam kamar ini kecuali kami, dia langsung mendekatiku sambil menatap tajam mataku.

Sifat King memang dingin dan terlihat kejam. Aku sudah sangat paham untuk itu.

"Makan." Dia memintaku untuk makan. Aku mengangguk dan menyendok sayuran. Hanya sayuran saja, aku tak mau menambahkan kerbo ataupun lemak.

King terus mengawasiku untuk makan. Hingga rasanya aku benar-benar merasa tak nyaman, karena mata tajamnya seolah mampu mencekik leherku hidup-hidup.

"Nasi dan dagingnya habiskan." Lagi, dia memintaku untuk menyentuh dua benda yang sangat aku hindari itu.

Aku menggeleng dan meletakan sendoknya. "Aku tak bisa, King." Aku ingin berdiri dan membawa nampan makanan itu ke dapur, tapi King menhan tanganku. Dia tak pikir panjang untuk langsung menerjangku. Sehingga kini aku berbaring di atas ranjang, dengan tubuh King yang mengurungku dari atas

"Kau sudah banyak berbuat kesalahan hari ini. Dan mau menambah kesalahanmu lagi dengan menolak perintahku?" King bertanya dengan nada sinis kepadaku.

Aku menggeleng dan menahan dada King dengan kedua tanganku. "Tidak, King. Bukan maksudku untuk menambah kesalahan. Aku hanya tak makan berat saat malam."

Aku jujur kepada King. Selama ini King memang tak tahu tentang diet yang kujalani. Aku sengaja merahasiakan segalanya dari King.

"Begitu?" King mengambil daging itu. Memasukan benda lezat itu ke dalam mulutnya. Dan langsung mendekati bibirku.

King menggigit kecil bibir luarku, sehingga mau tak mau aku membuka mulutku. Di saat itu pula, King langsung memasukkan potongan daging yang ada di mulutnya ke dalam rongga mulutku.

Aku ingin menolak dengan mengeluarkannya, tapi lidah King ikut bermain di dalam rongga mulutku, untuk memastikan jika daging itu aku makan dengan sempurna.

Namun, bukan sampai di situ saja. King selalu saja tak puas dan terus mengobrak-abrik seisi rongga mulutku. Lidahnya bermain di dalam sana, menyesap dan menggigit semua bagian yang ada. Bahkan hingga aku hampir di buat kehabisan napas.

Setelah itu King langsung bangun dan berdiri membelakangi diriku. Aku tak tahu apalagi yang salah kali ini.

Tapi di saat King akan pergi aku yang menahannya.

"King, jangan pergi. Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu." Dengan berani aku berdiri dan terdiam di belakang tubuh tingginya.

Aku perlahan menyentuh punggung tegap King dan memeluknya erat. Walau King tak mencintaiku dan hanya menganggap diriku sebagai boneka dalam pernikahan ini. Tapi aku tak ingin jika King menikah dengan wanita lain, lalu menceraikan diriku.

"Siapa wanita yang kemari siang tadi?" tanyaku dengan sangat pelan.

Aku tak akan pernah tenang sebelum menanyakan tentang semua ini. Aku harus tahu betul apakah yang aku pikirkan ini salah atau benar.

"Lepas!" King sangat kasar. Dia menarik tanganku dan membantingku kembali ke ranjang.

Dari tempatnya berdiri saat ini, aku dapat melihat emosinya yang begitu besar.

"Itu bukan urusanmu!" King langsung berjalan menjauhiku.

"Aku istrimu King!" Aku berteriak dengan setetes air mataku yang jatuh.

King kembali berhenti di tempatnya. Dan secara perlahan dia berbalik menghadapku lagi.

"Istri simpanan!" desis King yang tak kusadari langsung menerkam tubuhku sekali lagi.

"Kau hanya istri simpananku! Kau tak pantas untuk menanyakan semuanya!" Murka King.

Aku menggeleng dan mencoba bangkit, tapi King malah merobek gaun makanku. Dia melepaskan pengait Breast Hold (BH) yang kukenakan. Lalu menarik dua bola di dadaku dengan cukup kuat. Membuatku membusungkan dada sambil memejamkan mata dan terhanyut di dalam jarang kesakitan dan kenikmatan untuk yang kesekian kalinya.

"Tugasmu hanya untuk mematuhiku tanpa protes atau bertanya apapun!"

"Akkh! Eunghh ...." Tak bisa aku sangkal. Kali ini aku sangat menikmati bagaimana cara King memilin benda kecil merah muda di dadaku dengan bibir dan gigi-giginya.

Aksinya tak berhenti di situ. Dia mulai menyusuri daerah lain di tubuhku. Meninggalkan banyak jejak yang bahkan akan selalu bertambah setiap harinya.

Aku menggelinjang hebat, saat King tanpa aba-aba memasukan jari-jarinya tanpa pelumas apapun ke dalam lubang bawahku.

"King! Aku-- eughhhn ..."

"Kau hanya perlu diam dan menikmati semuanya. Hidupmu hanya sebagai pemuas nafsuku saja, Loveline."

Untuk pertama kalinya sejak kami menikah. King mengucapkan namaku dengan bibirnya.

Apa aku berlebihan? Tapi aku merasa sangat bahagia, namaku bisa terucap di bibirnya.

Malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya. King tak puas dengan segalanya yang ada di dalam tubuhku. Dia selalu rakus untuk memakai tubuh ini.

Tapi ... tak bisakah King memberikan sedikit saja cinta di dalam gairahnya untukku?

***

Pagi ini jauh berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Mansion mewah King kedatangan seorang tamu wanita.

Margaret Natasha. Dia adalah Ibu kandung King. Ibu mertuaku. Sayangnya dia juga sangat membenciku. Dia sama sekali tak menganggap diriku sebagai menantunya.

"Ibu, apa kabar." Aku ingin berbasa-basi dengannya yang duduk angkuh di depan televisi. Tapi dia mengacuhkan diriku.

"Di mana King?" Dia menanyakan keberadaan King.

"King masih mandi. Sebentar lagi dia akan turun." Aku sebisa mungkin menjawab dengan lembut.

Tak berapa lama, King turun dengan setelan jas hitam yang melekat indah di tubuhnya.

"King, apa kabar?" Margaret langsung memeluk tubuh putranya dan mencium kedua pipi King.

"Aku baik, Ibu. Ada apa datang kemari tiba-tiba?" King bertanya setelah duduk di samping Margareth.

"Aku datang untuk menanyakan sampai mana persiapan pernikahanmu dengan Vivian?"

Apa? Benar? King akan menikah untuk yang kedua kalinya dengan wanita yang bernama Vivian itu? Lalu bagaimana dengan nasibku?

Saat itu Margaret juga tengah menatap ke arahku dengan jengah.

"King. Aku rasa kau juga tak lagi memerlukan dia."

King ikut melihat ke arahku yang berdiri dengan bahu bergetar.

"Kau ceraikan saja dia."

Apa?! Hatiku terasa sangat sakit. Apa kini mereka akan membuangku? Sungguh?

"Tidak."

Aku mengangkat wajahku dan kembali menatap suamiku. King baru saja menolak untuk menceraikan diriku? Apa aku tak bermimpi?

"Tapi kenapa?! Dia hanya istri simpananmu-"

"Maka dari itu, dia akan selalu menjadi istri simpananku, Ibu." King memotong ucapan Margaret.

Dia melirik ke arahku yang nampak seperti orang bodoh yang selalu mengemis dan mengharapkan cintanya.

"Dia akan tetap menjadi istriku. Istri simpananku."

Apa aku harus senang atau sedih?

Aku menahan air mataku dan mengangguk. "King, Ibu ... aku izin ke butik dulu." Aku lebih memilih untuk kembali menyibukkan diriku dengan pekerjaan di butik. Aku tak mau menjadi gila dan stress karena masalah ini.

Saat aku mau melangkahkan kakiku ke tangga, suara King menghentikan diriku.

"Berhenti." Kakiku nampak terpaku ke lantai. Aku berbalik menatap King yang juga sedang menatapku.

"Ada apa, King? Apa ku butuh sesuatu?" tanyaku.

Tapi King nampak diam dan wajahnya semakin gelap.

"Mulai sekarang kau tak boleh bekerja di luar mansion."

Hah? Apa? "King? Tapi kenapa? Bagaimana bisa aku tak boleh ke butikku untuk bekerja?" aku bertanya dengan panik.

King acuh. Dia berdiri dan berjalan mendekati diriku. Bibirnya ia dekatkan ke telingaku. Aku semakin dibuat geli dan bergetar, karena ulah King ini.

"Aku tak membiarkanmu untuk bekerja di luar mansion. Bekerjalah dari dalam mansion saja mulai saat ini."

King beranjak. Saat dia berada di tangga, dia kembali menoleh ke arahku dan berkata, "aku tak menerima penolakan, Loveline."

Perasaan berdebar dengan sensasi aneh hinggap di tubuhku. "Apa King mulai mencintaiku? Mengapa dia mulai posesif kepadaku?" Entah mengapa pertanyaan itu muncul tiba-tiba.

"Cih! Jangan harap King mencintai dirimu. Selamanya kau hanya akan menjadi boneka Seks-nya saja. Jangan memimpikan hal yang lebih!" Margaret segera pergi dari mansion itu dengan suasana hatinya yang hancur.

Di sisi lain aku semakin bingung. Aku tak bisa bekerja dari rumah. Aku harus ke butik, bertemu client dan membicarakan tentang model gaun yang akan mereka pesan di butikku.

"Apa aku pergi diam-diam saja?" tanyaku sambil melihat King yang masih bersiap untuk berangkat ke kantornya.

"Tapi bagaimana jika King tahu? Aku akan menjadi samsaknya di ranjang nanti ... Tapi aku tetap harus ke butikku."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tak sengaja di kelab malam membawa Alexander Richard pada Soraya, gadis berusia 19 tahun yang imut dan jujur. Meski awalnya hanya menganggap hubungan ini main-main karena jarak usia delapan belas tahun, sang Vice President justru jatuh cinta terlalu dalam. Namun, rahasia masa lalu Soraya ternyata berkaitan dengan luka lama Alexander. Kini, ia harus berjuang menghadapi trauma besar demi mempertahankan cintanya pada gadis yang sangat memikat hatinya itu.
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Lima tahun Anya menyamar jadi wanita miskin demi mendanai kesuksesan Bima sebagai CEO teknologi. Namun, Bima justru membawa Katrina dan mengkhianati Anya. Setelah dipermalukan di lelang bawah tanah agar tunduk, Anya mendengar pengakuan kejam bahwa dirinya hanyalah pengganti Katrina. Bima tak sadar bahwa Anya adalah investor rahasia di balik kekayaannya. Saat hubungan mereka hancur, Anya memutuskan menghubungi Kian untuk segera menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
9.2
Akibat jebakan jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa mengasingkan diri. Enam tahun kemudian, ia kembali bersama tiga anak kembarnya untuk membalas dendam. Namun, anak-anaknya yang sangat cerdas justru bergerak sendiri menemukan sang ayah presdir dan menculiknya pulang demi sang ibu. Menghadapi tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dan menggodanya untuk menambah anak lagi, membuat Claire mengusirnya dengan kesal.
Sampul Novel Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya
8.3
Dikhianati oleh kekasihnya, Gabriela melarikan diri ke pelukan pria asing dalam sebuah malam penuh gairah sebelum akhirnya menghilang saat subuh. Ia mengira telah tidur dengan seorang playboy, namun sosok itu ternyata Wesley, CEO dingin yang merupakan atasannya sendiri. Meski Wesley tetap bersikap tenang di kantor, ia sebenarnya memendam kecemburuan posesif yang luar biasa karena mengira Gabriela masih mencintai mantan kekasihnya yang tidak setia itu.
Sampul Novel Perjanjian dengan Sang Pewaris Tahta
9.5
Setahun setelah bertunangan, Sesil justru memergoki calon suaminya berkhianat tepat sebelum pernikahan mereka. Ia pun membatalkan rencana pengunduran diri dari Aditama's Group dan tetap menjadi sekretaris Raffael. Didorong rasa sakit hati, Sesil berniat membalas dendam dengan bantuan sang atasan. Namun, dukungan Raffael tidaklah gratis. Keduanya akhirnya terikat dalam sebuah perjanjian khusus yang menguntungkan bagi satu sama lain di masa depan.
Sampul Novel Putri yang Tak Diharapkan
8.7
Dulu menjadi putri kesayangan di Keluarga Mahendra, hidup gadis ini hancur sejak kehadiran Karina, yatim piatu yang dibawa ayahnya. Perlahan, kasih sayang kakak dan cinta Vincent, tunangan miliardernya, beralih pada Karina. Setelah menerima tamparan keras dan pengusiran kejam karena dianggap egois, ia tak lagi memohon. Di ambang sisa usianya yang tinggal beberapa hari, ia mencoret namanya dari kartu keluarga dan melepas cincin pertunangannya, membiarkan mereka kelak memohon penyesalan di atas kehancuran.