Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wedding SexDoll (Pemuas Hasrat Pernikahan)

Wedding SexDoll (Pemuas Hasrat Pernikahan)

Loveline terjebak dalam pernikahan siri yang dingin bersama King Antareksa. Ia hanya dianggap sebagai pemuas nafsu tanpa hak untuk dicintai atau hamil. Meski tubuhnya dieksploitasi habis-habisan oleh sang suami yang kejam, Love merindukan kasih sayang tulus. Konflik memuncak saat King berencana meminang wanita lain tanpa melepaskan Love. Di tengah tekanan dan dominasi King, Love justru mengandung. Akankah rahasia kehamilan ini menghancurkan hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

-LOVELINE POV-

Aku terbangun di pagi hari dengan keadaan yang berantakan. Tubuh bagian bawahku terasa begitu perih dan nyeri. Beberapa darah kering juga aku temukan di atas seprei putih yang telah kusut di tempatku berbaring.

Tanpa menebak aku sudah tahu apa yang terjadi semalam. Semalam sama seperti malam-malam sebelumnya. Malam di mana suamik, memakai tubuhku untuk kesenangannya.

Brak-!

Pintu kamar mandi di dalam kamar ini terbuka, dan keluarlah suamiku. Atau sebut saja sebagai orang yang hanya memakai tubuhku tanpa cinta.

Dia adalah seorang pria berusia matang yang kaya raya adan punya segalnya. Dia adalah King Antareska. Seorang pemimpin mafia sekaligus CEO yang sangat diagung-agungkan di negara ini. Waalu begitu, dia -- Suamiku yang selalu mengabaikan diriku.

King menghampiriku dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.

"Uang untuk perawatan tubuhmu ada di dalam laci." Dia berlalu melewatiku yang masih setengah berbaring di atas ranjang tanpa selembar benang apapun.

King, suamiku tengah berdiri di depan cermin rias kami sambil menyisir rambutnya yang basah. Setelah itu dia langsung membuka handuknya dan terlihatlah miliknya yang besar dan sangat tengang. Dia lalu melirik ke arahku.

Buru-buru aku mengalihkan pandanganku, aku takut tertangkap basah olehnya saat sedang mengamati ketampanan dan kesempurnaan suamiku sendiri.

"Ini sudah pagi. Jangan melihatku seperti itu. Kau lihat?" King menunjuk miliknya yang besar dan sangat kokoh di bawah sana.

Aku hanya mengangguk sambil memilin selimut. Setelah itu King langsung memakai celananya lagi sambil berkata. "Jika kau membuatnya selalu bangun, maka kau yang akan kubuat tak bisa bangun dari ranjang!" King berlalu dari kamar dan menutup kuat pintunya.

Ya ... inilah hidupku. Aku menjadi istri simpanan dari pemimpin mafia sepertinya. Dibandingkan menjadi istri, rasa-rasanya aku hanya dimanfaatkan baginya sebagai pelampiasan hasrat dan amarahnya saja.

Dia selalu memakai tubuhku, tapi dia tak membiarkanku untuk hamil. Setiap dia memasukkan miliknya dan menyemburkan semua cairan hangatnya di dalamku tanpa berniat memberikan benih untuk buah hati kami. Aku hanya bisa pasrah. Dia sama sekali tak ingin anak di dalam hubungan ini.

Aku bercermin dan memandangi tubuhku yang penuh dengan bekas kecupannya yang sangat merah.

Kusentuh kissmark buatannya, lalu aku berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan semua noda yang ada di tubuhku.

Tak lama, aku selesai dan langsung kembali ke depan cermin untuk mengoleskan salep penghilang bekas luka. King tak menyukai tubuhku yang terluka atau kotor. Tapi dialah yang membuat semua itu di atas kulitku.

Setelah selesai bersiap, aku lantas pergi ke bawah untuk berangkat ke tempat bekerjaku.

"Nyonya Lin, supir yang akan mengantarkan dirimu sudah siap. Kau mau langsung saja, atau mau sarapan terlebih dahulu?" Seorang pelayan bertanya kepadaku. Aku lantas menggeleng dan tersenyum ramah kepada wanita tua yang bernama Bibi Inah itu.

"Tak perlu Bi, aku akan makan roti saja di mobil." Setelah membawa roti tawar gandum tanpa selai atau apapun, aku langsung masuk ke dalam mobil.

King memintaku untuk terus menjaga bentuk tubuhku. Maka mah tak mau aku selalu diet untuk menjaga bentuk tubuhku ini. Salah satunya hanya dengan sarapan roti gandum tanpa selai, dan menghindari makan malam.

Aku akhirnya sampai di sebuah butik milikku sendiri. Walau aku menjadi istri dari orang kaya seperti King, aku tetap ingin bekerja dan menghasilkan banyak uang.

"Bu Lin, ada pesanan besar di butik kita. Ini rinciannya. Client meminta gaun pernikahan eksklusif yang dirancang langsung olehmu." Aku mengambil laporan itu dan membacanya sekilas.

Aku tersenyum sendu, merasa iri dengan semua pasangan yang akan menikah yang membuat gaun pernikahan mereka di butiknya. Dulu saja saat ia menikahi dengan King. Dia hanya memakai gaun sederhana.

"Katakan kepada dia untuk membuat janji denganku."

"Baik, Bu."

Sebelumnya selamat datang di kisahku. Perkenalkan, aku Loveline Amaris, istri dari King Antareska. Pernikahan kami baru berumur satu tahun.

"Love! Aku datang," ucap seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruanganku.

Aku menghembuskan nafasku lelah. "Ken, jangan memanggilku dengan Love." Aku merasa tak nyaman ketika ada yang memanggilku dengan nama Love, walaupun Love memang bagian dari namaku. Tapi rasanya aneh saat ada orang lain memanggilmu dengan demikian. Karena sejujurnya aku sangat ingin jika King lah yang memanggilku dengan panggilan Love.

"Kakak, kau kan memang Love ... Loveline. Aku suka memanggilmu dengan sebutan itu!" Seorang pemuda yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku itu langsung duduk di depanku.

Dia adalah Kevin Alvarez. Sepupu jauh suamiku. Dia seorang yang sangat baik dan ramah. Sangat berbeda dengan King yang selalu menganggap aku sebagai mainan.

"Kakak, kau terlihat tak fit. Ada apa?" Dia menyentuh tanganku.

"Aku tak apa, hanya sedikit lemas saja." Aku menjawab demikian, tetapi Kevin langsung berdiri dan mengangkat tubuhku tanpa permisi. Aku meronta minta diturunkan, tetapi pemuda itu seolah tuli dan tetap membawaku ke kamar yang memang ada di dalam ruangan kerjaku ini.

Dia meletakan tubuhku di atas ranjang, lalu ikut berbaring di sebelahku. Dia mulai mengelus pipiku, bahkan mengecup keningku.

"Apa karena King?" tanyanya.

Aku menggeleng dan memejamkan mataku. Aku tak tahu ini salah atau benar, tetapi Kevin selalu mampu membuatku merasa nyaman untuk beberapa hal.

Aku mendapatkan cinta sebelah tangan, gairah, dan sex dari suamiku, King. Tapi dia tak benar-benar mencintaiku, berbeda dengan Kevin. Bersama Kevin aku merasa sangat dicintai. Walaup begitu, aku sama sekali tak pernah mencintai Kevin, karena seburuk apapun King, dia adalah suami yang aku cintai.

Cup!

Kevin mengecup pucuk hidungku, lalu bertanya dan meminta izin dariku, "Love, apa aku boleh memelukmu?" Aku mengangguk. Dan seketika aku langsung masuk ke dalam pelukannya yang terasa sangat hangat.

Tak terasa rupanya Kevin memelukku hingga aku jatuh tertidur.

Selang satu jam aku terbangun karena mendengar suara ribut dari luar. Saat kulihat ke sampingku ternyata Kevin sudah tak ada.

"Kau! Siapa kau berani tidur dengan istriku?!"

Bugh-!

Bugh-!

Aku buru-buru keluar saat menyadari, jika itu adalah suara dari King.

"King!" Aku sangat kaget. Karena King sedang memukuli Kevin dengan membabi buta.

"King, jangan pukul Kevin!" Aku merentangkan tanganku dan berdiri di depan Kvin yang memegangi perutnya kesakitan.

King tampak semakin marah dengan apa yang aku lakukan. Pertanyaanku, kenapa dia harus marah? Padahal dia tak mencintaiku kan? Jadi bukankah tak masalah, jika aku tidur dengan pria lain?

"Kau membelanya sekarang?! Aku ini suamimu! Apa kau tak bisa menjaga tubuhmu hanya untukku saja!" King bertanya dengan menarik lenganku untuk menjauh dari Kevin.

"King! Jangan kasar kepada Love!" seru Kevin yang tak terima melihatku kesakitan di tangan King.

King hampir saja kembali memukuli Kevin, jika aku tak menahan tangannya.

"King, jangan." Aku berucap lirih sambil menatapnya penuh permohonan.

"Ikut aku. Kita pulang!" King menarik tanganku dan membawaku pulang kembali ke mansion.

Sesampainya kami di mansion, dia langsung menampar kuat pipiku. Hingga ujung bibirku menjadi robek dan sedikit mengeluarkan darah.

"Apa kau sangat murahan, hingga tidur dengan sepupuku jauhku?!" teriaknya di depan wajahku.

Aku menggeleng dan mengangkat wajahku. "Aku tak pernah berpikir untuk tidur dengan siapapun kecuali kau, King. Aku hanya-"

"Hanya apa?! Apa kau pikir aku buta? Aku bodoh?! Kau tidur dengannya! Kau membiarkan orang lain menyentuh asetku!" King menarik paksa rambutku dan membawaku ke kamar mandi.

Di bawah guyuran air dia memandikan tubuhku. Aku menahan air mata yang hampir keluar dari ujung-ujung mataku.

"Kau kotor! Kau harus dibersihkan! Aku tak mau memakai sesuatu yang sudah tersentuh oleh orang lain!" Dia menggelengkan kepalaku ke dalam bathtub yang terisi penuh air dingin.

Aku meronta karena kehabisan nafas, tapi King seolah menutup mata dan membiarkanku mati kehabisan nafas. Lalu King menarikku keluar dari air, dan membiarkan aku yang hampir pingsan di samping bathub.

Aku tak ingat apapun lagi, karena setelahnya kesadaranku seolah hilang. Tapi samar-samar aku melihat siluet seorang wanita yang sedang mencium suamiku, King.

Dan wanita itu berkata dengan sangat sensual di telinga King.

"King, aku sudah memesan gaun pernikahan. Aku tak sabar untuk menjadi istrimu."

Deg!

Apa King akan menikahi wanita itu dan menceraikanku?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tak sengaja di kelab malam membawa Alexander Richard pada Soraya, gadis berusia 19 tahun yang imut dan jujur. Meski awalnya hanya menganggap hubungan ini main-main karena jarak usia delapan belas tahun, sang Vice President justru jatuh cinta terlalu dalam. Namun, rahasia masa lalu Soraya ternyata berkaitan dengan luka lama Alexander. Kini, ia harus berjuang menghadapi trauma besar demi mempertahankan cintanya pada gadis yang sangat memikat hatinya itu.
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Lima tahun Anya menyamar jadi wanita miskin demi mendanai kesuksesan Bima sebagai CEO teknologi. Namun, Bima justru membawa Katrina dan mengkhianati Anya. Setelah dipermalukan di lelang bawah tanah agar tunduk, Anya mendengar pengakuan kejam bahwa dirinya hanyalah pengganti Katrina. Bima tak sadar bahwa Anya adalah investor rahasia di balik kekayaannya. Saat hubungan mereka hancur, Anya memutuskan menghubungi Kian untuk segera menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
9.2
Akibat jebakan jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa mengasingkan diri. Enam tahun kemudian, ia kembali bersama tiga anak kembarnya untuk membalas dendam. Namun, anak-anaknya yang sangat cerdas justru bergerak sendiri menemukan sang ayah presdir dan menculiknya pulang demi sang ibu. Menghadapi tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dan menggodanya untuk menambah anak lagi, membuat Claire mengusirnya dengan kesal.
Sampul Novel Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya
8.3
Dikhianati oleh kekasihnya, Gabriela melarikan diri ke pelukan pria asing dalam sebuah malam penuh gairah sebelum akhirnya menghilang saat subuh. Ia mengira telah tidur dengan seorang playboy, namun sosok itu ternyata Wesley, CEO dingin yang merupakan atasannya sendiri. Meski Wesley tetap bersikap tenang di kantor, ia sebenarnya memendam kecemburuan posesif yang luar biasa karena mengira Gabriela masih mencintai mantan kekasihnya yang tidak setia itu.
Sampul Novel Perjanjian dengan Sang Pewaris Tahta
9.5
Setahun setelah bertunangan, Sesil justru memergoki calon suaminya berkhianat tepat sebelum pernikahan mereka. Ia pun membatalkan rencana pengunduran diri dari Aditama's Group dan tetap menjadi sekretaris Raffael. Didorong rasa sakit hati, Sesil berniat membalas dendam dengan bantuan sang atasan. Namun, dukungan Raffael tidaklah gratis. Keduanya akhirnya terikat dalam sebuah perjanjian khusus yang menguntungkan bagi satu sama lain di masa depan.
Sampul Novel Putri yang Tak Diharapkan
8.7
Dulu menjadi putri kesayangan di Keluarga Mahendra, hidup gadis ini hancur sejak kehadiran Karina, yatim piatu yang dibawa ayahnya. Perlahan, kasih sayang kakak dan cinta Vincent, tunangan miliardernya, beralih pada Karina. Setelah menerima tamparan keras dan pengusiran kejam karena dianggap egois, ia tak lagi memohon. Di ambang sisa usianya yang tinggal beberapa hari, ia mencoret namanya dari kartu keluarga dan melepas cincin pertunangannya, membiarkan mereka kelak memohon penyesalan di atas kehancuran.