Sampul Novel We Are

We Are

9.3 / 10.0
Dalam We Are, Diana, Revan, dan Kevin terjebak cinta segitiga yang rumit. Diana berjuang sembuh dari trauma, Revan menghadapi masa lalu, dan Kevin menemukan rahasia keluarga. Baca romance novel ini sebagai salah satu fiction books pilihan tentang pencarian jati diri remaja masa kini.
Ringkasan We Are
Tiga remaja terjebak dalam rumitnya cinta segitiga. Diana berjuang sembuh dari kepedihan masa lalu saat sosok dari masa lalunya muncul kembali. Sementara itu, Revan berusaha mengubah jati dirinya meski bayang-bayang masa lalu terus menghantui persepsi barunya. Di sisi lain, Kevin yang ceria namun kesepian mulai mempertanyakan prinsip kekeluargaannya saat ia justru terus bersama orang yang ia benci. Akankah pertemuan ini membawa kesembuhan atau konflik baru bagi mereka?
Baca Selengkapnya

We Are Bab 1

Diana, berusaha untuk terlihat baik-baik saja setelah mengalami kesedihan yang belum lama ini menyesatkannya dalam rasa pahit di kehidupannya. Kini ia bertemu seseorang yang pernah menjadi alasannya tak pernah menyukai orang lain hingga sekarang. Mungkinkah ini bisa membuatnya keluar dari kesedihannya?

Revan, sedang mencari jati diri dengan mengubah perilakunya dalam menjalani kehidupannya yang ternyata selalu terikat dengan masa lalunya. Kini ia bertemu seseorang yang mengubah pandangannya tentang dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia masih terikat masa lalu padahal dirinya sudah berubah?

Kevin, sifatnya selalu ceria, jahil dan cerewet. Ia juga selalu bisa menerima siapapun menjadi keluarga baginya. Ialah yang lahir dari kesendirian. Kini ia bertemu dengan seseorang yang dibencinya tapi malah sering bersamanya. Apakah memang benar siapapun bisa menjadi keluarganya? 

Mereka bertiga awalnya bersama karena terpaksa dan tak punya pilihan. Namun akhirnya kebersamaan antara mereka menjadi kebutuhan. Meski terlibat konflik perasaan, mereka tahu bahwa kebersamaan mereka adalah pelengkap yang menyempurnakan kehidupan mereka.

*****

Gadis itu namanya Diana. Diana ingat pertama kali mengenal 'dia' ketika kelas satu SMP. Ketika itu sekolah Diana sudah memasuki semester genap. Bahkan tidak lama lagi akan dilaksanakannya ujian tengah semester. Di waktu yang seperti itu tiba-tiba sekolah Diana kedatangan seorang murid baru. Dia seorang anak laki-laki. Tentu saja kedatangannya diwaktu seperti itu tidak biasa. Karena dia pindah di saat masa ujian sudah sangat dekat.

Dan bukan hanya itu saja, dia memiliki kelebihan pada wajahnya. Memiliki wajah yang sangat tampan dan tubuh yang bagus. Semua itu membuat para siswi langsung tertarik padanya dan seketika dia langsung menjadi pusat perhatian di sekolah. Khususnya untuk para gadis.

Dia sangat populer di awal kedatangannya. Tapi ternyata hal itu hanya sementara. Ternyata dia memiliki perilaku yang buruk sebagai seorang pelajar. Berbanding terbalik dengan rupa-nya yang menawan. Dia melakukan banyak sekali pelanggaran di sekolah. Bahkan siswa lain menganggapnya berandalan. Bolos, berkelahi adalah kebiasaannya.

Kemudian, akhirnya dia menjadi siswa yang ditakuti di sekolah. Dan mungkin saja itu adalah alasan mengapa dia pindah sekolah dari sekolah sebelumnya. Karena dia dikeluarkan dari sekolah sebelumnya, hasil dari perilakunya yang buruk.

Puncak-nya adalah beberapa hari setelah ujian kenaikan kelas. Dimana waktu itu para murid menunggu hasil belajar mereka selama satu semester. Saat itu tiba-tiba terjadi perkelahian antara Dia dan siswa lain. Hal itu membuatnya harus belajar tahun ajaran baru di sekolah lain. Dia dikeluarkan.

Beruntung Dia bisa naik kelas dan tidak perlu mengulang. Tapi, Dia lebih beruntung lagi karena tidak masuk kantor polisi. Kenapa? karena siswa yang menjadi lawannya adalah anak dari kepala kepolisian wilayah setempat. Itulah yang membedakan lawannya dengan siswa-siswa lain yang pernah berkelahi dengannya. Bisa dibayangkan, Dia salah memilih lawan.

Pada tahun ajaran baru, dia seolah dilupakan. 

Semua orang di sekolah melupakannya kecuali satu. Itu adalah Diana.

Diana selalu mengingatnya dan memikirkannya. Yang membuat Diana selalu merasa bersalah pada Dia ketika mengingatnya. Mengingat karena Diana lah yang menyebabkan Dia berkelahi. Menyebabkan Dia keluar dari sekolah.

*****

"Kak, aku berangkat!" seru Diana setelah ia memakai sepatunya. Lalu ia berjalan menuju pintu depan rumahnya dan hendak membukanya.

"Hm. Eh, tunggu sebentar!" kakak Diana menyahut dari dapur.

"Hah?" Diana mendengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa menuju dirinya di belakangnya, terpaksa ia terhenti sejenak menoleh.

"Diana Claire, kau melupakan bekal makan siang mu," ucap kakak Diana dengan menyodorkan sebuah kotak makan berwarna merah.

Diana melihat kotak makan itu. Lalu pandangannya beralih melihat kakak laki-lakinya yang memiliki rambut hitam dan memiliki mata coklat gelap, sama persis seperti dirinya. Namanya juga saudara. Justru aneh jika ada perbedaan yang besar.

Diana menghela napas. "Kau benar, aku lupa. Lupa memberitahumu kalau aku menyiapkan bekal itu untuk makan siang mu saat bekerja nanti. Jadi itu untukmu David Claire." Jelas Diana sembari menunjuk bekal itu lalu menunjuk kakaknya.

"Eh, benarkah?" gantian David yang melihat kotak makan itu.

Diana mengangguk sebagai jawaban, ia segera berbalik dan melanjutkan jalannya.

"Terima kasih kalau begitu," kata David. Tapi Diana tidak mendengar perkataan yang diucapkan David. Karena dia sudah membuka pintu dan keluar rumah tepat saat David berterimakasih.

"Ah, anak itu," David bergumam. Hubungan yang unik untuk saudara yang bersikap seolah hanya teman. Diana bahkan menggunakan ‘aku, kamu’ pada kakaknya

*****

Diana pergi berangkat sekolah dengan memakai sepedanya yang berwarna merah. Setelah orang tuanya pergi meninggalkan dunia, ia hanya tinggal berdua dengan kakaknya. Kini, mereka hanya berdua saling mendukung.

Umur mereka terpaut 6 tahun. David sekarang sedang menjalani tahun terakhir kuliahnya. Dia mengambil semester pendek karena dia mau menggunakan waktunya untuk bekerja. Bekerja membiayai hidup mereka sehari-hari.

Walau menurut Diana itu percuma, kakaknya mengambil semester pendek akibatnya perlu bayaran lebih kuliahnya, karena mereka membayar untuk semester pendek itu sendiri. Jadi menurut dia bekerja untuk membayar kuliah bukan mengambil semester pendek untuk bekerja, yang dia lakukan justru sebaliknya.

Itu berbeda kan, atau sama saja, terserahlah, kata Diana dalam hati. Kepalanya sedang memikirkan tentang kakaknya.

Karena jika hanya mengandalkan David saja itu tidak mungkin. Maka Diana ikut membantunya bekerja.

David bekerja sebagai pegawai salah satu toko di pusat perbelanjaan. Sedangkan Diana bekerja paruh waktu di restoran cepat saji. Bekerja melayani para pelanggan. Atau sebut saja sebagai pelayan.

Perjalanan Diana ke sekolah menghabiskan waktu sekitar empat puluh lima menit. Jika menggunakan sepeda motor pasti lebih cepat. Tapi Diana dan David tidak punya motor. Bahkan David pergi bekerja dengan menaiki bus.

Setelah sampai di parkiran sekolah, Diana memarkirkan sepedanya di tempat parkir khusus sepeda. Kemudian ia mengambil buku kecil di saku jas almamaternya. Itu sebuah buku catatan pelajaran. Ia membacanya sambil berjalan di koridor sekolah. Kebiasaan Diana saat berjalan menuju kelasnya.

Tiba-tiba tubuhnya terhuyung ke belakang. Ia menabrak sesuatu yang membuat Diana terkejut. Tidak sampai membuatnya jatuh. Tapi cukup membuat buku catatan Diana terlepas dari tangannya dan terjatuh.

Spontan gadis itu mencari sesuatu yang 8a tabrak. Tapi sesuatu itu lebih tepat disebut seseorang.

Ia menabrak seorang pemuda yang seumuran dengan kakaknya, begitu menurut perkiraan Diana. Sementara Diana fokus menatapnya, orang yang ia tabrak membungkukkan badan untuk mengambil buku Diana yang jatuh.

"Maafkan aku, karena tidak menghindar padahal aku melihatmu dengan jelas berada di depanku," ucapnya sambil memberikan buku itu pada Diana.

Diana menerima buku miliknya itu dan berkata, "Terimakasih."

"Kamu tidak apa-apa, kan?" tanyanya.

Diana mengangguk, "Seharusnya saya yang minta maaf. Saya tidak memperhatikan jalan sehingga menabrak anda, walaupun itu tidak disengaja."

Pemuda itu tersenyum, "Baiklah, kita impas kalau begitu."

"Eh?" Diana tidak langsung paham. Beberapa detik kemudian Diana baru mengerti.

"Aku harus segera pergi, lain kali hati-hati ya!" Pemuda itu pamit dan melewati Diana.

Diana berbalik memperhatikan punggung pemuda itu yang telah menjauh. Ia merasa pemuda itu mengingatkannya pada seseorang.

Diana mulai berpikir, 'Siapa dia? Padahal sekolah sekarang masih sepi. Tidak biasanya ada orang selain satpam sekolah datang pagi-pagi begini.'

Karena itulah alasan Diana membaca buku sambil berjalan menjadi kebiasaannya. Ia tidak takut insiden menabrak orang lain itu akan terjadi, tapi sepertinya itu sudah berubah sekarang.

*****

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi We Are

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Berondong Simpanan Istriku
9.3
Kehidupan rumah tangga yang tampak tenang mendadak diguncang oleh persoalan yang sangat sensitif. Cerita ini mengeksplorasi gejolak batin dan dilema besar yang dihadapi ketika seorang suami gagal memberikan kepuasan serta nafkah batin kepada istrinya. Di tengah kekosongan emosional dan hasrat yang tak terpenuhi, sang istri mulai mencari pelarian yang tak terduga. Sebuah drama modern yang penuh ketegangan tentang kesetiaan, rahasia kelam, dan harga sebuah kebahagiaan.
Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan kehadiran buah hati sebagai teman di masa senjanya kelak, namun ia enggan terikat dalam pernikahan. Demi mewujudkan keinginan gila tersebut, ia bertekad mencari pria yang bersedia memberinya keturunan tanpa komitmen. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO angkuh yang memiliki harga diri tinggi. Setelah pertemuan pertama mereka gagal membuahkan hasil, Athena secara terang-terangan meminta Arthur mengulangi malam panas itu.
Sampul Novel Gairah Liar Atasanku
9.1
Renata terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada Dion, sang atasan, demi membiayai pengobatan suaminya. Meski awalnya hanya untuk satu malam, Dion menuntut lebih karena nilai uang satu miliar yang besar. Intensitas pertemuan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang di antara keduanya. Di sisi lain, Vera dan Andika harus menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui pasangan masing-masing telah mengkhianati komitmen pernikahan mereka demi gairah ini.
Sampul Novel Kubalas Selingkuh Suamiku dengan Indah
9.2
Zivanna Yahya mencintai Rio Wibisono dengan ketulusan yang tak terhingga. Namun, Rio justru memintanya untuk tidak mencintai terlalu dalam demi menghindari luka. Di tengah kerumitan tersebut, muncul Gregory Abel yang tidak memedulikan batasan moral. Baginya, mencintai milik orang lain adalah sebuah dosa paling indah, dan ia bertekad untuk memiliki Zivanna sepenuhnya. Kisah ini terjebak dalam pengkhianatan dan obsesi yang mengancam kebahagiaan mereka semua.
Sampul Novel PENGAKUAN ANAKKU
7.8
Larissa harus menelan kenyataan pahit bahwa niat tulus tidak selamanya membuahkan hasil yang manis. Alih-alih mendapatkan apresiasi, kebaikan yang ia tanam justru berbalik menyerang dan melukai dirinya sendiri. Pengalaman ini menjadi pengingat kejam bagi Larissa bahwa pengorbanan bisa berakhir sia-sia. Ibarat memberi air susu namun dibalas dengan air comberan, ia kini terjebak dalam dampak buruk dari kemurahan hatinya yang berujung jadi bumerang.
Sampul Novel Sang Pencuri Kehormatan
8.7
Hidup Devan yang bebas seketika hancur saat sesosok bayi ditinggalkan di depan rumahnya. Surat yang menyertainya mengungkap fakta mengejutkan bahwa bayi itu adalah putri kandungnya sendiri. Kini, kebebasan masa muda yang ia dambakan pun sirna. Situasi kian rumit ketika sang anak mulai mencari sosok ibu. Demi menenangkan putrinya, Devan terpaksa mencari ibu palsu untuk bersandiwara, dan pilihan itu jatuh kepada seorang wanita bernama Kiara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan