
Wasiat Bertahta Cinta
Bab 3
Selesai makan malam sudah terbiasa keluarga ini selalu punya cerita cerita, entah aini abas dan ibunya saling mendengarkan apa yang menjadi pengalaman mereka obrolan santai, tetapi malam ini berbeda dari hari biasanya karena bu aminah mengganggap mereka sudah waktunya tahu.
Bu aminah menatap ke dua anaknya dan ada perasaan bangga di dalam hatinya ternyata mereka sudah pada besar.
Mulailah bercerita bu aminah," dulu ketika bapak mu masih hidup,kalian masih kecil balita pada saat itu kejadian masih sepi di jalanan bapak mu naik sepeda yang sekarang masih kamu rawat itu.bapak itu diserempet mobil dan jatuh meninggal dunia,sempat dilarikan ke rumah sakit tapi jiwanya tidak tertolong,untuk pelakunya sendiri sampai saat ini belum tahu siapa dia semacam tabrak lari gitu".
Cerita terputus sebelum selesai bu aminah sembari minum teh dulu,mengela nafas sesekali bu aminah melanjutkan cerita lagi," sebelum bapak meninggal malamnya cerita ke ibu ... ' dik saya itu kasihan sama bos sekaligus teman saya,kemarin masuk rumah sakit lagi jantungnya kambuh lagi sejak usia dua puluh delapan tahun, sudah tiga tahun sering kambuh sampai saat ini, umur tidak pernah ada yang tahu dik,ntah siapa dulu an yang mati,seandainya saya dulu an yang mati saya rela jantungku buat pak budi, ' jadi ibuk merasa dapat firasat malam itu,tetapi ibu sebelumnya tidak pernah berfikir hal itu akan terjadi secepat itu".
Bu aminah mata nya mulai memerah merasakan kesedihan, kalau mengingat mendiang suaminya.
Bu aminah melanjutkan cerita lagi, " walaupun ibu merasakan duka yang mendalam, kehilangan bapak mu ibu berusaha tegar,ibu masih ingat wasiat niat baik bapak mu ketika masih hidup,dan ibu merasa dapat amanah harus ibu laksanakan".
Ibu aminah sambil minum melanjutkan cerita lagi, " nah pada saat itu kenalan ibu sopir pribadinya nyonya,pak mario yang dulu diajak bapak mu kerja dirumah bos,segala sesuatu ibu siapkan surat dan persyaratan biar semua yang ngurus pak mario,pihak rumah sakit pada saat itu datang ke rumah untuk menanyakan kebenaran dan kroscek,mengingat ibu juga masih berduka,intinya semua dah ada kecocokan hari itu juga bapak mu sudah bisa dimakamkan".
" jadi ibu iklas?".Tanya aini.
" iklas nduk, itu wasiat bapak mu,ibuk harus lakukan,niat baik bapak mu kesempatan terakhir dalam hidupnya".balas bu aminah.
" ibuk ga tahu siapa penerima donor jantung bapak?". Tanya abas penasaran menunggu jawaban ibuknya.
"Ya lupa nama bos sekaligus teman bapak mu,ketemu juga baru sekali dirumah kontrakan. yang dulu,la rumah yang kita tempati ini kan juga atas kebaikan mereka ". Jawab ibu.
"Yang penting kalian harus bisa berbuat baik ke semua orang, jangan berharap kembali,bapak mu sudah memberikan contoh yang baik".Kata bu aminah.
Cerita sedih bercampur haru yang dialami keluarga ini,sedang anak anaknya hanya bisa merasakan lewat cerita ibuknya,karena kejadiannya sudah lama disaat mereka masih balita.
Sungguh bu aminah tidak mau menunjukkan air mata di depan ke dua anaknya, begitu masuk kamar ibu dua orang anak itu menangis seakan tumpah air mata membasahi seprei bantal guling,semua masa lalunya semua terekam jelas diotak kecilnya, hati ibu yang mana bisa menahan air mata secara emosional perempuan itu mudah menangis, tapi di akhir tangisan itu bu aminah memohon kan doa untuk alm suaminya.
Lampu ruang depan sudah mati itu pertanda bagas sudah pindah ke kamar tidur ukuran 2x3 meter,lampu lima watt dibiarkan tetap menyala, sebelum tidur abas masih penasaran siapa teman bapak alm yang menerima donor jantungnya?
Abas yang masih berumur tujuh belas tahun pemikirannya sudah jauh ke depan melampaui pemikiran orang dewasa.
bagaimana tidak ternyata abas berfikir tidak hanya dari sisi kebaikan bapaknya.
Tetapi berfikir fungsi manfaatnya jantung itu di donorkan,kalau untuk kehidupan dan bertahan hidup itu jelas,tetapi apabila hidupnya untuk kemaksiatan seakan abas tidak rela. Rasa ingin tahu siapa yang menerima donor jantung bapak nya bukan untuk tujuan tertentu.
Malam semakin dingin akhirnya abas bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Abas yaqin atas apa yang dipilih bapaknya bahwa orang yang menerima donor jantung bapak nya adalah orang baik.
****
Pagi harinya abas setelah ngantar ibuknya ke pasar bergegas pulang, pagi ini tidak seperti biasanya membantu jualan ada kepentingan semalam lupa mengerjakan tugas sekolah.
Tetapi justru sampai dirumah melihat anak laki laki serangan smp menunggu di depan rumah.
Pikiran abas sudah kemana mana,jangan jangan mau jemput dik aini,apa setiap pagi bareng anak ini.
"pagi dik,cari siapa?".Tanya abas
"Iya kak,mau jemput aini".balas fathur.
"Satu kelas sama aini?".Tanya abas lagi.
"Iya kak".balas fathur.
Abas agak sedikit lega, sepertinya anak ini baik.maklum sebagai kakak merasa kawatir,tetapi tetap saja nanti malam harus di bahas setelah makan malam.
"Looh,kakak pulang lagi ga bantuin ibuk ya?.Tanya aini.
"Iya kakak pulang mau lihat dik aini ke sekolah naik angkot atau ...?".Jawab abas sedikit bohong dan mengundang tanya.
"Atau ... apa kak yang jelas ".balas aini.
"Tuh di depan ditunggu ojekmu!".balas abas sambil bercanda.
"Hehehe, ya sudah pamit ya kak".balas aini nyelonong pergi.
Aduh anak smp sudah berani pacaran,semoga bisa jaga diri,punya kegiatan positif biar tidak mikir pacaran,abas ngedumel sendiri.
****
Setelah makan malam selesai abas meminta aini untuk bercerita siapa itu fathur?.
"Fathur itu anak baik ya kak,kakak ga usah berlebihan kawatir sama aku,fathur itu adiknya kak viola,temen kakak juga kan?,cerita fathur sih bapaknya yang owner PT Bangun Perkasa,kakak tertua kak hengky yang lagi kuliah di luar negeri,kita cuma bersahabat belum kepikiran pacaran".
Tiba tiba ibu Aminah bilang," ya kalau sekedar bersahabat tidak apa apa selama mengerjakan hal yang positif, ibuk tekankan padamu dik jangan memilih temen karena dia anak orang kaya, tetapi bila mereka memilihmu sebagai teman tidak masalah ".
Bu aminah tidak mendidik anak anaknya punya mental minder silau terhadap harta benda, walaupun hidup mereka sederhana.
"Ya kak abas percaya sama kamu,yang penting jangan lupa tugas utama belajar ".balas abas.
Kakak adik sama saja,viola juga gitu pacaran sama docky.ngedumel abas terus pergi.
Abas tidak seperti biasanya masuk ke kamar langsung tidur,tapi kali ini abas merasakan capek setelah sore tadi olah raga taekwondo abas juga Hoby olah raga bola volley, orangnya tinggi dan kuda kudanya juga kuat mendukung sekali cocok dengan jenis olah raga yang dia pilih.
Malam ini abas tertidur lelap sekali,lampu ruang depan baru kali ini bu aminah yang matiin.
Tidak biasanya abbas langsung masuk kamar,sudah terbiasa buka buka buku baca kalau sudah ngantuk baru masuk kamar dan itu sudah menjadi kebiasaan tiap malam kalau tidak ada acara lain.
Anda Mungkin Juga Suka





