Sampul Novel Warisan Bulan dan Darah

Warisan Bulan dan Darah

9.6 / 10.0
Dalam Warisan Bulan dan Darah, Laura harus memilih antara kemanusiaan atau takdir werewolf miliknya. Bersama putra alfa, ia menghadapi perang dan rahasia kuno. Baca fantasy novel ini sebagai salah satu romance stories terbaik yang mengupas kekuatan darah dan cinta terlarang.
Ringkasan Warisan Bulan dan Darah
Laura hidup dalam lindungan gelang perak untuk menutupi jati dirinya sebagai anak hasil hubungan terlarang manusia dan serigala. Saat rahasia garis keturunannya terungkap, ia terjebak di antara sisi kemanusiaan dan insting liar. Bersama Xaqui, putra sang alfa, Laura harus menghadapi pengkhianatan lama serta perang besar yang berkecamuk. Di bawah cahaya bulan, ia harus memilih untuk mengakhiri kebencian atau menjadi sosok yang paling ditakuti dunia.
Baca Selengkapnya

Warisan Bulan dan Darah Bab 1

Desa itu terletak di kaki hutan lebat, tempat pepohonan membisikkan rahasia kepada angin. Itu adalah tempat terpencil, tempat waktu seakan berhenti. Rumah-rumah kayu tua membentuk jalan setapak yang tidak rata, dan saat senja, asap dari cerobong asap mengepul ke udara dingin. Laura tinggal di sana bersama neneknya Iris, di sebuah kabin kecil di tepi hutan.

Laura menghabiskan hari-harinya dikelilingi tanaman obat, membantu neneknya menyiapkan salep dan infus. Iris dikenal di desa itu karena kebijaksanaan dan pengetahuannya tentang penyembuhan. Tangannya, yang ditandai oleh waktu, bergerak dengan presisi saat ia memegang herba, bunga, dan akar. Ia sering menceritakan kisah-kisah kuno kepada Laura saat mereka bekerja.

"Di hutan ini hidup makhluk-makhluk yang bersembunyi di bawah sinar bulan," kata Iris, sambil meremukkan daun sage. "Manusia serigala berjalan di antara kita saat malam semakin gelap, di bawah tatapan bulan yang keperakan."

"Apakah nenek benar-benar percaya mereka ada, Nek?" tanya Laura, berhenti meremukkan kelopak bunga lavender. Mata ungunya bersinar dengan sedikit rasa ingin tahu.

"Beberapa kebenaran tersembunyi dalam cerita," jawab Iris dengan senyum penuh teka-teki. "Tetapi kamu harus ingat: bulan memengaruhi segala sesuatu yang disentuhnya. Mungkin, suatu hari, kamu akan mengerti mengapa ia memanggilmu begitu." Penduduk desa menghormati Iris, tetapi mereka memandang Laura dengan curiga. Mereka mengatakan matanya yang tidak biasa adalah tanda sesuatu yang aneh. Namun Laura tidak terpengaruh. Ajaran neneknya, perjalanan panjang melalui hutan untuk mengumpulkan tanaman, dan malam-malam yang sunyi ketika bulan seolah berbicara kepadanya sudah cukup baginya. Malam itu, ketika mereka sedang menyiapkan teh herbal, Iris berhenti dan menatap langit yang cerah. Bulan purnama bersinar terang, lebih besar dan lebih dekat dari sebelumnya. Laura merasa merinding. "Malam ini istimewa," gumam Iris. "Aku merasa ada sesuatu yang akan berubah." Laura mendekati jendela. Bulan menyinari hutan dengan cahaya keperakan. Jantungnya berdebar kencang. Sesuatu di dalam dirinya menanggapi cahaya itu. Atmosfer terisi dengan listrik yang sunyi. Tiba-tiba, lolongan menembus udara malam. Bernada tinggi. Dekat. Laura menoleh ke Iris, wajahnya pucat. "Apa itu?" tanyanya, suaranya bergetar. Iris mengerutkan kening. "Tutup gorden dan matikan lampu. Cepat."

Laura menurut, meskipun ia merasakan bulan memanggilnya dengan kekuatan yang tak tertahankan. Lolongan lain, kali ini lebih dekat, bergema dari hutan. Kemudian, teriakan. Suara penduduk desa. Suara-suara ketakutan.

"Nenek..." bisik Laura. "Mereka di sini, bukan?"

"Sembunyi, Laura. Sekarang!" perintah Iris, mengambil gelang perak berukir simbol-simbol kuno dari sebuah peti. Ia menyelipkannya di pergelangan tangan Laura. "Jangan pernah melepaskannya, apa pun yang terjadi."

"Tapi, Nenek..."

Sebelum Laura sempat protes, suara keras mengguncang pintu. Dentuman keras. Raungan parau. Kayunya retak. Iris mengangkat senapan yang dulunya milik mendiang suaminya.

"Di bawah tempat tidur, Laura!" teriaknya.

Laura menyelinap ke bawah tempat tidur saat dunia runtuh di sekelilingnya. Dari tempat persembunyiannya, ia melihat bayangan makhluk-makhluk besar, bercakar, mata bersinar dengan cahaya yang tidak wajar. Pintu akhirnya terbuka. Raungan memenuhi kabin.

"Minggir, binatang buas!" teriak Iris sebelum melepaskan tembakan.

Derak senjata bergema. Raungan kesakitan terdengar saat salah satu penyerang jatuh terluka. Namun itu belum cukup. Raungan lain, lebih buas. Sebuah sapuan kaki. Iris jatuh ke lantai.

"Tidak!" teriak Laura, melompat keluar dari persembunyiannya.

Dia berlutut di samping tubuh neneknya, air mata mengalir dari matanya.

"Nenek Iris... kumohon..."

Dengan napas terakhirnya, Iris berbisik,

"Jangan pernah melepaskannya... Gelang itu... itu akan melindungimu..."

Kehidupan memudar dari matanya. Laura menjerit, suara memilukan yang memudar di malam hari. Dia memegang tangan neneknya yang dingin ketika dia mendengar lebih banyak lolongan. Dia memeluk dirinya sendiri, gelang perak berkilauan di pergelangan tangannya, dan menatap bulan purnama. Mata ungunya tidak lagi hanya mencerminkan rasa sakit: mereka sekarang menyala dengan tekad yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Itulah malam ketika semuanya berubah. Malam ketika bulan mengambil kembali apa yang menjadi miliknya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Warisan Bulan dan Darah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan