Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel War In Life

War In Life

Kehidupan sempurna sebuah keluarga konglomerat hancur seketika setelah kecelakaan tragis merenggut nyawa Airin. Ghea, sang putri, tidak tinggal diam dan bertekad menguak fakta di balik insiden maut tersebut. Dalam pencariannya, ia dibantu oleh pria misterius yang ia temui di sebuah kamar hotel mewah. Akankah kolaborasi ini berhasil membongkar kebenaran yang terkubur? Ikuti perjalanan mereka saat benih kedekatan mulai muncul di tengah misteri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tarikan napas terakhir mu adalah kehancuran duniaku.

“Turut berduka cita atas wafatnya

Ibu Airin Ayu Lestari Binti

Bapak Setyo Nugroho”

Saat itu juga Ghea langsung lari masuk ke dalam rumah. Dia langsung melihat ruang tamu yang dipenuhi orang-orang tengah mengaji disekitar jenazah yang telah dibungkus kain kafan.

Lututnya melemas melihat pemandangan ini, dia berjalan perlahan mendekati jenazah tersebut, sekuat tenaga melangkahkan kakinya, matanya tak sedikitpun menoleh ke arah lain. Ayah dan keluarga memanggil dirinya, tidak dia gubris. Kini, dia hanya benar-benar fokus pada jenazah itu, dia terus mendekat hingga berlabuh di samping jenazah itu.

Gadis itu berusaha mengangkat tangan untuk membuka kain kafan yang menutupi jenazah di depannya. Tangannya gemetar tak kuasa untuk melakukan hal ini. Air matanya semakin deras ketika tangan dia semakin mendekati kain kafan bagian wajah sang jenazah. Dia memejamkan mata, seperti ada batu yang mengganjal hidung, dia bahkan kesulitan bernapas.

Memberanikan diri menarik kain kafan itu secara perlahan. Setelah merasa wajah jenazah itu mulai terlihat, Ghea membuka mata. Bunda, ternyata memang surganya benar-benar pergi. Nyatanya kehilangan Bunda memang menjadi sebuah garis takdir Tuhan yang harus dia telan meski teramat pahit dan sakit. Seketika itu tangisan dahsyat tumpah dari seorang putri kesayangan keluarga konglomerat.

"Bundaaaa...." teriaknya hingga membuat orang-orang disekitar mencoba menenangkan.

"Bunda… Bangun Bundaaa..."

Ghea terus menggerak-gerakkan sang Bunda, seakan Bundanya itu memang bisa hidup kembali. Meski sudah jelas kain kafan membungkus Bundanya. Gadis itu benar-benar menangis sejadi-jadinya, ini adalah tangisan yang paling bergejolak untuk kali pertamanya.

Ternyata video call yang Ghea lakukan dengan sang Bunda menjadi momen terakhir mereka. Usai sudah episode kehidupan seorang putri dengan Bundanya, semuanya diakhiri dengan perpisahan yang tak terbayangkan sama sekali.

Pikiran Ghea berkecamuk membayangkan telah tiada sosok yang selama ini menjadi penyemangat dirinya. Usapan lembut tangan Bunda, uluran tangan yang siap memberdirikan, semangat yang menyublim langkah, selengkung senyum manis yang meringankan beban rasa, canda dan tawa renyah yang mewarnai hari, juga perhatian dan kasih sayang yang tak terhingga, itu semua telah berakhir dengan datangnya hari ini. Hatinya seperti di dorong dari atas gedung pencakar langit, hancur berkeping-keping.

Tak akan gadis itu dapatkan lagi meski ada sosok yang berusaha menggantikan Bunda. Jatuh dan bangun, kini hal itu harus dilakukan sendiri, back up Bunda hanya tinggal bayang-bayang. Kehilangan, kata ini menjadi sesuatu yang memangkas habis semua kebahagiaan dia bersama sang Bunda.

***

One step closer, pemakaman. Hiruk-pikuk orang-orang memadati pemakaman Bunda Airin, semuanya kembali ke tempat semula. Pada akhirnya mereka yang berbondong-bondong pergi mengantar jenazah pulang juga. Sesayang-sayangnya mereka pada sosok yang ditinggalkan tak akan tinggal menginap di kuburan.

Karena pada hakikatnya semua memang akan kembali pada pangkuan Sang Pencipta, hanya saja ini perihal siapa yang lebih dulu pergi.

"Ghea ayo kita pulang," Willy mencoba membujuk sang putri.

"Duluan aja Yah, aku masih mau di sini sebentar lagi," lirih Ghea.

Memeluk erat batu nisan yang bertuliskan nama Bunda, seakan tak mau kehilangan. Gadis itu masih belum bisa merelakan kepergian Bundanya, dia masih sulit beranjak dari samping makam sang Bunda.

Ayah Ghea tak bisa lama-lama di sini. Dirinya tak dapat terus hanyut dalam lautan kesedihan. Dia harus mampu terlihat kuat meskipun faktanya berat.

Melihat situasi semacam ini, Naya mendekat pada Ayah Ghea dan berbisik.

“Om pulang aja, biar aku yang temenin Ghea,” katanya.

"Baiklah, terima kasih. Titip Ghea ya Nay, kalau ada apa-apa langsung telpon aja."

"Tentu."

Naya tak berkata apapun, dia hanya diam menemani sang sahabat yang sedang larut dalam kesedihan. Setelah setengah jam meratapi kepergian Bunda, Ghea berpamitan pada Bunda.

"Bun aku pamit, aku bakal sering berkunjung untuk menemui Bunda. Semoga tenang ya Bun di alam sana, meski dimensi kita berbeda."

Ghea bangun dari tempatnya dan berbalik badan ke belakang. Ternyata Naya ada di belakangnya selama ini.

"Kamu dari tadi belum pulang Nay?" tanya Ghea, kini air matanya telah surut.

Naya mengangguk.

"Udah siap buat pulang ke rumah?" Naya berjalan maju mendekati Ghea.

"Kamu pasti nunggu lama ya Nay, harusnya kamu pulang aja," Ghea tak menjawab pertanyaan Naya.

"Aku lebih suka seperti ini, menunggu dan menjaga kamu dari belakang. Kalau aku ada di samping kamu tadi, mungkin kita malah berdebat, karena kamu bakal nyuruh aku pulang. Aku enggak mau berdebat di depan makam Bunda."

"Kita pulang yuk Nay."

Naya mengangguk. Dia bahkan berjalan di samping Ghea seraya merangkulnya.

Mereka berjalan keluar dari area pemakaman. Dari kejauhan terlihat lelaki muda memakai pakaian serba hitam layaknya seseorang yang telah pergi dari pemakaman.

Lelaki itu melihat ke arah mereka, lalu berjalan mendekat. Setelah jarak antara mereka dan lelaki itu hanya beberapa langkah, lelaki itu melepaskan kacamata hitam yang sedari tadi menghiasi wajahnya. Dia langsung berdiri tepat di depan dua sohib bak magnet ini.

"Ayo masuk mobil, kita pulang bareng," katanya tiba-tiba.

"Kita mau naik taksi aja!" jawab Ghea.

Tak menghiraukan lelaki itu. Dia langsung berjalan melintasi sosok barusan. Naya tak berbicara apapun, hanya mengikuti sahabatnya. Baru beberapa langkah, lelaki itu mengucapkan kalimat yang membuat langkah Ghea berhenti seketika.

"Apa harus bersikap kayak gini di hari kepergian Bunda?" Lelaki itu berbalik badan menghadap punggung Ghea.

Mendengar ucapan itu, Ghea turut berbalik badan hingga akhirnya mereka saling bertatapan kembali.

"Apa harus kehilangan Bunda dulu baru lo peduli?" tegas Ghea.

Lelaki itu diam sejenak, mungkin sedang menyusun kalimat yang layak untuk bisa sepadan dengan perkataan gadis itu.

"Sesusah itu buat percaya sama ketulusan gue?"

Ghea menyunggingkan bibirnya sebelah lalu mendekat, membuat langkah antara dirinya dengan lelaki itu semakin tipis. Raut wajah yang terlihat sedih tadi, dia musnahkan terlebih dahulu lalu berbisik pada telinga kanan lelaki tersebut.

"Gimana gue bisa percaya, ketika hal yang paling enggak gue percaya di dunia ini adalah lo," lalu Ghea akhiri dengan tatapan tajam yang menusuk relung hati.

Setelah mengutarakan kalimat negatif itu, Ghea sontak pergi menarik tangan Naya meninggalkan lelaki itu sendirian. Lelaki itu hanya mematung tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya membalas ucapan pahit tersebut.

Menyaksikan punggung Ghea yang berjalan semakin jauh. Sekeras itu hatinya, hingga begitu tak mempercayai dirinya dikala suasana yang terus berderai air mata.

Galang Pratama Anandyto, itulah kakak lelaki Ghea. Mereka adalah kakak beradik dengan selisih usia enam tahun. Keduanya tak memiliki hubungan harmonis layaknya adik kakak pada umumnya. Bagai musuh, itu mungkin kata yang lebih tepat menggambarkan mereka berdua.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjerat dalam kontrak rumit yang memaksa dirinya menjadi mata-mata untuk mengawasi seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tidak terduga justru mengubah segalanya dan membuat nasib Alexa kini terjepit di antara dominasi dua CEO sekaligus. Terperangkap dalam situasi yang penuh risiko, ia harus menghadapi kendali dua pria berkuasa tersebut sembari menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya dan penuh dengan tekanan emosional.
Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Dahulu Deddy menyelamatkan Nayla, hingga saat Deddy koma, Nayla membalas budi dengan menikahinya dan menyembuhkannya. Namun, kembalinya cinta pertama Deddy memicu perceraian. Meski diremehkan, Nayla ternyata peretas jenius, pembalap, dan dokter ahli. Saat Deddy memohon untuk kembali karena menyesal, seorang CEO tampan muncul mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut menghadapi situasi tak terduga ini di tengah pembuktian jati dirinya.
Sampul Novel Dikhianati Suami, Diremehkan Mertua
9.1
Tujuh tahun lamanya Alena bersembunyi demi melindungi putranya dari jangkauan Keluarga Whitmore. Namun, ketenangannya hancur saat ia diculik dan dibawa ke kastil tua yang terisolasi. Di sana, Dorian Whitmore sang mantan suami menuduhnya menyembunyikan anak laki-laki lain. Alena bersikeras bahwa ia hanya melahirkan Julian Ezra Callahan, sementara kembaran Julian telah tiada saat persalinan. Kini, ia harus menghadapi konfrontasi dingin Dorian di tengah misteri masa lalu.
Sampul Novel En-PD159
7.9
Song Jiayan terjebak pernikahan aliansi dengan Fu Shisheng demi menebus rasa bersalah atas kecelakaan masa lalu. Namun, ia dikhianati saat tahu suaminya hanya berpura-pura sakit dan justru berselingkuh. Setelah selamat dari serangkaian percobaan pembunuhan, Jiayan bangkit menjadi CEO sukses di luar negeri. Meski Shisheng mengejarnya dengan penyesalan mendalam, Jiayan memilih melepaskan dendam, fokus pada misi kemanusiaan, dan memulai hidup baru yang mandiri.
Sampul Novel GAIRAH LIAR IBU TIRIKU
9.7
Meghan Crafson adalah mantan model dewasa yang tetap menawan di usia kepala tiga. Meski hidup bergelimang harta setelah menikahi miliarder New York, ia merasa hampa karena suaminya yang jauh lebih tua tak mampu memuaskannya. Situasi berubah saat Hardin, putra tiri yang tampan dan atletis, datang ke rumah mereka. Terpikat pesona Hardin, Meghan mulai melancarkan godaan terlarang. Hardin pun terjebak dalam dilema antara moralitas dan gairah liar yang ditawarkan sang ibu tiri.
Sampul Novel Pengantin Boneka Demi Utang Keluarga
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga dari pailit, Anya Pramudita terpaksa menikahi Reza Wijaya, pewaris Wijaya Corp. Meski orang tua Reza memuja kecerdasan Anya, mereka sebenarnya memanfaatkan krisis finansial Pramudita Global sebagai jerat. Di sisi lain, Reza masih terikat cinta rahasia dengan Kirana. Tanpa kasih sayang, Anya yang apatis pada cinta harus menjalani sandiwara pernikahan. Akankah perasaan tulus muncul, ataukah hubungan ini hancur akibat pengkhianatan?