Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Yang dulu kau Sia-Siakan

Wanita Yang dulu kau Sia-Siakan

Delapan tahun berlalu sejak Bima menghancurkan hidup Arini dan menghilang tanpa jejak. Kini, takdir membawa mantan kekasih masa SMA itu kembali berdiri di hadapan Arini. Pertemuan ini membangkitkan luka lama serta sejuta tanya yang selama ini terpendam. Arini menuntut penjelasan mengapa Bima tega pergi meninggalkannya begitu saja, padahal saat itu ia tengah mengandung buah hati mereka. Sebuah kisah tentang penantian, luka, dan pencarian jawaban.
Bab
Bagikan

Bab 3

Part 3

"Benarkah? Kok kamu gak pernah bilang? " Cahaya terlihat penasaran dengan jawaban suaminya, ada terbersit kecurigaan dalam benak wanita berusia 26 tahun itu. 

"Apa semua teman temanku harus aku ceritakan satu persatu padamu mulai aku TK sampai aku SMA? " Bima malah kembali melontarkan pertanyaan pada Istrinya yang sedang penasaran, Wajah Bima mulai nampak tidak karuan, ia sebisa mungkin menahan diri agar tidak salah bicara. 

Cahaya mulai terlihat biasa, rona ceria kembali mereka di wajahnya. 

"Ah ya sudah, kalau hanya teman aku juga punya." Cahaya mulai mencair, ia mencoba meredam kecurigaan pada suaminya. 

'Ah, hampir saja aku ketauan ' batin Bima berseru. 

Sementara Arini, ia yakin pasti Bima merahasiakan Masa lalu mereka pada Cahaya. 

'Pandai juga kamu merahasiakan Masa lalumu Mas, aku begitu iri melihat kamu dan wanita ini hidup bahagia, aku tak bisa diam saja melihat sandiwara mu itu' terbersit pikiran jahat di benak Arini. 

"Oiya mbak Arini, mari masuk dulu, maaf ya aku udah suudzon sama Mbak, lagian mas Bima sih gak pernah cerita apa apa sama aku, wajar dong aku sebagai istrinya cemburu" Cahaya berkata sambil menyipitkan sebelah mata kepada Bima. 

Bima membalas dengan merangkul bahu sangat istri, keduanya terlihat begitu mesra dan romantis. 

Sontak saja, membuat Arini merasa hancur, Bagaimana tidak, Laki laki yang delapan tahun lalu telah merenggut kesucian nya hingga karena kelakuan laki laki ini pula pernah bersemayam benih tak berdosa didalam rahimnya. 

' Tega kamu Mas, bermesraan dengan wanita lain sedangkan aku mati matian berjuang agar bisa menyembuhkan luka hatiku selama bertahun tahun karena mu' Arini berkata dalam hatinya, ingin sekali ia mengatakan yang sebenarnya pada Cahaya. Tapi, sekarang bukan saat yang tepat. 

"Ehem... " Arini ingin segera pergi dari tempat itu, lama lama air matanya bisa jatuh tak terkendali. 

Bima dan Cahaya sontak melepas pelukan, menyadari ada tamu yang dibiarkan berdiri mematunh sejak tadi. 

"Oh, maaf mbak Arini. Sudah membuat mbak berdiri saja dari tadi, ayo mbak silakan masuk, kita minum teh dulu" Ajak Cahaya bersikap ramah pada sangat juragan Lele. 

"Terima kasih mbak Cahaya, tapi saya harus pergi, ada banyak pesanan yang harus kami antarkan" 

"Oh begitu, oh iya berapa mbak jumlah semuanya mbak? "

"Dua juta setengah"

Cahaya segera mengambil uang didalam dompet dan menyerahkan pada Arini. Adi sang Asisten Arini segera menurunkan lele yang sudah berada dalam kotak fiber kedalam warung. 

Bima nampak salah tingkah apalagi saat Arini menatapnya sesekali, ia ingin sekali membatalkan kerjasama dengan Arini. Ia khawatir jika masa lalunya dengan Arini akan terbongkar. 

"Terima kasih Mbak Arini, semoga kerja sama kita berjalan baik" Seru Cahaya sebelum Arini meninggalkan mereka berdua. 

"Pasti, kerja sama ini pasti akan menguntungkan semua pihak, ya kan Mas Bima? " 

Sontak Bima terdiam dan menatap tajam ke arah Arini, ia merasa kata kata Arini seolah menyiratkan suatu hal. 

Tanpa menunggu jawaban Bima, Arini segera pergi meninggalkan rumah makan milik Bima.

Arini memasuki mobil, hatinya dag dig dug tak karuan, ia tak menduga akan menjalin kerja sama dengan laki laki yang pernah menodainya bahkan menghancurkan masa depannya.

"Tuhan... Kenapa Aku harus bertemu dia kembali? Kenapa, Tuhan? Aku benci dia, Aku muak melihat wajah dia, Aku benciiiii.... " Teriak Arini memaki lelaki yang bernama Bima.

Dalam hati, tumbuh rasa dendam, ingin sekali Arini membalas perbuatan jahat Bima padanya. Bagaimana bisa, lelaki itu begitu mudah menodainya, lalu pergi begitu saja, bertahun-tahun tak berjumpa kini dia beristri, sungguh membuat hati Arini panas.

"Bahagia sekali hidupmu, Bima. Kau bahkan sudah punya istri, lalu, sedangkan Aku? Jangankan untuk berumah tangga, menjalin hubungan saja Aku sudah trauma"

Arini begitu benci dengan keadaan ini, melihat orang yang telah menghancurkan masa depannya hidup bahagia dengan wanita lain, berbanding terbalik dengan hidup nyan kini.

Entah akan ada lelaki yang mau menerima Arini yang sudah tidak suci lagi?

"Aku harus menghancurkan rumah tangga kalian, harus, enak saja kamu Bima, setelah kau hancurkan masa depanku, kini kau bisa hidup bahagia? Tidak, Aku tidak Terima"

Ada niat jahat Arini terhadap rumah tangga Bima, dendam ataukah cemburu?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gemintang
8.8
Gemintang Farhana hancur saat Bachdim, cinta pertamanya, memutuskan hubungan secara sepihak. Demi mengobati luka, ia pindah kerja namun justru terpikat oleh Amar Dwirangga, atasan sekaligus seniornya. Meski perhatian Amar menyembuhkan hati Gemintang, takdir berkata lain. Hubungan indah mereka terbentur restu semesta yang memaksa keduanya berpisah. Kini, mereka terjebak dalam kerinduan mendalam tanpa bisa bersatu, menyisakan kenangan manis yang tak selamanya berujung bahagia.
Sampul Novel Harga Seorang Ratu Mafia
9.5
Pernikahan politikku dengan Marco Ricci seharusnya menyatukan dua klan besar Jakarta, namun pengkhianatannya menghancurkan segalanya. Di sebuah klub, aku menyaksikan Marco memeluk Angelia, gadis yatim yang dianggap adik, dengan penuh gairah. Sadar hanya menjadi alat kekuasaan sementara hati Marco milik wanita lain, aku memilih melawan. Aku membatalkan pertunangan kami dan memutuskan menikahi Dante Wiryawan, rival terberat keluarga kami, demi aliansi baru yang tak terduga.
Sampul Novel Hasrat Nikmat Perselingkuhan
9.7
Zhea merintih dalam gairah yang memuncak, meremas dadanya sendiri sambil menanti penetrasi dari suaminya, Muchlis. Meski kulit putih dan tubuhnya sudah siap menerima sentuhan intim, Muchlis yang berusia 34 tahun justru mengalami kendala seksual. Alat vitalnya tak kunjung menegang meski Zhea sudah sangat mendamba. Dalam kekecewaan yang tertahan, Zhea akhirnya hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya sekadar bergesekan demi mencapai kepuasan sepihak di ranjang mereka.
Sampul Novel Hati yang Kau Sakiti
9.5
Kebahagiaan Kiran saat mengetahui kehamilannya seketika sirna oleh kenyataan pahit. Arka, suami yang ia percayai, ternyata telah lama mengkhianatinya bahkan memiliki anak dengan wanita lain. Hati Kiran hancur berkeping-keping di tengah runtuhnya rumah tangga yang selama ini ia jaga. Kini, ia harus berjuang menghadapi perihnya pengkhianatan tersebut. Mampukah Kiran bangkit dari keterpurukan ini ataukah rasa cintanya pada Arka telah benar-benar mati selamanya?
Sampul Novel Plis Jangan Ganggu!
8.1
Hidup menumpang di kediaman Mbak Rusmi membuatku harus kebal terhadap setiap cacian pedasnya. Sebagai kakak satu-satunya, ia tak segan melontarkan kata-kata menyakitkan. Kondisi ekonomi memaksa aku dan suamiku, Rian, bertahan di sana karena kami belum sanggup membeli rumah sendiri. Harta orang tuaku ludes untuk melunasi utang, sementara rumah mertua sudah dipastikan menjadi hak Dion, adik bungsu Rian yang akan segera menikah dalam waktu dekat.
Sampul Novel Rumah Tanpa Buah Hati
9.3
Alice kerap menatap sendu anak-anak tetangga yang bermain di depan rumahnya. Baginya, keriuhan itu adalah pelipur lara di tengah kerinduan akan hadirnya buah hati. Namun, kebahagiaan sederhana itu sering terusik oleh bayang-bayang sindiran tajam ibu mertuanya. Konflik terus memanas karena sang mertua kerap menolak bertemu jika Alice belum menimang anak. Di tengah kucuran air mata, Alice harus menghadapi tekanan batin akibat tuntutan keluarga yang kian menghimpit.