Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Yang Dicintai Suamiku

Wanita Yang Dicintai Suamiku

Alina berada di titik terendah hidupnya saat menyadari bahwa sang suami masih terikat masa lalu. Ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit ketika pria yang dicintainya memilih untuk kembali ke pelukan mantan kekasihnya. Di tengah pengkhianatan dan luka hati yang mendalam, Alina harus berjuang menentukan arah hidupnya sendiri. Mampukah ia bertahan melewati badai emosi ini, ataukah ia akan hancur oleh kenangan yang telah dikhianati oleh pasangannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sejak pagi perutku terasa mual. Entah sudah berapa kali aku menghirup aroma minyak kayu putih demi meredakan rasa mual ini, kepalaku pusing membuatku hanya bisa terbaring ditempat tidur.

Ku raih ponsel yang tergeletak di atas nakas, berniat menghubungi Nisa, untuk sekedar mencari teman bicara.

Teleponku tersambung, setelah bertanya kabar tentangnya, kuberitahu keperluanku menelponnya, untuk beberapa saat ia diam, lalu terkekeh geli.

[Alina, coba beli test pack, sepertinya kau hamil]

Hamil?

Mendengar perkataan Nisa membuatku mengerutkan kening. Namun, baru kusadari jika bulan ini tamu bulananku memang tidak datang.

Entah lah, aku tak tahu apakah ini kabar gembira atau buruk untukku. Lidahku kelu untuk berkata kata lagi. Aku terlalu takut untuk memikirkan jika ucapan Nisa ini benar.

[Selamat ya, aku yakin sekali kau hamil, Alina.]

Kucoba untuk menepis ucapan Nisa, namun tak bisa, entah mengapa, hatiku mencoba meyakinkan jika perkataan Nisa adalah benar. Setelah mengucap salam, aku menutup sambungan teleponnya.

Aku masih ingat, kejadian saat terakhir kali Mas Bayu menyentuhku. Yah, terakhir kali Mas Bayu menyentuhku, itupun seperti memaksakan kehendak. Karena aku sempat kesal dan menolak keinginannya.

"Ingat Alina, kau itu istriku. Aku berhak segala hal atas dirimu, termasuk tubuhmu. Aku suamimu, sebagai perempuan yang mengerti agama harusnya kau bisa melayani h*sratku kapan saja," hardiknya kala itu.

Aku diam dan pasrah, meski dalam hati bergejolak amarah. Kubiarkan saja ia menyalurkan hasr*tnya. Itu adalah kali terakhir ia menyentuhku, hingga kabar kemungkinan kehamilan ini.

Aku marah dan menolak keinginannya karena aku ingat, melihatnya berjalan bersama Kania, masuk ke dalam sebuah restoran. Aku melihat mereka yang begitu santai menikmati kebersamaan, dan yang kulakukan hanyalah memandang mereka tanpa ada keberanian untuk menghampiri.

Aku masih takut menerima kenyataan ini, aku takut pernikahanku hancur, karena aku mencintai Mas Bayu.

Saat itu aku menyadari akan status istri sah yang sandang. Status yang tidak memiliki kuasa atas suamiku sendiri. seorang Istri pajangan, mungkin itu status yang cocok untukku.

Ingin rasanya aku mempermalukan mereka saat itu, tapi entah kenapa tiba tiba saja aku tersadar, siapa diriku? Bahkan cinta Mas Bayu saja sampai sekarang masih belum bisa kudapatkan.

Dan sekarang, kehamilan ini. Haruskah ku memberitahu Mas Bayu, jika saat ini aku telah mengandung janinnya dirahimku?

****

Sebuah foto yang dikirimkan Kania akhirnya menghancurkan pertahanan dan kepercayaan diriku. Foto desain sebuah undangan pernikahan. Sangat jelas bertulis nama Kania dan Mas Bayu disana.

Hatiku terasa sangat sesak. seakan semua hanya tinggal menunggu waktu saja.

[Bagaimana Alina, kau suka? Aku mendesain sendiri undangan ini. Ingat Alina, kau yang membuatku mengambil keputusan ini, jangan sekali kali kau menyebutku pelakor, karena aku sudah meminta Mas Bayu secara baik baik darimu.]

Pesan itu dikirim Kania lewat ponselku. Untuk sesaat aku menekan dadaku, rasa nyeri dan sesak kian terasa, apakah ini suatu pertanda akan berakhirnya pernikahanku.

Ku letakkan kembali ponselku, rasa takut tiba tiba menjalar di sekujur tubuh. Aku diam cukup lama dengan pikiran yang terus berkecamuk.

"Mengapa mas? Jika kau memang mencintai dan ingin menikahi Kania, kenapa harus berbohong dibelakang ku, mengapa menerima perjodohan ini. Tak adakah sedikit saja keberanian untuk mengatakannya padaku lebih dulu?"

Batinku terus bergejolak. Ya tuhan, mengapa aku bisa sebodoh ini. Tentu saja Mas Bayu bisa menikahi Kania sekarang, karena penghalang untuk mereka bisa bersama kini sudah tak ada lagi.

Tak ingin terlalu larut dalam prasangka buruk karena memikirkan sesuatu yang bisa merusak akal sehatku. Aku memutuskan untuk pergi ke apotek, membeli test pack seperti yang disarankan Nisa. Aku berharap dengan hadirnya janin ini, akan membuat Mas Bayu sedikit saja menatapku.

Dengan langkah malas aku mengambil kunci motor yang tergeletak diatas meja TV, lalu pergi mengunci pintu rumahku dan melajukan motorku menuju apotik terdekat.

***

Dua garis biru langsung terlihat di test pack yang kubeli tadi siang. Meski disarankan menggunakannya pada pagi hari, tapi aku tak mau menunggu sampai besok. Kupikir jika memang hamil pasti akan langsung terdeteksi karena rasa mual yang kurasakan semakin terasa kuat.

Aku menghela nafas melihat hasilnya. Sudah cukup lama aku mengurung diri di kamar mandi ini, hingga tak kusadari jika Mas Bayu mengetuk pintunya.

"Alina, kau baik baik saja didalam?"

"Iya, mas."

Aku membuka keran air, mencoba untuk mengulur waktu, entah mengapa saat ini aku tak ingin melihatnya. Kalimat demi kalimat pesan terakhir yang dikirim Kania kini seperti kaset yang diputar berulang-ulang terasa di kepalaku. Membuatku semakin takut menerima kenyataan.

Tuhan, haruskah aku menerima Kania sebagai adik madu ku. Karena aku tak memiliki alasan syar'i yang kuat untuk menggugat cerai Mas Bayu. Haruskah ujian kesabaran ini kujalani?

Yah, menolak poligami bukanlah sebuah alasan yang kuat untuk meminta talak. poligami diperbolehkan dalam agama. Tapi, tak banyak wanita yang mampu menerima suaminya. melakukan hal yang perbolehkan dalam agama itu. Termasuk diriku.

"Alina?"

Panggilan dari Mas Bayu, menginterupsi lamunanku. Ku hapus air mata yang tak terasa menetes sambil menyimpan hasil testpack kedalam saku piyama yang kupakai.

Cklek.

Pintu kamar mandi ini kubuka, tampak Mas Bayu berdiri di sana. Aku gugup. Lalu melangkah pelan, melintas dihadapannya.

Ia memandangku dengan pandangan yang sulit kuartikan, mata itu seolah ingin mengatakan sesuatu. Segera saja kubuang pandanganku karena aku tak ingin terhanyut dalam tatapan matanya.

"Alina, apa kau punya waktu. Aku ingin bicara."

Aku menghentikan langkahku begitu mendengar ucapannya. Bicara? Untuk apa? sesuatu hal yang pentingkah yang ingin dibicarakannya denganku?

Astaga. Mungkinkah ia ingin membicarakan masalah Kania. Membicarakan pernikahan mereka padaku?

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fantasi Tukar Pasangan Ranjang
9.2
Pasangan Maya-Adrian dan Sinta-Rizky tampak sempurna, namun hubungan mereka sebenarnya hambar. Demi mengatasi kekosongan, mereka sepakat mencoba ide ekstrem tukar pasangan. Meski awalnya canggung dan penuh kecemasan, pengalaman ini justru mengungkap keinginan yang terpendam. Di tengah konflik dan cemburu, mereka belajar menghadapi kenyataan serta menyembuhkan luka lama. Perjalanan emosional ini memaksa mereka memperbaiki fondasi cinta agar lebih tulus dan kuat dari sebelumnya.
Sampul Novel HATRED
8.7
Difitnah melukai dua saudaranya sendiri, seorang pemuda terpaksa angkat kaki dari rumah. Ia menyimpan amarah mendalam karena keluarganya lebih memercayai bukti video rekayasa ketimbang kejujurannya. Kini, ia harus memulai hidup baru di luar sana sambil membawa luka hati akibat pengkhianatan orang terdekat. Bagaimana nasib pemuda ini setelah pergi? Akankah penyesalan menghampiri keluarga yang telah membuangnya? Simak perjuangan penuh dendam ini.
Sampul Novel Hawa Nafsu Kekasihku
8.0
Dalam satu malam yang tak terduga, hidup Affry berubah drastis setelah ia hamil akibat hubungan dengan pria asing. Ternyata, lelaki itu adalah Liu Chaing He, manajer di perusahaan orang tuanya sendiri. Demi menjaga martabat keluarga, pernikahan terpaksa akhirnya digelar. Namun, duka Affry kian mendalam karena Chaing He masih menyimpan perasaan untuk wanita lain. Mampukah pernikahan tanpa cinta ini bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu sang suami?
Sampul Novel KENIKMATAN SELINGKUH
8.7
Arsyla yang berusia 23 tahun menjalani biduk rumah tangga bersama Edi, pria yang tiga tahun lebih tua darinya. Meski dua tahun menikah tanpa anak, mereka tetap tenang demi fokus menata finansial. Edi bekerja sebagai OB dengan upah terbatas, apalagi ia harus membiayai sekolah adik-adik yatimnya. Arsyla dengan tulus menerima kondisi tersebut. Suatu sore, Edi kembali ke kontrakan sederhana mereka setelah lelah bekerja demi menyambung hidup keluarga.
Sampul Novel Mrs Bodyguard
8.7
Kendra, pewaris otomotif Tanaka yang manja dan rupawan, nyaris tewas akibat gaya hidup bebasnya. Demi keamanannya, sang ayah menyewa Drupadi, mantan anak asuh mafia yang dingin, sebagai pengawal pribadi. Menyamar jadi pria, Dru harus melindungi Kendra yang kerap kesal namun mulai bergantung padanya. Meski terpaut usia empat tahun dan terikat sumpah profesional untuk tidak jatuh cinta, benih asmara mulai tumbuh di antara pengawal tangguh dan majikan manis ini.
Sampul Novel My [Secret]ary
8.6
Keputusan Raya menolak jabatan pimpinan di anak perusahaan Chinar Group justru mempertemukannya dengan Jevano, kakak tingkat masa kuliah yang kini menjadi sekretarisnya. Meski Jevano bersikap dingin dan acuh tak acuh, Raya tetap menaruh hati padanya. Namun, di balik topeng profesionalitasnya, Jevano menyimpan misteri besar yang tersembunyi rapat. Dia bukanlah sekadar staf biasa, melainkan sosok penuh rahasia yang jauh lebih dari apa yang terlihat.