Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Yang Dicintai Suamiku

Wanita Yang Dicintai Suamiku

Alina berada di titik terendah hidupnya saat menyadari bahwa sang suami masih terikat masa lalu. Ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit ketika pria yang dicintainya memilih untuk kembali ke pelukan mantan kekasihnya. Di tengah pengkhianatan dan luka hati yang mendalam, Alina harus berjuang menentukan arah hidupnya sendiri. Mampukah ia bertahan melewati badai emosi ini, ataukah ia akan hancur oleh kenangan yang telah dikhianati oleh pasangannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Beberapa detik aku berdiri terpaku menatapnya. Aku bisa menduga jika ia akan mengajakku membicarakan Kania, wanita yang menjadi duri dalam pernikahan kami selama ini.

Wajah itu memandangku dalam. Membuat rasa gugup kini hadir melanda. Kuhela nafas panjang, mencoba untuk tenang menghadapinya.

"Bicara saja mas, aku tak pernah melarang sesuatu hal apapun padamu," sahutku.

Ia menggangguk perlahan, memandangku sambil membuang napas kasar, lalu memilih duduk di tepian ranjang.

"Duduklah di sini sebentar bersamaku, agar kita bisa bicara," pintanya sambil menepuk pelan ranjang kami.

Aku mengangguk pelan, mengikuti keinginannya, jantungku berdegup kencang, aku mulai gugup. Meski demikian, aku masih menguatkan hati dan kaki untuk menghampirinya, lalu mengikutinya duduk ditepian ranjang. tepat berada di sebelahnya.

Beberapa detik berlalu dalam diam, hanya terdengar helaan nafasnya dan irama detak jantungku yang kian berpacu dengan waktu, kuremas ujung piyama yang kupakai, berusaha menenangkan perasaanku saat ini.

Ia berdecak pelan, bibirnya tertahan, seolah ragu untuk mengatakannya.

"Apa yang ingin kau bicarakan denganku, mas?" Tanyaku memecahkan keheningan diantara kami.

"Alina, ini tentang Kania. Tentang hubunganku dengannya."

Hatiku langsung mencelos mendengarnya, aku sudah menduga hal ini yang akan ia bicarakan. Wajahnya kini memandangku dengan tatapan menusuk. Sungguh terasa perih.

Kubuang pandanganku darinya, hal itu sengaja kulakukan. Aku tak mau tatapan mata itu akan lebih jauh membuatku terluka. Tak ingatkah dia jika aku adalah istrinya?

"Aku sudah menduganya, mas," jawabku pelan.

Kutundukkan pelan wajahku, aku tak ingin ia melihat wajahku yang memerah saat ini karena mencoba menahan tangis.

"Kania ..."

"Hanya Kania saja yang selalu ada dalam pikiranmu. Dua tahun aku mendampingimu, menjadi istrimu, pernahkah sedikit saja kau menghargai perasaanku?" Aku berucap pelan.

"Alina!"

Ia membentakku, aku masih menunduk, menghindar dari tatapan matanya, terdengar kembali ia berdecak kesal padaku.

"Alina, dari malam pertama pernikahan kita, aku sudah memberitahu hal ini padamu. Mengapa sekarang terasa sulit bagimu menerima Kania?"

"Karena aku mencintaimu, Mas," Jawabku refleks langsung menatap tajam padanya. Bibirku bergetar mengucap kalimat itu.

Raut wajahnya terlihat terkejut, mata itu kini menatapku tak berkedip. Aku berusaha keras menahan air mata ku agar tidak jatuh, aku tak ingin terlihat lemah dihadapannya.

"Seharusnya kau tidak melakukannya, Alina. Bukankah aku sudah memperingatkanmu agar jangan salah menafsirkan sikap baikku selama ini padamu."

Aku menggigit bibirku mendengar jawaban darinya, dadaku semakin nyeri, diam diam kukepalkan tanganku. Mencoba mengalihkan rasa sakit ini.

"Lupakan itu. Katakan, apa yang ingin kau bicarakan padaku? Apakah tentang rencana pernikahan kalian, atau kau ingin menceraikanku. Karena aku yakin, Kania tak akan mau menjadi istri siri, ia akan menuntut status sebagai istri secara hukum dan agama. Bukan?

"Aku tak akan mengabaikan nafkahku padamu, Alina," ia menyela perkataanku.

Aku tersenyum sinis mendengar ia mengatakan hal itu, ku hembuskan napas perlahan. Sungguh miris, disaat aku berusaha keras meraih cinta dan perhatiannya, justru rasa sakit yang kuterima.

"Aku memang mencintaimu, mas. Selama dua tahun ini aku berusaha keras mencari perhatian untuk mendapatkan cintamu, tapi aku tidak buta. Jika memang kau menginginkan Kania, silakan. Aku takkan menghalangi niatmu."

"Alina, kau tetap istri pertamaku ..."

"Ini bukan soal status istri pertama atau kedua, Mas. Tidakkah kau mengerti sedikit saja tentang hal ini?" Nada suaraku sedikit meninggi.

Ia diam, mengacak acak rambutnya sambil sesekali mengusap kasar wajahnya.

"Apa yang kau inginkan, Alina?" Suara nya kini terdengar pelan.

Aku memilih bungkam, aku yakin ia sudah tahu jawabannya, hanya saja aku menunggu ia sendiri yang mengatakannya.

"Sebenarnya, Kania tak keberatan menjadi istri kedua, Alina," lanjutnya.

"Itu menurutmu, mas. Tapi tidak untukku," tegasku.

"Aku tak akan menceraikan mu, Alina."

Ucapannya seolah mengetahui apa yang kupikirkan saat ini. Aku tentu saja tahu alasannya yang tidak bisa menceraikanku.

Janjinya pada ibunya.

Dalam wasiat terakhirnya, Almh. Ibu mertuaku meminta pada Mas Bayu agar berjanji untuk menjagaku dan tidak akan pernah menjatuhkan kata talak padaku, kecuali jika aku berpaling hati dan mengkhianatinya. Bagi Mas Bayu, pria yang selalu memegang teguh janji, melanggar janji sama saja seperti kehilangan harga diri.

"Sudahlah, pembicaraan tak akan ada gunanya," ucapku menyudahi.

"Jika kau bersikeras untuk menikahinya, silakan saja, aku tak akan menghalangi. Hanya saja, jangan berusaha membujukku agar menerima pernikahan kalian. Aku tak akan bisa, mas!"

Bibirku bergetar hebat ketika mengucap kalimat itu. Aku menguatkan hati, agar keberanianku tidak hilang. Aku menyeret tubuh ke tengah ranjang, lalu merebahkan tubuh sambil membelakanginya.

"Aku ingin istirahat, Mas. Jika tak ada yang ingin dibicarakan lagi, tolong biarkan aku sendiri," lirihku menahan tangis.

"Maafkan aku, Alina."

Hanya itu kalimat terakhir yang kudengar darinya, tak lama kudengar suara pintu kamar ini tertutup. Air mata yang tadi tertahan kini mulai mengalir bersamaan harapanku untuk mempertahankan pernikahan ini yang mulai pupus.

Bukan aku tak ingin meminta cerai. Tapi aku belum memiliki alasan yang kuat untuk memintamu menjatuhkan talak. Kau memenuhi semua hak dan kewajibanmu selama ini padaku, kau juga menggauli dan memperlakukanku dengan baik. Kau bahkan tak pernah mengangkat tanganmu di hadapanku semarah apapun kau padaku, meskipun nafkah batin tak rutin kau berikan, tapi bukti janin dalam kandunganku ini, membuatku tak bisa meminta talak itu darimu.

Hanya cintamu saja yang belum kumiliki saat ini. Bisakah aku bertahan?

Tuhan, kumohon beri aku jawaban. Salahkah jika aku jatuh cinta pada suamiku sendiri? dan berdosakah aku, jika menolak keinginannya menikahi wanita yang dicintainya?

Bersambung.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PSV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PSV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku gundik
8.0
Ragazza Perfetto dikenal sebagai sosok pria kaya raya yang memiliki kepribadian hampir tanpa celah. Namun, kesempurnaan hidupnya seketika hancur saat wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati justru tega mengkhianatinya. Tanpa belas kasihan, belahan jiwanya tersebut menginjak-injak harga diri Ragazza dan menyerahkan kehormatannya kepada seorang gundik. Kini, sang miliarder harus menghadapi kenyataan pahit saat martabatnya dilemparkan begitu saja dalam konflik romansa ini.
Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita adalah model tangguh dari keluarga retak yang sangat menjaga kehormatannya. Namun, sebuah insiden tragis merenggut kesuciannya dan menyeretnya ke dalam kehidupan Adhim, pemimpin geng motor sekaligus putra kiai. Meski Adhim berniat menebus dosa dengan pernikahan, Pelita bimbang karena ia tak pernah berencana menjalin hubungan. Perbedaan latar belakang yang kontras menjadi ujian berat. Mampukah cinta tumbuh di tengah konflik dan masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten
8.7
Kapten Anatoly tak pernah menduga bahwa cinta pertamanya adalah Helen, turis Jerman yang ia sembunyikan di rumahnya saat Rusia menyatakan perang. Di tengah ketegangan konflik, hati sang kapten yang dingin perlahan mencair. Namun, kebahagiaan itu hancur saat identitas asli Helen terungkap sebagai putri dari musuh negaranya. Kini, Anatoly terjepit dalam dilema besar antara kesetiaan pada negara atau menyelamatkan wanita yang ia cintai. Pilihan manakah yang akan ia ambil?
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kebingungan melanda Arumi saat tak sengaja membaca pesan mertuanya di ponsel Akram. Elina, sang ibu mertua, memberikan ucapan selamat yang hangat atas kelahiran cucu pertama yang dianggapnya sangat cantik. Arumi merasa ada yang janggal karena anak mereka, Ayumi, seharusnya adalah cucu pertama di keluarga itu. Rahasia besar apa yang disembunyikan Akram darinya? Pesan misterius tersebut kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka yang semula tenang.
Sampul Novel Kenikmatan Di Kelas Bisnis
8.6
Setiap bulan, sahabatku selalu bepergian ke berbagai kota menggunakan kelas bisnis dan kembali dengan wajah yang sangat berseri-seri. Rasa penasaran membuatku bertanya tentang keistimewaan fasilitas penerbangan mewah tersebut. Dengan senyuman penuh arti, ia mengungkapkan rahasia tak terduga. Mulai dari mahasiswa polos, bos besar yang dingin dan berkuasa, hingga pria asing yang menawan; semua petualangan romantis yang tak terbayangkan telah ia rasakan di sana.
Sampul Novel MENGEJAR CINTA ANAK KYAI
9.8
Andre, putra konglomerat, nyaris mengakhiri hidup karena dipaksa menikahi wanita pilihan orang tuanya. Beruntung, Amira yang merupakan anak seorang kyai berhasil menyelamatkannya. Pertemuan itu mengubah Andre hingga ia tekun mendalami agama demi memenangkan hati Amira. Namun, harapan Andre hancur saat Amira justru bertunangan dengan Adam di depan matanya. Kini, ia harus memilih antara terus berjuang atau kembali terjatuh dalam keputusasaan yang gelap.