Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Tak Ternilai

Wanita Tak Ternilai

Zhafira terjebak dalam pernikahan kelam dengan pria kejam yang terus menghinanya sebagai wanita murahan. Meski hatinya hancur mendengar cercaan sang suami, ia tetap bertahan demi membiayai pengobatan ibunya yang sedang sekarat. Sejak kecil hidupnya penuh penderitaan, dan kini ia harus menghadapi kenyataan pahit menjadi tawanan pria tanpa perasaan. Akankah ada titik terang bagi Zhafira, ataukah air mata akan terus mengiringi sisa hidupnya yang penuh siksaan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sementara itu di tempat lain.

Pria yang akan menikah dengan Zhafira sedang duduk gelisah di ruang tamu penthousenya.

Dia adalah Bara Martinez, seorang pemuda berusia 27-tahun, berperawakan gagah, alis tebal, hidung mancung, serta memiliki sorot mata yang tegas.

Di usia yang masih terbilang muda, Bara Martinez sudah memiliki karir yang luar biasa.

Dia kini menjabat sebagai CEO di Berlian Investama Group, dan berhasil mengembangkan perusahaan milik kakeknya tersebut, hingga menjadi salah satu kerajaan bisnis terbesar di Asia.

Sepak terjang Bara dalam dunia bisnis tidak perlu diragukan lagi, dia sangat dihormati dan ditakuti oleh kawan maupun lawan.

Siapa pun orangnya pasti akan berpikir ribuan kali untuk membuat masalah dengan Bara. Pria ini adalah pebisnis yang terkenal kejam, dia tidak segan membuat lawan bisnisnya bangkrut dalam satu jentikan jari.

Yang lebih mengerikan, dia bisa membuat siapa pun yang mengusiknya menghilang tanpa ada yang tahu ke mana raibnya.

Namun, kali ini sang CEO berkuasa sedang pusing bukan kepalang. Sebabnya tak lain karena sang kakek memaksa dirinya untuk menikah.

Yang lebih buruk lagi, dia akan menikah dengan wanita yang tidak dikenal. Bahkan mereka belum pernah bertemu sama sekali. Entah dari mana asalnya, seperti apa wajahnya, Bara tidak tahu.

Tentu saja ini adalah hal terkonyol dalam hidup seorang Bara Martinez.

"Ini gila, Ma. Bagaimana mungkin aku bisa menikahi wanita itu, kenal saja tidak!" keluh Bara sembari memijit pelipis, kepalanya serasa mau pecah.

"Kamu tetap harus menikah dengan wanita itu, Bara ... ini adalah perintah kakekmu! Kamu tahu sendiri pria tua itu sangat keras kepala, dia tidak akan main-main dengan ancamannya," sahut Belinda.

Wanita paruh baya yang masih sangat cantik, dan berpenampilan serba mewah ini adalah ibunya Bara.

"Tidak, Ma. Pokoknya aku tidak mau menikah dengan wanita itu ... Mama tahu sendiri aku sudah memiliki kekasih, dan kami saling mencintai."

Saat ini Belinda juga tidak kalah pusing dibanding anaknya. Wanita paruh baya ini terus memaksa akal liciknya bekerja lebih keras.

Namun, Belinda tetap tidak berhasil menemukan solusi, karena apa pun yang ia pikirkan selalu membentur surat wasiat yang telah dibuat oleh mertuanya.

Dalam wasiat itu, Kakek Chandra Martinez akan menghibahkan seluruh asetnya pada yayasan amal, jika Bara belum menikah tepat saat ia berumur 27-tahun.

Besok Bara Martinez akan genap berusia 27-tahun.

Sebelumnya Bara sudah pernah mengenalkan kekasihnya pada sang kakek. Sialnya Kakek Chandra Martinez tidak menyukai gadis yang menjadi kekasih cucunya tersebut, dan oleh sebab itu dia memilihkan sendiri calon untuk Bara.

"Bara, kau harus mengalah. Ini hanya untuk sementara, sampai seluruh aset keluarga Martinez beralih menjadi atas namamu," desak Belinda.

"Lalu bagaimana dengan Mischa, Ma?"

Bara tidak dapat membayangkan, seperti apa kekecewaan kekasihnya tersebut, bila tahu ia menikah dengan wanita lain.

"Sebisa mungkin kau harus merahasiakan pernikahan ini dari Mischa, tapi jika nanti ketahuan olehnya, biar mama yang menjelaskan padanya." Belinda memberi solusi.

Bara membuang napas kasar, kepalanya nyaris pecah memikirkan semua ini.

"Baiklah, sepertinya memang tidak ada pilihan lain," pasrah Bara pada akhirnya.

*

Pernikahan Zhafira dan Bara akan dilangsungkan secara sederhana di mansion keluarga Martinez.

Pagi ini Zhafira sedang berada di kamar untuk dihias oleh tim makeup artist. Rambut Zhafira ditata ala messy low bun, dengan paduan aksen poni tipis yang menutupi sebagian dahinya.

Sedangkan untuk wajahnya, Zhafira hanya diberi riasan tipis, sehingga kesan cantik natural semakin memancar indah dari wajah gadis ini.

Selesai dengan prosesi makeover, Zafira pun dibawa keluar untuk menuju ruang akad. Ini adalah detik-detik yang sangat mendebarkan bagi Zhafira, karena sebentar lagi akan bertemu calon suaminya.

Dalam hati Zhafira bertanya-tanya, seperti apa pria yang akan menjadi suaminya? Apakah dia tampan? Apakah dia pria yang baik?

Namun, mengingat nasib dirinya yang jauh dari kata mujur, membuat Zhafira takut untuk berharap akan menemukan kebahagiaan dari pernikahan ini.

Terlebih bagi Zhafira, ini bukanlah pernikahan yang sesungguhnya, tapi lebih seperti pertukaran untuk biaya pengobatan ibunya.

Sampailah Zhafira di ruang tengah mansion keluarga Matinez. Dia menemukan seorang pemuda tampan, dalam balutan tuxedo putih yang berdiri gagah di samping kakek Chandra Martinez.

Zhafira menebak, bisa jadi pria ini adalah calon suaminya. Lalu secara alami Zhafira memberi salam dengan anggukan kepala, tak lupa juga memberikan senyuman terbaiknya.

Namun, balasan yang didapat Zhafira tidak sesuai ekspektasi. Pria itu malah membuang wajah, dan menunjukkan sikap tidak suka.

Tanpa terasa acara akad berlangsung cepat dan lancar. Setelah itu Zhafira dibawa ke sebuah kamar yang lebih luas dan mewah, dibanding kamar yang ia tempati semalam.

Namun, bukan kemewahan dan segala furniture kelas wahid di kamar ini yang menjadi perhatian Zhafira. Melainkan taburan bunga mawar merah yang mengisi setiap sisi ruangan ini.

Sepertinya kamar ini sengaja disiapkan bagi Zhafira dan sang suami, untuk menghabiskan malam pertama yang indah sebagai pengantin baru.

Harumnya aroma mawar yang menyeruak indra penciuman, membuat jantung Zhafira berdebar tidak menentu.

Benarkah sebentar lagi Zhafira akan merasakan indahnya malam pengantin? Sepertinya tidak!

Zhafira sangat yakin akan firasatnya, semua itu diperkuat oleh sikap dingin yang Bara tunjukkan saat prosesi akad tadi.

Bahkan Zhafira sudah ditinggal begitu saja pada saat proses akad selesai. Bara pamit kepada Kakek Chandra Martinez, dengan alasan ada pertemuan penting dengan klien.

Entah yang dikatakan Bara tadi benar atau tidak, Zhafira tidak tahu. Namun, mata hati Zhafira melihat itu hanya alibi Bara semata.

"Silahkan beristirahat, Nyonya Muda ... saya pamit dulu, Anda bisa memanggil saya jika butuh sesuatu," tutur pelayan yang mengantar Zhafira.

Zhafira mengangguk, lalu membalas perkataan pelayan tersebut, "Terimaksih, Bi."

Setelah pelayan itu pergi, Zhafira pun merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Dia menatap langit-langit kamar dengan perasaan yang sulit dijabarkan.

Zhafira juga memikirkan ibu yang tengah berjuang di meja bedah, rasanya dia ingin ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi terkini sang bunda.

Namun, Zhafira sadar statusnya sekarang adalah wanita yang sudah bersuami, jadi ia pun menunda niat datang ke rumah sakit sampai Bara pulang. Zhafira tidak ingin dianggap sebagai istri kurang ajar, karena meninggalkan rumah tanpa izin suami.

Zhafira tidak tahu apa yang harus ia lakukan di sini, ia hanya keluar kamar saat makan siang. Setelah itu kembali lagi ke kamar, dan beristirahat.

Karena tidak ada yang bisa dikerjakan, Zhafira tertidur hingga sore hari.

Ketika Bara pulang entah dari mana, dia mendapati Zhafira sedang terlelap.

Melihat pemandangan itu membuat Bara menggeram kesal, seharusnya yang tidur di ranjang pengantin itu adalah Mischa kekasihnya, alih-alih wanita tidak jelas yang dinikahinya tadi pagi.

Bara melangkah cepat mendekati ranjang.

"Hei, siapa yang mengizinkanmu tidur di ranjangku!" bentak Bara dengan suara barintonnya yang terdengar mengerikan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HFB" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HFB
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Dunia Amanda Felicia runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan di hari kelulusannya. Kesedihannya kian mendalam ketika Fanny, sahabat setianya, harus pergi ke luar negeri. Di tengah keterpurukan, Amanda mencoba bangkit dengan bekerja sebagai pelayan di kediaman Alexander Mattew. Namun, pria kaya itu justru kerap menyulitkan hidupnya dan sengaja membuat Amanda tidak betah. Mampukah Amanda bertahan menghadapi sikap dingin Alex demi menyambung hidupnya?
Sampul Novel Cinta sang tuan muda
7.9
Kehidupan Joan berubah drastis saat ia menemukan sesosok bayi perempuan di depan pintu rumahnya pada suatu pagi. Bayi malang itu hanya berselimut kain tipis di dalam kardus, ditemani sepucuk surat permohonan maaf yang misterius. Kejadian tak terduga ini membuat Joan dirundung dilema besar. Haruskah ia membesarkan anak tersebut dengan tangannya sendiri, atau justru menyerahkannya ke panti asuhan demi masa depan sang bayi yang lebih terjamin?
Sampul Novel Cinta Sejatimu Kembali
8.7
Empat tahun membina rumah tangga dan dikaruniai seorang anak ternyata tidak cukup bagi Lina untuk memenangkan hati Rian. Meski kasih sayangnya begitu tulus, Rian tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang tak pernah pudar. Keadaan kian menyakitkan saat cinta pertama suaminya itu muncul kembali ke permukaan. Menyadari dirinya tak pernah dicintai, Lina kini dihadapkan pada pilihan pahit untuk melepaskan Rian demi kebahagiaan pria tersebut.
Sampul Novel Hurt Wife
9.4
Farida harus menelan kenyataan pahit saat suaminya mengkhianati pernikahan mereka demi adik kandungnya sendiri. Luka batin yang begitu dalam akibat perselingkuhan itu membawa Farida ke dalam situasi tak terduga. Terjebak dalam pusaran emosi yang kalut, ia justru terhanyut dalam godaan nafsu dan hasrat yang membara. Sebuah kisah fiksi dewasa tentang rasa sakit dan pelarian emosional yang mengubah hidupnya secara drastis dalam sekejap mata.
Sampul Novel Ipar Posesifku
8.3
Terjebak dalam takdir yang tak terduga, aku terpaksa menikahi adik dari suamiku sendiri. Pria itu selalu bersikap dingin dan menunjukkan kebencian yang mendalam terhadap kehadiranku selama ini. Namun, saat perjodohan ini direncanakan, ia justru tidak memberikan penolakan sama sekali. Apa sebenarnya alasan di balik sikap diamnya? Mengapa ia bersedia terikat denganku dalam pernikahan ini meskipun hubungan kami penuh dengan ketegangan yang misterius?
Sampul Novel Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu
9.4
Hati Sarah hancur ketika Dimas, suaminya, justru lebih peduli pada Citra daripada dirinya yang tengah mengandung. Di tengah masa sulit itu, sang sahabat mulai menunjukkan ambisi licik untuk merebut posisi Sarah. Kini, Sarah berdiri di persimpangan jalan yang menyakitkan. Haruskah ia tetap bertahan dalam pernikahan yang retak demi calon bayinya, atau memilih pergi demi menjaga harga diri serta kedamaian hidupnya? Inilah perjuangan batin seorang istri.