Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Satu-satunya di Asrama Pria

Wanita Satu-satunya di Asrama Pria

Bekerja sebagai petugas asrama putra membawa perubahan besar bagi kehidupan seorang gadis. Di lingkungan barunya, ia kerap menyaksikan berbagai situasi canggung yang membuat pipinya memerah. Keadaan menjadi semakin rumit saat beberapa mahasiswa mulai mendatanginya secara misterius di tengah malam. Terjebak di antara tuntutan pekerjaan dan interaksi tak terduga dengan para penghuni, ia kini harus menghadapi dinamika kehidupan asrama pria yang penuh dengan kejutan tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di layar ponsel, terlihat seorang pria dan wanita tanpa busana, menampilkan adegan yang tidak pantas.

Federic menatap layar dengan penuh nafsu, sementara tangannya terus bergerak tanpa henti.

Tak disangka, Federic malah bersembunyi di kamar mandi larut malam untuk melakukan hal seperti ini?

Aku menatapnya lama, sudah cukup lama aku tidak berinteraksi dengan pria. Entah kenapa, melihat pemandangan ini membuat hatiku berdebar tak terkendali.

Namun, rasa ingin buang air masih mendesakku. Saat diriku hendak berbalik untuk pergi, tiba-tiba sepasang tangan besar memelukku dari belakang.

"Kakak juga di sini?"

Jantungku langsung berdegup kencang, seolah-olah melewatkan beberapa ketukan.

Rasa malu karena ketahuan mengintip bercampur dengan sensasi mendebarkan, membuat tubuhku seketika melemas dan jatuh ke pelukan Federic.

Aku spontan merangkul lehernya, tapi langsung sadar bahwa gerakan itu terasa tak pantas. Aku pun buru-buru melepaskan tanganku kembali.

Sementara Federic semakin berani. Dia menggigit lembut cuping telingaku dari belakang, napas hangatnya menyapu leherku, membuat tubuhku memanas seketika.

"Kak Wendy, aku mau ... "

Aku berusaha keras mendorongnya, tapi semakin aku melawan, semakin erat pelukannya.

Tangannya sudah bergerak ke pahaku. Karena masih menahan buang air, sensasi geli yang menjalar dari pangkal paha terasa berkali-kali lipat lebih intens, menggoda seluruh tubuhku.

Otakku benar-benar kosong, aroma maskulin yang begitu kuat membuatku hampir tak bisa bernapas.

Di bawah gempurannya, pertahananku perlahan runtuh. Tapi tepat saat itu, terdengar suara langkah kaki menggema di lorong kosong.

Dalam kepanikan, aku buru-buru mendorong Federic menjauh.

Mendengar langkah kaki itu, Federic pun perlahan kembali tenang.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung keluar dari kamar mandi, berpura-pura tak terjadi apa-apa dan cepat-cepat kembali ke ruang jaga.

Begitu menutup pintu, kakiku melemas. Aku bersandar pada pintu dan merosot ke lantai.

Jantungku masih berdegup kencang. Saat tanganku menyentuh bagian bawah tubuhku, aku baru menyadari bahwa di antara kedua pahaku sudah basah.

Kejadian barusan begitu menegangkan hingga aku kehilangan kendali.

Aku buru-buru mengambil tisu untuk membersihkannya sedikit, lalu merangkak ke ranjang. Ranjang yang empuk membuat tubuhku perlahan rileks dan mataku pun semakin berat.

Namun, di tengah kantukku, samar-samar mendengar pintu ruang jaga terbuka. Langkah kaki perlahan mendekatiku.

Aku ingin membuka mata untuk melihat siapa itu, tapi kelopak mataku terasa begitu berat, tubuhku juga terasa kaku dan pegal, tak bisa digerakkan sama sekali.

Orang itu berdiri di samping ranjang, lalu dengan kasar menarik selimutku dan menindih tubuhku.

Dalam keadaan setengah sadar, akhirnya aku bisa melihat wajah pria itu.

Dia adalah Federic!

Dia menekan kedua lenganku, lalu menciumi setiap bagian kulitku, seolah sedang menikmati hidangan lezat.

"Ugh ... "

Aku panik dan ingin berteriak, tapi suaraku tak bisa keluar. Aku hanya bisa pasrah dalam kendalinya.

"Tok tok tok ... " Saat aku hampir larut dalam perasaan tak berdaya itu, tiba-tiba terdengar ketukan pintu yang keras, membuatku langsung tersentak bangun.

Aku menunduk dan terkejut, braku sudah melorot setengah, hampir memperlihatkan seluruh dadaku.

"Kak Wendy! Buka pintunya!"

Mendengar suara itu, aku langsung melompat turun dari ranjang, berjalan dengan kepala pusing dan membuka pintu ruang jaga.

Setelah kembali ke dalam, aku merasa sangat bingung. Aku mengambil gelas besar di meja dan meneguk air sampai habis.

Jadi semua itu hanya mimpi!

Tapi kenapa rasanya begitu nyata? Bahkan sensasi sentuhannya pun masih bisa kurasakan dengan jelas.

Aku duduk termenung di tepi ranjang sejenak, lalu keluar untuk mencuci muka. Namun, saat baru keluar dari ruang jaga, aku bertabrakan dengan Federic.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 180 Days
9.4
Saat pengkhianatan suami terungkap, April tidak memilih jalan cerai seperti wanita pada umumnya. Ia justru bertekad memperjuangkan keutuhan rumah tangganya yang retak. Sebuah tantangan besar ia tetapkan bagi dirinya sendiri: menaklukkan kembali hati sang suami dalam kurun waktu 180 hari. Di tengah luka hati, April harus berjuang melawan waktu demi mengembalikan cinta yang hilang. Mampukah ia memenangkan kembali suaminya sebelum batas waktu itu berakhir?
Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda Auristela Indira mengemban tugas berat merawat Vincent Oliver, CEO penyiaran yang menderita Anterograde Amnesia pasca insiden tragis. Stela harus menyamar sebagai sekretaris dan pengawal pribadi sebelum akhirnya diminta menikahi Vincent yang ingatannya hanya bertahan sehari. Di tengah dilema itu, misteri besar menyelimuti penyebab kecelakaan Vincent serta hilangnya calon tunangannya tepat di malam sebelum hari pernikahan mereka.
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun lamanya Liam Hanza hidup menderita sebagai menantu yang dihina dan diperlakukan bak budak oleh mertuanya. Semua penghinaan itu ia telan demi sang istri, Yolanda Liandra. Namun, kesetiaannya hancur saat ia memergoki Yolanda berselingkuh. Kecewa dan terluka, Liam akhirnya membongkar identitas aslinya sebagai pewaris tunggal kekayaan ribuan triliun. Kini, keluarga Liandra bersujud memohon ampun, tetapi Liam siap membalas dendam dengan segala kekuasaannya.
Sampul Novel Hijaunya Rumput Tetangga
7.8
Fian adalah sosok suami idaman yang sangat setia, namun ia harus menghadapi kenyataan pahit saat istrinya, Anti, mendadak meminta cerai. Anti merasa jenuh karena Fian dianggap tidak romantis meski sangat baik. Keputusan Anti untuk berpisah pun semakin kuat setelah dirinya bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang memiliki sifat sangat kontras dibanding Fian. Kini, keutuhan rumah tangga mereka berada di ujung tanduk akibat bayang-bayang masa lalu.
Sampul Novel Mantan Suamiku
9.7
Dua tahun pasca perceraian, Aurora kembali dipertemukan dengan mantan suaminya. Meski hubungan mereka telah berakhir, Henry tidak berniat melepaskannya begitu saja. Dengan berbagai taktik licik, Henry bertekad menaklukkan kembali hati Aurora dan memilikinya secara utuh. Di tengah deburan ombak, api gairah yang membara membawa mereka ke dalam penyatuan intim yang penuh damba. Meski penuh kerumitan, Henry terus berusaha menjerat Aurora dalam jerat asmara yang tak terelakkan.