Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Malam

Wanita Malam

Pasca kehilangan ayahnya, Ervina Rahma terjerumus ke dunia malam sebagai Nona Bintang. Identitas rahasianya terancam saat ia bertemu Rayhan Bagaskara, pria arogan yang memaksa Ervina untuk menikahinya. Meski mencoba melawan, Ervina tak berdaya menghadapi dominasi Rayhan. Di tengah kemelut tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa Rayhan terlibat dalam hilangnya ayah Ervina. Akankah ia berhasil meloloskan diri atau justru terjebak selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Lagi-lagi telat. Telat, telat, dan telat. Niat enggak sebenarnya kamu kerja di sini?”

Ibu Helni langsung memarahiku begitu sampai, toko sudah buka, dan bahkan semua barang-barang sudah dikeluarkan. Satu teman karyawanku juga terlihat santai sambil duduk menunggu pembeli. Biasanya bila tidak ada pembeli ia akan mengelap bagian-bagian yang kotor. Rupanya ia sudah selesai pada tugas apa pun.

“Saya mau beli bakso, laper. Ibu mau dipesankan?”

Aku mengeluarkan rayuan mautku, wanita bersanggul dengan urat leher kebiruan itu perlahan melirik padaku lalu menetralkan suaranya, ia mengangguk.

Aku langsung tersenyum dan pergi, aku memang selalu berhasil untuk mengajaknya berdamai. Senyumku jadi sedikit lebar, langkahku makin gontai memasuki warung bakso yang berada tepat di depan toko Ibu Helni. Jaraknya sekitar sepuluh meter dan hanya dipisahkan jalan raya yang sesekali dipenuhi kendaraan berlalu lalang. Tangan aku angkat sekadar memberi isyarat sebelum berjalan, lalu segera melangkah, tetapi ....

“Ikut!”

Entah dari mana seseorang sudah menarikku dan membawa masuk angkot. Aku tergagap dan tak bisa menolak. Semuanya terlalu tiba-tiba, lebih lagi saat mendapati sosok yang menjadi pemilik tangan itu. Lelaki bermanik mata hijau dengan rambut sedikit gondrong, tetapi tetap terlihat tampan dengan kulitnya yang kuning langsat dan bibir bawahnya yang membelah.

“Nona, ini kamu, Kan?”

“Nona siapa? Lepas!”

“Jangan pura-pura!”

Tangannya masih belum lepas menarikku. Hanya ada aku dan dia di angkot ini? Apa ia baru saja merencanakannya dan membuat angkot sesepi mungkin?

“Nama saya Rahma, Anda salah orang! Lepas!”

“Bohong!”

Ray makin mengeraskan tarikannya, bahkan sudah mirip cekalan. Lelaki ini benar-benar kurang ajar, apa ia tak punyak kerjaan sampai harus mengurusi orang lain?

“Anda mau apa? Saya harus kerja. Jangan halangi jalan saya. Minggir!"

Aku masih berusaha tenang, meski tak urung nadaku mulai meninggi. Lengan berkali-kali coba aku hentakkan, tetapi yang ada lenganku makin memanas karena cekalannya.

“Kita baru tadi malam melakukannya. Apa ingatanmu sependek itu sampai melupakannya?”

Aku mendelik, dadaku makin memanas.

“Melakukan apa, hah? Omong kosong! Saya tak kenal Anda!"

Ray tersenyum sinis, tatapannya makin lekat, dapat aku temui keyakinannya melalui senyum itu.

“Apa sebegitu miripkah sampai suaramu juga sama, Nona Bintang?”

“Saya Rahma, harus berapa kali Saya katakan, hah? Anda salah orang!"

“Tidak mungkin! Kau buktikan dulu. Aku akan melepaskan kalau ada bukti.”

Ia tak kalah sengit mengatakannya. Bibirnya setengah tersenyum sinis. Mendadak aku menggigit lalu mendorongnya. Sudah itu aku memilih keluar dari angkot dengan tubuh setengah meloncat. Orang lain bisa memperlakukan apa pun pada tubun Nona Bintang, tetapi tidak dengan Rahma!

****

Napasku sedikit ngos-ngosan, keringat sebesar biji jagung membanjiriku. Ini melelahkan, meski akhirnya Ray tidak mengejarku, tetapi aku lebih memilih lari. Apa pun topengku haruslah tetap menjadi rahasia. Tak ada siapapun yang bisa tahu, meski itu Ray.

“Kau kenapa?”

Airin sedikit menyenggol lenganku dengan kerutan kening, dia teman kerjaku. Sepertinya ia baru saja melayani pelanggan, ia bahkan belum selesai membuang tumpukan sampah yang kurasa berasal dari dalam tas. Ia menuntunku duduk dan mengisyaratkan untuk membuang sampah.

“Pelanggan di club?” Ia sedikit mengecilkan suaranya, mungkin khawatir Ibu Helni mendengarnya. Wanita itu sudah merengut lagi padaku, mungkin karena baksonya gagal aku beli. Aku tidak mau terlalu mengambil risiko, bisa saja Ray menemuiku lagi. Uh, kenapa juga tadi harus bertemu?

“Dia mengejarku. Dia menyakini aku sebagai Nona Bintang.”

Airin terbelalak, mulutnya menganga. Aku mendadak mendengkus sembari sedikit mengibaskan tangan di depannya. Ini bukan pertama kalinya aku cerita, harusnya ia tak perlu seterkejut itu, bukan?

“Kamu itu harusnya berhenti kerja di sana, Ra. Ntar bisa dituduh pelacur lo. Mau kamu dapat titel itu? Ndak keren tau!”

“Ah, kamu selalu itu-itu saja. Bosan aku, Rin.”

Kukibaskan tangan lagi. Gadis ini memang tidak tahu apa pekerjaan asliku. Yang ia tahu aku hanya bekerja di sini dan bekerja sampingan di sebuah club sebagai waiters, tetapi inilah dia, aku memang tak ingin siapapun tahu.

Assalamualaikum cinta sejati ....

Assalamualaikum kekasih hati ....

Nada Assalamualaikum Beijing dari hp androidku mengalihkan perhatian. Aku angkat,  tetapi sebelumnya sudah memilih ke kamar mandi. Dari Ray, tumben dia harus meneleponku. Apa ingin membahas hal tadi? Ah, ini benar-benar melelahkan!

"Kau bisa menemuiku?”

Tanpa basa-basi ia sudah mengajakku. Nadanya sedikit pelan meski masih terdengar ciri khas manjanya. Itu nada yang sama tiap kali ia meminta Nona Bintang melayaninya, tetapi aku Rahma, saatnya menjadi Rahma. Lagipula kenapa harus aku, ada istrinya yang cantik bisa menemaninya. Bukankah mereka sudah berkumpul lagi?

“Na, kamu bisa dengar aku? Please ... aku butuh kamu.”

Suaranya terdengar lebih parau, ada apa dengannya? Apa sikapku yang mengabaikan perkatannya menyinggungnya?

“Aku kerja, kau tau, ‘kan, aku punyak kesibukan sendiri.”

“Na, dunia seperti itu membosankan. Ayolah, kita tidak pernah sehari pun melewatkan waktu bersama selain malam. Aku juga ingin bicara.”

“Bicara apa?”

Aku masih berusaha tegas meski jujur sedikit deg-degan. Ini bahaya, aku tahu Ray. Lelaki itu sedikit banyak bisa sensetif, apa ia hendak melakukan sesuatu karena masih menyakini tentang dugaan tadi? Apa ia akan memaksaku mengaku kalau Rahma dan Nona Bintang adalah orang yang sama? Oh no! Aku saja tak mengakui itu. Bagaimana mungkin ia bisa menghakimi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
9.1
Adelia baru menjalani tiga bulan nikah kontrak dengan CEO Arsenio Arfandra saat ibunda sang suami mengusirnya akibat kebohongan yang terungkap. Sebulan kemudian, Adelia hamil anak Arsenio, namun pria itu justru menolaknya mentah-mentah. Meski Arsenio akhirnya menyesal dan ingin kembali, Adelia justru muncul sebagai mempelai manajer bernama Vino. Kini Arsenio harus menghadapi kenyataan pahit saat Adelia merahasiakan identitas ayah kandung Giovanni.
Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel Bukan Istri Bayaran
9.8
Terhimpit keadaan sulit yang tanpa jalan keluar, aku terpaksa membuat kesepakatan nekat dengan Alister Bagaskara. Pria yang jauh lebih dewasa itu menjadi satu-satunya penyelamat yang mampu membebaskanku. Sebagai imbalan atas bantuannya, aku menawarkan diri untuk menjadi istrinya. Pernikahan ini pun dimulai tanpa landasan cinta, melainkan sebuah keterpaksaan demi bertahan hidup. Kini, aku harus menjalani hari-hari sebagai istri dari pria yang asing bagiku.
Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Niat Miranda untuk sekadar bersenang-senang berakhir petaka setelah ia terjebak dalam malam panas bersama Athes Russel. Situasi kian pelik karena pria itu ternyata rekan bisnis ayahnya sendiri. Meski Miranda berusaha keras menjauh dan menolak kehadirannya, Athes justru terus mengejar karena terobsesi dengan memori pertemuan mereka. Kini, Miranda terjepit di antara skandal terlarang dan bayang-bayang pria yang seharusnya tidak pernah ia sentuh.
Sampul Novel Devil Beside Me (21+)
9.2
Renata hancur setelah dicampakkan Dinar karena menolak berhubungan intim. Rasa frustasi membawanya mabuk di bar hingga tak sadarkan diri. Ayah Rena kemudian mengutus Ervin, teman masa kecil sekaligus musuh bebuyutannya, untuk menjadi bodyguard pribadi. Meski awalnya Rena membenci pengawasan ketat Ervin dan berusaha mengusirnya, sebuah ciuman tak terduga mengubah segalanya. Hubungan benci mereka pun bergeser menjadi gairah panas yang tak terkendali.
Sampul Novel Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar
9.6
Akibat pengkhianatan sang ayah terhadap Limson, kelompok mafia paling berkuasa di negaranya, nyawa Arabella kini berada dalam ancaman besar. Ia terjebak dalam dilema yang mematikan. Pilihannya hanya dua: menjadi tawanan pribadi di dalam kamar Tuan Stanley, sang pemimpin tertinggi mafia yang dingin, atau melarikan diri ke dunia luar untuk diburu habis-habisan oleh anggota kelompok Limson lainnya. Arabella terpaksa menghadapi takdir yang sangat kelam.