Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wangsit Kuntilanak

Wangsit Kuntilanak

Warga percaya sebuah rumah tua dihuni kuntilanak penyihir Belanda yang tewas dibakar. Ema yang terdesak akibat pelecehan ayah tirinya nekat tinggal di sana. Namun, sosok gaib ringkih mulai membantai orang-orang di sekitarnya. Meski sempat melarikan diri, Ema terpaksa kembali demi menghadapi wangsit mistis yang mengikatnya. Ia harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Iqbal, kekasihnya, sebelum nyawanya dihabiskan oleh sang hantu.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ma. Buka pintunya dulu, Nak. Ayah mau bicara. Ma."

Dibarengi dengan rasa waspada. Ema, seorang mahasiswi tingkat akhir, mengangkat tinggi dua lututnya. Dalam genggaman gadis itu, ia mengeratkan pegangan pada sebuah gunting tua dengan ujung runcing. Siap untuk menghunuskan apabila sosok di luar nekat untuk membuka paksa pintu dan menemuinya.

"Pergi! Jangan ganggu gue," teriaknya memperingati.

"Ma ... Jangan kasar gitu dong sama Ayah. Ayo buka, ada yang mau Ayah bicarakan."

Ema tahu bukan itu maksud sebenarnya. Sepeninggalan ibunya, Sudar kian tak tahu diri. Laki-laki lima puluh tahun mata keranjang itu terus-terusan menggodanya. Memaksa Ema untuk melakukan hal yang tidak-tidak demi memuaskan hasrat bejat yang ia miliki.

Entah apa yang almarhum Ibunya dulu pikirkan. Sampai bisa menikah dengan sosok seperti Sudar. Laki-laki pemalas tak tahu diri yang suka main tangan. Kini setelah ketiadaan sang Ibu, Sudar kian menjadi dan bertingkah di luar akal, menggodanya dan mengajak untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Dasar edan!! Seperti sekarang contohnya.

"Ma .. ayo dong, Sayang. Ayah udah nggak tahan lagi nih. Kamu anak yang baik, kan Ayo turuti Ayah. Kamu juga pasti bakalan suka."

"Pergi! Pergi sialan! Atau gue bakal bunuh lo."

"Ema?"

"Pergi, pergi, pergi. Pergi lo dari sini."

Lama ditunggu, detik demi detik berlalu. Tak lagi terdengar suara Sudar yang menggoda dari balik pintu. Mungkin si tua keladi itu sudah pergi karena bentakkannya. Menyerah untuk menggoda anak kandung dari mendiang sang istri.

Namun, Ema tak bisa langsung bernapas lega. Keesokan pagi dan seterusnya. Sudar pasti akan kembali melakukan hal yang sama. Mengetok pintu kamar dan menggodanya dengan kalimat-kalimat menjijikkan.

Ema menggigit kukunya yang tumpul. Gelisah bercampur degup jantung yang keras. Serasa menggedor dada dan memaksa loncat keluar begitu saja.

Dia tak tahu harus melakukan apa lagi agar bisa tenang. Satu-satunya hal yang terpikirkan adalah, dia harus pergi dari rumah ini dan memulai kehidupan baru. Meninggalkan sang Ayah tiri sendirian bersama dengan sikapnya yang tak kunjung berubah.

Keesokkan harinya. Langit cerah, awan berarak membawa keteduhan bagi siapa pun yang bernaung di bawah. Jalanan ibu kota terasa seperti biasanya. Mobil mewah melesat memenuhi jalan. Juga bus yang mengangkut banyak penumpang.

Ema turun dari kendaraan yang ia tumpangi. Berjalan menggeret sebuah koper menuju alamat yang tertera, lokasi dimana sebuah rumah sewa dengan harga miring dan fasilitas yang cukup manusiawi.

Erina, salah satu teman kampusnya yang menawarkan tempat itu. Dia juga merupakan sahabat dekat Ema yang peduli pada apa yang menimpa Ema.

Namun sayang, Erina tak dapat menemani Ema untuk pergi ke alamat rumah yang akan dituju, karena sebuah kesibukan yang tak bisa ditunda dan sangat mendesak. Ibunya terkena kanker darah, jadi harus dirawat di rumah sakit. Ema memaklumi itu.

Jalan setapak, sebuah perkampungan dimana anak-anak usia delapan sampai sepuluh tahun tengah bermain layang-layang terlihat. Berlarian kesana kemari untuk menerbangkan kertas yang telah dirakit sedemikian rupa. Sambil tertawa menyebut nama temannya.

Ema menyuguhkan senyum tipis tatkala melewati seorang perempuan tua yang mengunyah sirih, rambutnya memutih, disanggul sederhana. Dia menatap dengan tatapan tak biasa ke arah Ema yang sedang lewat.

"Siang Mbah, numpang lewat, ya."

"Mau kemana, Nduk?" tanya Si Mbah.

Ema sesaaat menghentikan langkah demi kesopanan. "Nyari rumah sewa."

"Rumah sewa dimana? Di sini nggak ada rumah sewa, mending koe pulang aja, ngapain ke sini. Cari rumah lain."

Ema tampak diam sesaat. Ia memeriksa catatannya, lalu kembali menatap pada nenek tua itu. "Saya mau ke rumah sewa punya Buk Yati."

"Rumah Yati?" tanyanya balik. Nenek tua itu masih sibuk dengan sirihnya yang sudah hampir menghitam. Mengumpulkan liur di mulut lalu meludahkannya ke tanah. "Nggak ada di sini yang namanya Yati. Mending koe pulang. Pulang aja sana. Pulang!"

Ema meringis. Dia mengangguk sekali dan meneruskan perjalanan, sementara nenek tadi kembali mengunyah sirih, menyerap sari patinya yang sudah hampir tak bersisa.

Lanjut menyusuri jalanan, seolah tak memperdulikan peringatan yang ada. Ema menemukan sebuah petilasan di pinggir jalan setapak yang ia lalui. Petilasan sendiri adalah istilah yang diambil dari Bahasa Jawa, suatu tempat yang pernah disinggahi atau didiami oleh seseorang (yang penting).

Terdapat pohon beringin yang tumbuh di halamannya, dilihat dari ukurannya yang tak biasa, dengan cabang pohon yang sudah mekar dan menutupi akses cahaya matahari untuk masuk. Pohon itu diperkirakan sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun lamanya.

Tepat di bawah, di salah satu cabang dahan, terdapat ayunan tua yang terlihat sudah usang. Sepertinya dahulu sering dijadikan tempat anak-anak bermain. Ema membayangkan momen ketika anak-anak masih ramai mengunjungi tempat ini, mungkin kelihatannya tidak seseram sekarang.

Roda zaman telah berlalu, masa itu tertinggal jauh dan kini yang tersisa hanya saksi bisunya saja.

Tiba-tiba angin berembus kencang, menerbangkan anak rambut Ema sehingga menampakkan sedikit dahinya yang putih. Rasa dingin ganjil menyengat serasa merayapi tubuh. Perempuan itu menggosok tangan berkali-kali, lalu mendongak ke atas memperhatikan cabang-cabang beringin besar yang menjadi markas bagi kelompok bryophyte, atau nama umumnya lumut.

Daun berguguran, jatuh dan menutupi tanah serta akar pohon yang mencuat.

Perasaannya mendadak kalut. Di antara kesadaran atau tidak. Ema bisa mendengar semancam bisikan halus yang berada di daun telinga. Berkata dalam bahasa yang baru kali ini ia dengar.

Namun anehnya, Ema mengerti.

Sosok tak kasat mata yang membisikkan sejumput kalimat itu seolah menyuruhnya untuk mendekat dan mengikis jarak menuju lokasi yang akan ia datangi. Mempercepat menemuinya untuk membebaskan sebuah kekang agar bisa mengembalikan kekuasaan yan sempat padam.

"Udah gila apa, ya, gue. Masa gue ngerasa ada yang bisikin sih?" Perempuan itu mengedar pandang. Memeriksa barang kali ada seseorang yang luput dari matanya dan sedang berbicara. Namun, tak ditemukan siapa pun atau apa pun.

Lanjut melangkah. Ema dengan susah payah menggotong koper besar miliknya meninggalkan pohon itu. Tak ingin berlama-lama karena perasaannya berkata ia harus segera pergi dari tempat ini.

Tanpa Ema sadari. Sesosok makhluk kecil dengan tubuh ringkih sedang mengayun-ayunkan diri pada ayunan tua di cabang pohon. Menyeringai lebar menampakkan gigi-giginya, tangan-tangan keriput dan pucat menggenggam erat tali yang menyangga ayunan. "Ndoro ayu sudah datang," katanya. Lalu dalam sekejap, sosok itu hilang bersama tiupan angin.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina kembali ke keluarganya sebagai pewaris sah yang terabaikan. Meski telah menyerahkan identitas dan karyanya demi saudari angkatnya, ia justru dibalas dengan pengabaian. Kecewa, Yuvina memutus ikatan emosional dan bangkit sebagai sosok jenius. Kini ia menguasai bela diri, medis, desain, serta delapan bahasa. Dengan kekuatan barunya, ia bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun di keluarga itu meremehkannya lagi. Dendam sang pewaris kini dimulai.
Sampul Novel Gairah Ana Dalam Perjalanan Waktu
9.3
Nuna terlempar ke masa lalu tepat setelah berjuang menyelesaikan skripsinya yang sulit. Secara mengejutkan, ia terbangun kembali sebagai bayi di sebuah dunia gaib yang asing. Di sana, Nuna harus berhadapan dengan penguasa iblis serta jajaran pria tampan yang penuh pesona. Akankah ia mampu menavigasi kehidupan barunya yang penuh petualangan dan romansa ini, atau justru menemukan jalan pulang ke dunianya sendiri? Sebuah perjalanan waktu yang tak terduga kini dimulai.
Sampul Novel Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
8.0
Axel Narendra, CEO tampan berdarah campuran, kembali ke Indonesia demi mencari gadis yang memikat hatinya dua puluh tahun lalu. Namun, misinya terhambat saat ia dikhianati dan ditawan oleh anak buahnya sendiri. Kini, Axel harus berjuang menyelamatkan diri di tengah konspirasi besar. Akankah ia berhasil membasmi pengkhianat di seluruh jaringan perusahaannya yang menggurita ke mancanegara sekaligus menemukan cinta masa kecil yang dicarinya?
Sampul Novel Pengabdian dan Cinta
9.7
Ardi dan Bara, dua polisi tangguh, berusaha keras menjatuhkan jaringan mafia yang kebal hukum. Namun, tragedi melanda saat Bara tertembak dalam pengintaian hingga misi mereka berujung kegagalan fatal. Situasi kian pelik ketika Ardi menemukan fakta mengejutkan bahwa Arkana, sang gembong kriminal, adalah ayah kandungnya sendiri. Terjepit antara loyalitas keluarga dan tugas negara, Ardi akhirnya memilih melepaskan tembakan maut demi pengabdiannya pada hukum.
Sampul Novel Pengkhianatan Sang Gamma, Pasangan Pendendam Sang Alpha
8.2
Lima tahun kuberikan segalanya untuk Lucian hingga ia menjadi Gamma, namun ia mengabaikan nyawaku demi saudara tiriku. Setelah disiksa di penjara atas perintahnya, aku menyadari ia hanya haus kekuasaan. Kini, saatnya pembalasan. Lucian hadir di upacara ikatanku dengan harapan palsu, hanya untuk menyaksikan aku bersanding dengan Alpha rival yang menjadi pasangan kedua sejatiku. Ini bukan tentang pengampunan, melainkan awal kehancurannya yang menyakitkan.
Sampul Novel Rahasia Pria Tanpa Nama
8.5
Amanda menolak keras perjodohan dengan pria seumuran ayahnya. Di tengah pelariannya ke pantai untuk mencari ketenangan, ia justru menemukan seorang pria misterius yang terapung dalam kondisi penuh luka. Saat Amanda mencoba menolong, pria tak dikenal itu mendadak sadar dan membisikkan sesuatu yang krusial ke telinganya. Akankah Amanda memilih menyelamatkan sosok asing ini di tengah kemelut hidupnya? Ikuti kisah penuh aksi dan romansa yang mendebarkan ini.