Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI

WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI

Lima tahun membina rumah tangga, Naiya dan Fadhil hidup bahagia meski belum dikaruniai anak. Namun, keharmonisan mereka terusik oleh upaya sang ibu mertua, Aini, yang ingin memisahkan mereka. Sebuah kecelakaan tragis kemudian menimpa Fadhil hingga merusak wajah tampannya. Kini, kesetiaan Naiya diuji saat ia harus menghadapi perubahan fisik suaminya. Mampukah ia tetap bertahan sembari mengungkap sosok misterius di balik musibah tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Aini menyimpan ponselnya, lalu menuju ke dapur untuk menemui asisten rumah tangga Fadhil.

Nampak Bik Minah sedang membersihkan dapur.

“Minah. Kamu ke pasar belanja bahan-bahan dapur untuk satu minggu ya? awas jika ada yang ketinggalan, resikonya Kamu akan Aku pecat.”ancam Aini. Wajah Bik Minah memucat mendengar ancaman wanita itu.

Aini menyerahkan uang lima ratus ribu pada Bik Minah.

“Untuk satu minggu Nyonya? Mana cukup Nyonya. Bukannya Ibu Nai yang biasa berbelanja? Saya kurang paham Nyonya,”tanya Bik Minah.

“Nggak usah banyak tanya. Pergi sana, pokoknya Aku tidak mau tau semua bahan dapur mesti lengkap. Tidak ada yang kurang,”bentak Aini.

Bik Minah tidak ingin dipecat, lantas mengambil keranjang belanja. Wanita yang berusia senja itu pergi dari rumah dengan perasaan was-was dan rasa khawatir.

“Ya Allah. Aku lupa pamit dengan Ibu Nai. Kalau Beliau perlu apa-apa gimana? kenapa pulak Nenek sihir itu mesti datang? Mana nggak ada yang bisa minta tolong,”gerutu Bik Minah.

Dengan tergesa wanita berusia lima puluh tahun lebih itu mencari ojek untuk bisa pergi ke pasar. Karena jarak rumah Fadhil ke pasar lumayan jauh.

Sudah lama bekerja dengan Naiya, Bik Minah tidak pernah ke pasar. Karena Naiya tidak ingin merepotkan Bik Minah.

“Nasib-nasib jadi orang miskin, selalu aja rendah di mata majikan.”

Hingga sebuah sepeda motor mendekati Bik Minah, Mereka pun pergi ke pasar.

Sementara itu di tempat lain, di sekolah Fadhil. Lelaki itu masih sibuk dengan laptopnya. Banyak laporan yang mesti Dia periksa.

“Pak. Tim audit sebentar lagi akan tiba. Kita bertemu di aula atau di ruangan Bapak saja?”tanya Ranti. Seorang asisten kepercayaan Fadhil.

“Di sini saja, toh Mereka hanya bertiga saja. Tolong panggilkan Akbar dan juga Pak Ham. Karena Mereka yang akan diaudit. Bukan Saya,”balas Fadhil.

Pria itu masih fokus dengan laptopnya, tanpa melihat ke arah asistennya.

“Siap Pak, Saya akan memanggil Mereka.”kata Ranti.

Gadis cantik itu keluar dari ruangan Fadhil untuk menemui Pak Ham dan Akbar.

“Pak Fadhil itu sombong banget, jika bicara kagak pernah pun lirik Aku. Udah dandan cantik tapi nggak Dia liat pun. Huft.”gumam Ranti.

Ternyata diam-diam gadis itu mengagumi atasannya. Namun Fadhil tidak pernah merespon sikap Ranti yang menunjukkan rasa sukanya.

“Aku pasti akan mendapatkan Pak Fadhil, bagaimanapun caranya. Sepertinya Aku mesti bersabar dulu.”

Lantas gadis itu pergi menuju ke ruang lain.

“Pak Ham. Di minta menemui Pak Fadhil Karena tim audit akan segera tiba.”

“Ya Ranti, Saya akan kesana dengan berkas–berkas.”

Ranti tersenyum membalas ucapan Pak Ham, kemudian menuju ke tempat Akbar berada. Ruangan yang Akbar tempati berada di ruang guru.

“Akbar. Kamu diminta menemui Pak Fadhil, cepetan ya? jangan pakai lama.”kata Ranti.

“Ya Cantik, Ayo Kita kesana barengan?”ajak Akbar seraya mengedipkan matanya.

“Dasar genit, itu jangan sampai genit dengan cewek–cewek yang audit.” kata Ranti.

“Kenapa? kamu cemburu?” tanya Akbar seraya memamerkan giginya yang putih.

“Hah? cemburu? Kamu itu bukan tipeku, Akbar. Kecuali Pak Fadhil, itu baru Aku klepek–klepek. Gantengnya tingkat dewa,” balas Ranti. Wajah gadis itu memancarkan aura bahagia menyebut nama Fadhil

“Aku pasti akan mendapatkan Kamu, Ranti. Fadhil tidak akan melirik Kamu. Karena dalam hatinya ada Naiya,” batin Akbar..

Ucapan Ranti menyisakan kecewa dan rasa benci didalam hati Akbar yang ternyata menyukai Ranti. Keduanya pun ke ruangan Fadhil tanpa berbicara apapun. Sesekali Akbar melirik gadis cantik di sampingnya yang fokus dengan ponselnya.

“Akhirnya tidak ada lagi orang di rumah. Aku tunggu si Herman aja di depan. Semoga aja rencanaku lancar, tidak ada yang mengganggu.” gumam Aini.

Wanita itu menutup pintu belakang, lalu dengan cepat menuju ke teras.

Nampak olehnya seorang satpam menjaga pintu pagar.

“Pak Hasan apa Aku minta pergi juga? tapi kayaknya nggak masalah, toh pintu nanti di tutup juga. Dia pasti tidak akan mendengar suara teriakan Naiya, Kasihan Dia. Pasti akan trauma, terus merasa tidak percaya diri. Dan pergi dari kehidupan Fadhil,”

Aini terus berandai-andai jika Naiya tidak jadi menantunya lagi.

Hingga akhirnya yang ditunggu pun tiba juga, seorang lelaki berusia tiga puluh tahun datang menemui Aini.

“Mana menantu Kamu yang kurang ajar itu? Biar Aku yang kasih pelajaran, pasti Dia akan ingat seumur hidupnya.”tanya Herman.

“Dia ada dikamarnya,masuk aja. Aku mau ke kamarku ya? selamat bersenang-senang. Habis itu ke kamarku ya? Kita main, Aku kasih servis yang membuat Kamu melayang-layang,”balas Aini. Wanita itu menarik tangan Herman agar segera masuk ke dalam rumah.

Herman adalah lelaki berondong yang di sewa oleh Aini untuk menuntaskan hasrat biologisnya. Tapi hari ini wanita berusia lima puluh tahun lebih itu mempunyai maksud jahat pada sang menantu.

“Jangan lupa kunci pintu jangan sampai Dia lari.”

“Siap Sayang, Kamu beneran nggak cemburukan?”

Herman merangkul Aini ke dalam rumah, dan menutup pintu depan.

“Ya gak lah, kan sekali doang. Jangan sampai Kamu suka dengan Naiya. nanti Kamu kena sial seperti Fadhil.”

Herman mencium dengan ganas bibir Aini, hingga kemudian Aini melepas ciuman Mereka.

“Nanti Kita teruskan, Aku antar ke kamar Nai. Buat Dia menjerit ketakutan ya?”

“Siap Sayang, Dia akan meminta ampun padaku. Minta di puas kan seperti Kamu. Hahah,”

Keduanya pun menuju ke pintu kamar Naiya.

“Ketuk pintu kamarnya , jangan bersuara. Dia pasti mengira Aku yang mengetuk pintu. Kamu tunggu sampai Dia keluar.”bisik Aini.

Lantas wanita itu meninggalkan Herman di depan pintu kamar.

tuk..tuk..tuk..

“Siapa? Mama ya?”terdengar suara Naiya di dalam kamar.

tuk..tuk..

Naiya yang sedang membaca al quran, pun membuka pintu kamarnya.

Klek..,

Herman dengan cepat menarik tubuh Naiya masuk kembali ke kamar. mengunci tubuh Naiya dan membawanya menuju ke ranjang.

“Kamu siapa? ngapain Kamu di kamarku?”tanya Naiya.

“Hahaha, Kamu tidak perlu tau siapa Aku, yang jelas Aku adalah musuh Kamu hari ini. Aku menginginkan tubuh mulus Kamu, Sayang.”balas Herman.

Lelaki itu mencengkram lengan Naiya dengan keras. Namun Naiya segera menginjak kaki Herman dengan sangat kuat.

“Awwwww,”

“Bugghhhh.. Bugghhh..”

Naiya langsung meninju perut Herman dengan membabi buta. Herman tidak menyangka jika menantu dari Aini sangat kuat. Wanita cantik itu ternyata mempunyai ilmu bela diri.

“Bangun, Kamu punya niat jahat denganku bukan? Siapa yang menyuruhmu?” bentak Aini.

Naiya menginjak perut Herman , lelaki itu sudah terkapar tidak berdaya. Herman merasa sangat menyesal sudah mengikuti niat jahat Aini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 49 Hari Bersama Tawanan Sexy
7.9
Tamara Levinka, model ternama sekaligus tunangan CEO produsen senjata Roger Jenandra, mendadak hilang tanpa jejak. Meski pencarian besar-besaran telah dilakukan, keberadaannya tetap misterius. Namun, setelah empat puluh sembilan hari, Tamara muncul kembali dengan kabar yang mengguncang semua pihak. Di balik kepulangannya, ada Jeff yang terobsesi memilikinya dan Tamara yang rela mengorbankan segalanya demi pria itu. Cinta mereka tumbuh di tengah konflik yang berbahaya.
Sampul Novel Gadis Tak Terlihat dan Sang Jutawan
9.7
Beatriz Sosa berjuang keras demi kesembuhan adiknya di Villa Esperanza yang kejam. Saat terdesak, Eduardo Moura, pewaris kaya yang angkuh, menawarinya kesepakatan rahasia sebagai mata-mata di kediamannya. Dengan imbalan uang dan perlindungan, Beatriz harus terjebak dalam intrik kekuasaan yang mengancam martabatnya. Di tengah kemewahan dan rahasia kelam, muncul gairah terlarang yang menantang batas kelas sosial serta menguji seberapa jauh Beatriz berani mempertaruhkan hatinya.
Sampul Novel PEREMPUAN PALING SULIT DITAKLUKKAN  (Seni Untuk Merawat Luka)
8.3
Kisah cinta ini menguji sepasang kekasih yang mendamba bahagia, namun justru dihantam badai masa lalu yang kelam. Kekhawatiran yang mendalam memicu krisis kepercayaan dan dilema cinta segitiga yang rumit. Sang protagonis harus memilih antara bertahan demi harapan masa depan atau menyerah pada konsekuensi masa lalu. Baginya, cinta bukan sekadar memuja keindahan pasangan, melainkan seni merawat luka dan komitmen untuk terus melangkah maju bersama.
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Kehidupan rumah tangga Andini yang terasa hambar mendadak terusik oleh kehadiran Andreas, tetangga baru yang masih muda dan menawan. Pesona luar biasa pria tersebut membangkitkan gairah terpendam dalam diri Andini yang selama ini padam. Meski menyadari statusnya sebagai wanita bersuami, ia terus terbayang akan sentuhan Andreas. Kini, Andini terjebak dalam dilema moral antara kesetiaan pernikahan atau godaan hasrat dari brondong yang sangat sulit ia tepis.
Sampul Novel Kelahiran Kembali Pebisnis Wanita Terbaik di Kampus
7.9
Dahulu ia hidup menderita akibat dikhianati teman dan dihina kerabat hingga kehilangan keluarganya. Setelah tewas secara tragis di usia muda, ia mendadak terbangun di masa lalu, tepat dua belas tahun sebelum kehancurannya. Enggan mengulang nasib kelam, ia bangkit melawan takdir dengan kemampuan barunya. Meski tampak seperti siswi biasa yang penyendiri di sekolah, ia diam-diam membangun imperium bisnis raksasa demi membalas dendam dan meraih kejayaan.
Sampul Novel Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
9.4
Tujuh tahun mendampingi Daniel Liman dan menciptakan banyak karya untuknya, Nadya Luandra justru harus menelan pil pahit. Di hari yang seharusnya menjadi momen lamaran mereka, Daniel malah mengumumkan kerja sama dengan cinta pertamanya, Yuna Fadian. Nadya yang menuntut penjelasan justru mendengar kenyataan pahit dari balik pintu bahwa dirinya selama ini hanyalah seorang pengganti. Kini, putri Keluarga Luandra ini harus menghadapi kenyataan dan menentukan langkah barunya.