Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Virtual Love Story

Virtual Love Story

Ikuti perjalanan hidup seorang gadis remaja yang berjuang melewati masa pandemi Covid-19. Narasi ini merangkum dinamika hubungan keluarga, pertemanan, pendidikan, hingga romansa yang tak terduga. Di tengah keputusasaan, ia bertemu sosok pria yang memulihkan kembali kepercayaannya. Kisah ini adalah bentuk apresiasi diri atas ketangguhan menghadapi luka dan tawa. Sebuah gerbang menuju dunia sederhana yang penuh makna bagi siapa saja yang ingin menyimak alurnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Pengumuman bulan apa sih?"

"Bulan Mei kalo gak salah."

Edith mengangguk sebagai jawaban.

"Kamu jadi kuliah di Surabaya Dea?" Tanya Raina sembari menyusun kartu UNO nya yang baru di bagikan Edith.

"Iya jadi, tapi kayaknya bakal online deh. Malas banget." Gerutu Dea dengan wajah cemberutnya.

"Iya sih pasti karna Covid dah masuk ke Indonesia, sekolah aja udah pada belajar online lewat zoom atau google meet kan ya?" Edith menanggapi.

3 gadis itu sedang nongkrong di sebuah coffee shop, rutinitas malam minggu mereka sambil memainkan kartu UNO yang di mereka bawa sendiri agar tidak bosan jika kehabisan bahan obrolan.

"Iya, untung aja kita udah selesai tinggal nunggu pengumuman lulus jadi gak perlu online." Jawab Raina, yang kini sudah bisa terlihat bahwa dia akan kalah lagi dalam bermain UNO.

"Bener banget, bakal susah sih apalagi kalo pelajaran mtk ngejelasinnya gimana coba."

"Ya pasti kita juga bakal tetep ngerasa belajar online, emang anak kuliahan gak di rumahkan apa."    

Pernyataan Dea mendapat anggukan dari kedua temannya, membenarkan.

"Eh tapi tumben kamu Rai gak jalan sama Rahman."

Yaa karna setiap minggu yang paling susah di ajak kumpul adalah Raina. Dia selalu mempunyai agenda bersama Rahman, atau bahkan Rahman yang mengajak Dea dan Edith untuk nongkrong bersama dengannya dan teman-temannya. Ya mana mereka maulah! Maluuu

"Tadi dia ada ngajak sih cuman aku malas ikut soalnya mereka cuman mau makan-makan doang sama yang lain karna ada yang ulang tahun." Raina menjawab.

"Bagus dong harusnya makan gratis!" Edith berseru.

Edith kalau soal makanan selalu saja nomor 1, apalagi kalau gratis bisa-bisa dia akan datang secepat kilat.

"Malas, lagian udah lama juga aku gak main bareng kalian kalo malam minggu."

"Arghhh malas banget aku kalah terus!!!" Raina melemparkan kartu nya ke meja. Kesal dari pertama main dia belum ada menang.

Edith dan Dea tertawa. Sudah biasa melihat Raina begitu.

"Udahan ahh aku." Ucapnya lalu mengambil minumannya, meredamkan kekesalannya.

Raina sudah menyerah, Dea dan Edith juga berhenti main. Tidak ramai jika hanya berdua yang main.

Mencomot kentang yang ada didepannya Dea kembali membuka obrolan.

"Kalian jadinya ambil jurusan apa?" Tanyanya pada Raina dan Edith.

"Ekonomi pembangunan sih aku." Jawab Edith.

"Aku juga biar ada temennya satu fakultas." Jawab Raina sambil terkekeh.

"Kamu tetep ambil pariwisata perhotelan De?"  Kini giliran Raina yang bertanya.

"Iyaa tetep lanjutin hotel aja aku."    

Iya, Dea tetap melanjutkan studi nya dengan jurusan yang sama di SMK nya. Dia tidak mau menyimpang dari jalur.

"Kapan berangkatnya?"

"Harusnya Juni atau Juli ini sih tapi gak tau nih belum ada konfirmasi lagi."

Karena ini malam minggu dan mereka juga sudah tidak ada agenda apa-apa lagi di sekolah maka mereka tidak akan dimarahi kalau pulang terlambat. Dea, Edith dan Raina mempunyai jam malam yang sama dari orang tua mereka. Jam 9 harus sudah pulang.

Dea pernah pulang lewat dari jam itu, sekitar jam 10 an karna dia terlalu asik mengobrol dengan mantan pacarnya dahulu dan saat sampai di rumah Dea di kunci tidak bisa masuk oleh Mama sampai ia harus menelpon Baba yang saat itu kena shift malam agar Mama mau membukakan pintu untuknya baru dia bisa masuk setelah itu.

Edith anak itu lebih kasian sekali, dia pernah pulang jam 12 malam karna habis nonton konser dan sampai rumah dia benar-benar tidak dibukakan pintu hingga harus menginap di rumah Raina yang cukup dekat dari situ, besokannya baru dia pulang dan tentu saja omelan dari orang tua menyambutnya.

Raina tidak terlalu parah, karena alasannya pulang telat adalah hujan. Dia tidak ada jas hujan dan mau tidak mau dia harus menunggu hujan reda agar pulang tidak basah karena orang tua nya juga tidak membolehkan anak mereka hujan-hujanan. Namun tetap sampai rumah dia mendapat omelan dan besoknya jas hujan baru sudah ada di kamarnya agar tidak ada alasan lagi untuk nya pulang terlambat.

Begitulah, namanya juga strict parent. Namun bukan tanpa alasan juga mereka begitu, mereka begitu juga karna tidak mau anak gadis mereka kenapa-kenapa terlebih itu sudah malam hari. Jadi Dea, Edith dan Raina memaklumi.

"Udah jam sepuluh nih, pulang yok aku juga udah pegel dari tadi duduk."

Raina mengecek jam yang melingkar ditangannya. Benar sudah jam sepuluh malam, ia juga sebenarnya sudah lumayan sakit pinggang duduk kelamaan. Maklum remaja jompo.    

Memasukkan dompet, handphone dan tak lupa membereskan kartu UNO mereka kemudian pulang. Edith bersama dengan Raina karna rumah mereka dekat dan Dea sendiri.

"Dahhh kapan-kapan lagi ya. Aku duluan." Pamit Dea.

"Hati-hati."

"Dahhh."

Jawab Raina dan Edith bersamaan.  

  ✨✨✨  

Dea sudah sampai dirumahnya, memasukan motornya di bagasi kemudian mengetuk pintu. Pintu sudah dikunci tapi orang tua nya masih menonton tv di ruang tengah.

"Assalamualaikum," Salamnya pada Mama yang membukakan pintu.

"Waalaikumsalam," Jawab Mama menyambut tangan Dea yang menyalimi nya.

"Bawa apa De?" Tanya abangnya yang ikut nonton bersama saat melihat kepulangan Dea.

"Gak ada, abang juga gak ada nitip apa-apa." Jawab Dea sambil menyalimi abang dan Baba nya kemudian ikut duduk disebelah Baba nya.

"Udah makan kak?" Mama bertanya

"Belum sih Ma, tadi cuman minum doang sama nyemil kentang."

"Iya udah makan dulu sana, itu lauknya masih diatas meja." Suruh Mama.

"Bentar deh belum laper juga masih kenyang."

Mama hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Tumben abang gak jalan."

"Sudah baru datang dia." Bukan abang yang menjawab tapi Baba.

"Bawa pacarnya kesini." Mama melanjutkan.

"Ihh parah sih aku gak di kenalin."

Abang hanya menahan senyum. Salah tingkah.

"Gimana-gimana cewe nya Mah?" Tanya Dea kepo.

"Cantik, sopan juga. Ya namanya baru pertama ketemu jadi belum tau banyak nanti sambil dilihat aja cocok apa engga di jadikan menantu."

"Ihh apasih," Lagi. Abang salah tingkah jadi menanggapi ketus begitu.

"Kapan-kapan ajak main kesini lagi Bang, tunggu Mamah libur kerja nanti biar kita bisa masak sama-sama." Usul Mamah kepada Abang.

"Iya kalo dia gak sibuk kuliah nanti Saka bawa." Jawab Abang Saka.

Baba hanya menyimak sambil terus menonton film spiderman yang ditanyangkan di tv. Weekend pasti akan ada film-film rame untuk di tonton.  

Dea merogoh tas nya mengambil handphone, membuka instagram dan me repost story dari Edith dan Raina, ya selalu saja begitu setiap habis jalan-jalan. Repost-repostan story, dia tertawa saat melihat video di story Edith yang menampilkan wajah kesal Raina kalah bermain UNO tadi. Lucu sekali melihatnya kesal.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GRUP JANDA DAN DUDA BERSATU
9.7
Nabila, Moy, dan Elice kembali terhubung setelah sama-sama menyandang status janda. Moy, yang mengelola grup kencan buta, mencoba membujuk kedua sahabatnya untuk bergabung. Meski awalnya Nabila yang pemalu dan Elice yang cerdas menolak keras, kegigihan Moy berhasil memaksa mereka mencoba peruntungan cinta dengan para duda. Akankah pencarian ini membawa mereka pada jodoh sejati, atau justru memicu konflik persahabatan saat hati jatuh pada pria yang salah?
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Bertha melakukan kesalahan fatal dengan meminta kiriman video dewasa kepada CEO-nya di tengah malam. Alih-alih mendapatkan apa yang ia inginkan, sang bos justru menawarkan demonstrasi nyata secara langsung. Usai menghabiskan malam penuh gairah yang tak terduga, Bertha pasrah akan nasib kariernya. Namun, kejutan besar datang saat Justin justru melamarnya untuk menikah. Di tengah kebingungan, Bertha pun mempertanyakan apakah bosnya itu sedang bercanda.
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara terbelalak saat melihat noda putih misterius kembali mengotori tempat tidurnya. Cairan itu mengeluarkan aroma pandan yang sangat dia kenali, memicu kecurigaan yang mendalam. Padahal, seingatnya sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang bersih. Kini, kondisi ranjang yang mendadak berantakan dan basah memicu tanda tanya besar di benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi di kamar itu saat dia tidak ada? Rahasia gelap mulai membayangi rumah tangganya.
Sampul Novel PEMBALASAN ISTRI YANG DIKHIANATI
8.5
Kehidupan Syifa sebagai ibu tiga anak hancur seketika saat mengetahui pengkhianatan suaminya, Danu. Ironisnya, Danu berselingkuh dengan sahabat dekat istrinya sendiri. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, Syifa justru bangkit dengan tekad yang kuat. Ia mulai menyusun rencana balas dendam yang cerdik dan tak terduga untuk menghancurkan mereka berdua. Saksikan perjuangan Syifa dalam menuntut keadilan demi harga dirinya yang telah diinjak-injak.
Sampul Novel Perang Ego Dalam Jodoh Paksa
7.9
Alina Darya, yatim piatu yang berjuang menghidupi neneknya, terjebak dalam nasib buruk setelah berselisih dengan pria kaya bernama Rayan Syahmir. Rayan yang angkuh dan merasa terhina nekat membalas dendam dengan memaksa Alina masuk ke pernikahan tanpa cinta. Meski hidupnya hancur, Alina tetap bertahan dalam doa. Namun, kebencian Rayan perlahan berubah menjadi ketertarikan yang tak terduga. Mampukah cinta tumbuh di tengah ego dan luka yang mendalam?
Sampul Novel Pernikahan Ketiga
8.8
Kayra Angelina Atmaja, putri pengusaha kejam, hidup dalam penderitaan meski bergelimang harta. Ia menyandang status janda muda yang depresi akibat cemoohan orang setelah pernikahan pertamanya berakhir duka dan yang kedua hancur usai ijab kabul. Di tengah kemalangan ini, Tuan Bima berusaha mengungkap dalang yang membocorkan rahasia masa lalunya di rumah sakit jiwa. Akankah pernikahan ketiga menjadi akhir dari kutukan cinta dan pencarian jodoh sejatinya?