Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Virtual Love Story

Virtual Love Story

Ikuti perjalanan hidup seorang gadis remaja yang berjuang melewati masa pandemi Covid-19. Narasi ini merangkum dinamika hubungan keluarga, pertemanan, pendidikan, hingga romansa yang tak terduga. Di tengah keputusasaan, ia bertemu sosok pria yang memulihkan kembali kepercayaannya. Kisah ini adalah bentuk apresiasi diri atas ketangguhan menghadapi luka dan tawa. Sebuah gerbang menuju dunia sederhana yang penuh makna bagi siapa saja yang ingin menyimak alurnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ini hari terakhirnya mengikuti UN di SMK nya, dan katanya ini juga angkatan terakhir yang akan melaksanakan UN karna UN akan segera di hapuskan. Tidak terasa akhirnya dia akan segera lulus dan menjadi mahasiswa kemudian akan menjalankan hidup nya seperti yang sudah direncanakannya.

Berkuliah di luar kota, memiliki teman-teman baru yang berasal dari berbagai kota ahh dia tidak sabar rasanya untuk itu. Yahh walaupun saat ini ia sedang mengerjakan soal IPA yang selama dia bersekolah di SMK ini hanya dipelajari di tahun pertama saja dan sekarang sewaktu UN malah ada pelajaran IPA. Guru hanya bisa memberinya buku pelajaran dari kelas 10-12 yang ada di perpustakaan untuk dipelajari dalam waktu singkat.

"Huftttt." Hembusan nafasnya terasa berat melihat rumus-rumus kimia fisika atau apalah itu yang ada di komputer di hadapannya.  

"Stttt Deaa," Panggil temannya pelan takut ketahuan pengawas.  

Dea yang dipanggil hanya menolehkan kepalanya melihat temannya yang ada disebelah sambil memberikan gerakan seperti bertanya 'apa?kenapa?'    

Tangan temannya bergerak membentuk angka 15 pertanda dia ingin tahu jawaban Dea nomor 15.    

"Aku ngasal Dith." Jawabnya sambil memperlihatkan wajah letih nya dengan rumus-rumus yang ada didepannya.    

"Gapapa, aku udah pusing banget."  

"C."    

Edith mengacungkan jempolnya pada Dea dan segera menjawab soal di komputer miliknya.  

Maafkan dirinya jika nilai UN nya dalam IPA dibawah rata-rata karena 80% persen jawabannya adalah perolehan dari cap cip cup.    

Waktu terus berjalan, begitupun Dea yang sudah selesai mengerjakan UN nya di menit-menit terakhir juga teman-temannya, Edith dan Raina. Mereka bergegas mengambil tas nya yang di kumpulkan didepan kelas sebelum masuk tadi kemudian keluar dan langsung pergi ke kantin.

“Marilah pulang marilah pulang marilah pulangggg bersama-samaaaaaa.” Edith bernyanyi sambil keluar kelas dengan tingkahnya.  

“Makan dululah baru pulang.” Sanggah Raina,  Dea hanya tertawa.

Ini sudah pelajaran terakhir, kantin sebenarnya juga sudah tutup tapi mereka selalu membawa bekal dengan alasan agar lebih hemat, tentu juga agar uang saku mereka bisa menjadi tambahan untuk jalan-jalan. Terlalu malas makan pada jam istirahat karena tidak banyak waktu untuk istirahat saat UN, kedua karna mereka tau jika kantin akan full dan akan sulit mendapatkan tempat duduk. Maka dari itu mereka memilih untuk makan saat pulang, agar lebih leluasa.    

"Gila mumet banget anjir ngerjain soal begitu. Bayangin aja kita cuman dapet setahun pelajaran IPA trus UN di keluarin. Iya gapapa kalo materi cuman pas dikelas 10 doang lah ini." Oceh Edith yang begitu kesal.    

"Iyaya, trus angkatan kita juga katanya angkatan terakhir UN. Enak banget adek kelas ga kedapetan UN." Sahut Raina membenarkan.  

Sedangkan Dea sudah asik dengan bekal yang dibawanya dari rumah.    

"Hallo maniez maniez quhhh." Sapa Rahman the one and only laki-laki yang berteman dekat dengan mereka.    

"Baru keluar?" Tanya Raina.    

"Udah dari tadi tapi aku ngerundingin mau futsal dimana sama anak-anak."    

Yah, seperti yang terlihat dan seperti yang kalian tahu, jelas saja si Rahman ini mau berteman dengan mereka karena pacarnya, belahan jiwanya dan cintanya adalah teman Dea dan Edith.    

"Ini makan," Raina menyodorkan kotak bekal lain yang dibawa untuk Rahman makan, Raina tidak selalu membawakan Rahman bekal, kadang juga mereka bisa saja makan bekal sama-sama.    

"By the way, Man si Adam mana?" Tanya Dea sembari berdeham salah tingkah.    

"Gak cape apa mengagumi dia mulu. Dia juga udah ada cewek De." Jawab Rahman. Raina yang mendengar itu melotot kan matanya.    

"Lah aku kan cuman suka sama muka nya karna dia ganteng, jadi kalo liat dia buat cuci mata aja."    

Bohong, Rahman, Edith dan Raina juga tahu kalo Dea menyukai Adam sejak pertama melihat Adam duduk di lapangan bersama dengan Rahman dan teman-temannya yang lain.    

"Udah pulang kayaknya tadi sama anak-anak mau pada ke basecamp katanya."    

Dea hanya menganggukan kepalanya tanda paham.    

"Ntar dia ikut futsal kok kalo mau nonton aja sama Raina juga sekalian temanin dia habis magrib, tapi bakal ada ceweknya juga deh kayaknya De."    

"Mmm bisa sih, ntar liat aja deh, aku jadi apa engga." Jawab Dea.    

"Kalo jadi kabarin aja ya De kita berangkat sama-sama aja." Usul Raina.    

"Kok kalian gak ngajak aku ya?" Edith nyeletuk karena berasa tidak terlihat di sana.    

Mereka tertawa, "Ya kamu kalo aku ikut, kamu harus ikut jugalah." Ucap Dea    

Sudah menghabiskan makannya mereka bergegas menuju parkiran untuk pulang kerumah masing-masing karena dilihat-lihat sekolah juga sudah mulai lenggang.    

Parkiran sudah banyak kosong, bersyukurlah Rahman hari ini ia tidak perlu menjadi tukang parkir dadakan untuk mengeluarkan motor Dea dan Edith dari parkiran.    

"Dadahhh, hati-hati ya." Ucap semuanya sebagai perpisahan.    

✨✨✨    

Dea merebahkan tubuh lelahnya di kasur miliknya, memainkan handphonenya untuk me repost story instagram dari Raina dan Edith saat nonton futsal dan jalan-jalan tadi.    

Melihat foto bersama dengan tim futsal distory instagram Rahman, ahhh Adam sugguh tampan apalagi saat dia mencetak gol lalu merayakan dengan selebrasi khas Messi rasanya jatung Dea ingin meledak saking salah tingkahnya ia melihat ketampanan Adam.

"Arghhhh ini Mamah nya kira-kira ngidam apa ya bisa jadi secakep ini!!!" Erangnya

Rasanya Dea sedang euforia sekali hanya dengan melihat ketampanan Adam. Tapi tentu saja hal itu tidak bertahan lama karna setelah lama stuck di story Rahman untuk melihat Adam selanjutnya muncul story Adam. Sebuah foto, Adam merangkul pinggang kekasihnya sembari tersenyum lebar ke kamera.

Foto itu diambil tadi, tentu saja Dea melihatnya! Dan yaaa hatinya terasa seperti terbakar melihatnya mood nya langsung hancur berantakan maka dari itu Raina dan Edith mengusulkan untuk membawa Dea jalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang.

"Cantik sih, pantes Adam suka." Gumamnya menatap gadis yang berfoto dengan Adam.

Dia tau gadis itu, anak kelas 11 adik kelas mereka. Memang Dea akui cantik, hidung mancung, wajah simetris, bulu mata lentik. Yahhh seperti tipe-tipe kebanyakan laki-laki.

Malas, Dea menyudahi aktivitasnya. Jam sudah menunjukkan jam setengah sebelas, matanya sudah mulai mengantuk. Bangkit dari rebahan nyamannya ia berjalan keluar kamar menuju kamar mandi. Membersihkan dirinya lalu setelah itu dia tidur, besok dia masih harus ke sekolah class meeting agenda rutin sekolahnya sehabis ulangan atau ujian pasti mengadakan class meeting.

Yah walaupun sebenarnya dia malas karna pasti membosankan menonton futsal lagi futsal lagi atau tidak peragaan busana dari jurusan tata busana. Tapi tetap saja absensi jalan, jadi dia harus tetap hadir setidaknya biar tidak ada alpa nanti di rapotnya.

Dea hanya berharap besok harinya baik-baik saja atau jika bisa dia tidak melihat Adam bersama dengan pacarnya sudah cukup kemarin saja yang membuat hati Dea panas walaupun dia tahu dia bukan siapa-siapa tidak berhak cemburu pada gadis yang notabenenya pacar Adam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GRUP JANDA DAN DUDA BERSATU
9.7
Nabila, Moy, dan Elice kembali terhubung setelah sama-sama menyandang status janda. Moy, yang mengelola grup kencan buta, mencoba membujuk kedua sahabatnya untuk bergabung. Meski awalnya Nabila yang pemalu dan Elice yang cerdas menolak keras, kegigihan Moy berhasil memaksa mereka mencoba peruntungan cinta dengan para duda. Akankah pencarian ini membawa mereka pada jodoh sejati, atau justru memicu konflik persahabatan saat hati jatuh pada pria yang salah?
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Bertha melakukan kesalahan fatal dengan meminta kiriman video dewasa kepada CEO-nya di tengah malam. Alih-alih mendapatkan apa yang ia inginkan, sang bos justru menawarkan demonstrasi nyata secara langsung. Usai menghabiskan malam penuh gairah yang tak terduga, Bertha pasrah akan nasib kariernya. Namun, kejutan besar datang saat Justin justru melamarnya untuk menikah. Di tengah kebingungan, Bertha pun mempertanyakan apakah bosnya itu sedang bercanda.
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara terbelalak saat melihat noda putih misterius kembali mengotori tempat tidurnya. Cairan itu mengeluarkan aroma pandan yang sangat dia kenali, memicu kecurigaan yang mendalam. Padahal, seingatnya sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang bersih. Kini, kondisi ranjang yang mendadak berantakan dan basah memicu tanda tanya besar di benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi di kamar itu saat dia tidak ada? Rahasia gelap mulai membayangi rumah tangganya.
Sampul Novel PEMBALASAN ISTRI YANG DIKHIANATI
8.5
Kehidupan Syifa sebagai ibu tiga anak hancur seketika saat mengetahui pengkhianatan suaminya, Danu. Ironisnya, Danu berselingkuh dengan sahabat dekat istrinya sendiri. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, Syifa justru bangkit dengan tekad yang kuat. Ia mulai menyusun rencana balas dendam yang cerdik dan tak terduga untuk menghancurkan mereka berdua. Saksikan perjuangan Syifa dalam menuntut keadilan demi harga dirinya yang telah diinjak-injak.
Sampul Novel Perang Ego Dalam Jodoh Paksa
7.9
Alina Darya, yatim piatu yang berjuang menghidupi neneknya, terjebak dalam nasib buruk setelah berselisih dengan pria kaya bernama Rayan Syahmir. Rayan yang angkuh dan merasa terhina nekat membalas dendam dengan memaksa Alina masuk ke pernikahan tanpa cinta. Meski hidupnya hancur, Alina tetap bertahan dalam doa. Namun, kebencian Rayan perlahan berubah menjadi ketertarikan yang tak terduga. Mampukah cinta tumbuh di tengah ego dan luka yang mendalam?
Sampul Novel Pernikahan Ketiga
8.8
Kayra Angelina Atmaja, putri pengusaha kejam, hidup dalam penderitaan meski bergelimang harta. Ia menyandang status janda muda yang depresi akibat cemoohan orang setelah pernikahan pertamanya berakhir duka dan yang kedua hancur usai ijab kabul. Di tengah kemalangan ini, Tuan Bima berusaha mengungkap dalang yang membocorkan rahasia masa lalunya di rumah sakit jiwa. Akankah pernikahan ketiga menjadi akhir dari kutukan cinta dan pencarian jodoh sejatinya?