Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Usai Dimadu

Usai Dimadu

Seandainya waktu bisa diputar kembali, aku benar-benar ingin menghapus segala penyesalan yang kini menghantui. Ambisi terbesarku untuk menjadi sosok wanita yang layak mendapatkan surga justru membawa luka mendalam. Aku sempat meyakini bahwa jalan menuju kebahagiaan akhirat bisa ditempuh dengan merelakan kasih sayang suami dibagi untuk wanita lain. Namun, kenyataan pahit ini menyadarkanku bahwa membagi hati pasangan bukanlah perkara yang mudah dilewati.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Iya, Nay percaya. Umi nggak pernah bohong." Kemudian Kanaya melewatiku dan kembali memasuki kamarnya. "Met malam, Mi. Nay bobo dulu."

"Selamat malam, Sayang."

Andai kamu tahu, Nak. Betapa Ibu pun merasa hancur berkeping dengan kenyataan ini. Kenyataan bahwa sejatinya pria yang ibu anggap bisa dipercaya, menghancurkan semuanya.

***

Magrib hampir saja tiba, saat mobil Kang Zayyin memasuki pekarangan.

"Assalamualaikum, Nay ngaji?" tanyanya begitu ia melewatiku. Kulit mukanya yang bersih terawat dan bercambang tipis, cukup membuat debar di dadaku perlahan hadir dan mulai memainkan genderang asanya yang indah. Ah, rasanya memang sudah cukup lama aku tak lagi merasakan ini terhadapnya.

"Iya, Bi."

"Yah, gagal. Padahal Abi kangen banget, Mi."

"Memangnya cuma Abi yang kangen? Nay juga sama atuh." Entah kenapa tiba-tiba saja aku ingin sekali menumpahkan kekesalan Kanaya kepadanya.

Mendengarnya, Kang Zayyin memilih diam. Ia tak lagi membalas ucapanku. Bahkan saat kutengok, pria itu sudah tenggelam kembali dengan ponselnya.

Selalu saja begitu.

***

"Mi, Si Nay kenapa? Abi ajak ngomong diem terus. Abi masuk ke kamar pun pintunya dia kunci." Saat tubuhku penat dan ingin sekali merebahkan diri, Kang Zayyin mengeluarkan uneg-unegnya tentang putri kesayangannya itu.

"Gimana kabarnya Faqih?"

"Abi nanyain Kanaya, Mi. Jangan ubah fokus."

"Pengen tau aja. Sekalian pengen doain kalau emang masih sakit."

"Nggak. Udah sehat sekarang."

"Alhamdulillah, syukurlah kalau gitu," ucapku berusaha tulus, "kalau tentang Kanaya, baiknya Abi ikhtiar lebih keras lagi, ya. Jangan pengen instan main bujuk-bujukin Umi."

"Iya, nanti Abi coba. Tapi sebaiknya Umi juga cerita ada apa sama Kanaya."

Dengan duduk bersandar, aku berusaha menyampaikan semuanya. Semua yang Kanaya alami akhir-akhir ini. Tentang bulyan, juga tentang cibiran yang didapatnya.

Memang, dulu kami sengaja menutupi perihal pernikahan kedua abinya ini sama Kanaya. Hal itu karena kami pikir kami sendiri butuh waktu untuk saling adaptasi. Aku dan Kang Zayyin tepatnya. Sehingga, setelah beberapa bulan Kang Zayyin menikah, Kanaya perlahan-lahan baru diberi tahu.

Awalnya, anak itu cukup antusias. Kepala anak-anak mungkin tak cukup rumit untuk memikirkan ada apa dengan ibu serta ayahnya. Ia hanya berpikir bangga akan punya adik baru, dan bahagia karena disayangi dua ibu.

Semua berubah ketika orang-orang di sekitarnya, terutama teman-temannya tahu lalu mulai mempengaruhi pikiran serta sikapnya.

Kanayaku jadi pemurung, tak lagi mau bervideo call dengan sang adik bayi. Dan yang terparah, sinar cinta kepada pria kebanggaannya yakni abinya, meredup tak terelakkan lagi.

"Abi ngerasa bersalah, Mi."

"Sabar, ya, Bi. Nanti Kanaya juga pasti bakal ngerti. Dia hanya merasa waktu Abi sangat kurang untuknya. Maklum, sebagai anak tunggal, selama ini kan apa-apa selalu sama Abi."

Perlahan aku sadar. Sedapat mungkin aku harus meredam egoku sendiri kali ini. Aku tidak mau saat hubungan Kanaya merenggang dengan Kang Zayyin, aku pun ikut jauh. Sebab, bisa saja hal itu dijadikan alasan olehnya untuk lebih sering lagi berada di rumah Teh Wike ketimbang denganku dan Kanaya.

***

Sejujurnya, selain karena Teh Wike seorang perempuan yang telat menikah, alasan lainnya kenapa aku mengijinkan Kang Zayyin mendua adalan materi. Iya, setelah pernikahan kami lebih dari sepuluh tahun, ekonomi kami jauh lebih dari cukup. Karirnya Abi Kanaya itu melesat begitu Kanaya lahir. Yang awalnya hanya seorang penterapi dan bekerja pada orang lain, Kang Zayyin kini sudah menjadi seorang owner untuk beberapa cabang usaha miliknya. Hingga kupikir, meski mendua, beliau tak akan membuat anak istrinya berkekurangan apalagi melarat.

Aku salah jika ternyata masalah memiliki istri baru tak semata uangnya yang terbagi. Namun juga waktunya, fokusnya, kepeduliannya dan yang paling menyedihkan adalah hatinya.

Entah aku yang terlalu sombong karena merasa Kang Zayyin begitu cinta mati padaku, entah memang Allah ingin aku paham sejatinya apa-apa yang pernah kumiliki pada kenyataannya bukanlah benar-benar milikku. Sehingga hanya dengan kehadiran Faqih saja, buah hati Kang Zayyin dengan pengantin barunya, sanggup mengubah nyaris semua yang ada pada diri pria itu.

Jadi memang betul, di dunia ini semua fana. Ada waktunya terenggut, ada saatnya selesai.

Sementara tentang Teh Wike, perempuan berkulit hitam manis itu ramah dan baik hati kepada siapa pun. Usianya terpaut jauh baik dengan Kang Zayyin terlebih denganku. Bahkan dulu, saat umurku masih kanak-kanak, aku mengaji di bawah asuhan beliau.

Selain sabar, bagiku Teh Wike seorang perempuan cantik yang pandai dalam segala hal. Pintar memasak, membuat kue, terlebih merawat diri. Hingga meski usianya sudah lumayan, tetapi fisiknya tidak terlalu jauh berbeda dengan gadis kebanyakan.

Teh Wike juga sering aktif di lingkungan masyarakat, yakni menjadi orang yang suka menghandle dapur di acara-acara hajatan. Itulah kenapa beliau menolak saat kami memintanya untuk memiliki rumah di Bandung, berdekatan dengan rumah kami. Alasannya karena di kampung, tenaganya lebih banyak bermanfaat untuk masyarakat daripada jika beliau pindah dan hidup di kota. Hingga saat tiba jatahnya Kang Zayyin bersama Teh Wike, priaku itu akan mengerjakan beberapa pekerjaannya via online. Sementara raganya full di kampung, membersamai istri tercinta.

***

"Nay, nanti pulang jam berapa?" Kanaya yang sedang sarapan, berhenti sejenak mengunyah lalu menatap ke arahku.

"Umi mau pergi?"

"Nggak, Nak. Tapi Abi pengen ajakin kita jalan."

"Ya udah, pergi aja," dengkusnya seperti kesal.

"Perginya sama Nay, makanya Umi nanya."

"Males."

"Ini Umi yang pengen, Sayang. Umi bete. Umi pengen kita refreshing."

"Ya udah, Nay mau. Nanti Nay langsung pulang, Mi."

"Syukurlah kalau gitu. Nanti Umi siapin semuanya, ya."

"Iya, Mi. Oh, ya. Nay dah selesai, Mi. Pamit dulu, ya."

"Iya, Sayang." Aku yang masih sibuk dengan urusan mencuci pakaian, hanya bisa memandangi tubuhnya yang menjauh.

Tadinya abinya ingin mengantar Kanaya berangkat seperti biasa. Namun, karena masih tetap memasang aksi tutup mulut, Kang Zayyin menyerah dan memilih pergi mengontrol cabangnya.

***

Saat aku tengah asyik menyantap bakso, Kang Zayyin pulang.

"Kirain Umi masih lama pulangnya, Bi."

"Loh, kan kita mau pergi nanti nunggu si Nay pulang. Ini sebentar lagi Zuhur, Mi," balasnya seraya duduk. "Kenapa? Umi mau pesen sesuatu?"

"Nggak, Bi."

Tiba-tiba saja hatiku berdenyut sakit. Bukan Kang Zayyinku jika balasannya seperti itu.

Sebab priaku, biasanya saat akan pulang ke rumah, selalu iseng bertanya lagi apa, mau dibawain apa. Bahkan meski istrinya bilang nggak mau apa-apa, sebungkus makanan kecil akan selalu ia bawa.

Tak peduli istrinya jadi mengomel panjang karena dianggapnya boros. Yang dipikirkan pria itu hanyalah keinginannya membahagiakan sang istri dengan caranya.

Bukan seperti ini.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PRZ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PRZ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel Di Bawah Rintik Hujan
8.9
Kehidupan pernikahan Juan Malvin dan Azalea kini berada di ambang kehancuran. Di tengah peliknya badai rumah tangga yang tak kunjung usai, muncul sosok Marissa, seorang karyawan baru yang menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka. Kesetiaan dan kepercayaan pasangan ini diuji secara hebat oleh berbagai konflik yang terus melanda. Mampukah Juan dan Azalea mempertahankan ikatan suci mereka dari godaan serta masalah yang kian rumit? Ikuti perjuangan cinta mereka.
Sampul Novel ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN
9.3
Mahardika terjepit oleh desakan sang kakek untuk segera menikahi Eka Maheswari. Hubungan erat antara keluarga Wijaya dan Saputra menjadi landasan perjodohan ini. Meski terikat komitmen, perbedaan usia sembilan tahun menjadi tantangan besar bagi mereka. Mahardika pun terpaksa menguji kesabarannya dalam membimbing Eka yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan. Akankah rumah tangga mereka bertahan di tengah perbedaan kedewasaan yang sangat mencolok tersebut?
Sampul Novel Istriku selingkuh pakai handphone mertuaku.
9.0
Riyadi adalah karyawan pabrik yang sangat setia dan sabar. Namun, rumah tangganya hancur setelah Mia, istrinya, terbukti berselingkuh demi materi. Di tengah luka itu, Riyadi bertemu Ririn, seorang janda yang kehilangan suami karena sakit. Akhirnya, Riyadi menemukan kebahagiaan dalam pernikahan keduanya. Sementara itu, Mia yang kini menjadi istri kedua mulai menyadari kesalahannya setelah selama ini dibutakan oleh ego dan keserakahan yang merusak hidupnya.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Panas Nan Membara
8.9
Antologi ini menyajikan deretan kisah romansa dewasa yang penuh gairah dan intensitas tinggi. Setiap narasi dirancang khusus untuk pembaca berusia 21 tahun ke atas, menghadirkan berbagai skenario nakal yang mampu memicu sensasi mendebarkan serta emosi yang meluap-luap. Dengan fokus pada dinamika hubungan modern yang provokatif, kumpulan cerita ini menawarkan pengalaman membaca yang berani, menggoda, dan pastinya sangat tidak disarankan bagi pembaca di bawah umur.
Sampul Novel Menyelamatkannya, Menghancurkan Pernikahan Kita
8.2
Tiga tahun pernikahan hancur saat Jared Stanley mengaku di TV bahwa aset berharganya bukanlah sang istri, melainkan Bailee Brooks. Kecewa, sang istri menggugat cerai. Di konferensi G20, sebagai penerjemah papan atas, ia menghadapi Jared langsung. Saat ditanya soal prinsip kerja, ia dengan tenang mengungkap profesionalismenya: tetap akurat menerjemahkan perintah penyelamatan bagi Jared, meski tahu suaminya itu baru saja mempertaruhkan nyawa demi selingkuhannya.