Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tumbal lukisan

Tumbal lukisan

Kasus hilangnya sejumlah gadis muda secara misterius mulai menghantui seisi kota. Kini, nyawa Hani terancam saat ia menjadi target tumbal berikutnya dari sebuah keluarga penuh rahasia. Tanpa disadari, keluarga tersebut memiliki keterkaitan gelap dengan sejarah masa lalunya yang terkubur. Hani harus menghadapi teror mengerikan demi mengungkap kebenaran di balik alasan mereka memilihnya, sebelum ia benar-benar lenyap untuk selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Jam berapa sekarang?" Zara membuka percakapan

Hani melihat jam dilengan kirinya. Jam 05.15 pagi. tidak mungkin pikirnya, ia sudah disini sejak tadi dan waktu seakan tidak bergerak

"Apa kamu pernah kehilangan orang yang kamu sayangi?"

" ehh "

"Rasanya seperti tidak akan bertemu lagi selamanya, apa kamu pernah?"

hani belum menjawab pertanyaan-pertanyaan Zara , langkah kakinya berhenti sejenak. ia membuang jauh pandangannya jauh ke atas langit seolah mencari jawaban. langit-langit berwarna kelabu tampak lebih rendah dari yang biasanya ia lihat, sekilas ia beradu pandang mata dengan seekor burung gagak hitam yang bertengger di atas pohon

seekor burung gagak berkaok,mengepakkan sebelah sayapnya dengan liar. ia mengalihkan pandangan dari burung itu lalu mulai berjalan lagi. ia tak menemukan jawabannya . meski hatinya pedih mengingat kepergian adiknya beberapa bulan yang lalu

Zara nampak cantik dan misterius dengan gaun hitam transparan yang dikenakannya. Hani sekali-kali mencuri pandang ke arahnya. seutas kalung emas putih berayun-ayun di atas dadanya. Hani menjelajahi tubuh Zara dengan seksama sampai ke bawah

ujung-ujung jari kakinya  yang tampak pucat berkerut membiru, ya Hani baru sadar ternyata Zara bertelanjang kaki rupanya

" Dimana sepatumu?"

"Mereka membuangnya saat aku tak bisa bergerak"

"Maksudnya?" Hani bertanya tak mengerti. ia tak bisa mencerna ucapan Zara barusan

Zara berjalan ke arah Hani menatap dalam pada wajah Hani, ada hening sejenak diantara mereka

"Kita sudah sampai, kamu tinggal menyebrang jalan saja di sana. Ada 3 gedung berjejeran dengan ukuran sama. carilah gedung dengan kaca-kaca berwarna biru"

"baiklah,terima kas...."

belum sempat Hani menyelesaikan kalimatnya,Zara sudah berbalik arah lenyap dari pandangannya membuat Hani sedikit kesal

"Perduli setan, aku juga harus pergi sekarang"

timpal Hani

hanya dalam beberapa detik saat ia baru setengah menyebrangi jalan, langit kelabu yang dilihatnya memudar di ganti sinar matahari yang menerobos setajam pisau asah.

keadaan berbalik aneh dengan sangat cepat.

la berada di tengah garis zebracross dengan lampu yang berganti hijau. suara-suara klakson mobil dan motor hampir meremukan gendang telinganya. seorang pria berkepala plontos menyembul keluar dari jendela yang terbuka, memberinya peringatan keras

" Minggir gadis jelek atau kutabrak sekalian"

hani ingin protes karena memang ia tak habis pikir, seingatnya jalanan masih nampak lenggang

bagaimana bisa berubah ramai dalam sekejap??

Hani membungkukkan kepalanya sedikit kepada mereka, membuat tanda permintaan maaf lalu berjalan pergi secepatnya

Hani merasa lemas,lututnya gemetaran ia hampir terjatuh karena bersenggolan dengan anak anak kecil berseragam sekolah yang lari-lari sambil tertawa

seseorang menolongnya. seorang gadis yang usianya hampir sama dengannya

"kamu baik-baik saja.? ah dasar anak sekolah zaman sekarang enggak punya sopan santun sama yang lebih tua"

"Biarin,.mereka masih anak-anak. aku juga yang salah "

"Serius kamu enggak apa-apa? wajahmu pucat loh! atau kamu lemas karena belum sarapan"

gadis itu benar nyatanya Hani belum Sarapan tapi ia lemas karena pengalaman mencengangkannya beberapa saat yang lalu

"Aku mau melamar kerja,kamu tahu alamat kantor ini?"

"Ahh nanti kita jalan sama-sama kesana ya. ini kantor tempatku bekerja"

" benarkah?"

"iya, tapi sebelum itu kita sarapan yuk, aku yang bayar deh. kan ga lucu kalau kamu sampai pingsan saat wawancara nanti"

"Namaku Dera , aku baru satu tahun kerja disana, bagian purchasing, namamu sendiri siapa?"   gadis itu memperkenalkan dirinya pada Hani. Senyum yang menyenangkan dan Hani balas  tersenyum

"aku Hani"

seorang pria paruh baya menyela percakapan mereka,menaruh dua mangkok berisi bubur ayam

"Dimakan dulu sarapannya neng "

sambil menyantap sarapan mereka, Dera mulai berbicara dengan pandangan menatap ke atas langit yang cerah di atas mereka

"Aku yakin kamu pasti di terima kerja di kantor tempatku bekerja"

"Kenapa ?"

"Kamu tahu,kantor tempatku bekerja itu lumayan besar, ada lima lantai dan setiap departemen harusnya punya 15 orang staff ditambah 2 asisten manager, dan manager di setiap departemennya , tapi "

"Tapi?"

"Nanti kamu lihat sendiri,bukan kejutan namanya kalau aku beritahu sekarang"

🌕🌕🌕🌕

Zara benar, ketika mereka tiba di kantor yang dimaksud. Ada hal yang yang membuat gedung ini nampak menonjol dari 2 gedung di sebelahnya. Gedung ini nampak cantik dengan kaca-kaca berwarna biru, tidak terlalu tinggi dan besar seperti tembok-tembok pencakar langit di sekelilingnya.

menakjubkan batin Hani terpukau

Dera mendorong pintu Kantor yang transparan lalu mengucapkan selamat pagi teman-teman semua dengan nada yang sedikit keras. Membuat seorang gadis yang duduk di belakang meja berlapis kulit kayu melongokan kepalanya. Rambut gadis itu digelung  rapi di belakang kepala, bibirnya berkilau luar biasa karena efek glossy lipstik yang dipakainya, agak mencengangkan sebetulnya dengan bibir tebal yang dimilikinya. bukankah lebih bagus jika memakai lipstik matte sepertiku saja, ucap Hani dalam hati

"Selamat pagi juga Dera. Siapa gadis di sampingmu?

"Oh dia namanya Hani,,calon karyawan baru. hey keluarkan surat lamaran kerjamu"

Hani membuka tasnya,mengeluarkan sebuah amplop coklat kepada Dera

"Ini,tolong sampaikan untuk pak Rian "

kedua gadis itu terdiam. mereka saling menatap pada Hani

"Tidak ada yang namanya pak Rian disini" ucap mereka hampir bersamaan

Hani mengkerutkan keningnya, ia melihat kembali kartu nama yang diberikan Dion kemarin, membaca setiap hurufnya dengan jelas. benar di situ tertulis nama Rian Hariwijaya

tak jauh dari mereka, dinding berwarna cokelat muda dengan corak seperti atmosfer jupiter terbuka, seorang wanita dengan blazer hitam mendatangi mereka. meski rambut wanita itu mulai beruban , wanita itu terlihat cantik dan cerdas dengan kacamata yang dipakainya.

seolah seperti sudah tahu keadaan yang terjadi, wanita itu langsung bertanya pada Hani

"Siapa namamu ?" wanita itu bertanya

"Hani..."

"mari ikut ke ruangan saya ,kamu mau melamar kerja disini kan "

"Ngghh iya bu "

wanita  itu berjalan masuk disusul Hani melewati dinding yang sama saat wanita itu keluar tadi.

apa ini sebuah pintu,? Hani bertanya-tanya

sebelum pintu benar-benar tertutup Hani masih dapat mendengar percakapan Dera dan Gadis resepsionis yang dikenalnya beberapa saat lalu

"Hey,bukankah manager hrd kita bernama Bu Sarah ?" .....

🌕🌕🌕🌕

ruangan-ruangan di dalam  kantor terlihat jelas karena dinding dan kaca yang transparan. Ruangan pertama yang dilaluinya tidak berukuran besar,  beberapa komputer tampak menyala dibiarkan begitu saja tanpa ada penggunanya. tidak ada satu karyawanpun yang ada di ruangan itu

ruangan kedua dan ketiga yang dilaluinya juga tampak sama keadaannya dengan ruangan pertama.

Bukankah ini aneh?

kenapa tidak ada satu karyawanpun yang berada di ruangan-ruangan itu?

apakah ini masih terlalu pagi untuk bekerja....

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crazy Woman
8.3
Ria Ananta menyembunyikan statusnya sebagai putri konglomerat meski gaya hidupnya selalu mewah. Ia memilih hidup normal, namun ketenangannya terusik sejak menjalin asmara dengan Christian, seorang idola terkenal. Tekanan dari keluarga Christian yang tidak merestuinya memicu depresi dan sisi gelap dalam diri Ria yang tak terduga. Di balik tumpukan harta, Ria berjuang melawan kehancuran mental dan pikiran bunuh diri akibat konflik hubungan yang penuh kekerasan.
Sampul Novel Hamil Anak Genderuwo
8.5
Pasca suaminya terkena PHK, Esmeralda terpaksa memulai hidup baru di kampung halaman pasangan hidupnya tersebut. Namun, kepindahan ini justru membawanya pada serangkaian penampakan sosok Genderuwo yang mengerikan. Di tengah penantian panjang akan hadirnya buah hati, Esmeralda akhirnya dinyatakan mengandung anak pertama. Sayangnya, kebahagiaan itu tertutup awan gelap saat ia menyadari ada kejanggalan besar yang menyelimuti janin di rahimnya.
Sampul Novel Kumpulan Cerpen Gairah Klasik
9.7
Rasakan sensasi mencekam dalam antologi cerita pendek yang memadukan romansa dengan elemen horor yang gelap. Kumpulan kisah ini dirancang khusus untuk membawa pembaca ke dalam atmosfer penuh ketegangan dan misteri yang mendalam. Setiap narasinya menawarkan pengalaman unik yang mampu memacu adrenalin sekaligus membuat bulu kuduk berdiri. Bersiaplah menghadapi rangkaian plot tak terduga yang akan menguji keberanian Anda di setiap lembar ceritanya.
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)
8.8
Airbus A320 terhisap badai dahsyat menuju portal masa lalu di benua asing. Selama dua jam mencekam, kabin dipenuhi gas beracun dan arwah penuh dosa. Di kokpit, Adam bersama Ingrid Rose, ahli astrofisika asal Austria, berjuang memecahkan teka-teki misterius demi menemukan jalan pulang. Meski berhasil kembali, pesawat kehabisan bahan bakar akibat badai tersebut. Tanpa pilihan lain, pendaratan darurat di perairan luas terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.
Sampul Novel Patah Hati Terhebat
9.6
Persahabatan empat gadis yang semula hangat hancur seketika akibat kecelakaan mobil tragis. Tragedi tersebut mengubah keharmonisan mereka menjadi suasana mencekam dan penuh ketakutan. Ketegangan memuncak saat salah satu dari mereka terbaring koma, sementara yang lain meregang nyawa secara misterius. Kini, ikatan yang dulu kuat berubah menjadi teror dingin yang menghantui sisa anggota kelompok dalam misteri kematian yang tak terduga.
Sampul Novel PERHIASAN TERKUTUK
8.5
Teror mengerikan melanda siapa saja yang terlibat dalam proses pemulasaraan jenazah Budhe Sastro. Satu demi satu, mereka dihantui oleh sosok arwahnya yang tak tenang hingga berujung pada kegilaan dan kematian tragis. Apa motif di balik kemarahan sang roh yang terus mengejar mereka tanpa ampun? Apakah ada rahasia gelap atau kesalahan fatal yang dilakukan para pengurus jenazah tersebut hingga Budhe Sastro menuntut balas dari alam kubur?