Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Sudah tujuh bulan Nayya menjalani biduk rumah tangga, namun sang suami, Dimas, belum juga menyentuhnya. Setiap kali Nayya menuntut hak batinnya, Dimas selalu berdalih kelelahan atau memberikan alasan yang tidak masuk akal. Merasa ada yang janggal, Nayya mulai menyelidiki rahasia besar yang disembunyikan suaminya. Mampukah Nayya mengungkap kebenaran di balik sikap dingin Dimas? Ikuti perjalanan penuh misteri ini dalam menyingkap tabir pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pesta pernikahan mewah baru saja digelar, aku sangat bahagia bisa menikah dengan seorang Dimas Mahardika, laki-laki tampan dan juga mapan yang baru saja menghalalkanku.

Yah, apa lagi yang aku cari dari Mas Dimas, sudah ganteng pekerja keras, memiliki karir yang bagus dan yang paling penting dia mengerti agama. Aku berharap Mas Dimas bisa membimbingku hingga ke jannah-Nya.

Aku bisa melihat kebahagiaan di wajah Papa dan Mama saat melihat putri tunggalnya telah menikah dengan orang yang tepat.

Walaupun sebenarnya aku dan Mas Dimas belum lama kenal, yang membuat aku yakin, Mas Dimas tidak mengajak aku untuk pacaran tapi melainkan langsung menikah. Siapa yang bisa menolak, dinikahi pria mapan dan juga tampan seperti Mas Dimas.

Aku dan Mas Dimas turun dari mobil pengantin dan langsung masuk ke dalam rumahku, aku mengajak Mas Dimas untuk masuk ke kamarku.

Kami belum merencanakan bulan madu, karena waktu cuti Mas Dimas tidak panjang. Sehingga bulan madu kita tunda dulu.

"Ini kamarku Mas yuk masuk!" Ungkapku saat di depan pintu kamar, sambil mempersilahkan suami ku masuk. Rasa bahagia membuncah di dadaku, tak kupungkiri memang aku yang lebih dulu jatuh cinta padanya.

"Eh iya, terima kasih," ungkapnya agak canggung. Mas Dimas beristirahat sejenak di tempat tidur, merebahkan tubuhnya.

Aku melirik suamiku yang sudah sibuk memegang ponselnya. Sepertinya dia sedang membalas pesan seseorang. Terlihat dari jarinya yang lincah menyentuh keyboard di layar ponsel.

Aku segera mengganti pakaian pengantin dan tak ingin kepo dengan apa yang dikerjakan oleh suamiku. Setelah mandi aku melihat dia masih memegang ponselnya. Betah sekali dia bermain ponsel.

"Mandi dulu Mas, ini handuk dan pakaian ganti nya," ungkapku sambil memberikan handuk padanya. Ia melihatku sekilas dan tersenyum tipis.

"Oh iya, aku mandi dulu ya?" Pamitnya sambil mendaratkan kecupan kilat di pipiku membuat aku tersipu-sipu dan membuat wajahku memanas. Aku pikir, aku lah wanita uang paling bahagia di dunia ini malam ini.

Malam kian larut, aku melirik suamiku yang masih sibuk memainkan ponselnya dari tadi, apa seperti ini malam pengantin baru? Pikirku.

Padahal aku sudah mengenakan lingerie berwarna gelap yang sengaja aku beli untuk malam pertama. Menyenangkan hati suami bukankah suatu hal yang bernilai ibadah, tak apa terlihat lebih agresif di depan suami toh kita berdua sudah halal.

Setelah menyemprotkan parfum dan mengenakan lipstik. Aku beranjak dari meja riasku dan merebahkan tubuhku di sampingnya. Ia masih cuek dan tak meliriku sedikit pun.

"Mas!" Panggilku lembut dengan nada menggoda.

"Hmmm!" Sahutnya cuek. Namun ia masih memainkan ponselnya itu tanpa melihat ke arahku.

"Mas...? Ini malam pertama kita lho, kenapa Mas selalu saja memainkan ponsel itu?" Tanyaku sambil menatap suamiku yang terlihat sangat tampan malam ini. Aku wanita normal yang pasti menginginkan sentuhan dari seorang suaminya.

"Oh, ya? Maaf ada kerjaan sedikit dari kantor, tadi aku membalas pesan dari klienku," ucapnya. Ia meletakan ponselnya di atas nakas dan menoleh padaku sesaat. Hanya sesaat.

Aneh, apa aku tak menarik di matanya. Padahal aku sudah memakai pakaian dinas malam khusus untuk malam pertama kita.

Kemudian aku melihat dia menguap beberapa kali, aku tahu kita sama-sama capek karena resepsi pernikahan yang digelar dari pagi hingga sore hari. Namun, apa mungkin dia bisa secuek itu padaku, terlihat sekali dia seperti tak bernafsu melihatku.

"Sayang ...aku capek banget, dari tadi malam aku nggak tidur, ditambah lagi saat resepsi tadi, pegel...banget kakiku," ungkapnya sambil memijit kaki dengan sebelah tangannya.

"Sini Mas, aku pijatin, mungkin bisa mengurangi pegelnya," ucapku menawarkan dengan lembut.

"Nggak usah sayang, sepertinya istirahat saja lebih baik, aku capek banget sayang.."

Ungkapnya.

Ada rasa kecewa saat dia seolah yang menghargai aku, bahkan hanya sekedar meliriku saja dia enggan. Ia merebahkan tubuhnya di sampingku dan menutup tubuhnya dengan selimut.

"Mas, kenapa? Mas nggak cinta ya sama aku?" Tanyaku sambil menatap punggungnya. Ia berbalik dan membelai rambutku.

"Kok kamu ngomong gitu, ya cinta lah sayang, kalau aku nggak cinta nggak mungkin dong, aku menikahi kamu," ungkapnya sambil menatapku dengan mata elangnya. Mata itu, membuat aku jatuh cinta, sorot mata yang tajam dan membuat aku terpesona.

"Kalau kamu cinta, kenapa kamu nggak mau menyentuhku?" Tanyaku. Ia tertawa kecil dan mengacak rambutku.

"Aku kan udah bilang aku capek, kita tunda dulu ya malam pertamanya," ucapnya sambil menepuk pipiku lembut, kemudian ia mengecup pipiku sekilas, tanpa menunggu jawaban dariku ia pun tidur membelakangiku lagi seperti tadi.

Kenapa dari tadi ia tak pernah mengecup bibirku? Hanya sebatas cium pipi saja. Apa aku yang terlalu berlebihan, menginginkan malam ini menjadi malam terindah dengan suamiku.

Sesaat dengkuran halus terdengar dari suamiku, ia benar-benar bisa tidur saat malam pertama seperti ini. Ada rasa kecewa di dalam hatiku, Aku merasa seperti Istri yang abaikan. Tak dihargai.

Tapi mungkin apa karena dia benar-benar capek. Yah, aku harus berpikir positif saja, mungkin dia benar-benar capek dan lelah.

Apa lagi sebelum ini kami mempersiapkan segalanya bedua, untuk pernikahan mewah yang diimpikan oleh semua kaum hawa.

Tampa sadar aku pun tertidur dengan lingerie yang melekat di tubuhku.

~~~

Pagi harinya aku terlambat bangun, aku akui memang kemarin adalah pesta yang sangat melelahkan. Tamu undangan yang datang silih berganti, bahkan kami tak sempat untuk duduk karena harus menyalami tamu-tamu undangan yang datang dan ikut berbahagia mendoakan pernikahan kami.

Aku membuka mata, di sampingku Mas Dimas masih tidur dengan posisi terlentang, aku tersenyum melihat suamiku yang tampannya bak dewa Yunani itu masih tertidur pulas, nampaknya dia memang sangat lelah. Aku harus bisa memaklumi itu.

Aku bergeser dan memberanikan diri meletakan kepalaku di dada bidangnya yang atletis. Mas Dimas memang suka nge-gym dari dulu, tubuhnya atletis dan terlihat sangat macho.

Ini yang aku impikan dari dulu, punya suami macho dan atletis. Ditambah Sholeh pula, siapa yang tidak klepek-klepek.

Aku memeluk tubuh itu, merasakan kehangatan dan detak jantungnya yang terdengar di telingaku. Entah kenapa pagi ini, aku sangat menginginkan sentuhan itu, aku pikir pasti Mas Dimas sudah fit kembali. Toh tidurnya juga sudah pulas. Tapi ternyata Ia kaget dan terbangun.

"Sayang, apa-apaan ini?!" serunya sambil refleks mendorong tubuhku menjauh darinya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Pesta Birahi
9.5
Yenka Linggarwarna muak dikhianati Taran selama empat tahun pernikahan. Terhina karena disebut bodoh lantaran setia, ia nekat membalas dendam dengan cara serupa. Lewat bantuan Ian, sahabat masa kecilnya, Yenka menyusup ke pesta topeng rahasia yang penuh gairah demi mencicipi kebebasan seksual. Tak disangka, pesonanya justru memicu obsesi banyak pria hingga mengubah sikap Taran. Kini Yenka terjebak antara memperbaiki rumah tangga atau tenggelam dalam permainan panasnya.
Sampul Novel KUMPULAN KISAH
8.7
Antologi ini menyajikan deretan narasi romansa yang penuh inspirasi, pesona, serta keindahan emosi. Fokus utama tertuju pada dinamika hubungan Alex dan Maya, dua orang yang telah lama menjalin ikatan persahabatan yang sangat erat. Namun, seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta mulai tumbuh secara tak terduga di antara mereka. Akankah perasaan baru ini mengubah segalanya? Ikuti perjalanan mereka dalam menghadapi transisi hati yang mendalam ini.
Sampul Novel Pelakor tak pantas bahagia
8.9
Keharmonisan rumah tangga yang dibangun Airin dan Danu kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Maya. Sebagai sosok wanita idaman lain, Maya menjadi duri yang mengancam komitmen pernikahan mereka. Akankah Danu mampu melepaskan diri dari jeratan pesona Maya yang menyesatkan? Ataukah Maya justru berhasil memenangkan hati Danu dan merebutnya secara utuh? Kisah penuh konflik ini menguji kesetiaan serta takdir cinta mereka.
Sampul Novel Pernikahan Paksa Dosen Killer
8.2
Aurelia Safira, gadis 19 tahun yang asing dengan cinta, nekat mendatangi tempat misterius demi sebuah tantangan. Di sana, ia terlibat insiden tak terduga dengan pria asing. Hidupnya makin kacau saat ia dipaksa menikah dengan Darius Aksara, dosen killer yang sangat ia takuti. Setelah menikah, Lia baru menyadari bahwa suaminya menyimpan rahasia kelam dan profesi yang membahayakan nyawa. Kini, ia terjebak dalam rumah tangga penuh ancaman dan rahasia besar.
Sampul Novel Satu-PD176
9.5
Sinta dan putrinya terjebak dalam serangan senjata oleh musuh suaminya, Leo. Tragisnya, pengawal kiriman Leo malah kabur saat maut mengancam. Di ambang kematian, Sinta gagal menghubungi Leo berkali-kali hingga kakaknya, Yosan, datang menolong. Saat panggilan ke-99 tersambung, Leo justru memaafkan sang pengawal meski anak mereka tewas. Hancur karena pengkhianatan itu, Sinta sang pengusaha senjata terbesar memutuskan untuk bercerai dan menghentikan seluruh pasokan untuk Leo.
Sampul Novel Simfoni Pembalasan
8.4
Hidup pianis berbakat Athena hancur seketika saat kecelakaan misterius melumpuhkan tangannya. Di tengah keputusasaan, ia justru menghadapi kenyataan pahit berupa pengkhianatan keji dari suami dan sahabatnya sendiri. Saat terpuruk, muncul Arthur, pria penuh misteri yang menawarkan bantuan untuk menuntut balas. Kini, Athena harus meniti jalan pembalasan yang penuh risiko. Akankah simfoni ini berakhir dengan keadilan, atau ia justru tenggelam dalam kelicikan?