Sampul Novel True Lord

True Lord

8.9 / 10.0
Putri Erina menerima takhta Kerajaan Zelbert setelah Pangeran Ergo menghilang dalam perang. Namun, kepemimpinannya terancam oleh pengkhianatan Duke Hamburgh. Meski telah menikahi Iraqis, putra sang paman, Erina justru didepak dari kekuasaan. Mengikuti petunjuk mendiang ayahnya, ia melarikan diri demi mencari bantuan luar. Kini, Erina harus berjuang merebut kembali haknya dan menyelamatkan kerajaan dari cengkeraman pengkhianat yang penuh tipu muslihat.

True Lord Bab 1

Tahun 155, kalender kerajaan.

Gadis berumur lima belas tahun, dengan rambut panjang berwarna kuning bambu mengkilap tergerai indah begitu saja. Anak rambutnya yang terbang tersapu angin menghalangi pandangannya. angin menggoyangkan gaun berwarna kuning muda terbalut mewah di tubuh sang gadis, begitu serasi dengan kulit putihnya.

Gadis itu turun dari kereta kuda dengan sangat anggun, wajahnya yang cantik menunjukkan rasa enggan untuk menghadiri acara rutin untuk kalangan bangsawan. Di depan pintu kediaman Duke Vries, ia menghela nafas berat sebelum memasuki rumah megah itu. Jika bukan karena Aurora Vries, sahabatnya yang mengirimkan undangan, tentu saja dia tidak akan hadir.

Dengan penuh rasa hormat dan senyuman ramah, pelayan Aurora membawanya menuju taman, di mana acara pesta minum teh diadakan. Mereka melewati bagian dalam kediaman Duke Vries, bangunan kokoh dan megah berwarna putih dengan beberapa pilar besar menjulang ke atas langit-langit rumahnya. Sederet lukisan kepala keluarga Vries berjajar rapi dari generasi ke generasi, beberapa relief lambang keluarga Vries terpahat indah diantara lukisan itu.

Mereka sampai di pintu kaca yang besar dengan bertepi kayu berwarna emas, memperlihatkan pemandangan taman dengan rumput hijau segar serta beberapa jenis bunga menghiasi hamparan rumput yang sunyi.

Semua lady mengalihkan pandangannya ke arah pintu, ketika pelayan membuka pintu untuk seorang gadis terhormat yang baru saja tiba.

“Putri Erina. Anda sudah datang.” Aurora bangkit dari kursi kayu yang penuh dengan ukiran, tersenyum senang melihat sahabatnya datang memenuhi undangan.

Bibir Putri Erina melengkung, mendengar ucapan Aurora dan raut wajah bahagia Aurora terlihat jelas. Putri Erina berjalan dengan anggun menghampiri Aurora.

“Kebetulan saya sedang tidak ada agenda, jadi saya bisa datang memenuhi undangan anda, Lady Aurora.” Putri Erina memeluk Aurora dengan akrab.

“Jadi anda selama ini sangat sibuk, sehingga tidak bisa datang ke acara sebelumnya?” kata Belinda dengan tatapan dan senyum mencibir.

“Bagaimana mungkin sang Putri mau menginjakkan kakinya di rumah kami yang tidak mewah seperti rumah Lady Aurora.” Evelyn menimpali ucapan Belinda.

Raut wajah Putri Erina berubah masam mendengar dua lady berusaha untuk menyudutkan dirinya.

“Bukankah anda mengirimkan undangan sehari sebelum acara digelar? Jika anda mengirimkan undangan tiga hari sebelum acara, pasti saya akan hadir.” Putri Erina tidak mau kalah, ia mengatakan kebenaran di hadapan semua orang yang hadir.

“Sudah, kita semua tahu Putri Erina sangat sibuk tidak seperti kita, jadi tidak perlu mempermasalahkan hal kecil seperti itu.” Aurora berusaha untuk menengahi keributan itu.

“Silakan duduk di samping saya, Putri,” lanjut Aurora dengan menarik kursi kosong untuk Putri Erina.

Para nona muda bangsawan mulai bercerita tentang apa saja yang ingin mereka bicarakan, mulai dari gaun, perhiasan, kisah cinta, bahkan nama sederet ksatria tampan dan kelas pendidikan, tidak lupa untuk mereka bahas. Seperti memakan buah apel tanpa dikupas, mereka melahapnya sampai habis dan tak tersisa.

Putri Erina hanya duduk sambil mendengarkan, ia hanya sesekali ikut tertawa atau tersenyum, mengikuti suasana yang mereka buat. Putri Erina tidak tertarik dengan semua topik pembicaraan, terlalu membosankan. Terlebih lagi pembahasan tentang kelas pendidikan, diplomasi dan politik, itu semua membuat sang Putri seperti mendengarkan dongeng sebelum tidur.

“Maafkan kami, Putri. Sepertinya anda bosan mendengarkan perbincangan kami. Saya ingin menanyakan sesuau hal kepada Putri Erina.” Belinda menyunggingkan senyumannya.

“Saya hanya sedang membiasakan diri dengan semua yang kalian bicarakan, terlalu banyak informasi baru untuk saya. Tentu, apa yang ingin anda tanyakan?” Putri Erina menjawab dengan senyum ramah yang dibuat-buat.

Aurora meremas gaunnya, ia khawatir jika Belinda akan mengatakan sesuatu hal di luar batas etika sopan santun. Ia mengeratkan giginya karena tegang, apa yang akan terjadi jika Putri Erina tersinggung karena acara hari ini. Akan menjadi kesalahan sang tuan rumah apa bila salah satu tamunya merasa tersudutkan dan tidak nyaman, terlebih dia adalah seorang Putri dari kerajaan tempatnya bernaung.

“Apakah anda sudah selesai menghafal semua mantra sihir? Saya dengar Pangeran Ergo bisa menghafal semua di umur delapan tahun. Pasti anda juga sudah hafal di luar kepala.” Belinda menyunggingkan senyumannya, ia ingin melihat wajah malu dari sang Putri.

Putri Erina tahu ke mana arah pembicaran gadis berambut ikal itu. Putri Erina tersenyum dan menyesap teh sebelum menjawab pertanyaan.

“Memang Pangeran Ergo sangat cerdas dan dia sudah dipersiapkan dari kecil untuk menjadi seorang Raja dari kerajaan Zelbert. Pendidikannya jauh lebih ketat, sedangkan saya hanya seorang putri yang mendukung Pangeran Ergo, sehingga pendidikan ilmu sihir bukan yang utama. Karena kelas pangeran dan putri sangat berbeda, meskipun pelajaran sihir ada untuk putri kerajaan, tapi itu semua hanya berada di tingkat dasar.” Putri Erina menjawab dengan sangat tenang.

Belinda sangat geram mendengar jawaban yang tidak ia inginkan, dengan wajah tenang tanpa merasa tersudutkan. Belinda mengeratkan giginya, tatapannya penuh dengan rasa benci kepada Putri Erina.

Para lady bangsawan menahan tawa kecuali Aurora, menutup bibirnya dengan telapak tangan dan kipas yang mereka bawa. Mereka menertawakan Putri Erina karena berkelit untuk mengakui kekurangannya.

Putri Erina sudah tahu akan terjadi hal seperti ini, memang dia bukanlah seorang Putri yang cerdas dalam urusan akademis. Tapi ia percaya bahwa ada sesuatu hal yang bisa ia lakukan selain belajar bersama setumpukan buku seperti kakaknya, Pangeran Ergo.

Sudah bisa dibayangkan, datang ke acara seperti ini tidak akan merubah pandangan nona muda bangsawan tentang Putri Erina. Justu memberikan kesempatan mereka untuk membuat lelucon diantara perkumpulan mereka.

Aurora duduk dengan gusar, ia justru merasa bersalah sudah mengundang Putri Erina untuk datang. Aurora terus merutuki dirinya sendiri karena tidak memikirkan kemungkinan seperti ini akan terjadi.

Putri Erina mengerti betapa susahnya berada di posisi Aurora yang polos, tekanan dari para nona bangsawan untuk menghadirkan dirinya di sini, atau dia akan dikucilkan seperti beberapa lady sebelumnya.

Tangan Putri Erina menggenggam tangan Aurora yang gemetar, ia mencoba untuk menenangkan sahabatnya bahwa Putri Erina tidak memikirkan hal buruk tentang Aurora.

Situasi canggung terasa begitu jelas, Belinda yang masih diam mencoba mencari cara agar bisa membalas ucapan Putri Erina.

Tanpa diduga, Evelyn membuka suara. “Bisakah anda menunjukkan kepada kami sihir sederhana?”

Semua orang yang hadir menatap Evelyn dengan tatapan terkejut. Evelyn sangat berani meminta keluarga kerajaan menunjukkan sihir hanya untuk pertunjukan.

Aurora tidak bisa diam untuk permintaan Evelyn yang sudah melewati batas. “Lady Evelyn, apa permintaan anda tidak terlalu sembrono?”

Evelyn tersenyum puas. “Kita semua teman, jadi apa permintaan seperti ini terlalu berlebihan? Bagaimana menurut anda, Putri Erina?” Tatapan Evelyn berpindah dari Aurora menuju Putri Erina.

“Tentu saja saya akan memperlihatkan satu sihir, karena sesuai dengan etika bahwa sihir tidak untuk pertunjukan.” Putri Erina duduk dengan tegap, bersiap untuk membacakan mantra sihir.

Semua orang melihat Putri Erina dengan sangat antusias, bahkan nyaris tidak berkedip. Mereka menahan nafas karena penasaran.

“Da cam fa gan,” ucap Putri Erina, tangannya mengeluarkan guratan cahaya berwana jingga. Seperti petir yang siap meledak di langit.

Tiba-tiba angin bertiup kencang, cahaya jingga di tangan Putri Erina seketika berubah menjadi gumpalan asap. Putri Erina terkejut, ia bertanya-tanya dalam hati, apa yang telah terjadi.

Seketika suara teriakan terdengar, Belinda dan Evelyn berdiri dari kursinya dengan panik. Ujung bawah gaunnya terbakar, mereka mengibaskan gaunnya untuk memadamkan api dan berteriak kebingungan.

“Tolong ambilkan air!” ucap Belinda dengan suara keras dan ketakutan.

“Selamatkan aku!” Evelyn yang juga ketakutan berlari ke sana sini tanpa henti.

Mungkin langit mendengarkan ucapan mereka, seketika hujan turun dari langit yang cerah. Putri Erina menatap langit dengan senyuman sinis. Acara pagi ini berakhir dengan kekacauan dan juga menambah kebencian dari Belinda, Evelyn dan juga lady bangsawan lainnya yang hadir.

Tanpa berpamitan, mereka pergi dari kediaman Duke Vries dengn menatap tajam Putri Erina. Putri Erina bahkan mengabaikan kepergian para nona muda dengn tetap duduk di tempatnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi True Lord

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Rangga terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Davina. Pria itu rela melakukan segala cara demi mencuri perhatian sang wanita impian. Setiap tindakan yang Rangga ambil dirancang khusus untuk memikat hati Davina agar mau membalas perasaannya. Di tengah ambisi tersebut, ia terus berjuang memancing simpati Davina demi mendapatkan cinta yang ia dambakan. Inilah kisah perjuangan seorang pria yang tak kenal lelah mengejar wanita pilihannya dalam balutan romansa modern.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan