Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Triplets Secret Lover

Triplets Secret Lover

Pasca cerai akibat perselingkuhan Hans Graham dengan dua pria, Ann Davis yang hancur bertemu J. Carter, CEO Carter Group. Insiden mabuk berujung pada tawaran pernikahan kontrak setahun demi menghindari Merry Smith. Tak disangka, kesepakatan ini mengungkap misteri kebakaran yang menewaskan ayah Ann. Di tengah intrik Franz Smith dan rahasia kelam sang miliarder, mampukah Ann menemukan cinta sejati dan mengungkap kebenaran di balik pengkhianatan yang ia alami?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ketika Ann membuka matanya kembali, matahari sudah tinggi. Kepalanya berdenyut-denyut ingin pecah. Dia bangun dari ranjang hotel dan menyingkirkan selimutnya. Alangkah terkejutnya ketika dia menemukan dirinya telanjang bulat, tanpa pakaian sedikitpun!

Sialan! Apa yang terjadi semalam?

Bajunya! Di mana pakaiannya? Ann menutup bagian depan tubuhnya dengan selimut dan mencari-cari bajunya. Dia tidak menemukan baju maupun celananya. Dia bahkan tidak tahu di mana bra dan celana dalamnya!

Dengan panik, Ann mencari jubah mandi di dalam lemari pakaian. Untunglah kamar hotel menyediakan jubah mandi itu sehingga dia bisa berkeliaran di dalam kamar hotel dengan bebas. Ann memijit pelipisnya, berusaha mengingat-ingat kejadian semalam. Ingatannya sedikit kabur, karena dia meminum agak banyak alkohol.

Koper Ann masih terkunci dengan rapi dan diletakkan di dekat meja. Ann bermaksud membuka koper itu untuk mengambil barang-barangnya, namun dia menyadari bahwa koper itu masih digembok dengan gembok tambahan secara manual. Dia perlu mencari kuncinya terlebih dahulu yang dia letakkan di dompet.

Iya, benar! Di mana dompetnya? Ann tiba-tiba menjadi pucat dan bergegas mencari dompetnya. Dia tidak menemukannya di manapun. Sialan! Apa ada seseorang mencuri dompetnya? Seluruh uang, kartu kredit, kartu identitas, dan kunci koper ada di sana. Bagaimana ini?

Di atas meja, Ann melihat ponselnya sedang disambungkan ke colokan listrik untuk charge baterai. Oh, untunglah perampok itu tidak mengambil ponselnya. Setidaknya dia masih bisa melakukan transaksi online dan meminta bantuan. Ketika Ann mengangkat ponselnya, ada sebuah pesan tertulis di atas kertas yang ditindih di bawah ponsel.

Ada sebuah kartu nama diletakkan di sana dengan tulisan tangan “Telepon aku!”

Di kartu nama itu ada tulisan nama dan jabatan orang itu, serta alamat kantornya tercetak jelas. Sebuah tulisan tangan menuliskan nomor ponsel orang tersebut.

Mr. J. Carter.

CEO Carter Corporation. CEO Carter Holding Group.

Dengan sedikit gemetar dan tidak sabar, Ann menekan layar ponsel dan menghubungi nomor yang ditulis dengan tulisan tangan. Ini nomor ponsel pribadinya yang tidak diketahui oleh rekan bisnisnya.

[Halo...]

Terdengar suara pria yang terdengar begitu dalam dan berkarisma. Imajinasi liar Ann langsung berkelana mendengar suara yang begitu maskulin dan seksi.

[Halo. Apakah ini Bapak J. Carter?]

[Iya, benar. Siapa ini?]

[Ini Ann. Ann Graham. Maksudku… Ann Davis. Anda menyuruhku mengontak nomor ini.]

Pria di seberang sana menyeringai senang. Dia sudah tahu wanita yang semalam ditemuinya bernama Ann.

[Ya, Ann Davis. Kita bertemu semalam, namun aku baru bisa berkenalan sekarang. Senang mendapat telepon darimu.]

[Di mana dompetku? Apa kamu juga mencuri bajuku?]

[Dompetmu aman bersamaku. Bajumu sudah kucuci di laundry hotel. Mereka akan mengantarkannya ke kamarmu sebentar lagi. Aku akan mengirim sopir dan mobil untuk menjemputmu dalam tiga puluh menit. Bersiaplah untuk makan siang bersama.]

Click. Sambungan ponsel diputus.

Ann bersiap-siap untuk mandi untuk berangkat. Dia tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah pria itu. Dompet miliknya masih berada di pria yang ditemuinya semalam dan dia harus mengambilnya kembali. Aroma maskulin tubuh pria itu tercium di kamar mandi. Mungkin semalam pria itu menggunakan shower, dan wanginya masih tertinggalnya di sana.

Ann dapat membayangkan tangannya menyentuh otot-otot di kulit perut pria itu. Ah, rasanya pasti menyenangkan! Tidak, apa yang kamu bayangkan Ann? Berhentilah berimajinasi yang tidak-tidak.

Sesuai perkataan pria itu, petugas laundry hotel mengantarkan pakaian Ann yang sudah dicuci bersih dan dilipat dengan rapi. Ann mengenakan pakaiannya, dan bersiap turun ke lobi. Resepsionis hotel sudah menelepon Ann ke kamar untuk memberitahu bahwa mobil jemputannya sudah siap menunggu.

Sebuah mobil Maybach hitam seri terbaru menjemput Ann di lobi hotel. Ann naik ke dalam mobil dan sopir mengantarnya ke sebuah restoran ternama dengan gaya barat yang menyediakan daging steak dengan wine terbaik.

Pelayan restoran mengantar Ann ke ruangan privat khusus di bagian dalam restoran, tempat pria itu sudah menunggu Ann sambil memainkan ponsel dengan jemarinya.

“J. Carter?” tanya Ann.

“Hai, Ann. Silakan duduk,” kata J. Carter dengan sopan.

Pelayan segera menyiapkan makanan pembuka untuk mereka berdua, lalu meninggalkan ruangan sambil menutup pintu.

Ann duduk dengan gugup. Pria ini benar-benar tampan. Jantung Ann selalu berdebar-debar bila melihat wajah pria ini.

“Di mana dompetku?” tanya Ann tanpa basa basi.

“Jangan khawatir, aku akan mengembalikannya padamu sesudah makan siang. Mari kita nikmati makanannya dengan santai. Aku ingin mengenalmu lebih jauh,” kata J. Carter.

“Oke, baiklah Pak Carter,” jawab Ann.

“Jace. Panggil aku Jace, Ann. Atau kamu juga boleh memanggilku J,” kata Jace Carter tersenyum. Senyumnya begitu percaya diri dan mempesona.

“Jadi, apa yang terjadi semalam? Apa kamu bisa menjelaskan apa yang terjadi di antara kita dan mengapa aku terbangun tanpa pakaian? Apa kita…” tanya Ann sedikit gugup dan ragu-ragu.

Jace Carter terkekeh. Dia geli mentertawakan sikap Ann yang tampak malu-malu dengan muka memerah. Wanita ini memiliki daya tarik yang membuat Jace ingin bertemu kembali dan mengenalnya lebih jauh.

“Semalam aku membuka pakaianmu dan mengirimnya ke laundry hotel bersama-sama dengan pakaianku. Sebelum pingsan, kamu muntah. Bajumu dan bajuku kotor, sehingga aku harus mengirimnya ke laundry semalam. Petugas housekeeping juga sudah membersihkan muntahannya semalam. Aku pergi mandi, dan sesudah pakaianku kering, aku pergi. Dan, yes, aku membawa dompetmu, karena ingin mengenalmu lebih jauh,” kata Jace Carter dengan nada meminta maaf, meskipun ekspresi wajahnya terlihat jahil dan tidak tampak menyesal.

“Oh, jadi tidak terjadi apa-apa,” kata Ann dengan nada menyesal tanpa sadar.

“Apakah kamu ingin terjadi sesuatu di antara kita, Ann?” goda Jace menikmati wajah Ann yang memerah.

“Tidak, ehm… dompetku. Bisa kembalikan dompetku?” tanya Ann mengalihkan pembicaraan.

“Sesudah makan siang, Ann,” jawab Jace dengan tegas.

“Oke,” kata Ann sambil menikmati sup krim jamur dan makanan pembuka dengan lahap. Perutnya memang sudah lapar sejak tadi, karena dia tidak sempat sarapan.

“Omong-omong, terima kasih sudah menyelamatkanku dari situasi semalam,” kata Jace.

“Sama-sama. Wanita itu, siapamu?” tanya Ann.

“Dia adalah anak dari partner bisnisku. Aku tidak bisa menolaknya dengan kasar, tapi aku sejujurnya terganggu dengan sikapnya. Sebenarnya, aku ingin minta tolong padamu,” kata Jace lagi.

“Minta tolong apa?” tanya Ann.

Pelayan datang untuk menghidangkan makanan utama.

“Apa kamu bisa berpura-pura menjadi kekasihku? Aku akan memberimu tempat tinggal di rumahku. Kita bisa bertunangan lalu menikah kontrak setahun. Kamu juga bisa membalas dendam pada mantan suamimu. Ini tawaran yang menguntungkan kedua belah pihak bukan?” tanya Jace sambil menyeringai lebar.

“Bagaimana kamu? Apa kamu menyelidiki siapa aku?” tanya Ann dengan nada tinggi.

“Iya, aku harus mengetahui dengan siapa aku berurusan. Ann Graham. Kamu baru saja bercerai dengan Hans Graham dan keluar dari rumahnya. Mantan suamimu adalah seorang gay, dan dia menyembunyikan fakta ini darimu. Baru-baru ini kamu memergokinya berselingkuh di belakangmu. Apakah benar?” tanya Jace dengan menyeringai lebar.

“Mengapa kamu mengetahui sedetil itu?” tanya Ann dengan kemarahan tertahan.

“Rileks, Ann. Aku tidak ingin menghina atau merendahkanmu. Sebaliknya, aku akan membantumu. Kamu hanya perlu bekerja sama denganku. Deal?” tanya Jace Carter.

“Apa untungnya buatmu?” tanya Ann curiga.

“Kamu bisa membantuku menyingkirkan Merry Smith. Aku bisa membantumu membalas dendam pada Hans Graham. Omong-omong salah satu kekasih suamimu, Franz Smith adalah kakak kandung Merry Smith,” kata Jace Carter tersenyum menyeringai.

Apa? Merry adalah adik kandung Franz Smith?

“Oke, deal,” jawab Ann tanpa ragu-ragu. Dia menjabat tangan Jace erat-erat.

“Oke, sore nanti sopirku akan menjemputmu di hotel untuk memindahkanmu ke rumahku,” kata Jace.

“Baiklah, aku masih punya waktu untuk menikmati fasilitas hotel dan bersiap-siap. Kembalikan dompetku sekarang. Aku perlu membayar biaya hotel,” kata Ann.

“Tidak perlu. Tagihan hotelmu sudah kubayar dengan kartu kreditku. Silakan gunakan fasilitas hotel sepuasmu. Aku akan menyerahkan dompetmu ketika kita bertemu lagi di rumahku,” kata Jace sambil menyeringai senang.

“Apa kamu tidak percaya padaku?” tanya Ann sambil memicingkan matanya.

“Aku hanya sedikit berhati-hati, Ann. Oiya, satu lagi. Kita harus tampak seperti kekasih di depan publik. Aku ingin Merry benar-benar yakin kita pasangan yang tidak terpisahkan satu sama lain. Kamu harus jadi pacar yang sempurna buat J. Carter,” kata Jace.

“Oh, tentu saja. Aku setuju dengan persyaratanmu,” jawab Ann cepat.

“Kalau begitu bagaimana kalau kita berlatih sedikit?” tanya Jace.

“Berlatih bagaimana?” tanya Ann.

“Seperti ini,” kata Jace. Dia bangkit dari tempat duduknya, lalu menghampiri Ann.

Jace menarik pinggang Ann, dan menempelkan tubuh Ann dengan tubuhnya sendiri. Aroma maskulin yang berbahaya tercium dan membangkitkan gairah Ann. Jace melumat bibir Ann dengan penuh gairah. Dia menyelipkan lidahnya ke dalam mulut Ann, membuat Ann lupa akan sekelilingnya dan tidak ingin melepaskan pria itu lagi.

“Aaah… Jace…” desah Ann penuh kenikmatan. Dia membiarkan tangan Jace menyentuh tubuhnya hingga mengigil penuh gairah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan "Sahabatku"
8.9
Setelah dikhianati di kehidupan sebelumnya, aku terlahir kembali dan menyetujui perjodohan dengan Aldi Noran, seorang putra konglomerat, setelah pacar kedua puluhku terbukti brengsek berkat Melinda Bosna. Namun, kedok Melinda sebagai sahabat karib belasan tahun mulai terbongkar saat ia mencoba menggoda suamiku di sebuah pesta dengan modus menguji kesetiaannya. Tidak lagi naif seperti dulu, aku langsung mempermalukan putri sopirku yang berlagak sosialita itu dan mengungkap niat busuknya yang ingin merebut Aldi dariku.
Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.9
Tujuh kali menikah dan tujuh kali diceraikan oleh pria yang sama membuat perasaan wanita ini mati rasa. Sang suami memanfaatkan pernikahan berulang ini hanya demi melindungi kekasih lamanya dari gosip. Setelah melewati fase histeris hingga kepasrahan mendalam di setiap perceraian, kini sang istri tidak ingin lagi menjadi mainan. Begitu mendengar kabar kepulangan wanita tersebut, ia menyerahkan surat cerai dengan tangannya sendiri dan bersiap pergi selamanya, mengakhiri siklus manipulatif ini.
Sampul Novel Bayangan Cinta Terlarang
8.0
Maya adalah arsitek sukses yang memiliki segalanya, namun hidupnya terasa hampa meski sudah bertunangan dengan Daniel. Segalanya berubah saat ia bertemu Ethan, pengusaha karismatik yang memicu gairah terpendamnya. Mereka terjebak dalam perselingkuhan membara yang penuh risiko. Di tengah kecurigaan Daniel yang mulai menguat, Maya dihantui rasa bersalah. Kini ia harus memilih antara kenyamanan hidup lama atau mengejar cinta terlarang yang bisa menghancurkan dunianya.
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Selama tiga tahun, pengabdian Giselle hanya dibalas kebencian oleh Lucian. Setelah menyerah pada pernikahan yang menyesakkan itu, Giselle bangkit menjadi CEO saingan dengan berbagai identitas rahasia sebagai peretas hingga desainer ternama. Lucian yang awalnya meremehkan justru terobsesi untuk mengejarnya kembali saat rahasia Giselle terungkap. Meski Lucian memohon kesempatan kedua dengan segala cara, bagi Giselle, penyesalan suaminya sudah sangat terlambat.
Sampul Novel PESONA ISTRI YANG TERSAKITI
8.3
Sambil mengelus perutnya, Lina memutuskan pergi dari hidup Dewa Hartono demi janin di kandungannya. Harapannya hancur setelah melihat sang CEO DMC Company itu terlelap bersama wanita lain tanpa busana. Dengan hati hancur, ia mengemasi barang pribadinya dan meninggalkan semua fasilitas mewah pemberian suaminya di atas meja. Lina memilih mundur dan mengakhiri perannya sebagai istri, membawa luka mendalam saat melangkah keluar dari mansion mewah tersebut selamanya.