Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Saat badai topan besar melanda, sahabat dari putri sang protagonis terpaksa menginap karena terjebak di kediamannya. Malam yang dingin itu berubah menjadi penuh ketegangan ketika gadis tersebut menghampirinya dengan wajah merona, meminta mentimun dengan alasan lapar. Namun, penampilannya yang menggoda di balik baju tidur tipis memicu gejolak gairah sang paman. Alih-alih memberi apa yang diminta, ia justru menawarkan sesuatu yang jauh lebih memikat, memulai permainan godaan yang berbahaya di bawah satu atap.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Paman, apa di rumah ada mentimun? Boleh aku pinjam sebentar …?"

Saat badai topan melanda, sahabat putriku terjebak di rumahku.

Malam itu, dengan wajah kemerahan, dia mencariku untuk meminta mentimun, katanya, "Aku cuma agak lapar, ingin makan mentimun untuk mengganjal perut."

Melihat tonjolan kecil di balik baju tidurnya, darahku seketika bergejolak.

Aku sengaja berkata, "Paman punya sesuatu yang jauh lebih enak daripada mentimun di sini."

Namaku Andre Pirga, seorang ayah tunggal.

Tanpa istri, aku merasa sangat tersiksa. Tubuhku ibarat sawah yang lama dilanda kekeringan, sangat mendambakan hujan untuk membasahinya.

Akhir pekan ini, putriku yang masih kuliah membawa sahabat baiknya, Erika Meiri, berkunjung ke rumah.

Rencananya mereka akan kembali ke kampus saat malam.

Tak disangka, badai topan dahsyat tiba-tiba menerjang, dan seluruh wilayah Kota Jilana lumpuh total.

Badai itu menghancurkan ribuan bangunan tanpa ampun, sistem transportasi lumpuh, bahkan tiang listrik tumbang hingga ke akar-akarnya.

Berita di televisi memperingatkan warga untuk tidak bepergian karena di luar sangat berbahaya.

Erika terpaksa harus menginap di rumah kami selama beberapa hari ini.

Awalnya aku mengira dia hanya gadis kecil yang polos, tapi siapa sangka hasratnya jauh lebih besar dariku.

Karena datang terburu-buru, dia tidak membawa pakaian ganti. Setelah mandi di malam hari, dia tidak punya pilihan selain mengenakan baju tidur milik putriku.

Baju tidur itu agak kekecilan, mempertegas lekuk tubuhnya yang molek.

Saat dia keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, tetesan airnya membasahi kain tipis baju tidur itu hingga menjiplak kulitnya.

Jelas sekali dia tidak memakai bra, aku bahkan samar-samar bisa melihat dua "biji ceri" merah di baliknya.

Aku menelan ludah tanpa sadar. Gadis ini punya bentuk tubuh yang luar biasa, ukurannya mungkin sekitar cup D.

Kulitnya putih bersih dan halus. Baju tidur itu hanya menutupi sampai pangkal panggulnya, menonjolkan bentuk bokongnya yang kenyal seperti buah persik.

Dia mengenakan sandal jepit, dengan sepuluh jari kaki yang menggemaskan seperti butiran anggur.

Mataku hampir tidak bisa lepas darinya.

Sebagai pria yang sudah lama menahan gairah, melihat gadis yang tampak segar seperti bunga teratai setelah mandi ini, membuat "tenda kecil" di bawah sana langsung berdiri tegak.

Namun karena putriku ada di sampingku, aku hanya bisa menahan diri dan memalingkan wajah ke arah televisi.

Erika duduk di sampingku untuk menonton TV bersama.

"Paman, maaf sudah merepotkan. Badai topan ini datang di waktu yang nggak tepat, jadi aku terpaksa menumpang di sini."

Dua kaki jenjangnya berada tepat di depan mataku. Celah di antara pahanya penuh dengan godaan yang membuat siapa pun ingin membukanya dengan paksa.

Belum lagi aroma harum khas gadis muda yang menusuk hidung.

Aku menahan diri dan berkata dengan tenang, "Nggak apa-apa, Paman justru senang kamu bertamu ke sini."

Putriku yang duduk di sisi lain ikut menyahut sambil tersenyum, "Sekarang Erika bisa menemaniku main selama beberapa hari."

Aku berdiri mengambil baju ganti dan bergegas ke kamar mandi.

"Aku juga mau mandi sebentar."

Begitu sampai di kamar mandi, aku melihat tumpukan pakaian di dalam bak.

Itu adalah baju yang dipakai Erika tadi siang. Karena penasaran, aku mengambil satu dan menghirup aromanya.

Wangi tubuhnya masih tertinggal di sana.

Yang membuatku semakin bergairah adalah di bagian bawah tumpukan itu, terdapat bra dan celana dalam.

Dia tidak membawa baju ganti, yang berarti di balik baju tidurnya saat ini, dia benar-benar polos tanpa dalaman!

Mengingat dia baru saja duduk di sampingku dengan baju tidur sependek itu, api di perut bawahku berkobar seketika.

Erika ini benar-benar berani, seolah tidak takut tubuhnya tersingkap.

Aku mengambil celana dalam kotor itu. Ada noda kuning di sana, yang pasti adalah cairan pribadinya.

Aku tidak bisa menahan diri lagi. Memanfaatkan situasi saat mereka tidak memperhatikan, aku membungkus milikku dengan celana dalam itu dan mulai memuaskan diri.

....

Sudah lama tidak menyentuh wanita membuatku sangat haus.

Ditambah lagi tekstur celana dalam yang halus itu, membuatku mencapai puncak dengan cepat.

Saat tubuhku bergetar, aku tidak sengaja mengotori celana dalam tersebut.

Melihat noda yang kutinggalkan, aku panik. Akan gawat kalau Erika sampai tahu.

Aku segera menyembunyikan celana dalam itu di tengah tumpukan baju lain, berniat mencucinya besok bersama yang lain di mesin cuci.

Setelah mandi air panas, aku keluar hanya dengan balutan handuk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku
8.6
Setelah dipaksa mendonorkan jantungnya demi cinta pertama suaminya, seorang ibu sekarat di koridor rumah sakit. Putranya yang berusia enam tahun memohon pertolongan sang ayah hingga tiga kali, namun hanya menerima penolakan dingin dan kekerasan. Demi menyelamatkan ibunya, bocah itu rela menggadaikan kalung pelindung umurnya kepada perawat. Namun, saat kamar perawatan disiapkan, cinta pertama suaminya justru memblokade ruangan tersebut untuk anjing peliharaannya atas perintah sang suami.
Sampul Novel Jangan Main-Main Dengan Dia
8.9
Yolanda dibuang ke desa terpencil setelah tahu ia hanya dijadikan alat bisnis oleh orang tua angkatnya. Tak disangka, ia justru menemukan jati diri sebagai pewaris keluarga konglomerat yang sangat berpengaruh. Meski dihujani kasih sayang, ia harus menghadapi kecemburuan adiknya. Yolanda pun bangkit membalas dendam dengan bakatnya yang luar biasa. Pesonanya memikat seorang miliarder ternama yang kini memojokkannya demi mengungkap rahasia besar Yolanda.
Sampul Novel KEPINCUT PREMAN SALEH
8.9
Reyhan, preman urakan yang dikenal sebagai Reynold, jatuh hati pada Farhana, putri Pak Haji yang baru pulang dari pesantren. Namun, jalan cintanya terjal karena harus bersaing dengan Ustaz Usman yang alim dan populer. Reyhan pun bertekad mengubah diri demi sang pujaan, meski ia harus babak belur menghadapi hadangan Razaq dan Raziq, kakak kembar Farhana yang protektif. Mampukah si preman kampung ini mengalahkan sang ustaz dan meluluhkan hati keluarga Farhana?
Sampul Novel Kompilasi Cerpen Dewasa
9.1
Antologi ini menyajikan kumpulan cerita pendek romansa dewasa yang mengeksplorasi lika-liku hubungan penuh gairah. Menampilkan berbagai karakter dari latar belakang profesi berbeda, pembaca akan dibawa menyelami pengalaman intim yang emosional bersama pasangan mereka. Setiap kisahnya dibumbui konflik tajam antara tokoh protagonis dan antagonis yang mendebarkan. Selain menghibur, narasi di dalamnya memberikan wawasan tentang dinamika cinta dan pesan moral yang bermakna bagi setiap pembaca.
Sampul Novel Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
9.4
Marcel menjalani hidup penuh hinaan sebagai menantu yang dipaksa memakan sisa hidangan keluarga istrinya di lantai. Penindasan kejam dari Shirley dan kerabatnya membuat Marcel putus asa hingga ia nekat menenggak formula rahasia peninggalan orang tuanya. Bukannya tewas, cairan itu justru membangkitkan kekuatan luar biasa dalam dirinya. Kini, sang ahli obat yang dulunya dianggap sampah telah bangkit untuk membalikkan keadaan. Akankah mereka yang merendahkannya bersujud memohon ampun?
Sampul Novel Mengejar Cinta Calon Janda
8.2
Akibat pengaruh alkohol, Rajendra Christian Darius terlibat dalam malam penuh gairah dengan Arawinda Divya Jovanka. Meski mulai jatuh hati, Darius harus menghadapi kenyataan pahit bahwa perempuan itu telah bersuami. Ia terus memantau kehidupan Divya hingga menemukan fakta bahwa pernikahan pujaan hatinya sedang di ambang kehancuran. Kini, Darius memilih setia menunggu di balik bayang-bayang, siap menjadi sandaran saat Divya resmi menyandang status janda nanti.