Sampul Novel Tiga Puluh Hari Sebelum Bercerai

Tiga Puluh Hari Sebelum Bercerai

9.2 / 10.0
Dalam Tiga Puluh Hari Sebelum Bercerai, Arga menghadapi syarat tak terduga dari Naima sebelum menikah lagi. Romance novel ini mengungkap rahasia besar yang selama ini tersembunyi. Ikuti misteri di balik keputusan Naima dalam modern novel yang penuh intrik dan pilihan sulit ini.
Ringkasan Tiga Puluh Hari Sebelum Bercerai
Arga berniat meminang kembali mantan tunangannya yang sempat menghilang. Sang istri, Naima, memberikan restu dengan satu syarat: waktu tiga puluh hari sebelum mereka resmi berpisah. Namun, alih-alih merasa bahagia, Arga justru dihadapkan pada serangkaian kenyataan mengejutkan yang selama ini tersimpan rapat. Satu per satu rahasia Naima mulai terkuak, membuat Arga ragu. Akankah ia tetap melanjutkan rencana pernikahannya setelah kebenaran itu terungkap?
Baca Selengkapnya

Tiga Puluh Hari Sebelum Bercerai Bab 1

"Tiga puluh hari saja, mas. Setelah Alifah genap tujuh tahun, aku siap untuk bercerai denganmu." Hanya itu permintaan Naima sebelum berpisah dengan suaminya. Mendengar hal tersebut Arga menghela napas.

"Tidak ada permintaan lain, selain itu." Arga menatap mata sendu istrinya. Wanita yang ia nikahi delapan tahun lalu.

"Tidak ada, hanya itu saja." Naima menggeleng. Setiap ucapan yang keluar terasa begitu ringan tanpa ada beban. Arga pikir dengan ia meminta ijin untuk menikah lagi, Naima akan marah dan berteriak histeris. Tapi ternyata Arga salah, justru sang istri memberinya ijin, dan hanya meminta waktu tiga puluh hari. Entah apa yang akan Naima lakukan selama tiga puluh hari itu.

Arga masih teringat ketika meminta ijin untuk menikah lagi, saat itu Naima hanya tersenyum lalu berkata. Akan menjawabnya tiga hari kemudian, dan ini adalah dari istrinya. Memberinya ijin untuk menikah, tetapi Naima meminta waktu tiga puluh hari sampai putri mereka genap tujuh tahun.

"Naima, mas mau ngomong sesuatu sama kamu," ucap Arga. Lelaki berkemeja putih itu melangkah menuju ranjang, lalu menjatuhkan bobotnya di sana. Malam itu Arga baru saja pulang dari kantor.

"Mau ngomong apa, mas? Ngomong aja." Naima mengikuti langkah suaminya, ia pun ikut menjatuhkan bobotnya di sebelah Arga.

"Naima, mas meminta ijin untuk menikah lagi. Apa kamu akan mengijinkan." Ucapan yang terlontar dari mulut suaminya mampu membuat Naima terdiam sejenak. Lalu wanita itu tersenyum, dan hal tersebut membuat Arga merasa heran.

"Tolong beri aku waktu tiga hari untuk menjawabnya, mas." Naima berkata dengan tenang dan juga senyum tetap menghiasi bibirnya. Sungguh Arga merasa bingung dan juga heran dengan sikap istrinya yang begitu tenang. Ia pikir Naima akan marah, memaki dirinya dan mungkin menangis histeris.

Tapi ternyata dugaan Arga salah, Naima begitu tenang dan juga tegar, bahkan wanita itu masih bisa tersenyum padahal suaminya meminta ijin untuk menikah lagi. Jika perempuan lain mungkin sudah berteriak dan juga mengamuk, namun tidak dengan Naima. Entah terbuat dari apa hati istrinya itu, sehingga tetap bersikap tenang meski badai tengah menerpa rumah tangganya.

"Mas, sarapan dulu. Katanya hari ini ada meeting." Ucapan yang terlontar dari mulut Naima mampu membuat Arga tersadar dari lamunannya. Seketika lelaki itu menoleh, pandangan mata keduanya saling bertemu.

"Iya, sebentar lagi mas turun." Arga mengangguk. Lalu bergegas turun ke bawah, di mana istri dan putrinya sudah menunggu.

Suasana meja makan begitu hening, kehangatan yang biasa Arga rasakan sebelumnya seketika lenyap bak diterpa oleh angin. Naima memilih untuk diam dan menikmati sarapannya, namun tidak dengan Arga. Justru rasa lapar yang sedari tadi ia rasakan seketika hilang.

***

Dua hari telah berlalu, sejak Naima memberikan jawaban jika Arga boleh menikah lagi. Lelaki itu merasa ada yang kurang, meski sang istri masih melakukan kewajibannya seperti biasanya. Namun tetap saja ada yang kurang, entahlah Arga seperti menyesali akan keputusannya. Tapi semua itu harus Arga lakukan karena suatu hal.

"Sini, mas aku bantu." Naima mengambil dasi dari tangan suaminya. Lalu dengan cekatan wanita itu memasangnya di leher suaminya, Arga menggunakan kesempatan ini untuk memandang wajah ayu sang istri.

"Sudah selesai, sarapannya di bawah sudah siap. Em, hari ini aku ijin untuk berangkat lebih awal ya, kasihan Alifah kalau kesiangan," ungkap Naima seraya membantu sang suami memakai jasnya.

"Kamu enggak sarapan dulu." Arga mencekal pergelangan tangan Naima ketika wanita itu hendak melangkah.

Naima tersenyum. "Aku belum lapar, mas. Ya sudah aku juga mau siap-siap."

Arga terus memandangi istrinya yang tengah bersiap-siap untuk pergi bersama dengan putrinya. Hari ini adalah jadwal Alifah untuk melakukan kemoterapi, bocah yang usianya belum genap tujuh tahun itu harus berjuang melawan penyakitnya.

"Mas aku pergi sekarang ya, assalamu'alaikum." Naima mencium punggung tangan suaminya.

"Wa'alaikumsalaam, hati-hati di jalan. Maaf karena mas tidak bisa menemani kalian," ucap Arga.

Naima tersenyum. "Tidak apa, bukankah kami sering pergi berdua. Lagi pula hari ini kamu dan Arin akan fitting baju kan. Ya sudah aku pergi sekarang."

"Bisa-bisanya Naima tersenyum seperti itu. Padahal hari demi hari yang terlewati ini, akan terus berkurang. Dan itu artinya hanya waktu yang tersisa saja, di mana kami masih bisa bersama," gumamnya. Arga benar-benar dibuat bingung oleh sikap istrinya sendiri.

Setelah itu Arga memutuskan untuk segera bersiap dan pergi. Namun tiba-tiba matanya tidak sengaja melihat ada sebuah buku yang tergeletak di lantai, tepatnya di depan lemari pakaian milik istrinya. Karena penasaran Arga mengambil buku tersebut, lalu membukanya.

Arga cukup terkejut ketika melihat isinya, dalam buku tersebut tertulis sebuah daftar. Mulai dari biaya operasi caecar, biaya operasi pengangkatan rahim, lalu biaya nafkah selama lima tahun. Dan itu sudah termasuk biaya sekolah Alifah. Sejujurnya Arga cukup bingung dengan daftar itu, tapi dari tulisannya tertera jika itu tulisan sang istri.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tiga Puluh Hari Sebelum Bercerai

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CANDU CINTA CEO AROGAN
9.7
Erlan Levin adalah CEO sukses di Jakarta yang terus menghindar dari desakan menikah keluarganya. Namun, hidupnya berubah total saat ia tertangkap basah berada di satu kamar dengan gadis asing. Terjepit situasi memalukan ini, ia terpaksa menikahi wanita yang sangat disukai keluarganya itu. Kini, sang istri harus berjuang memenangkan hati Erlan yang dingin. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, atau ia hanya akan menjadi sosok yang terabaikan?
Sampul Novel GAIRAH ISTRI SATU MILIAR
8.6
Hidup Sinta Maheswari hancur setelah ayahnya menjual dirinya demi melunasi utang dan biaya medis sang ibu. Ia dipaksa menikah dengan putra keluarga konglomerat berkuasa yang memperlakukannya bak budak tanpa nurani. Di tengah penderitaan tanpa cinta, Sinta justru hamil, membawa kegembiraan bagi keluarga besar namun tidak bagi suaminya yang kejam. Kini, Sinta harus berjuang keras mencari cara agar pria berhati iblis itu bisa benar-benar mencintainya.
Sampul Novel Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
7.8
Nek Syam mengalami kepedihan mendalam setelah diusir oleh Jannah, putri kandungnya, hanya karena menginginkan gulai daun singkong. Merasa terhina di rumah sendiri, ia memilih pergi dan berlindung di kediaman putra bungsunya, Ahmad. Mengetahui perlakuan buruk sang kakak terhadap ibu mereka, Ahmad pun naik pitam. Ia langsung bertindak tegas dengan membawa bukti kepemilikan tanah dan balik mengusir Jannah dari rumah tersebut sebagai pembalasan.
Sampul Novel Menikahi Taipan Misterius
9.3
Bertahun-tahun Amelia mengejar cinta Jako, namun pria itu justru memintanya berlutut demi wanita lain. Muak dengan penghinaan tersebut, Amelia melepaskan cincin tunangannya dan memilih berpaling. Tak disangka, ia segera menikah dengan seorang miliarder misterius hingga fotonya viral. Jako yang terbakar cemburu menuduhnya hanya ingin balas dendam. Namun, sang taipan justru membela Amelia dengan tegas dan menyebut peran sebagai pelindungnya adalah sebuah kehormatan.
Sampul Novel Menjadi isteri pengganti
7.9
Kelalaian Ameera akibat kekasih toxic-nya berujung maut bagi Ambeera, saudari kembarnya yang tengah hamil. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi Liam, suami Ambeera, yang terpuruk dalam depresi. Demi memulihkan kondisi Liam, Ameera terpaksa menjadi istri pengganti. Namun, setelah Liam siuman dan menyadari kenyataan, ia justru meluapkan kebencian. Kini, Ameera harus bertahan menghadapi kekerasan fisik dan verbal dari pria yang sangat membencinya.
Sampul Novel Wanita Penakluk Direktur Muda
8.0
Demi memulihkan martabatnya, Raellyn nekat mengancam Arnav, direktur hiburan ternama, dengan pisau lipat. Ia menuntut pertanggungjawaban atas pengkhianatan adik Arnav, Arsene, yang mengingkari janji pernikahan mereka. Namun, Arnav bukanlah pria lemah yang mudah ditekan. Melihat peluang untuk memenuhi tuntutan mencari istri, Arnav justru menawarkan pernikahan kepada Raellyn. Meski motifnya hanya uang, Arnav bertekad mendapatkan kompensasi setimpal dari Raellyn.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan