Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tiga Miliar Untuk Semalam

Tiga Miliar Untuk Semalam

Selena terjepit utang tiga miliar setelah ayahnya wafat dan ibunya sakit parah. Demi menyelamatkan rumah dan nyawa sang ibu, gadis berusia 22 tahun ini terpaksa menerima tawaran nekat untuk menjual diri. Di sebuah hotel mewah, ia bertemu pria berkuasa yang dingin dan misterius. Namun, satu malam itu bukan sekadar transaksi singkat, melainkan awal dari pusaran konflik cinta rumit dan rahasia kelam yang mengubah seluruh takdir hidupnya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hujan baru saja reda ketika Selena duduk di ruang tamu rumah kecil peninggalan ayahnya. Bau tanah basah menyelinap masuk dari jendela yang tak tertutup rapat, bercampur dengan aroma kayu tua yang sudah mulai lapuk. Tangannya gemetar menggenggam selembar kertas tagihan, matanya menatap kosong pada angka yang tertera di sana.

"Tiga miliar," gumamnya pelan, hampir tak percaya.

Tiga miliar. Jumlah yang mustahil untuk dimiliki seorang gadis berusia dua puluh dua tahun yang bahkan baru saja dipecat dari pekerjaannya sebagai kasir supermarket.

Dari kamar belakang, terdengar suara batuk berat. Selena buru-buru bangkit, meletakkan kertas itu di meja, lalu masuk ke kamar kecil yang lembap. Di ranjang sederhana, ibunya terbaring lemah dengan tubuh yang semakin kurus dari hari ke hari.

"Selena..." suara ibunya lirih, nyaris tak terdengar. "Kamu sudah makan? Jangan hanya mengurus ibu."

Selena memaksa tersenyum, duduk di tepi ranjang, dan menggenggam tangan ibunya yang dingin. "Aku sudah makan, Bu. Ibu jangan khawatir."

Padahal kenyataannya, perutnya sudah kosong sejak pagi. Ia lebih memilih menyimpan sisa uang receh untuk membeli obat batuk ibunya.

Batuk itu kembali menyerang, membuat tubuh sang ibu terguncang hebat. Selena cepat-cepat mengambil gelas air hangat yang tadi ia siapkan. Matanya berkaca-kaca melihat ibunya berjuang untuk sekadar bernapas.

Dalam hati, ia tahu penyakit ibunya semakin parah. Dokter sudah lama menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, tapi bagaimana mungkin? Mereka bahkan tak sanggup membayar tunggakan listrik bulan lalu.

"Bu, maafkan aku," bisiknya sambil membelai rambut ibunya. "Andai Ayah masih ada, mungkin semuanya tak seberat ini."

Ibunya hanya tersenyum lemah, lalu memejamkan mata kembali.

Malam itu, Selena duduk sendirian di dapur yang remang. Lampu gantung redup berayun pelan diterpa angin dari celah jendela. Di hadapannya, tumpukan kertas-tagihan, surat peringatan dari bank, hingga ancaman penyitaan rumah.

Satu persatu ia baca ulang, meski ia sudah hafal setiap kalimat di dalamnya.

"Bagaimana caranya aku bisa dapat tiga miliar?" pikirnya.

Ia mencoba mencari solusi. Pinjam ke kerabat? Mustahil, mereka pun hidup pas-pasan. Menjual rumah? Itu satu-satunya tempat tinggal mereka. Menjual dirinya bekerja di pabrik? Upahnya tak akan cukup meski ia bekerja seumur hidup.

Air matanya menetes tanpa ia sadari.

Saat itulah ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari sahabat lamanya, Rina.

"Len, aku dengar kabar kamu lagi kesulitan. Aku... sebenarnya tahu cara cepat dapat uang. Tapi aku nggak yakin kamu mau."

Selena mengerutkan kening. Ia membalas singkat:

"Cara apa?"

Tak lama kemudian, balasan muncul.

"Ada orang kaya. Dia butuh 'teman' untuk satu malam. Bayarannya besar, bisa lunasi hutangmu. Tapi... kamu tahu maksudku kan?"

Jantung Selena berdegup kencang. Tangannya kaku memegang ponsel. Ia membaca ulang pesan itu berkali-kali, seolah berharap maknanya berubah.

Tapi jelas, Rina sedang menawarkan sesuatu yang tabu. Menjual kehormatan.

Keesokan paginya, Selena menatap wajah ibunya yang masih tertidur. Tubuh kurus itu, napas yang tersengal, dan rumah yang hampir disita... semuanya terasa seperti tali jerat di lehernya.

Air mata kembali jatuh. Hatinya berperang hebat.

Apakah ia harus melangkah sejauh itu? Menjual dirinya demi uang?

Namun apa lagi yang bisa ia lakukan?

Ketika ibunya batuk keras hingga hampir pingsan, Selena akhirnya membuat keputusan. Dengan tangan gemetar, ia membalas pesan Rina.

"Aku mau. Atur waktunya."

Hari itu hujan turun lagi, lebih deras dari malam sebelumnya. Selena berdiri di depan sebuah hotel mewah di pusat kota. Tubuhnya terasa kaku dalam gaun pinjaman dari Rina. Gaun hitam sederhana yang menempel pas di tubuhnya, membuatnya terlihat berbeda dari biasanya.

"Tenang saja, Len," bisik Rina yang berdiri di sampingnya. "Aku sudah sering dengar. Orang itu cuma butuh ditemani semalam. Setelah itu, kamu bebas. Dan kamu bisa bawa uangnya."

Selena menelan ludah. "Siapa dia?"

Rina mengangkat bahu. "Aku juga nggak tahu namanya. Yang jelas dia... sangat berkuasa. Jadi jangan macam-macam. Lakukan saja, lalu pulang."

Dengan langkah gemetar, Selena memasuki hotel itu. Aroma parfum mahal bercampur dengan suara sepatu hak tinggi yang berderap di lantai marmer. Ia merasa kecil, asing, dan hina di tempat semewah ini.

Seorang pria bersetelan hitam mendekat. "Nona Selena?" tanyanya datar.

Selena mengangguk pelan.

"Silakan ikut saya. Tuan sudah menunggu."

Jantungnya seperti ingin meledak. Setiap langkah terasa berat, seakan ia sedang berjalan menuju jurang.

Pria itu membawanya ke lantai paling atas. Sebuah pintu besar terbuka, memperlihatkan ruangan luas dengan jendela kaca yang menampilkan pemandangan kota penuh lampu.

Dan di sana, berdiri seorang pria.

Tinggi, berwibawa, dengan sorot mata dingin yang tajam menusuk.

Selena terpaku.

Inilah pria yang akan membeli malamnya dengan harga tiga miliar.

"Selena, ya?" suara pria itu berat, dalam, dan penuh kuasa.

Selena hanya bisa mengangguk, tubuhnya gemetar.

Pria itu menatapnya lama, lalu tersenyum tipis. "Baik. Malam ini kau milikku."

Kata-kata itu menusuk seperti belati. Selena merasa seluruh harga dirinya direnggut habis. Tapi ia tak punya pilihan. Demi ibunya, demi rumahnya, ia harus menjalani semuanya.

Malam itu, hidupnya hancur.

Dan ia tak pernah tahu, luka itu akan meninggalkan rahasia besar yang akan mengubah segalanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun Laura mengabdi sebagai istri yang penurut, namun Nikolas Riyadi justru membalasnya dengan dingin karena wanita lain. Sadar pengorbanannya sia-sia, Laura akhirnya memilih bercerai. Kabar kembalinya status lajang sang ahli waris kaya ini langsung menggemparkan publik, memicu persaingan para CEO tampan untuk meminangnya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau tetap pergi meninggalkan masa lalunya?
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana berubah drastis saat sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria itu merasa Ana adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuknya, bahkan hanya masakan Ana yang bisa diterima oleh perutnya. Di tengah kesibukan Bella, dia justru memilih Ana untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun, Ana merasa bimbang karena dirinya masih berstatus sebagai siswi sekolah. Akankah Ana menerima pinangan pria kaya tersebut demi masa depannya yang penuh tanda tanya?
Sampul Novel Gadis Cantik Milik Mafia
8.8
Sephi, gadis gigih yang diusir bibinya akibat fitnah kejam, berusaha bangkit demi mengubah nasib. Takdir mempertemukannya dengan Aldo, CEO dingin sekaligus pemimpin kriminal berpengaruh di Eropa, saat wawancara kerja. Aldo yang tak tersentuh dan hanya peduli pada keponakannya, mulai merasakan getaran cinta pertama melihat ketulusan Sephi. Akankah pesona Sephi meluluhkan hati sang mafia yang kaku? Simak kisah penuh ketegangan dan perubahan hidup yang tak terduga.
Sampul Novel Jangan Hancurkan Hatiku
8.2
Evelyn Carter dianggap wanita paling beruntung saat dipersunting Victor Blake, pewaris aristokrat Beaumont yang berjanji melindunginya meski ia memiliki kekurangan fisik. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Evelyn mengungkap fakta kelam bahwa suaminya sendiri yang menyebabkan cacat pada kakinya. Merasa dikhianati oleh pria yang sangat ia percayai, Evelyn kini bertekad bangkit dari keterpurukan dan memulai lembaran hidup baru demi membalas semua kepedihannya.
Sampul Novel Modus Tuan Muda
8.5
Mona Latea terjebak dalam nasib malang saat terpaksa menggantikan posisi kakaknya, Elisa, yang menolak perjodohan keluarga. Kini, ia harus melayani seorang tuan muda yang ternyata hanyalah pria manja dengan tingkah menyusahkan seperti bayi besar. Tanpa bayaran sepeser pun, Mona harus menghadapi hari-hari penuh tekanan demi memenuhi tanggung jawab tersebut. Kisah romansa dewasa ini penuh intrik antara pengabdian paksa dan pesona sang tuan muda yang manipulatif.
Sampul Novel My Hot Daddy
8.7
Terdesak masalah ekonomi, Joanna terpaksa mengambil keputusan drastis dengan menjadi sugar baby bagi Regan. Pria itu memberikan satu syarat mutlak: hubungan mereka tidak boleh melibatkan perasaan. Namun, di tengah kemewahan tersebut, Joanna mendengar rahasia gelap mengenai jati diri Regan yang sebenarnya. Kini, ia terjebak dalam dilema antara bertahan demi uang atau mengikuti kata hati. Akankah benih cinta tumbuh meski sejak awal telah dilarang?