Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Trued of Love

The Trued of Love

Waktu takkan terulang, begitu pula alur kehidupan Aubrey Calandre. Tumbuh besar sebagai yatim piatu, ia menjadi sosok tomboy yang dingin dan menutup diri dari dunia luar. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Dominique Hameed. Pria kaku itu bagaikan cermin bagi kepribadian Aubrey sendiri. Rentetan peristiwa tak terduga terus menyatukan mereka, perlahan menarik Aubrey keluar dari kesendiriannya. Mampukah sang Raja Es mengisi kekosongan hati Aubrey dengan cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 1

Helaan panjang terlepas dari mulut Aubrey begitu saja. Dia merutuki dirinya karena melupakan bahwasanya festival yang berlangsung hari ini di kota New Orleans akan makin ramai orang ketika malam menjelang.

Festival Mardi Gras yang berlangsung setiap tahunnya di kota New Orleans itu selalu tampak meriah. Parade tersebut diramaikan oleh warga lokal dan turis yang ingin melihat kendaraan hias yang telah didesain seindah mungkin oleh para seniman.

Kegiatan itu berlangsung dari hari Minggu sampai hari Rabu abu untuk menyambut masa prapaskah. Mardi Gras sendiri memiliki arti selasa gemuk – yang pada hari itu orang-orang merayakannya dengan makanan-makanan berlemak.

“Aduh, salah jalan lagi. Seharusnya aku tidak mengambil jalan ini, begitu banyak orang. Bagaimana sepeda motorku ini bisa melalui kerumunan ini, ya?” Aubrey bergumam kepada dirinya sambil berpikir keras untuk memecahkan kerumunan atau balik arah mengambil jalan yang lain.

“Hei, Crazy girl, sedang apa kau melamun di situ, cepat minggir, jangan halangi jalan kami.” Seorang gadis dengan pakaian seksi mengumpat Aubrey.

“Sudah Cass, jangan marah-marah. Bagaimana kalau gadis cantik ini, ajak bergabung bersama kita saja melewati pesta malam ini,” ucap pria tampan di samping wanita tadi dengan wajah penuh bekas lipstik.

Aubrey dengan pandangan jijik tanpa menghiraukan percakapan yang terjadi segera menyalakan motor dan hendak berlalu dari hadapan mereka.

“Hei, Gadis sombong. Aku sedang berbicara denganmu. Kau mau ke mana, hah?” tanya pria itu lagi sambil memegangi setang motor Aubrey.

“Aku tidak kenal siapa kalian, berhentilah mengganggu dan biarkan aku pergi atau kau mau rasakan akibatnya.” Aubrey dengan marah menghempaskan tangan pria tersebut.

“Sudahlah Ton. Kita akan bersenang-senang malam ini, jangan cari keributan. Nanti juga akan banyak wanita yang akan menemanimu di café sana,” ucap Dominique menenangkan Tony.

Dominique, Tony, dan Cassandra berencana akan menghabiskan malam itu untuk menikmati Festival Mardi Gras yang diselenggarakan di sepanjang jalan New Orleans, Louisiana. Acara kostum, pelemparan manik-manik, dan pesta dansa malam itu berlangsung sangat meriah.

Akhirnya, Tony pun membiarkan Aubrey pergi. Meskipun, ada rasa kesal yang bergumul di dada karena penolakan Aubrey. Dia pun bersama Cassandra dan Dominique pergi ke sebuah kafe yang telah mereka pesan di pinggir sungai Mississippi.

Aubrey memarkirkan motornya di Kafe Young Avenue Deli. Dia masuk dan mencari tempat duduk yang menghadap ke arah sungai dan langsung memesan makanan untuk mengisi perutnya yang sudah lapar, selain menghindari keramaian di sepanjang jalan New Orleans karena parade Mardi Gras, Aubrey pun memutuskan untuk menikmati suasana di pinggiran sungai Mississippi melalui café tersebut.

Kebetulan yang sangat tidak terduga, kekesalan dan kekecewaan Tony terjawab sudah. Dia dan kedua temannya memasuki kafe yang sama dengan Aubrey. Saat memasuki kafe tersebut Dominique sudah langsung dapat mengenali pemilik rambut ikal yang duduk di sudut Kafe.

“Tampaknya, Tony akan kembali menggila bila mengetahui wanita yang tadi dia incar ada di sini,” gumam Dominique.

“Damn, wanita itu lagi,” umpat Cassandra.

Tony yang mendengar umpatan Cassandra, sontak langsung menoleh dan melihat apa yang tengah dilihat Cassandra. Senyum lebar terbit di mulut Tony. Dia pun bergegas menghampiri Aubrey yang tengah duduk di sudut kafe.

“Hello, kita bertemu lagi. Tampaknya kita berjodoh, see kau lihat buktinya.” Tony dengan percaya diri menggoda sambil membentangkan tangannya.

“Kau mengikutiku. Tidak ada hal lain-kah yang dapat kau lakukan selain menggangguku.”

“Relax, baby. Aku hanya ingin tahu namamu. Kau ‘kan sudah tahu siapa aku, rasanya tidak adil kalau hanya kau yang mengetahui tentangku.”

Aubrey tampak malas meladeni ocehan Tony. Dia menghela napas dan tidak mengacuhkan keberadaannya.

“Stop please, biarkan aku memakan hidangan dengan tenang, oke!”

“Hei, kau tinggal sebutkan namamu dan aku pasti akan diam. Untuk menunggu semua itu, maka aku akan tetap berada di sini, oke.”

Dominique dan Cassandra hanya memperhatikan kelakuan Tony dari jauh. Mereka pun langsung menuju tempat duduk yang telah mereka pesan.

“Cass, apakah sepupumu itu tidak akan menggila. Tampaknya dia sudah sangat mabuk. Aku takut kebiasaan buruknya yang suka mengacau ketika mabuk akan menghancurkan malam kita ini.” Dominique menghela napas panjang.

“Entahlah, biarkan saja. Yang penting kamu di sini menemaniku.” Cassandra menyentuh tangan Dominique dengan sedikit menggoda.

Dominique tampak risih duduk hanya berdua dengan Cassandra. Sebab dia tahu bahwa wanita itu akan terus menggoda dirinya sepanjang malam. Meskipun berkali-kali penolakan yang Dominique berikan, tidak pernah menyurutkan hati Cassandra untuk terus mendekati.

Dominique diam-diam memperhatikan Aubrey dari jauh. Gadis tomboy yang memiliki aura yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata itu mampu mengetuk sedikit es di dalam hatinya. Dia juga tampak jengah melihat kelakuan Tony yang terus menerus mencoba merayu Aubrey.

Merasa seperti sedang diperhatikan dari kejauhan. Aubrey sedikit menoleh ke arah Dominique, mata mereka sekilas bertemu. Ada rasa aneh yang menelusup di relung hati Aubrey. Rasanya seperti teriris diikuti dengan debaran yang tiba-tiba muncul.

Seketika Aubrey memalingkan wajahnya menghindar dan menatap sungai di depannya. Ocehan demi ocehan yang keluar dari mulut Tony tampak terdengar seperti dengungan lebah di telinganya.

‘Siapa pria yang bersama orang gila ini. Mengapa ada rasa yang aneh di sini?’ gumam dalam hati Aubrey sambil memegang dadanya.

“Hei, Baby. Are you okay? Ada yang sakitkah?” Tony bertanya memecah lamunan Aubrey.

“Kau tidak lelah menggangguku. Akankah sepanjang malam kau akan terus melakukan kegilaan ini?” tanya Aubrey kepada Tony dengan geram.

Tony mengibaskan tangannya di udara dan seketika dia terjatuh dengan kepala mendarat di atas tubuh Aubrey. Aubrey yang tampak terkejut langsung memegangnya. Dia pun langsung menatap dan melotot ke arah meja yang diduduki Dominique dan Cassandra, untungnya saat itu Dominique sedang memperhatikan Tony. Kemudian Aubrey mengisyaratkan untuk mereka mengurus Tony yang tiba-tiba pingsan.

Dominique yang melihat kejadian itu pun langsung berdiri dan hendak menolong Tony atau mungkin Aubrey. Cassandra yang melihat gelagat Dominique, langsung menahan tangannya. Dia tidak mau nanti Dominique berurusan dengan Aubrey.

“Hei, Kalian. Cepat tolong teman kalian ini, atau mau aku lempar tubuhnya yang berat ini ke sungai itu!” teriak Aubrey sambil berusaha menahan tubuh Tony agar kepalanya tidak jatuh menghantam lantai.

Dominique gegas berlari menghampiri mereka dan mengambil tubuh Tony. Tanpa sengaja tatapan mata Dominique dan Aubrey bertemu. Dari jarak sedekat itu dapat terlihat iris mata yang dimiliki Dominique hampir sama dengan yang dimiliki Aubrey. Seperti melihat cermin, itulah yang terbesit oleh keduanya.

“Hei, Crazy girl. Kau berniat menggoda dua pria sekaligus, ya, untuk menemanimu malam ini?” Cassandra yang berada di belakang Dominique menyela kegiatan mereka yang saling bertatapan.

Aubrey mengepal tangan kanannya, tampak menahan amarah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Be My Husband
8.1
Bagi Kiran Naomi Tanaka, misi hidupnya hanyalah satu: menjadikan Evan Davaro Saga sebagai suaminya. Sejak pertemuan pertama mereka, Kiran bertekad menaklukkan hati pria dingin yang merupakan anak sahabat ayahnya itu. Namun, Evan yang gila kerja terus bersikap acuh, bahkan menyuruh Kiran fokus belajar matematika daripada membicarakan pernikahan. Di tengah perbedaan usia yang kontras, mampukah kegigihan Kiran meluluhkan Evan, ataukah ia hanya akan berakhir patah hati?
Sampul Novel Calon Istriku Gadis Matre
8.8
Revan dan Nayla telah lama memadu kasih dan siap melangkah ke pelaminan dengan restu penuh orang tua. Namun, pengkhianatan Nayla menghancurkan ketulusan Revan hingga ia nekat membatalkan rencana pernikahan mereka. Di tengah keputusan pahit itu, Nayla menangis tersedu dan memohon agar Revan tidak pergi. Ia mengaku tengah mengandung darah daging Revan, berharap janin di rahimnya bisa menjadi alasan bagi sang kekasih untuk tetap menikahinya.
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira penderitaannya sudah mencapai batas, namun kemalangan lebih besar justru datang menghampiri. Ibunya terjerat utang pada Max, seorang lintah darat kejam, dan kini Hera yang harus menanggung konsekuensinya. Ia dijadikan tawanan sebagai jaminan hingga utang tersebut lunas sesuai tenggat waktu. Jika sang ibu gagal membayar, Hera harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Akankah ia mampu bertahan di bawah kendali penuh Max?
Sampul Novel Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
9.4
Rose tumbuh menderita sebagai yatim piatu hingga Denzel mengungkap identitasnya sebagai putri CEO Louis Brown. Demi keamanan, ia menyamar menjadi Rose Carter, mahasiswi berprestasi sekaligus violinis rahasia bernama Miss Black. Konflik memuncak saat Luke, putra angkat ayahnya, memaksa Rose menikah demi harta. Di tengah teror Peter dan Hendrick yang mengincar nyawanya, benci berubah menjadi cinta. Rose harus berjuang melawan pengkhianatan demi kebahagiaan bersama Luke.
Sampul Novel Mrs Bodyguard
8.7
Kendra, pewaris otomotif Tanaka yang manja dan rupawan, nyaris tewas akibat gaya hidup bebasnya. Demi keamanannya, sang ayah menyewa Drupadi, mantan anak asuh mafia yang dingin, sebagai pengawal pribadi. Menyamar jadi pria, Dru harus melindungi Kendra yang kerap kesal namun mulai bergantung padanya. Meski terpaut usia empat tahun dan terikat sumpah profesional untuk tidak jatuh cinta, benih asmara mulai tumbuh di antara pengawal tangguh dan majikan manis ini.
Sampul Novel Nodamu Bukan Masalah Bagiku
8.0
Riko, seorang CEO kaya, tak sengaja menyelamatkan Nabila dari suaminya yang kejam. Nabila dipaksa menjadi wanita malam demi uang, namun Riko hadir menolongnya mengurus perceraian. Benih cinta tumbuh di antara mereka, meski ibu Riko menentang keras hubungan tersebut karena masa lalu Nabila. Kini, keduanya harus berjuang bersama demi mendapatkan restu orang tua dan membuktikan bahwa cinta mereka mampu melampaui segala prasangka serta ego keluarga.