Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Killer

The Killer

Penemuan serangkaian mayat dalam kondisi mengenaskan di tempat pembuangan akhir memicu kengerian. Tubuh para korban ditemukan tidak utuh dan tercerai-berai secara misterius. Penyelidikan kepolisian mulai mengerucut pada Aaron Smith, seorang mahasiswa pertukaran di Universitas Presiden. Meski dituduh sebagai pembunuh keji, Aaron dikenal sebagai pemuda culun yang kerap menjadi korban perundungan. Benarkah Aaron pelakunya, atau ada sosok lain yang lebih berbahaya di balik teror ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kepergian Lucas mendapat sorakan kekecewaan mereka yang haus akan pertunjukan si Preman Kampus dengan mangsa barunya.

"Ah, payah! Gitu aja nyerah, katanya Preman Kampus. Masa mundur dengan mudah," sindir salah satu dari penonton bullying.

"Ternyata Preman Kampus juga kalah sama jabatan ya, hahaha.."

"Get out of my way!" teriak Lucas sambil mendorong kerumunan tersebut, harga dirinya serasa terinjak. Baru kali ini dia dipermalukan sedemikian rupa, apa lagi di depan banyak orang.

"Kamu yakin lepasin si Cupu itu?" bisik Rian.

"Kita pergi dulu, aku nggak mau kelakuanku di kampus terendus oleh ibuku."

"Yaah, sayang banget. Padahal lagi seru-serunya." Rian kecewa atas keputusan yang diambil oleh Lucas. Sebenarnya dari mana dia dijuluki Preman Kampus, kalau masih berada di bawah bayangan ibunya.

"Bisa diam nggak! Kamu nggak tau 'kan seberapa mengerikannya ibuku kalau marah. Bukan hanya kartu kreditku yang diambil, tapi kebebasanku juga!"

Lucas Abraham, putra tunggal dari Rianti Abraham. Pemilik perusahaan PT Abraham's Tbk yang bergerak di sektor tambang batu bara. Rianti memberikan kebebasan kepada Lucas dengan satu syarat, jangan sampai menimbulkan masalah yang bisa menghancurkan perusahaan peninggalan suaminya.

Sebab itu lah Lucas bullying yang dilakukan oleh Lucas terbatas. Biasanya dia melakukan aksi pembullyian hanya di sekitar kampus, di tempat yang tidak banyak di lalui orang. Kalaupun ada yang melihat kelakuannya, Lucas tinggal memberikan ancaman sehingga mereka tidak ada yang berani melaporkan dirinya. Namun sejak kedatangan Aaron Smith pertukaran mahasiswa dari Canada di kampusnya menjadi pemicu sumbu emosi di hati Lucas, Aaron memang tidak banyak bicara lantaran keterbatasan bahasa yang dia kuasai.

"Sebenarnya kamu kenapa sih, kok bisa benci banget dengan Aaron? Bukannya dia nggak pernah bikin ulah sama kamu?" tanya Rian.

"Aku benci dia, sejak dia datang ke kampus kita dia selalu menjadi perhatian orang. Apa lagi para dosen, hampir semuanya memuji kecerdasan si Cupu itu. Lebih parahnya lagi, kabar si Cupu itu bahkan sampai ke telinga ibuku. Kamu bisa bayangin betapa aku marahnya saat Ibu selalu membandingkan aku dengan si Cupu itu?"

Sejujurnya Lucas tidak perlu jawaban atas pertanyaannya, Rian yang anak petani biasa mana paham rasanya menjadi dirinya yang setiap saat di tuntut agar bisa mendapat nilai tinggi, supaya bisa meneruskan perusahaan keluarganya.

"Halah, gitu aja. Kirain masalah serius, tapi aku bisa sedikit memahami perasaanmu. Aku nih ya, nggak suka sama si Aaron itu karena dia terus menerus buat aku jengkel. Aku minta tolong ngerjain tugas tapi dia tidak mau," tutur Rian.

Rian masih terus mengoceh, dia pikir Lucas masih setia mendengarkan keluh kesahnya. Namun sayangnya, Lucas justru meninggalkannya sendirian di tengah lapangan basket.

"Luc! Sialan malah ditinggal!" Seru Rian, yang kemudian berlari menyusul Lucas.

Kemarahan di hati Lucas masih belum padam, kalau saja Bianca tidak mengacau, dia pasti sudah menghajar si Aaron sampai tidak bisa berangkat ke kampus selama seminggu. Ancaman Paul yang membawa nama Dekan Alex Miller, ayah Bianca. Lucas terpaksa harus mundur, jika tidak ingin dia berurusan dengan ibunya.

"Awas saja, aku akan membalas penghinaan ini jauh lebih menyakitkan dari apa yang aku terima hari ini." Seringai licik Lucas membuat Rian bergidik ngeri, pasti Lucas sudah mempunyai rencana balas dendam.

"Mampus tuh si Aaron, gak ada ampun bagi dia sekarang," gumam Rian.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK KETIGA
9.7
Sebuah mahakarya seni rupa menyimpan rahasia kelam yang terkubur dalam sapuan kuasnya. Lukisan misterius ini bukan sekadar benda mati, melainkan saksi bisu dari sejarah panjang yang penuh intrik dan lika-liku mengerikan. Seiring berjalannya waktu, asal-usul kanvas tersebut mulai terkuak, membawa kengerian dari masa lalu yang menghantui siapa pun yang melihatnya. Inilah kisah tentang jejak kelam yang tersembunyi di balik keindahan yang tampak semu.
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2
8.2
Kehamilan pertama Adiba yang menginjak usia lima bulan justru dihantui teror mencekam di rumah baru mereka. Meski tetangga memperingatkan tentang kutukan kematian saat pembangunan kolam renang, Syden tetap mengabaikannya. Di tengah tekanan mistis yang makin gencar, mental Adiba kian terguncang oleh rumor perselingkuhan suaminya. Syden dikabarkan memiliki simpanan yang juga tengah mengandung lima bulan, memicu konflik batin hebat bagi sang istri sah.
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, guru kontrak yang mempesona, dipindahkan oleh Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Di sana, Laila yang cemburu mencoba membunuhnya lewat dukun, namun gagal karena Naiya adalah titisan harimau putih sakti. Desa itu pun dicekam kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis untuk jin. Saat Naiya disekap Faisal, Razi datang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkannya. Akankah Naiya menyadari cinta Razi di tengah ancaman para dukun jahat ini?
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris, saat dunia persilatan dan hal mistis masih mendominasi, Wisaka bertekad membongkar misteri kematian tragis para pengantin baru. Para pria tewas usai malam pertama, sementara mempelai wanita diperkosa hingga membisu. Demi mengungkap kebenaran, Wisaka mempelajari ilmu kanuragan. Namun, perjalanannya penuh rintangan dari bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar jadi manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Kanjeng Ratu Minta Mantu
9.5
Menjadi sekuel dari Tante, Mau kan jadi Mamaku?, kisah ini mengeksplorasi dilema horor yang tak biasa. Mana yang lebih menakutkan: teror makhluk halus atau desakan menikah setiap hari? Bagi sang protagonis yang baru saja menyandang status sarjana, tekanan sang ibu yang sangat ambisius mencari menantu jauh lebih mencekam daripada gangguan gaib. Ikuti perjuangannya menghadapi tuntutan keluarga di tengah situasi yang penuh komedi dan nuansa misteri.
Sampul Novel KEMBANG KANTHIL KEMBANG MLATHI
7.8
Keinginan tulus seorang ibu demi mewujudkan kebahagiaan bagi buah hatinya ternyata membawa konsekuensi yang tak terduga. Alih-alih berakhir indah, niat mulia tersebut justru berujung pada situasi mencekam yang jauh dari harapan semula. Kisah ini mengungkap sisi kelam di balik pengorbanan orang tua, di mana setiap impian manis bagi anak-anaknya perlahan berubah menjadi teror misterius yang menghantui kehidupan keluarga mereka selamanya.