Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Killer

The Killer

Penemuan serangkaian mayat dalam kondisi mengenaskan di tempat pembuangan akhir memicu kengerian. Tubuh para korban ditemukan tidak utuh dan tercerai-berai secara misterius. Penyelidikan kepolisian mulai mengerucut pada Aaron Smith, seorang mahasiswa pertukaran di Universitas Presiden. Meski dituduh sebagai pembunuh keji, Aaron dikenal sebagai pemuda culun yang kerap menjadi korban perundungan. Benarkah Aaron pelakunya, atau ada sosok lain yang lebih berbahaya di balik teror ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Suara sorak sorai menggema di halaman belakang kampus President University, mereka yang bersorak seakan sedang menyaksikan aksi pertandingan bola.

"Hahaha... Hajar terus, Lucas! Jangan kasih ampun! Si Cupu itu memang harus di beri pelajaran supaya jera!" teriak Rian, bahagia sekali dia melihat temannya sedang baku hantam didepannya.

"Benar! Hajar sampai mampus!"

"Hajar!"

"Hajar!"

Sahutan para penonton aksi Lucas membuat suasana semakin panas. Lucas yang tengah memberikan serangan pukulan bertubi-tubi pada pemuda yang sudah terkapar tidak berdaya itu, hanya tersenyum simpul saat dia mendengar sorakan teman-temannya.

Walau pemuda yang menjadi sasak tinju hidup itu berkali-kali memohon ampun, namun Lucas tidak juga menghentikan aksinya. Lucas bahkan semakin brutal menghajar pemuda tersebut.

"Gila sih, Lucas kalau ngamuk nggak kira-kira." Dimas bergidik ngeri melihat aksi Lucas yang semakin hari semakin brutal saat menindas orang yang dia benci.

"Benar, sebenarnya apa yang terjadi sampai Lucas lepas kontrol begitu?" tanya Paul.

"Entahlah, katanya sih tuh cowok nggak mau nurutin perintah Lucas dan Rian untuk membelikan mereka rokok."

"Buset, dah! Gara-gara itu doang Lucas sampe ngamuk?" Paul tidak habis pikir kenapa masalah sepele seperti itu saja, bisa membuat orang hilang kendali.

"Kamu masih nggak tahu Lucas? Dia itu paling nggak suka kalau ada orang yang membatah omongannya, apa lagi mahasiswa baru itu bukan hanya menolak perintah Lucas dan Rian. Dia juga menceramahi Lucas, tentang bahaya merokok."

"Maksud kamu, mahasiswa baru di fakultas sastra Inggris itu?" tanya Paul, memastikan apakah benar mahasiswa baru yang di maksud oleh Dimas adalah mahasiswa yang dia kenal.

"Ho oh, dia. Siapa sih namanya, aku lupa. Kamu tahu?" tanya Dimas, pada Paul.

"Aaron Smith," jawab Paul Brown.

"Nah, itu dia. Kalian 'kan sama-sama dari Canada, kok bisa sih sifat kalian berbeda sekali. Kamu friendly, sedangkan dia susah bergaul."

"Mana aku tahu, jangan bandingkan aku dan Aaron. Kamu dengan saudaramu yang sedarah saja sifatnya tidak sama, 'kan?"

"Hm, iya juga sih."

Sementara Paul dan Dimas yang tengah sibuk dengan obrolan mereka, Lucas masih terus memberikan puku-lan dan tendangan pada tubuh Aaron.

"Rasakan! Makanya kalau aku suruh tuh harus turutin! Bukannya malah menceramahiku, memangnya kamu ini ayahku, hah!"

"Am-pun, aku nggak akan mengulanginya lagi. Forgive me, please. I beg you." Aaron merintih memohon ampunan Lucas, sambil menutupi kepalanya.

"Nggak usah sok Inggris-an deh, mau pamer kalau kamu ini dari luar negeri!"

Emosi Lucas meluap ketika dia mendengar Aaron tanpa sadar berbicara dengan bahasa Inggris, yang memang sudah menjadi bahasa ibunya. Padahal sudah Lucas peringatkan, bahwa Aaron di larang berbicara dengan bahasa Inggris jika dengannya.

BUGH!

Kepalan tinju Lucas yang dia kira mendarat di wajah Aaron, ternyata salah sasaran. Pukulannya justru mengenai Bianca, yang tiba-tiba menerobos kumpulan mahasiswa dan mahasiswi yang hanya menonton perbuatan Lucas.

"Bianca!" Suara teriakan Paul mengudara, pemuda itu juga ikut menerobos dan membantu Bianca yang tadi terjatuh ketika menerima pukulan dari Lucas.

"Kamu nggak apa-apa? Kenapa kamu sembrono begini sih! Ini tuh bukan urusan kamu, harusnya jangan ikut campur."

"Tapi, aku nggak bisa diam saja melihat Aaron di hajar habis-habisan begitu. Kasihan tahu," ucap Bianca.

Paul menggeleng, dia memang tahu kalau sifat peduli dan suka menolong Bianca Ayunda Miller suatu saat akan membawa sahabat yang dia dapatkan sejak tinggal di Indonesia, ke dalam bahaya. Inilah buktinya.

"Minggir, Bianca! Aku nggak ada urusan dengan kamu," kata Lucas. Tatapan tajam penuh luapan emosi itu mengisyaratkan agar Bianca dan Paul tidak ikut campur dengan masalahnya.

"Maaf, Lucas. Tolong kali ini saja biarkan hal ini berlalu, ya. Kamu juga nggak mau 'kan kalau sampai ayah Bianca mendengar tentang putrinya yang menerima tinjumu," ujar Paul. Ayah Bianca yang menjadi seorang Dekan di universitas itu, memberi pengaruh yang kuat. Meski kesal, Lucas mau tidak mau harus melepaskan mangsanya kali ini.

"Awas saja, lain kali kamu akan habis di tanganku, Aaron!" ancam Lucas sebelum dia dan gengnya pergi dari tempat tersebut.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Amanda Rhea terlempar kembali ke masa lalunya, di mana ia bertemu lagi dengan sosok pria bernama Hagana. Sebuah ikatan misterius menyatukan Amanda dengan putri Haga secara tidak terduga. Namun, ancaman besar mengintai saat iblis dari alam mimpi mulai menampakkan diri dan mencelakai orang-orang di sekitar Amanda. Di tengah teror yang kian nyata, mampukah benih cinta antara Amanda dan Hagana bersemi kembali seiring takdir yang terus mempertemukan mereka?
Sampul Novel Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
9.4
Narendra Wilaga terjerat dalam pesona melodi misterius yang mengusik hidupnya. Kekuatan magis lagu itu menuntunnya kembali pada Oceana Bluesha, sosok dari masa lalu yang ternyata menyimpan rahasia besar. Pertemuan ini menjadi awal tersingkapnya simpul takdir, mulai dari rekonsiliasi luka lama hingga petualangan berbahaya yang melibatkan benda-benda gaib. Kini, mereka harus menghadapi misteri semesta demi menentukan nasib di masa depan.
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Teror mistis menghantui tanah Kalimantan melalui legenda kuno yang haus darah. Fokus utama ancaman gaib ini mengincar para ibu hamil serta mereka yang tengah berjuang dalam proses persalinan. Di tengah suasana mencekam, hukum adat menjadi perlindungan terakhir yang mutlak. Siapa pun, termasuk anggota suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci yang telah ditetapkan secara turun-temurun. Pelanggaran kecil sekalipun dapat berujung pada petaka yang sangat fatal.
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dalam kondisi mengenaskan setelah tubuhnya dipinjamkan kepada Elizabeth, hantu istri dosennya sendiri, Daniel Danuarja. Tanpa diduga, Elizabeth justru memanfaatkan raga Jelita untuk berhubungan intim dengan sang suami hingga Jelita kehilangan kesuciannya. Saat kesadarannya kembali, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir lenyap. Di tengah kemarahan akibat dikhianati, Jelita kini terjebak dalam skandal rumit bersama Daniel.
Sampul Novel MENYUSUI TUYUL
7.8
Isu pesugihan masih menghantui pedesaan, terutama bagi mereka yang sukses. Pasangan Bintang dan Alisha merasakan tekanan ini setelah pindah ke Jawa Timur demi tugas kepolisian Bintang. Warga sekitar mencurigai mereka memelihara serta menyusui tuyul akibat serentetan peristiwa ganjil yang terjadi. Tuduhan makin memanas saat mereka membeli rumah baru di luar desa. Mampukah pasangan ini membuktikan kebenaran dan lolos dari fitnah mistis yang mengancam?
Sampul Novel Misteri Desa Purnama
8.8
Demi melepas penat dari dunia perkuliahan, Aldi memilih berlibur ke Desa Purnama yang tenang. Namun, kedatangannya justru memicu bangkitnya kekuatan supranatural tersembunyi dalam dirinya. Di tengah suasana desa yang terpencil, Aldi terjebak dalam serangkaian peristiwa mistis yang mencekam dan sulit dinalar. Mampukah ia bertahan menghadapi teror gaib tersebut, ataukah liburan impiannya akan berubah menjadi mimpi buruk yang tak berujung?