
The Front Line
Bab 2
“Lalu dengan kamu bicara seperti ini, apakah bisa mengembalikan nyawanya. Tidak akan dia tidak mungkin bisa hidup lagi,” balas Randy yang terlihat sangat terpuruk.
Lalu pria ini mulai kembali menatap mata Randy dengan sangat berkaca-kaca, pria ini terlihat sangat kecewa mendengar apa yang baru saja terucap dari bibir Randy. Pria ini tertawa dengan rasa kesal, dia terlihat seperti ingin membunuh Randy sekarang juga.
“Kamu tahu kesalahan yang pernah aku lakukan adalah meninggalkan wanita yang sangat aku cinta kepada seorang laki-laki yang tidak memiliki tanggung jawab seperti kamu, apakah kamu seorang pria. Tidak, kamu bukanlah pria sejati. Kamu adalah seorang bajingan, kamu tidak pantas untuk hidup. Harusnya kamu saja yang mati,” ucap pria ini dengan penuh emosi.
“Aku juga ingin mati, semua ini menyiksa aku. Saat ini aku tidak bisa berhapas dengan tenang, tapi aku bisa apa. Aku tetap saja tidak bisa menghidupkan lagi orang yang sudah mati,” ucap Randy saat ini.
“Edric, harusnya saat ini kamu tidak menyalahkan aku. Aku juga adalah seorang manusia, jika saja saat itu kamu datang tepat waktu. Maka dia juga tidak akan berakhir seperti ini,” ucap Randy yang saat ini masih meneruskan ucapannya.
Saat ini Edric yang baru saja mendengar ucapan Randy pun semakin terbawah oleh emosinya, saat ini dia sudah menggenggam tanganya dengan erat. Saat ini dia sudah siap untuk memukul Randy, tapi mengingat hari ini adalah hari duka. Pria ini kembali berusaha menahan emosinya, dia tidak ingin membuat masalah di hari kematian dari wanitanya.
“Saat ini kamu terbilang beruntung, jika saja hari ini bukan hari berduka. Maka aku sudah mengirim kamu ke neraka,” umpat Edric yang terlihat sangat kesal.
Edric saat ini mulai pergi meninggalkan Randy sendirian di sini, tapi baru beberapa langkah dia meninggalkan Randy. Dia mendapatkan sebuah panggilan telepon, sepertinya itu adalah telepon dari kantor polisi tempat Randy dan Edric bekerja. Randy mendapatkan sebuah telepon dari rekan kerjanya, rekan kerjanya memberi tahu dirinya jika saat ini mereka menemukan satu mayat dari wanita lagi. Dan mayat wanita itu adala seorang dokter, lantas Edric pun merasa terdiam. Dia hanya bisa menoleh ke arah belakang melihat Randy yang sudah seperti pria yang tidak berguna, Edric hanya merasa sedikit terbebani. Kenapa orang seperti Randy bisa menjadi seorang polisi, dia sangat tidak bertangung jawab pikir Edric saat ini. Tapi Edric juga tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dia terpaksa meninggalkan tempat berduka dan pergi menuju tempat ditemukannya mayat wanita yang baru saja diberi tahu oleh rekan kerjannya. Sebelum dia meninggalkan tempat berduka ini, dia melihat ke arah peti mati yang masih terbuka. Di dalamnya ada seorang wanita cantik yang sedang tertidur dengan kaku, bibirnya yang pucat sudah diwarnai dengan pewarna bibir agar dia pun terlihat cantik di tidur panjangnya. Edric hanya bisa memakaikan sebuah cincin yang sebenarnya sudah lama dia ingin berikan kepada wanita ini, tapi karena takdir yang tidak pernah mau berpihak kepada dirinya. Membuat dia pun tidak pernah sempat untuk memberikan cincin ini kepadannya, mungkin di saat setelah kematian darinya saja. Barulah takdir itu berpihak kepada dirinya, meskipun terlambat tapi dia tidak menyasal sama sekali. Edric tidak menginginkan hal egois, dia hanya ingin sebuah kebaagiannya dari wanitanya dan itu sudah cukup. Tapi yang sangat membuat hatinya menjadi piluh, kebahagian yang wanita ini rasakan selama hidupnya bukanlah dirnya melainkan orang lain. Dan itu semua membuat dirinya menjadi sangat terluka dan tidak akan pernah lagi percaya dengan cinta, sekarang Edric mulai meninggalkan wanita ini. Sekarang dia hanya bisa pahit lalu mencium tangan wanita ini saja, tidak lama dia pun pergi meninggalkan tempat berduka. Ketika kakinya sudah berada di pintu keluar, dia kembali melihat ke arah peti mati tempat wanitanya beristiharat untuk selamannya. ‘Setalah ini aku tidak akan mungkin lagi bisa melihat dirimu, kamu bukan takdiku dan aku juga bukanlah takdir kamu. Kita tidak bisa bersama bukan karena dunia tidak memberikan restunya, tapi kita tidak bisa bersama karena alam mumpunyai renacana lain. Tapi jangan bersedih, rasa cinta tidak akan pernah hilang meskipun orang itu sudah tidak ada. Meskipun setelah kamu tidak akan lagi bisa terlihat, tapi kenangan kamu tetap tidak akan pernah hilang. Jantungku tidak akan pernah berhenti berdetak karena kamu berjalan di dalam hatiku, sejak hari pertemuan itu kamu datang dan mencuri hatiku. Tapi air mataku terus saja terjatuh, air mata itu terasa dingin dan terus jatuh. Ketika saat aku tahu orang yang kamu cintai bukanlah aku, hatiku terasa sangat sakit karena hal itu. Tapi kamu tidak akan pernah tahu, karena rasa ini hanya aku yang bisa rasakan.’
****
Saat ini kota Madrid sedang sangat gempar dengan kasus yang sering terjadi, para warga terlihat sedikit cemas. Apa lagi jika ada anggota keluarga mereka yang berkerja sebagai seorang dokter, akhir-akhir ini banyak sekali dokter yang menjadi korban dari pembunuhan berantai. Tidak diketahui kepastiannya alasan apa dan kenapa pembunuh berantai ini melakukan sebuah pembunuhan yang cukup kejih kepada seorang dokter yang tidak bersalah, tapi yang jelas semua dokter wanita yang ada di kota Madrid sekarang ini tidak boleh lagi ada yang keluar malam. Apa lagi ketika saat hujan sedang turun, pihak polisi bekerja dengan lebih keras. Mereka berusaha menangani kasus yang sedang hangat diperbincangkan oleh warga di kota Madrid, pihak polisi berusaha membuat tingkat kecemasan warga menjadi sedikit berkurang. Meskipun untuk menangkap si pembunuh ini terbilang sulit karena pihak polisi saja tidak mempunyai alibi atau pun dalang yang mereka curigai, tapi mereka tetap berusaha bekerja dengan keras agar tidak mengecewahkan masyarakatnya. Saat ini pada sore menjelang malam, polisi berhasil menemukan mayat yang korbannya seorang dokter lagi. Beberapa tahu terakhir ini, sangat tidak bisa dihitung memakai jari, sudah berapa banyak dokter wanita yang sudah menjadi korban. Padahal kemarin baru saja ditemukan mayat wanita dan sore ini juga masih ditemukan lagi, pihak polisi sebenarnya terlihat cukup kewalahan. Tapi mereka berusaha untuk memperbaiki kinerja mereka, misi mereka adalah untuk memberikan keamanan kepada seluruh rakyatnya. Dari saluran televisi terlihat ada seorang wartawan yang saat ini sedang berada di tempat kejadian, wartawan itu sedang melakukan siaran langsung. Dia menjelaskan jika hari ini ada korban yang jatuh, pihak media sebenarnya tidak peduli dengan perasaan atau pun situasi keadaan di tempat yang mereka tahu adalah mereka harus melakukan siaran langsung. Agar mereka pun bisa mendapatakan uang yang banyak dari ini, media hanya bisa mencari sebuah aib dari seseorang untuk diumbar.
“Berita terbaru sore ini, telah ditemukannya seorang mayat wanita di pinggir jembatan yang berada di kota Madrid. Saat ini warga tempat sekitar merasa sangat cemas, mayat wanita tersebut merupakan seorang dokter. Polisi mencurigai satu pelaku, yaitu pembunuh yang membunuh korban-korban sebelum. Korban terbunuh dengan cara yang sama, terdapat titik di kakinya. Korban juga meninggal karena disebabkan oleh cekikkan dari sebuah sal berwarna bisa yang selalu ditemui, ketika ada korban seorang dokter. Kota Madrid saat ini sedang sangat gempar saya menghimbau kepada masyarat untuk tidak keluar pada malam hari, khususnya ketika saat hujan mengingat pelaku saat ini masih saja terus berkeliaran.” Terucap kata dari si pembawah berita yang sedang ditonton oleh para detekitif yang ada di kantor polisi Madrid.
Saat ini para detektif terlihat seperti merasa habis kena tampar, mereka merasa seperti tidak berguna. Padahal baju saja kemarin pagi ditemukannya seorang mayat dokter dan bahkan korban sebelumnya juga masih belum dikubur, tapi saat ini sudah ditemukannya lagi satu lagi mayat korban yang berprofesi sama. Pihak polisi dibuat bingung dengan kasus yang sering terjadi beberapa tahun terakhir ini yang menjadi pertanyaan para polisi ini adalah kenapa korbannya harus seorang dokter, belum pernah ditemukan cara pembunuhan yang sama pada wanita yang berprofesi lain. Rata-rata semua korban yang ditemukan adalah seorang dokter, polisi saat ini bertanya-tanya. Apakah pembunuh ini gila, apa mungkin pembunuh ini memiliki misi untuk menghabiskan nyawa seluruh dokter wanita. Atau bahkan si pembunuh ini mempunyai sebuah dendam kepada dokter wanita, bisa jadi dahulunya si pembunuh ini pernah mengalami hal buruk yang pernah terjadi kepada dirinya. Tapi tidak bisa dipastikan hal apakah itu, pembunuh ini menjadi dendam karena permasalahan tersebut. Tapi ada lagi polisi yang berpedapat lain, ada dari mereka yang menganggap jika ada seorang dokter yang mungkin menolak cintannya. Sehingga membuat si pembunuh ini menjadi seorang psikopat yang jika melihat seorang dokter wanita, dia akan memiliki niat untuk membunuh. Tapi pada nyatanya yang saat ini sedang dipikirkan oleh para detektif yang ada di ruangan ini hanyalah fikti belakang saja, mereka hanya menebak untuk mencari tahu alibi yang benar.
Anda Mungkin Juga Suka





