Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Ex Brother

The Ex Brother

ZeeZee Dimitri Oxley dikenal sebagai pemberontak di keluarga Oxley yang membenci ketidakadilan. Hidupnya jungkir balik saat Rhys, kakak tertuanya yang kejam, mulai mengendalikannya seperti boneka. Meski awalnya merasa terancam, rasa takut ZeeZee perlahan pudar berganti kenyamanan. Namun, rahasia besar terungkap bahwa ZeeZee bukan anak kandung keluarga tersebut. Di tengah gejolak identitas dan ketertarikan yang kian dalam pada Rhys, mampukah cinta mereka bersatu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Rok pensil ketat pemberian Rhys, robek pada bagian kirinya. Dan itu membuatku geram, ketika menyadari paha sedikit di atas lututku terlihat dengan sempurna sekarang. Beruntung dia buta, jadi hanya Rhys yang bisa melihat kulit sensitif-ku yang terbuka.

Si berengsek Tom Jhon Parera berteriak-teriak kasar dengan bahasa asing. Aku sedikit tahu artinya, dia menginginkanku keluar dari ruangan ini. Meski begitu, dia tetap duduk di kursi berlengannya.

“Diam dan tenanglah, Tom.” Aku bangun dalam gerakan cepat dan kembali menghampirinya.

“Wanita jalang sialan, keluar kau!” Dia sudah kembali pada bahasa aslinya. Menunjuk-nunjuk menggunakan telunjuknya yang tidak akan pernah tepat ke arahku.

“Tidak, tidak. Kau tidak bisa mengusirku dulu. Ada yang harus kau lakukan untukku, sayang,” kataku sambil mengelus wajahnya dan aku mendapatkan tangan besarnya menepis dengan sangat kasar padaku.

“Setelah berani menipu, kau mencoba meminta sesuatu dariku?” Wajahnya merah padam, meraung dan menggeram.

“Sayang ... ini aku, Cika. Kenapa kau menuduhku menipumu?” Aku mengeluarkan suara wanita tertindas dan lemah, sehingga aku sadar, aku menyadarinya, ada rasa mual yang memenuhi tenggorokan dan mulutku sekarang.

“Cika katamu? Hei, siapapun kau, jangan coba menipuku dengan langkah kaki lambat dan ketukan teratur seperti itu, atau menyemprotkan parfum yang sama persis dengannya. Kau bukan Cika!” Dia berteriak lagi dengan tubuh yang sudah berdiri refleks melangkah maju. Walaupun sempat terhuyung, dia tampak baik-baik saja.

Aku mundur, berbalik dengan cepat, berjalan ke arah Rhys dengan emosi teratur di kepalaku. Ketukan kaki yang tak kupedulikan lagi nadanya, menjadi awal penyesalanku, memperlihatkan, dan membiarkan Rhys memilih sepatu ini sebelum datang ke hadapan Tom.

Tom Jhon Parera, dia tidak segila yang diberitakan, tapi dia bodoh dengan amarah yang mudah menguasainya dan menjadikannya meledak-ledak.

Rhys menatapku dengan pandangan dingin menembus tulang, tidak bergerak sama sekali dari tempatnya dalam posisi yang masih sama, tangan terlipat di depan dada.

Setelah ini, aku pasti akan mati di tangannya. Tapi aku tidak sempat memikirkan hal remeh itu sekarang. Ya, terluka fisik yang sering aku dan keluarga alami, tentu hal yang sangat biasa. Tapi harga diri yang terinjak, gagal dalam ajang pembuktian diri, jauh lebih menjadi aib yang tidak akan bisa dihapus semur hidup, akan terus menempel di wajahku selamanya.

Meraba tubuh Rhys, kukira akan menjadi petaka yang sama besarnya melebihi penolakan dari Tom dan kegagalanku pagi ini, tapi ternyata aku salah. Entah karena aku yang tidak begitu mengenal siapa Rhys Dimitri Oxley, tapi yang jelas, dia bergeming saat aku menemukan benda kecil itu terselip di pinggangnya, tertutup jas biru tuanya.

Aku menariknya dengan cepat, tidak kasar, karena aku masih menyimpan nyali yang menciut setiap kali tertangkap tatapan matanya. Dengan cepat aku kembali ke hadapan Tom, menodongkan mulut senjata api genggam ini di keningnya dengan tanpa belas kasih, tak terkejut saat menyadari bahwa Tom tidak takut sama sekali.

Dia mendengus kasar, wajahnya dipenuhi hinaan dan ejekan. Dia bernyali, dan dia terbiasa dengan situasi seperti ini.

“Kau mengancamku dengan senjatamu? Itu lucu sekali.” Dia menyeringai.

“Tutup mulutmu dan berdoalah sebelum tidur.” Tanpa ampun, aku menarik pelatuk, menembaki kepala dan jantungnya. Tidak akan kubiarkan dia hidup setelah ini.

Aku terbiasa menghabisi siapa saja dalam hitungan menit, membereskan hal ‘kecil’ seperti ini memang tugasku. Tapi Tom Jhon Parera pengecualian, aku harus berpura-pura dan merayunya—tapi gagal—sampai aku kehabisan akal.

Tidak ada jeritan atau permohonan dari Tom, selain tubuhnya kini ambruk di dekat kursi kekuasaannya dan dia berlumuran darah. Aku tersenyum puas, karena meski aku gagal, tapi harga diriku tetap berjaya.

Aku kembali ke hadapan Rhys, tepat di hadapannya yang tidak akan terlihat bosan berdiri dalam posisi itu. Dia menatapku dari atas sampai bawah, dan tatapannya berhenti di paha bagian kiriku yang terbuka.

Seperti tersengat listrik, aku ketakutan. Jauh lebih ketakutan daripada saat menarik pelatuk dan menembaki Tom. Berusaha memiliki nyali, meski timbul tenggelam, aku menyerahkan kembali pistol miliknya.

“Letakkan kembali pada tempat di mana kau pertama kali mengambilnya.” Itu perintah yang cepat dan mengancam.

Jadi aku maju, lebih maju, hingga berhasil mengendus aroma pepper dan grapefruit dari tubuhnya. Wangi segar dan memabukkan bagiku, dia memang tidak pernah main-main dalam urusan mengurus diri. Itu memang cocok dengannya.

Tidak perlu terlalu terkejut saat banyak wanita yang bersedia menyerahkan diri mereka demi Rhys. Mungkin, dia pantas mendapatkannya, Rhys bisa bermain-main dengan hidup siapapun, termasuk aku.

Tanganku bergetar dan aku harus memperingati diriku sendiri berulang kali di dalam hati, untuk tetap tenang dan santai.

Sesaat, aku kembali teringat saat tadi, dia menyodorkan dokumen berisi semua hal tentang Tom yang harus kubaca cepat dengan peringatan bahwa Rhys tidak ingin ada kesalahan, karena dia yang memilihku.

Ingatan itu terasa mencekik leher dan menjerat tubuhku dalam kegelapan. Sekarang tugasku mengembalikan pistol ini sebelum Rhys berubah pikiran.

Perlahan, aku sudah berhasil menyelipkan kembali pistol ke pinggangnya, bahkan sempat melirik jakunnya yang luar biasa. Beribu kali harus kukatakan, dia berasal dari dunia yang berbeda dariku, meski pekerjaan kotor kami sama saja dan akan selalu begitu.

Di rumah, dia lebih sering tidak mengacuhkanku daripada menatapku saat kami makan bersama. Rhys juga jarang berada di waktu yang bersamaan denganku entah itu di dapur, ruang keluarga, atau seluruh sudut rumah yang memungkinkan kami bertemu.

Dia memiliki dunia gelapnya sendiri. Aku sadari itu sejak lima tahun yang lalu. Saat di mana aku sudah terbiasa dan menjadi ketagihan menghabisi nyawa orang lain yang menurut keluargaku bersalah, maka aku akan dengan senang hati membereskannya, meski aku akan merasa bersalah setelahnya.

Dan perlu dicatat. Aku sering membuat masalah, salah mengartikan perintah dan senang membantah. Jadi jangan heran, ketika aku sering gagal, dan justru mendatangkan masalah baru, Ayah atau Ibu harus turun tangan untuk menyelesaikan kekacauan yang kubuat.

Tapi anehnya, tetap saja mereka semua, keluargaku, memintaku melakukannya sampai hari ini. Lebih tepatnya, mereka memaksaku menjadi bagian dari mereka. Membiarkan aku berbuat salah dan menerima hukumannya, seolah itu menjadi suatu keharusan yang menyenangkan untuk mereka, terutama Ayah dan Ibuku.

Tanpa bicara, aku menyerahkan kedua tanganku yang saling berdekatan satu sama lain, ke hadapan Rhys, seolah ingin menyatakan bahwa aku menyerah, bersiap dengan posisi di mana borgol akan membelenggu kedua tanganku.

Setidaknya aku harus mengucapkan selamat datang pada hukuman dari Rhys yang belum pernah kurasakan seumur hidupku. Ini perdana bagiku. Segala hal tentang Rhys, tentang semua ini, sensasi baru yang menakutkan.

“Buka Rokmu!”

Bersambung.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Ladyboy
8.4
Vanya adalah ladyboy menawan yang kecantikannya mengancam wanita tulen. Di sebuah klub, ia terpikat pada Ricardo Esteban, namun ragu akan statusnya. Pesonanya sebagai penari juga memicu obsesi Peter Hallmark, miliarder New York, serta Don Salvatore, bos mafia Italia yang ingin mengubahnya. Di balik karier MUA, Vanya terjebak dalam gelapnya perdagangan manusia. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan cinta sejati di tengah badai penderitaan tersebut?
Sampul Novel Different Body
8.0
Apa jadinya jika saat terjaga kamu mendapati dirimu terjebak dalam raga dengan gender yang sama sekali berbeda? Nasib malang inilah yang menimpa Aurora Nadine Rachellina secara tiba-tiba. Dia terbangun dan menyadari bahwa jiwanya kini menghuni tubuh seorang laki-laki. Perubahan drastis tersebut bukan sekadar anomali fisik, melainkan awal dari serangkaian masalah yang jauh lebih besar dan rumit yang harus segera ia hadapi dalam hidup barunya.
Sampul Novel En-PD161
9.1
Dua tahun menikah, sang suami berubah drastis menjadi pria yang gemar bersenang-senang dengan banyak wanita. Meski sang pria telah berjuang mempertahankan hubungan hingga berurusan dengan polisi, suaminya hanya memberikan balasan dingin yang menyakitkan. Terungkap bahwa pernikahan ini hanyalah alat balas dendam atas kematian cinta pertama sang suami. Saat kesabarannya habis melihat pengkhianatan itu, sang pria akhirnya memilih bangkit dan menerima tantangan cerai.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Penyiksaan yang tiada henti selalu terbayang di mata Elle, seorang Ayah yang seharusnya mengayomi malah sebaliknya dia dipaksa bekerja untuk mencari uang. Ayahnya semakin hari semakin gila. "Ayah, aku mohon hentikan!" isaknya sambil memohon. "Kamu menginginkan ini! Kamu seharusnya sudah menyiapkan uang yang aku butuhkan?!" "Ayah, hentikan! Sakit!" Elle seorang gadis berusia dua puluh dua tahun harus menanggung kehidupan yang pahit. Elle si gadis penari telanjang itulah profesinya saat ini. Kini ia bertekad untuk mengakhiri semua ini dia tidak ingin dijadikan budak lagi oleh Ayahnya, dia ingin keluar dari kehidupan yang kotor dia tidak ingin menjual tubuhnya lagi, malam ini adalah malam terakhir dia bekerja sebagai penari telanjang disebuah club.
Sampul Novel Kontrak Cinta Terlarang
8.8
Dua tahun membina rumah tangga, Celine harus menelan kenyataan pahit bahwa Alister, suaminya, adalah seorang penyuka sesama jenis. Tekanan keluarga untuk segera memiliki keturunan membuat Alister nekat menyewa pria bernama Jonathan demi menghamili istrinya melalui pernikahan kontrak. Terjebak dalam rencana gila sang suami, Celine kini menghadapi dilema moral yang hebat. Mampukah ia menjalani skenario terlarang ini demi sebuah ekspektasi keluarga yang semu?
Sampul Novel Mrs Bodyguard
8.7
Kendra, pewaris otomotif Tanaka yang manja dan rupawan, nyaris tewas akibat gaya hidup bebasnya. Demi keamanannya, sang ayah menyewa Drupadi, mantan anak asuh mafia yang dingin, sebagai pengawal pribadi. Menyamar jadi pria, Dru harus melindungi Kendra yang kerap kesal namun mulai bergantung padanya. Meski terpaut usia empat tahun dan terikat sumpah profesional untuk tidak jatuh cinta, benih asmara mulai tumbuh di antara pengawal tangguh dan majikan manis ini.