
The Ceo Is My Husband
Bab 2
Nawa sudah 3 bulan kerja paruh waktu di PetCare la-tansa
Tempat perawatan hewan dan jasa penitipan hewan.
Ia bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupannya, ibu dan adiknya yang berusia 6th, nawa bekerja dari jam 3 sore sampai jam 10 malam.
Nawa senang dengan pekerjaannya, karna ia juga sangat menyukai hewan.
~🌱~
Nawa membuka tokonya, ia menyapu toko, memeriksa keadaan hewan lalu diberi makan.
Nawa mengeluarkan satu anak kucing, ia mengelus ngelus kucing itu dan ajaknya bermain bersama. Keadaan toko saat itu sepi jadi Nawa bisa bermain bersama hewan hewan disana.
Saat Nawa tengah asik bermain dengan seekor anak kucing, tiba tiba pintu toko terbuka.
Nawa menoleh ke arah pintu dan ia terkejut karna pengunjung yang datang itu adalah pria waktu itu.
Nawa melotot dan mendongak keatas melihat pria itu karna Nawa dalam posisi duduk dilantai.
Pria itu terkejut melihat gadis yang selalu ia jumpai ternyata ada di pet care ini.
"Hmm permisi" ucap Maven
Nawa meletakan anak kucing dan berdiri dari posisi duduknya tadi, "iya ada apa?"
"Orang petcare ini kemana?"
"Saya om, karyawati" sahut Nawa dengan wajah datar
Maven tercengang melihat ungkapan Nawa, "kamu?"
Huhhh sabar Nawa sabarrr, dia om om yang ngeselin tadi, Tapi kenapa harus gue
"Iya om, saya" dengan penuh senyum terpaksa "ada perlu apa?" Sambung Nawa.
"Saya mau grooming"
"Hah?? Om mau di grooming?" Ucap Nawa kaget
"Eh bukan saya tapi ini" melihatkan kucingnya didalam kandang.
"Oh bilang, sini kucingnya" mengambil kucing dari tangan Maven.
Maven hanya melihat Nawa dan tidak menyadari jika Nawa sedang bertanya kepadanya. "Ini kucing grooming apa?" Ucap Nawa ingin menulis di buku.
Nawa tidak melihat ke arah Maven, tapi karna Maven diam Nawa menoleh ke arah Maven dan benar saja Maven tak mendengarkan ya. Ia menatap Nawa seperti terpaku.
"Haduuuhhh, om!!!" pekik Nawa dengan nada agak keras.
Dan membuyarkan tatapan Maven yang melekat ke arah Nawa, "iya ada apa?"
"Ini kucingnya ada gangguan kah?"
"Gak kok, kucingnya sehat"
"Oh, berarti grooming sehat ya" Nawa menulis kedalam buku
Maven hanya mengangguk dan masih saja menatap Nawa.
"Mau dijemput jam berapa?" Ujar Nawa
"Saya tungguin aja"
"Oh yaudah tunggu disana saja" menunjuk kursi disudut sana.
Maven menoleh ke arah Nawa tunjuk, "tapi saya mau liat proses groomingnya boleh?" Ujar Maven dan menoleh kembali kearahnya Nawa
Ya ampun ribet banget ni orang gumam Nawa didalam hati. "Boleh silahkan" membawa kucing Maven kedalam.
Maven mengikuti Nawa dari belakang dan melihat proses grooming.
Nawa tersenyum melihat kucing Maven diam saja jika dimandikan "Hai mpuss, senang ya mandinya" ucap Nawa dengan tersenyum lebar.
"Namanya siapa om" tanya nya yang melihat kearah Maven
Maven yang memperhatikan Nawa tak lepas dari pandangannya "Moni"
"Haii Moni"
Setelah selesai grooming Nawa pun mengeringkan moni dengan menggunakan hair drayer kucing. Sedang mengeringkan Maven pun bertanya sesuatu kepada Nawa.
"Nawa, kamu kerja disini?"
Nawa tak terkejut mendengar Maven mengetahui namanya karna teman tercintanya itulah yang memberi tahu namanya.
"Iya om" ucapnya singkat dan masih terus mengeringkan moni
"Kamu gak mau bertanya, saya tau Nama kamu darimana?"
"Gak om"
"Saya tau dari teman kamu, kemarin waktu itu saya menanyakan nama kamu" padahal Nawa udah bilang gak mau bertanya tetap juga dibilang.
Nawa tak menanggapi ucapan Maven dan ia hanya terus memperhatikan Moni.
Setelah semuanya selesai "ini om sudah" ucap Nawa memberikan moni kembali.
"Berapa?"
"150rb om"
"Oh ya, tunggu sebentar" Maven mengambil uangnya didompet dan mengeluarkan uang 200rb "Ini ya Nawa" sambungnya.
"Tunggu om kembaliannya" Nawa mengambil uang 50rb "Ini om" menodorkan uangnya.
"Gak usah kamu pegang aja dulu, mana tau nanti saya kembali"
"Lebih baik om ambil ini, biar gak kembali lagi" ucap Nawa dan memberi uang tersebut dengan paksa ke tangan Maven.
Maven tertawa melihat Nawa "Kamu segitunya gak ingin ketemu sama saya" ujarnya dengan tawa terkekeh.
"Bukan masalah itu om, saya emang suka risih gakjelas"
"Yaudah kalau gitu saya permisi"
"Ya om kalau bisa gak usah balik balik kesini" pekik Nawa dengan nada agak keras dan didengar oleh maven.
Sampainya didepan mobil Drrtt... drrttt..
Maven tidak menghentikan langkahnya dan mengangkat panggilan masuk.
PANGGILAN BERLANGSUNG...
"Ya ada apa No?"
"Lo dimana sih vin" -Jino
"Gue barusan dari petcare"
"Lah? Lo gak ingat lo ada meeting ini" -Jino
"Ingat gue, makanya gue berangkat sekarang"
"Cepat, daripada gue yang mulai nih meeting" -Jino
"Ya bagus dong, jadi gue gak capek capek lagi"
"Aghh gak jadi gak jadi" -Jino frustasi melihat bos nya
PANGGILAN BERAKHIR...
Maven kembali ke apart nya terlebih dahulu untuk meletakan Moni barulah ia berangkat ke kantornya
•
•
•
To be continued

Jino Matthew
Pengabdi setia ceo sandbox berusia 26tahun.
Anda Mungkin Juga Suka





