Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Ceo Is My Husband

The Ceo Is My Husband

Kisah ini mengikuti dinamika unik seorang gadis remaja berusia enam belas tahun yang menjadi pusat perhatian seorang CEO sukses. Meski terus dikejar, ia merasa jengah dan bosan karena sang pria selalu muncul di hadapannya. Namun, sang CEO justru tidak pernah merasa lelah sedikit pun untuk menatap wajah gadis tersebut. Perbedaan usia dan keteguhan hati sang pria menciptakan interaksi yang penuh warna dalam hubungan mereka yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 1

Drreett... Drreett

Nawa terbangun dari tidurnya dan mematikan alarm paginya, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

Cukup lama bersiap siap akhirnya nawa selesai dan berangkat kesekolah.

Sampainya diseberang sekolah, nawa turun dari bus dan langsung menyebrangi jalan tanpa melihat kearah kiri dan kanan.

Tiba tiba dari arah kanan

TIINTT... TINNTT

Membuat Nawa terkejut berdiam diri ditempat, jarak Nawa dengan mobil hanya menyisakan beberapa Cm, Lalu Nawa menoleh ke arah mobil dengan penuh emosi dan memukul bagian depan mobil.

"WOII TURUN LO!!!" Seru Nawa dengan menunjuk orang didalam mobil. "Lo gak liat ha? Gue nyebrang?" Sambungnya dengan penuh kesal.

Pengemudi mobil itu turun "Maaf, tapi saya emang gak liat kamu tadi"

"Gak liat apanya? Gue segede ini" ketus Nawa

"Tapi benar saya gak liat kamu"

"Aggkkhh udahlah, ribet amat ngomong sama om om kayak lo" lalu pergi meninggalkan pria itu.

Gue? Om om? Masa gue setua itu? Pria berkata didalam hati, sambil memandangi nawa masuk kesekolahnya.

drrtt drrtt

Pria itu mengangkat teleponnya "Ya No, Gue bentar lagi sampe dikantor nih" lalu mengakhiri panggilan.

Pria itu kembali kedalam mobilnya dan melaju pergi

~🌱~

Sampainya dikelas Nawa masih emosi melihat pria tadi.

"Ihh, Awas aja kalau gue ketemu lagi sama tu om om" ucap nya sendiri dan didengar oleh temannya yang datang entah darimana.

"Om om siapa?" Hanni yang nongol di samping nawa.

"Woii!!! ngagetin gue aja lo"

"Gue denger lo bilang om om, om siapa sih?"

"Siapa yang bahas om om anjir" merebahkan kepalanya dimeja

~🌱~

Bell sekolah berdering...

Seluruh siswa siswi mengakhiri pelajaran akhir dan pulang.

"Eh hann, temanin gue bisa gak?"

"Bisa dong, Kemana?"

"Ke perpus sekolah ini doang"

"Oh kirain lo mau pergi keluar, tapi nanti temanin gue ya"

"Sipp" ujar Nawa mengacungkan jari jempol nya.

Mereka berdua keluar kelas dan menuju perpustakaan sekolah, sampainya didalam Nawa mengembalikan buku yang telah ia pinjam.

Saat berbalik Nawa yang tidak memperhatikan jalan lalu bertabrakan dengan seorang pria.

"Aduh maaf gue gak sengaja" lalu mengambil buku yang jatuh.

"Gak apa apa santai aja" menerima buku dari tangan nawa

Nawa lalu melihat ke arah pria itu dan meminta maaf sekali lagi atas ketidaksengajaannya.

"Maaf ya gue gak sengaja, maaf banget" ujar Nawa.

"Gak apa apa santai aja" ucap pria itu menahan tawa nya melihat ekspresi Nawa. "Gue gak pernah liat lo, Lo anak baru?" Sambungnya.

"Engga, Gue gak anak baru, cuma yaa baru kali ini gue masuk perpus"

"Oh pantesan gue gak pernah liat lo"

Nawa hanya tersenyum "Oh ya gue duluan ya" sahut Nawa dan berlalu pergi.

"Lo dikelas apa" teriak pria itu.

Nawa menoleh ke arah pria itu "kelas 11A" dan berlalu pergi.

Pria itu tersenyum melihat Nawa 'Gue baru tau kalau ada cewek secantik dia, Aiisshh hayolah apa gue pikirin sih' gerutu pria itu didalam hatinya dan tersenyum

"Bodoh banget gue anj, masa nanyain kelasnya bukan nama ataupun no telepon nya sih" kesal melihat kebodohannya sendiri.

"Ihh wa, lo lama banget sih? Ngapain coba?" Hanni mendengus kesal.

"Lama apaan monyet? Gue rasa bentar tadi loh" sahut Nawa.

"Yaudah deh ayo temanin gue" lalu mengandeng pergelangan tangan Nawa.

Selama diperjalanan, Nawa melihat ke kiri dan kekanan, "Ih Hanni, Lo mau kemana sih tujuannya"

"Kita ke cafe" ucap Hanni yang sedang mengendarai motor matic nya.

Nawa hanya mengangguk angguk saja mengikuti kemana tujuan sahabatnya satu itu.

Setelah 25menit berlalu akhirnya nawa dan hanni sampai di cafe starlight

Mereka berdua turun dari motor lalu memasuki cafe tersebut dan memilih tempat duduk bagian pinggir

"Lo mau minum apa wa?" Ujar Hanni yang melihat buku menu

"Gue mau frappucino"

"Oke, gue pesan dulu lo tunggu disini okee"

Nawa memainkan ponsel nya seraya menunggu Hanni dan pesanannya.

Nawa tidak sadar bahwa ada sepasang mata mengamatinya sambil tersenyum.

"Duhh, lama amat si Hanni" merebahkan kepalanya di meja cafe dan melihat ke arah pria yang menatapnya, awalnya Nawa tidak menyadari nya lama kelamaan Nawa teringat bahwa pria itu yang hampir menabraknya pagi tadi.

Pria itu terus menatap Nawa sambil meminum minumannya. Pandangannya selalu tertuju kepada Nawa, membuat Nawa ingin sekali memarahinya namun dicafe sangat ramai pengunjung.

Nawa pun mengurungkan niatnya, Dan hanya memalingkan wajahnya dari pria itu.

"Ish, Gue rasanya ingin pukul tu wajah om om" mendengus kesal.

Hanni datang dengan membawa pesanan mereka berdua "Ini minuman lo" memberikan minuman pesanan Nawa.

"Hann, kita minum ditempat lain aja yuk"

"Eh? Kenapa sih?" Ujar Hanni bingung "Tempatnya gakbagus ya?" sambungnya.

"Aduhh bukan masalah itu, t-tapii" perkataan nawa terhenti karna pria itu menghampiri mereka berdua.

Hanni pun melihat ke arah pria itu, "aduhh ada cowok ganteng wa" spontannya. Nawa yang malu melihat temannya langsung menutup mulut hanni dengan tangannya.

"Apa?" Ucap Nawa datar kepada pria itu.

Pria itu tersenyum dan tertawa kecil

"Aneh ini om om, ditanya malah ketawa lo" ketus Nawa.

"Om om apanya anjir? Jelas-jelas muda begitu" bisik Hanni ketelingan Nawa.

"Apaansih lo han" ujar Nawa lalu berjalan keluar meninggalkan hanni.

"Eh wa tungguin gue" siap siap ingin melangkah pergi.

"Hei tunggu" ucap pria itu kepada Hanni.

Hanni kembali menoleh ke arah pria itu, "iya ada apa?" Tersenyum manis.

"Siapa nama teman kamu tadi?"

"Oh yang tadi?" Menunjuk keluar, "itu namanya Nawa, biasalah kak bocil 16tahun mah gitu kelakuanya" sambungnya.

"Oh Nawa" tersenyum setelah mengetahui namanya.

"Oh iya saya hanni" memberi tangannya yang hendak berkenalan, "nama kakak siapa?"

"Saya Maven Williams" menerima jabat tangan Hanni.

"Oh tunggu, jangan jangan kakak ini Maven Williams robert kan?" Jawab Hanni antusias.

Maven hanya mengangguk berarti iya, Hanni pun langsung takpercaya bahwa ia bersalaman dengan ceo tampan.

Saat sedang bersalaman nawa meneriaki Hanni dari pintu luar, "WOII LO GAK PULANG HA? GUE TINGGALIN NIH"

"eh iya gue pulang, tungguin lah" sahut Hanni lalu berpamitan pulang dengan Maven.

Hanni menuju ke arah Nawa "Lama anjir, Bisa telat gue kerja nanti" cetus Nawa.

Mereka pun pergi dari cafe tersebut. Di perjalanan Nawa menikmati minuman nya.

"Eh wa, Lo ditanyain loh sama cogan tadi" ucap Hanni membuka pembicaraan

Nawa hanya diam berarti tak menanggapi perkataan hanni.

"Dia nanyain nama lo, Jadi yaaa gue kasih tau lah"

"Anj, kenapa lo kasih tau monyettt" kesal Nawa terhadap temannya yang caper itu

"Anjir lo gaktau siapa dia?"

"Gak, Lagian gue gak peduli" ucapnya dan meminum minumannya kembali.

"Dia itu CEO di perusahaan sandbox, monyettt" celetuk Hanni dengan nada yang agak kesal melihat sahabatnya ini gak tau apa apa.

"Oh" respon yang terdengar dari mulut Nawa

Sampainya di depan rumah Nawa, ia pun turun dari motornya Hanni "Oke thanks han"

"Cie ciee ciee, ditanyain CEO ganteng"

"Lo kalau mau dia ambil anjir, jangan ledekin gue mulu"

"Gue mau, cuma kayaknya dia suka lo" jawab Hanni berpura pura sedang memikir.

Nawa geli melihat tingkah sahabatnya itu "Udah sana lo balik"

"Dahh, Sahabatku semangat kerjanya nanti" menyalakan motornya dan melaju pergi dari sana.

To be continued

Nawa kallandra

Berusia 16tahun

Kelas 11A

Bekerja paruh waktu

Maven williams robert

Pendiri dan ceo sandbox

Berusia 27tahun

Baik, pintar, tampan, kaya raya

Cuek, anti cewek kecuali dengan nawa

Hanni aninda

17tahun

Kelas 11A

Sahabat setia nawa

Anak orang kaya

Jangan lupa di vote dan comment ya❤️

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Elia dikenal publik sebagai pria sopan yang tertutup, namun aslinya dia sosok kejam yang menjerat Ashley dalam gairah. Hubungan rahasia mereka membuat Ashley aman dari gangguan siapapun. Keadaan berubah saat Ashley mual di depan umum. Elia yang biasanya dingin justru berlutut dan membelai perutnya dengan lembut. Sang CEO pun meminta Ashley untuk meresmikan hubungan mereka di depan semua orang, serta berjanji akan memberikan segalanya demi dirinya.
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Jonathan Smith berhasil mengubah nasibnya dari kemiskinan menjadi orang terkaya di kota Rivera berkat kecerdasan dan kerja kerasnya. Meski banyak rival bisnis dan musuh berusaha menjatuhkannya, ia tetap tak tergoyahkan di puncak kekuasaan. Kerajaan bisnisnya justru kian perkasa dan tak tersentuh setelah ia resmi menjabat sebagai Perdana Menteri. Kini, Jonathan berdiri angkuh mengendalikan segalanya dari kursi kepemimpinan tertingginya.
Sampul Novel Gairah Liar dan terpendam Sang CEO
9.3
Nindy terjebak dalam situasi mencekam saat Devien, sang CEO yang terobsesi, menyatakan ambisinya untuk memilikinya secara paksa. Meski Nindy berteriak histeris meminta pertolongan, upayanya sia-sia karena mereka berada di ruangan kedap suara yang mengisolasi segalanya. Hasrat liar yang selama ini terpendam dalam diri Devien kini meluap sepenuhnya, membuatnya tak terkendali dalam mengejar keinginan nafsunya tanpa memedulikan penolakan dari Nindy.
Sampul Novel Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris
7.9
Jill merasa hancur setelah dikhianati oleh kekasihnya selama tiga tahun. Di tengah kemarahannya, ia justru terlibat cinta satu malam yang panas dengan Revel, seorang pewaris kaya raya yang selalu memancing emosinya. Meski awalnya hanya hubungan singkat, sosok Revel terus membayangi pikiran Jill. Apakah ini cinta atau sekadar obsesi? Keadaan menjadi semakin rumit saat terungkap bahwa Revel ternyata memiliki kaitan rahasia dengan masa lalu Jill yang tak terduga.
Sampul Novel Menaklukan CEO Mesum
8.2
Bianca terjepit utang satu juta dolar akibat penggelapan dana ibunya. Demi membebaskan sang ibu dari penjara, ia menemui Steve Dvalton, CEO pusat di Singapura. Namun, negosiasi itu berubah menjadi tawaran gelap: Bianca harus menjadi pemuas nafsu Steve. Di tengah dilema antara kesetiaan pada kekasihnya dan keselamatan ibunya, Bianca terpaksa memulai hubungan panas yang penuh tipu daya. Steve merasa tertantang oleh kegilaan Bianca yang menggairahkan di ranjangnya.
Sampul Novel Menikahi Ceo
8.7
Arga adalah CEO yang belum pernah jatuh cinta hingga ia bertemu Raisya, siswi SMA tangguh yang hidup bersama kakaknya. Ketidaksengajaan di depan rumah membawa Raisya terus menggoda Arga hingga benih asmara tumbuh. Namun, hubungan unik ini terputus saat Raisya kuliah ke luar negeri dan melupakan Arga. Saat kembali, Arga ternyata sudah bertunangan. Akankah cinta gila mereka bersemi kembali, atau Arga justru memilih tetap setia pada tunangannya?