Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Bastard and His Cold Wife

The Bastard and His Cold Wife

Daniel merasa sial saat harus menikahi Aluna, wanita dingin tanpa ekspresi yang ia anggap akan membuat hidupnya bak neraka. Sebaliknya, Aluna menerima perjodohan ini dengan tenang karena ia tidak pernah percaya pada cinta. Namun, segalanya berubah saat Daniel mulai merasa iba melihat sisi menyedihkan dari kehidupan istrinya. Akankah benih cinta yang tumbuh di antara mereka akan terungkap, atau justru terkubur selamanya karena gengsi yang tinggi?
Bab
Bagikan

Bab 3

Cuaca di luar cukup cerah berawan, matahari sesekali bersembunyi di balik awan yang berjalan satu arah. Seorang pria sedang sibuk menandatangani file di ruang kerjanya, file yang memerlukan tanda tangannya itu harus segera diselesaikan hari ini juga.

Dirinya menumpuk file ke sisi kirinya setelah di tanda tangani, ada lebih dari tujuh file yang harus ia acc untuk keperluan perusahaan. Termasuk upah karyawan yang harus dibayarkan tidak lewat dari tanggal 25.

"Pak, perwakilan dari Silvana Corporation sudah sampai di bawah," kata Dita, sekretarisnya memberitahu.

Daniel mengangguk mengerti dan segera menandatangani file terakhir, setelah itu ia menumpuknya menjadi satu dengan dokumen yang sudah terselesaikan.

"Kita akan menyambutnya, Pak?"

Daniel mengangguk, ia harus membangun citra baik dengan Silvana Corporation agar mereka mau bekerja sama dengannya. Tidak butuh waktu lama ia menunggu, perwakilan dari Silvana Corporation sudah keluar dari elevator.

Daniel menegang di tempatnya, dia? Apakah ia tidak salah lihat? Aluna berdiri di hadapannya sebagai perwakilan Silvana Corporation, apakah dia pemilik perusahaan itu?

"Saya Daniel, selaku CEO di perusahaan ini. Senang bertemu dengan Anda," katanya membuat Daniel yang diangguki oleh wanita itu, haruskah ia membangun citra baik di hadapan wanita itu? Citranya sudah jatuh sejak malam itu, wanita itu pasti menilainya dengan buruk.

"Saya Aluna, perwakilan dari Silvana Corporation. Senang juga bertemu dengan Anda," katanya dengan nada cukup ramah, menurut Daniel.

Daniel mempersilakan wanita itu agar segera masuk ke dalam ruangannya, Aluna berjalan dengan sekretaris di belakangnya. Jika tahu pemegang perusahaan Silvana Corporation adalah Aluna, ia lebih baik mengajukan perwakilan saja.

Setelah duduk, Daniel mengambil dokumen kerja sama mereka yang sudah dipersiapkan oleh perusahaannya untuk ditandatangani jika mereka mau bekerja sama. "Jadi, bisa langsung saja?"

Pertanyaan itu ia ajukan seraya mengambil file berisi perjanjian, tentu saja hal itu membuat pihak Silvana Corporation bingung.

"Maaf, maksud Anda bagaimana ya, Pak? Pihak Anda belum presentasi mengenai proyek yang akan dijalankan," kata sekretaris Aluna yang sepertinya tidak terima dengan ucapannya.

"Bisakah aku berbicara berdua dengan atasanmu? Ada yang ingin aku sampaikan secara pribadi," katanya membuat sang sekretaris menatap atasannya, setelah Aluna mengangguk mengiyakan sekretarisnya segera pergi.

Kini tinggal mereka yang sedang berhadapan, tidak tahu bagaimana? Daniel merasa membangun citra baik sedangkan citra buruknya sudah terlihat adalah hal yang sia-sia.

"Apa yang ingin kau sampaikan?"

***

"Seperti yang kau katakan sebelumnya, aku tidak ingin presentasi mengenai proyek ini jika ujungnya kau tidak mau menerima tawaran kerja sama ini."

Aluna yang mendengar hal itu pun mencoba mencerna kata-kata pria itu, kemudian terkekeh geli. "Kau yakin menganggap presentasi untuk proyek adalah hal yang sia-sia?"

"Tidak sia-sia jika bukan kamu yang menangani proyek ini, kau tidak menyukaiku dan pastinya kau akan mempersulit perusahaan kami," katanya dengan santai, Aluna sendiri yang mendengar hal itu pun terkekeh kecil.

"Aku tidak membawa masalah pribadi untuk menangani perusahaan, Pak Daniel. Sekali lagi saya ingatkan, jika Anda menjalankan sesuai prosedur. Kesempatan kami menerima tawaran kerja sama cukup besar, jika tidak- apa yang akan menjadi pertimbangan kami?"

Penjelasan itu membuat Daniel diam di tempatnya sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku tidak ingin presentasi, jika mau kau langsung tanda tangan."

Aluna tertawa, "bagaimana jika saya tidak mau?"

"Silakan pergi dari perusahaan saya," kata Daniel membuat Aluna mengangguk mengerti dan segera berdiri dari duduknya.

"Saya sarankan untuk tidak membawa masalah pribadi dalam pekerjaan, Pak Daniel. Semua itu hanya membuatmu sulit dan terlalu negatif thinking terhadap sesuatu," kata Aluna menasehati Daniel, "saya pamit, senang bisa datang ke perusahaan Anda. Permisi," lanjutnya segera membawa tasnya.

Mengenai tas laptop milik sekretarisnya, biar dia sendiri yang mengambil dan membawanya. Kaki jenjangnya melangkah dengan cepat dan keluar dari perusahaan ini.

"Dara, ambil barang-barangmu dan kita kembali ke kantor sekarang," pinta Aluna yang langsung diangguki oleh sekretarisnya, Dara langsung berlari mengambil barang-barangnya dan menyusul langkah atasannya.

Aluna hanya diam saja di perjalanan, sekretarisnya tampak bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.

"Kita tidak jadi kontrak, Bu?"

"Tidak, aku hanya membutuhkan orang yang menghargai perusahaanku," kata Aluna dengan tenang, ia sudah baik-baik mau datang dan sekarang pria itu bersikap demikian. "Jangan terima tawaran apa pun dari perusahaan itu, aku tidak mau tahu. Tidak peduli menguntungkan atau tidak, attitude lebih diperlukan."

"Baik, Bu," kata Dara mengiyakan ucapan atasannya, setelah itu mereka kembali diam. Aluna sendiri tidak menyangka jika Daniel seburuk itu, berpikiran negatif tentang dirinya.

Mobil yang ia tumpangi melesat membelah jalanan menuju perusahaannya, menjadi CEO adalah profesi yang sudah ia geluti setengah tahun yang lalu. Sebelumnya ia menjadi staf biasa sebelum akhirnya memegang divisi keuangan dan berakhir menjadi CEO sekaligus disahkan menjadi pemilik oleh ayahnya.

***

"Kerja sama batal?"

"Ya, gara-gara Aluna," kata Daniel dengan kesal membuat seseorang yang diajak bicara mengangkat alisnya, "jangan tanya apa pun, gue benar-benar benci sama dia."

Daniel mengatakan hal itu dengan menggebu-gebu, ia benar-benar tidak menyukai wanita itu. Entah apa yang ada dalam diri wanita itu, ia rasa pikirannya terlalu sempit.

"Gara-gara dia, gue malas nangani proyek ini. Gue enggak mau presentasi dan sialnya dia hanya langsung pergi gitu aja," kata Daniel bercerita sendiri, David yang mendengarnya pun tertawa terbahak-bahak.

"Lo yang enggak mau presentasi, kenapa jadi lo nyalahin calon lo itu? Bukannya sebenarnya dia juga biasa aja ya pas lihat kalau kliennya itu calon suaminya sendiri?"

David berkata benar, membuat Daniel terdiam dan membenarkan ucapan sahabatnya. "Ya masalahnya gue udah ngira dia enggak akan terima kerja sama itu, coba deh lo jadi gue."

"Ya itu, lo aja yang terlalu negatif thinking. Bukan apa-apa ya, dia sudah profesional mau datang dan memperkenalkan diri. Lo juga sendiri pasti tahu kedatangannya untuk apa," kata David mencoba memposisikan diri sebagai Aluna. "Kalau lo sendiri aja enggak bisa menghargai dia, bagaimana dia bisa menerima tawaran itu?"

Daniel yang mendengar hal itu pun terdiam, "jadi, menurut lo ini salah gue?" tanyanya yang tentu saja diangguki oleh David. Daniel menatap David dan pria itu mengangguk mengiyakan ucapannya membuat Daniel mengumpat dalam hati.

"Terus, apa yang harus gue lakukan sekarang?" tanya Daniel, David yang mendengarnya pun menggelengkan kepalanya perlahan karena memang dia sendiri juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan. "Minta maaf?"

"Mungkin itu diperlukan, tapi jangan berharap dia mau menerima tawaran kerja sama lo lagi. Dia sudah memberi kesempatan, lo sendiri yang buang kesempatan itu."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFFAIR
9.5
Mauren yang masih 19 tahun terpaksa menikahi Aron, duda kaya berusia 45 tahun, setelah dijual oleh ayahnya. Di sisi lain, putra Aron yang berumur 23 tahun, Liam, terjebak dalam pernikahan hambar bersama Bella karena ketidakpuasan ranjang. Sementara Liam merasa frustrasi dengan istrinya, Mauren harus menderita melayani nafsu pria tua tanpa pernah merasakan kepuasan. Takdir pahit ini menjerat mereka dalam kemelut rumah tangga yang penuh penderitaan batin.
Sampul Novel Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
9.1
Kehidupan Nayla yang awalnya terasa sempurna seketika hancur berkeping-keping. Lewat kepolosan Cahaya, sang putri kecil, sebuah perselingkuhan yang dilakukan suaminya dengan Rosa terungkap secara tidak sengaja. Kesaksian jujur dari anaknya tentang kejadian di balik pintu kamar yang terkunci menjadi awal dari penderitaan yang tak terbayangkan. Kini, Nayla harus memilih antara bertahan atau merelakan semuanya. Sanggupkah ia menghadapi pengkhianatan ini dengan tegar?
Sampul Novel Bertemu Kamu Saat Sudah Terikat
9.3
Rania berjuang keras menyelamatkan pernikahannya yang mulai retak dan berada di ambang kehancuran. Di tengah kepedihan itu, sosok dari masa lalunya hadir kembali membawa kenyamanan bagi hatinya yang gundah. Kini ia terjebak dalam dilema besar: tetap bertahan bersama Yoga, suami yang tidak pernah tulus mencintainya, atau membuka hati untuk Rendy, pria penyayang yang muncul saat ia sudah terikat. Keputusan sulit menanti di tengah konflik batinnya.
Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, mantan perwira militer yang difitnah dan disiksa di penjara, berhasil melarikan diri sebagai buronan Interpol demi mencari adik angkatnya. Untuk bertahan hidup dalam pelarian, ia beralih profesi menjadi pembunuh bayaran yang dingin. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada gadis jelita bernama Rheyna. Konflik batin memuncak ketika Sammy menyadari bahwa target pembunuhan berikutnya adalah orang terdekat dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO
8.1
Demi kesembuhan ibunya, Shania yang baru berusia 19 tahun terpaksa menjadi istri kontrak Steven, seorang CEO perusahaan limbah kimia yang dingin. Steven sebenarnya enggan berurusan dengan wanita, namun ia tak kuasa menolak tuntutan adiknya. Ia pun menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania dengan syarat sang gadis bersedia diperbudak melalui perjanjian tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam pernikahan formalitas mereka.
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.