Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Bastard and His Cold Wife

The Bastard and His Cold Wife

Daniel merasa sial saat harus menikahi Aluna, wanita dingin tanpa ekspresi yang ia anggap akan membuat hidupnya bak neraka. Sebaliknya, Aluna menerima perjodohan ini dengan tenang karena ia tidak pernah percaya pada cinta. Namun, segalanya berubah saat Daniel mulai merasa iba melihat sisi menyedihkan dari kehidupan istrinya. Akankah benih cinta yang tumbuh di antara mereka akan terungkap, atau justru terkubur selamanya karena gengsi yang tinggi?
Bab
Bagikan

Bab 1

Dipertemukan dengan seorang wanita dingin dan sangat datar adalah hal yang paling berat yang pernah dialami pria yang sering gonta-ganti pasangan. Siapa yang tidak mengenalnya? Dia adalah playboy kelas kakap yang terkenal di seluruh bar yang ada di Jakarta.

Daniel Louis Denandra sangat kewalahan menghadapi sosok wanita yang seperti menjadi balok es, dia begitu dingin dan datar. Helaan napas terdengar berulang-ulang, susahnya berbicara dengan wanita itu.

"Hey, kau mendengarkanku?"

Dia hanya menoleh dan mengangkat sebelah alisnya, aishh ... bisakah dia menghargai sedikit? "Sulit sekali berbicara denganmu, Nona."

"Aku tidak memaksa Anda untuk berbicara denganku, Tuan."

Balasannya sedikit melukai harga dirinya, Daniel yang tidak pernah ditolak oleh wanita manapun merasa terluka. Wanita itu lebih memilih memandangi layar ponselnya daripada melihat dirinya yang tampan luar biasa.

"Bisakah kita serius membicarakan tentang perjodohan konyol yang dibuat oleh keluarga kita?"

Daniel mencoba untuk berbicara lagi, ia tidak ingin terjebak hidup bersama wanita dingin itu. Tangan wanita itu terulur mengambil minum dan meminumnya dengan tenang.

"Ada apa?"

"Kau tidak berusaha menolak perjodohan ini? Bukankah semua ini akan mengikatmu? Aku tidak ingin dijodohkan," kata Daniel dengan santai, ia sangat jujur dan ingin membatalkan perjodohan yang tidak berdasar ini.

"Jadi?"

Daniel menahan napasnya, jika saja orang di hadapannya bukan seorang wanita mungkin ia bisa mengajaknya bertarung di lapangan luas. "Aku ingin membatalkannya."

Ia sedikit tersinggung dengan senyum kaku wanita itu yang terkesan meremehkan, benar-benar tidak menghargai sama sekali.

"Silakan saja," katanya dengan santai.

Daniel membulatkan matanya tidak percaya, hey apa ini? Kenapa dirinya dipertemukan dengan manusia es seperti dia? "Bisakah kau tidak bersikap santai, hidupmu akan dipertaruhkan jika sampai kau menikah denganku."

"Hidupku selalu dipertaruhkan, hanya untuk hidup denganmu? Itu bukan masalah besar," katanya.

"Jadi, kau menerima perjodohan ini?" tanya Daniel menatap wajah wanita itu dengan serius. "Aluna Mei Silvana, itu namamu bukan?"

Wanita itu mengangguk mendengar pertanyaannya, sulit sekali menebak sifat wanita itu. Jujur saja, Daniel tidak pernah menemui wanita sedingin ini dengannya.

"Aku belum mau berkomitmen," lanjut Daniel.

"Aku tidak memaksamu untuk berkomitmen," balasnya.

Daniel geram, "harusnya kau menghargai perasaanku, Nona. Bagaimana jika kekasihku terluka mendengar aku akan menikah?"

"Itu urusanmu, kalau bisa silakan batalkan saja. Aku tidak ingin direpotkan untuk membatalkan perjodohan yang sudah terjadi," katanya. "Lebih tepatnya, aku tidak ingin melakukan hal yang sia-sia."

Hey, apa maksudnya?

***

Hidup tertekan?

Dirinya sudah terbiasa untuk itu, hidup bagai boneka yang harus menurut untuk melakukan sesuatu. Tanpa teman, keluarga yang begitu membelenggu seolah sudah menjadi makanannya sehari-hari.

Ini adalah akhir dari kehidupan yang begitu menyedihkan, kedua orang tuanya menyuruhnya untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal dan setelah itu mereka akan membebaskannya.

Perjodohan konyol, ia harus menuruti permintaan mereka. Jika tidak, mereka akan menghentikan pengobatan nenek yang sangat ia sayangi. Sekali lagi, ia berkorban demi keluarga.

Aluna Mei Silvana.

Di usianya yang ke 23 tahun ia akan menikah dengan pria yang usianya sudah menginjak kepala tiga, tetapi cara berpikirnya tidak seperti orang dewasa pada umumnya.

Dia seperti bocah yang terjebak di tubuh orang dewasa, itulah yang ia nilai. Dia sangat menyukai kebebasan, ia tahu hal itu. Ia tahu betapa bebasnya dia di luar sana, namun ia tidak peduli.

Pria itu tidak ingin dijodohkan, tetapi dirinya ingin perjodohan ini berlangsung. Karena dengan hal itu, ia bisa merasakan kebebasan.

Daniel Louis Denandra.

Pria yang menikah dengannya itu begitu menolak dengan keras, sampai-sampai pria itu menemuinya secara langsung dan memintanya untuk membatalkan perjodohan ini.

Mereka dalam dua kubu yang berlawanan, dirinya menikah agar merasakan kebebasan sedangkan Daniel menikah hanya akan membuatnya terkekang.

Aluna bukan orang baik yang akan membantu Daniel untuk membatalkan perjodohan ini, tentu saja ia mementingkan perasaannya sendiri di atas perasaan orang lain.

"Aku belum mau berkomitmen," kata pria itu.

"Aku tidak memaksamu untuk berkomitmen," balas Aluna, sebenarnya ia tidak ingin ambil pusing mengenai hal ini.

"Harusnya kau menghargai perasaanku, Nona. Bagaimana jika kekasihku terluka mendengar aku akan menikah?"

Pria itu menatapnya dengan tatapan tidak suka, sekali lagi ia sama sekali tidak peduli.

"Itu urusanmu, kalau bisa silakan batalkan saja. Aku tidak ingin direpotkan untuk membatalkan perjodohan yang sudah terjadi," katanya. "Lebih tepatnya, aku tidak ingin melakukan hal yang sia-sia."

Dia sangat terkejut mendengar ucapannya, Aluna tidak peduli. Ia akan mengatakan apa yang ingin ia katakan, membatalkan perjodohan? Itu sama saja membawa pisau ke lehernya sendiri. Ya, ia bisa mati.

"Mengapa kau begitu yakin dengan ucapanmu? Bagaimana jika aku bisa membatalkannya? Atau kau benar-benar ingin menikah denganku dan mengincar hartaku?"

"Harta? Aku sudah memilikinya banyak, aku tidak perlu menikah denganmu hanya untuk itu."

Pria itu terdiam mendengar ucapannya, mungkin dia membenarkan hal itu. Aluna sama sekali tidak memikirkan pria itu akan bagaimana, ia hanya ingin bebas dari belenggu keluarganya.

"Aku akan membatalkan dalam waktu dua minggu."

***

"Arghhh!"

Prang!

Daniel benar-benar frustrasi dengan semua ini, ia terlalu kepikiran dengan ucapan wanita itu. Membatalkan perjodohan adalah hal yang sia-sia, apakah itu benar?

"Lo kenapa sih?"

"Tuh cewek berengsek tahu, enggak? Berani-beraninya remehin gue!" kata Daniel mengusap wajahnya, ia kesal setengah mati setelah bertemu dengan wanita itu. Pertemuan itu sangat sia-sia karena ia tidak bisa membujuknya untuk membantunya membatalkan perjodohan.

"Remehin gimana?"

"Gue sudah bilang sama dia biar dia bantu gue batalkan perjodohan itu," kata Daniel menggebu-gebu, "dan lo tahu jawabannya apa?"

"Dia bilang semua itu adalah hal sia-sia, dia enggak mau bantu gue. Sialan banget kan?"

David tertawa terbahak-bahak mendengar hal itu, membuat Daniel mendengus dan mengusap wajahnya dengan kasar.

"Jangan-jangan dia ngebet nikah sama lo lagi, ya sudah sih. Ladenin aja, mana gue lihat fotonya. Cantik enggak?" tanya David, Daniel membuka ponselnya dan membuka galeri serta menunjukkan foto wanita bernama Aluna itu.

"Dih, cantik gitu. Gas ajalah, daripada mubadzir kan? Lagian kayaknya dia cewek baik-baik," kata David membuat Daniel mendengus kesal, "ya ya ya, gue tahu lo masih mau kebebasan."

"Nah itu lo tahu. Dia tuh dingin banget, kayak cewek yang enggak pernah dekat sama cowok. Dingin, cuek, datar banget."

"Ya makanya, dari cerita lo bisa gue simpulkan. Sepertinya dia enggak bisa ngatur lo ini itu, atau lebih tepatnya dia enggak mau peduli sama kegiatan apa yang lo lakuin nanti."

Daniel yang mendengar hal itu pun sedikit tenang, David adalah seorang psikiater dan pastinya dia bisa mengerti karakter seseorang. "Lo mau ketemu sama dia enggak? Biar lo tahu apa yang dia inginkan, ngobrol dikit sama dia."

"Boleh, kapan-kapan."

"Gue jamin, lo bakal kejang-kejang ngobrol sama dia," kata Daniel membuat David tertawa karenanya. "Lihat aja, pegang omongan gue."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFFAIR
9.5
Mauren yang masih 19 tahun terpaksa menikahi Aron, duda kaya berusia 45 tahun, setelah dijual oleh ayahnya. Di sisi lain, putra Aron yang berumur 23 tahun, Liam, terjebak dalam pernikahan hambar bersama Bella karena ketidakpuasan ranjang. Sementara Liam merasa frustrasi dengan istrinya, Mauren harus menderita melayani nafsu pria tua tanpa pernah merasakan kepuasan. Takdir pahit ini menjerat mereka dalam kemelut rumah tangga yang penuh penderitaan batin.
Sampul Novel Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
9.1
Kehidupan Nayla yang awalnya terasa sempurna seketika hancur berkeping-keping. Lewat kepolosan Cahaya, sang putri kecil, sebuah perselingkuhan yang dilakukan suaminya dengan Rosa terungkap secara tidak sengaja. Kesaksian jujur dari anaknya tentang kejadian di balik pintu kamar yang terkunci menjadi awal dari penderitaan yang tak terbayangkan. Kini, Nayla harus memilih antara bertahan atau merelakan semuanya. Sanggupkah ia menghadapi pengkhianatan ini dengan tegar?
Sampul Novel Bertemu Kamu Saat Sudah Terikat
9.3
Rania berjuang keras menyelamatkan pernikahannya yang mulai retak dan berada di ambang kehancuran. Di tengah kepedihan itu, sosok dari masa lalunya hadir kembali membawa kenyamanan bagi hatinya yang gundah. Kini ia terjebak dalam dilema besar: tetap bertahan bersama Yoga, suami yang tidak pernah tulus mencintainya, atau membuka hati untuk Rendy, pria penyayang yang muncul saat ia sudah terikat. Keputusan sulit menanti di tengah konflik batinnya.
Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, mantan perwira militer yang difitnah dan disiksa di penjara, berhasil melarikan diri sebagai buronan Interpol demi mencari adik angkatnya. Untuk bertahan hidup dalam pelarian, ia beralih profesi menjadi pembunuh bayaran yang dingin. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada gadis jelita bernama Rheyna. Konflik batin memuncak ketika Sammy menyadari bahwa target pembunuhan berikutnya adalah orang terdekat dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO
8.1
Demi kesembuhan ibunya, Shania yang baru berusia 19 tahun terpaksa menjadi istri kontrak Steven, seorang CEO perusahaan limbah kimia yang dingin. Steven sebenarnya enggan berurusan dengan wanita, namun ia tak kuasa menolak tuntutan adiknya. Ia pun menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania dengan syarat sang gadis bersedia diperbudak melalui perjanjian tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam pernikahan formalitas mereka.
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.