Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TestPack Di Tas Sekolah Anak Lelakiku

TestPack Di Tas Sekolah Anak Lelakiku

Kehancuran hati melanda Mayra dan Ardi saat rahasia kelam putra mereka terungkap. Nathan, anak lelaki yang selama ini dikenal sangat lugu, ternyata telah menghamili seorang gadis di tengah masa sekolah menengah atasnya. Kenyataan pahit ini menjadi pukulan telak bagi keduanya. Di tengah rasa malu dan duka, Mayra bersama Ardi didera rasa bersalah yang mendalam karena merasa telah gagal menjadi orang tua dalam mendidik dan menjaga masa depan Nathan.
Bab
Bagikan

Bab 3

TEST PACK DI TAS SEKOLAH ANAK LELAKIKU

BAB 3

POV MAYRA

Bagaimana aku menyelesaikan masalah ini tanpa Mas Ardi? Lebih baik aku meminta saran pada Mbak Syifa. Selesai ganti pakaian, aku mengirimkan pesan pada Mas Ardi, mengatakan jika aku akan pergi ke rumah Mbak Syifa, tidak ada balasan. Mencoba menjadi istri yang baik, kemanapun aku pergi harus izin pada Mas Ardi.

Mencoba menjadi istri yang baik? Aku menertawakan diriku sendiri. Menjadi ibu saja aku merasa gagal.

Suara klakson membuatku mengintip dari celah jendela, itu ojek online yang baru saja ku pesan. Perjalanan dari rumahku ke rumah Mbak Syifa tidak terlalu jauh jika menggunakan kendaraan pribadi. Dua puluh menit perjalanan, aku kini berdiri di depan pintu bercat putih itu. Menunggu sang empunya membukakan pintu.

“Masuk, May,” ajaknya. Air muka Mbak Syifa tidak seperti biasanya, dia adalah sosok yang selalu ceria dan murah senyum. Apa Nathan sudah menceritakan semuanya pada Mbak Syifa?

“Dimana Nathan, Mbak?” tanyaku, mengedarkan pandangan mencari sosok Nathan tapi tidak mendapatkannya.

“Semalaman dia gelisah, gak bisa tidur. Terpaksa aku taruh obat tidur di minumannya tadi, Nathan udah ceritain semuanya,” ungkap Mbak Syifa. Anakku pasti merasa tidak tenang.

Sudah kuduga. Nathan termasuk orang yang tidak pandai menyembunyikan sesuatu atau berbohong.

“Aku benar-benar gak habis pikir, May,” tuturnya.

Aku bahkan masih berharap jika semua ini hanyalah mimpi buruk. Rasanya tidak sanggup mendongak dan menatap sorot kecewa dari netra Mbak Syifa.

“Nathan udah bilang kalau orangtuanya Kayra minta kalian buat dateng bicarain soal masalah ini, terus di mana suami kamu?” tanyanya.

“Mas Ardi kerja, Mbak,” jawabku seadanya.

“Anaknya dalam masalah besar kayak gini dia masih bisa kerja? bahkan aku yang bukan orang tuanya saja cemas dengan masa depan Nathan. Suamimu itu gak punya otak apa?!” cecar Mbak Syifa.

Bagaimana ini? Apa harus aku mengatakan jika Mas Ardi sudah tidak peduli dan tidak ingin tahu apapun mengenai Nathan.

Akhirnya Mbak Syifa mengerti setelah aku menjelaskan semuanya, dia bersedia menemaniku untuk menemui kedua orang tua Kayra.

Aku, Nathan dan Mbak Syifa yang akan pergi kesana. Setidaknya jika aku tidak bisa berbicara, Mbak Syifa bisa mewakili. Baru akan berangkat saja aku sudah gugup. Aku takut jika Nathan akan kembali dipukuli oleh ayahnya Kayra. Aku melirik Nathan yang duduk di bangku belakang, dari tadi dia hanya menunduk sambil memainkan jemari tangannya. Begitulah anakku jika sedang cemas. Ibu juga merasakan apa yang kamu rasakan, Nak.

Berbekal maps yang dikirimkan oleh Ibunya Kayra, kami pergi kesana. Karena Nathan ternyata tidak tahu di mana rumah Kayra berada. Entah kenapa aku merasa ada yang ganjil.

“May, ayok turun!” tegur Mbak Syifa. Aku bahkan tidak menyadari jika sudah sampai didepan rumah Kayra, diri ini terlalu larut dengan pemikiranku sendiri.

Keringat dingin membasahi tangan ini saat menunggu sang tuan rumah membukakan pintu. Nathan berdiri di belakang kami. Pintu itu akhirnya terbuka, menampakan Kayra. Beberapa kali dia dan teman-temannya yang lain memang pernah datang ke rumah untuk mengerjakan tugas bersama Nathan. Nathan dan Kayra berada dalam satu kelas, mereka sekolah di sekolah menengah atas swasta favorit di kota ini. Sangat disayangkan memang karena satu tahun lagi mereka lulus sekolah, tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur.

“Silahkan masuk, Tante,” tuturnya dengan senyum yang seperti dipaksakan.

Wajahnya terlihat sangat pucat. Ya, seperti perempuan hamil pada umumnya. Jika saja kabar itu datang setelah Nathan dan Kayra menikah. Aku adalah orang yang paling bahagia. Tapi ini sebaliknya.

Netra ini menangkap foto dengan bingkai besar di ruang tengah. Jantung ini berdegup sangat kencang saat melihat ternyata Ayahnya Kayra adalah seorang abdi negara. Pantas saja Nathan sampai babak belur kemarin.

Kami duduk dan menunggu Kayra memanggilkan kedua orangtuanya. Derap langkah kaki membuatku langsung menoleh. Lelaki bertubuh tegap dan istrinya itu duduk di hadapan kami.

“Saya tidak ingin basa-basi. Saya mau mereka dinikahkan sekarang juga!” tegas lelaki itu dan sorot matanya yang tajam menusuk. Aku bahkan tidak berani menatap manik matanya. Terasa seperti dikuliti, saat tidak sengaja bertabrakan netra dengannya.

“Aku setuju,” balas Mbak Syifa. Aku sebagai Ibunya sulit untuk berkata.

Jika Nathan menikah otomatis dia akan berhenti sekolah dan cita-citanya? Aku tidak berani membayangkan kedepannya seperti apa.

“Bagaimana denga–”

“Sekolah mereka?” Lelaki itu memotong perkataanku. Aku membalasnya dengan anggukan kecil.

“Mereka masih bisa sekolah. Apalagi sekarang masih sistem daring. Jadi itu bukan masalah, benar kan?” serunya.

Benar memang apa yang dikatakan ayahnya Kayra. Jalan terbaik untuk mereka sekarang adalah menikahkannya. Suara bel berbunyi, Kayra jalan untuk membukakan pintu. Seorang lelaki paruh baya dengan pakaian rapi itu masuk.

“Ini penghulu yang akan menikahkan mereka,” jelas Ayahnya Kayra.

Aku merasa tidak percaya, secepat itu. Kayra dibawa oleh ibunya ke dalam kamar, entah untuk apa. Suasana hening seketika, aku tidak bisa berkata-kata untuk mengutarakan perasaan atau mencegah.

“Di mana ayahnya Nathan?” tanyanya.

“Hmm … suamiku–”

“Aku mengerti, dia belum bisa menerima ini. Awalnya aku juga seperti itu, tapi apalah gunanya kita terus marah toh waktu tidak akan bisa diputar kembali. Tugas kita sekarang hanyalah mencari solusi untuk masalh ini. Bukan hanya meratapinya,” ujarnya dengan tegas.

Kayra kembali, sekarang ia menggunakan baju yang lebih tertutup. Dan hijab yang menutupi kepalanya.

Tidak masalah memang anakku menikah tanpa kehadiran ayahnya, tapi aku tidak bisa memaksa Mas Ardi. Sudah dicoba untuk menghubunginya tapi tidak diangkat. Pesanku juga tidak dibaca sama sekali. Biarlah Mas Ardi masalah nanti.

Nathan dan Kayra tidak bisa membantah atau menolak untuk dinikahkan karena memang ini yang terbaik. Setelah selesai ijab kabul. Ayahnya Kayra meminta kami untuk membawa Kayra, karena Kayra sudah menjadi istri Nathan. Aku tersenyum miris, tidak menyangka di umur Nathan yang masih belia, dia menjadi seorang suami.

Selama perjalanan pulang tidak ada satu orangpun yang membuka suara. Aku tadi meminta Mbak Syifa untuk mengantar kami langsung pulang ke rumah. Tidak mungkin aku membiarkan Nathan dan Kayra tinggal di rumah Mbak Syifa. Biarlah Mas Ardi menjadi urusanku, aku akan mencoba bicara baik-baik padanya.

“Bicara baik-baik sama suamimu. Buat dia mengerti,” pesan Mbak Syifa sebelum dia pulang. Nathan terlihat ragu untuk masuk.

“Masuklah. Biar Ibu yang nanti bicara pada Ayahmu,” bujukku.

Aku menyuruh Kayra untuk istirahat karena tidak tega melihatnya sangat lemas dan wajahnya yang pucat. Beralih ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Kayra. Nathan pergi ke belakang rumah, entah apa yang akan dia lakukan. Setelah memberikan makan pada Kayra, aku menunggu Mas Ardi pulang. Suara mobil membuatku langsung beranjak dan menyambut Mas Ardi di depan pintu. Ekspresi wajahnya masih sama seperti tadi pagi. Dia juga tidak mengatakan apapun dan langsung masuk ke kamar.

“Kamu membawa mereka kesini?” tanyanya tiba-tiba.

Bersambung ….

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditinggalkan Karena Burik
9.6
Andra tega menceraikan Aisyah hanya karena penampilan fisiknya yang dianggap tidak menarik. Namun, roda kehidupan berputar cepat saat Aisyah bertransformasi menjadi sosok yang mempesona hingga membuat sang mantan suami didera penyesalan mendalam. Di tengah situasi tersebut, keduanya justru terjebak dalam sandiwara rumit. Mereka terpaksa berpura-pura tetap harmonis demi menjaga perasaan orang tua, meski luka lama dan kenyataan pahit menghantui hubungan mereka.
Sampul Novel Jalan Raih Mahkota
8.8
Richard Ahmed mengkhianati pertunangan kami dengan berselingkuh bersama Eva Marsh. Eva bahkan mengirimkan video mesra mereka yang didukung penuh oleh keluarga Richard. Melihat penghinaan itu, saya menghubungi ayah saya, seorang bos sindikat kriminal besar, untuk menyiapkan pembalasan melalui siaran langsung di media sosial. Namun, bantuan itu menuntut syarat besar: saya harus kembali ke Zlomont dan memimpin Brooks Group sebagai kepala barunya.
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.
Sampul Novel Less Than Evil
9.6
Dalam realitas yang keras, kemampuan menjilat dan mencari muka menjadi kunci utama untuk meraih posisi strategis. Dunia ini tak ubahnya medan perang bagi mereka yang mahir mengganti topeng demi ambisi pribadi. Tak ada kebaikan murni yang tersisa; setiap interaksi hanyalah upaya untuk saling memanfaatkan satu sama lain. Hanya individu yang paling licik dan pandai bersandiwara yang mampu bertahan hingga akhir dalam persaingan hidup yang penuh dengan kepalsuan ini.
Sampul Novel Love By Accident
7.9
Akibat satu kesalahan fatal di masa lalu, Liz mengandung anak dari Caden, pria asing yang nyaris tak ia kenali. Tanpa mengetahui kebenarannya, Caden justru menaruh kebencian mendalam dan menuduh Liz telah sengaja menjebak dirinya demi kepentingan pribadi. Setelah bertahun-tahun berlalu tanpa kabar, takdir secara mengejutkan membawa mereka kembali pada pertemuan yang tak terduga. Kini, rahasia besar dan luka lama pun mulai membayangi hubungan mereka kembali.
Sampul Novel NODA DALAM RUMAH TANGGA
9.2
Alka menyerahkan kartu berisi saldo yang akan terus bertambah setiap hari kepada Mira. Setelah memberikan kode akses 222222, ia menginstruksikan istrinya untuk menggunakan uang tersebut sesuka hati. Meski sempat ragu saat memegang gagang pintu, Alka hanya mengucapkan selamat malam dengan kaku sebelum akhirnya melangkah pergi. Mira pun terpaksa menghabiskan malam pertama mereka dalam kesendirian setelah sang suami memilih untuk meninggalkannya.