Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tersegel Dalam Dunia Palsu

Tersegel Dalam Dunia Palsu

Vivienne terjebak dalam manipulasi ibu tiri dan saudara perempuannya yang licik hingga terpaksa menikahi pria yang terlihat lemah. Tak disangka, suami yang dianggap tidak kompeten itu ternyata seorang presiden direktur yang sangat berkuasa. Saat kebenaran mulai terungkap, Vivienne menyadari bahwa dirinya telah tertipu. Ia pun mulai mempertanyakan berbagai rahasia gelap suaminya serta intrik berbahaya yang kini mengubah kehidupan pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Vivienne duduk di meja makan besar yang terbuat dari kayu gelap, tatapannya kosong. Suasana di rumah baru mereka terasa dingin, tidak ada kehangatan yang biasa ia harapkan dalam sebuah rumah. Semua terasa asing-bahkan makanan yang disajikan di hadapannya tampak hambar. Arthur duduk di ujung meja, jauh dari jangkauan matanya, tampak tenggelam dalam pikirannya sendiri. Sesekali ia menyesap minuman dari gelas kristal yang ia pegang erat.

Vivienne merasa seperti sebuah benda mati, terperangkap dalam sebuah kehidupan yang bukan miliknya. Ia tidak tahu apa yang harus ia percayai lagi. Tadi malam, setelah pernikahan yang dingin, ia berharap bisa tidur dan melupakan semua ini untuk sementara. Namun, tidur tak datang. Setiap kali matanya terpejam, bayangan Arthur yang berbeda dari yang ia kenal menyelimuti pikirannya. Ada rahasia di balik tatapan itu, dan ia tahu ia harus mengetahuinya.

"Arthur..." Suara Vivienne terasa jauh, meski ia berusaha keras untuk memanggilnya.

Arthur menoleh perlahan, matanya tetap tajam. Ada sesuatu yang mengintimidasi dalam caranya menatapnya, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan. "Kau ingin bertanya lebih banyak, bukan?" suaranya serak, penuh teka-teki.

Vivienne mengangguk pelan. "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu berubah begitu cepat? Bukankah kamu... hanya seorang pria biasa?" kata Vivienne, meskipun ia sudah tahu jawabannya, meskipun ia merasakan sesuatu yang lebih dalam tentang pria ini, sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang ia lihat sebelumnya.

Arthur tertawa pelan, namun itu bukanlah tawa yang menyenangkan. Ada kesan penuh kebencian di dalamnya. "Biasa? Itu adalah apa yang mereka ingin kamu pikirkan, Vivienne." Ia menatapnya dengan tajam, seakan ia sudah tahu apa yang ada di benak Vivienne. "Kamu tidak tahu siapa aku sebenarnya."

Vivienne menggigit bibir bawahnya, terperangkap antara rasa takut dan rasa ingin tahu yang mendalam. "Lalu siapa kamu sebenarnya?" tanyanya, mencoba menjaga suaranya tetap tenang, meskipun hatinya berdegup keras.

Arthur berdiri dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke taman yang gelap, cahaya bulan hanya menerangi beberapa bagian dari halaman luas itu. "Aku tidak pernah menjadi pria biasa, Vivienne. Itu hanyalah topeng yang aku kenakan." Ia berbalik, matanya kini tidak bisa lagi disembunyikan. Ada kilatan peringatan di sana, seolah ia sedang mengukur seberapa banyak Vivienne bisa terima.

Vivienne terkejut. "Topeng?" kata Vivienne hampir berbisik, matanya terbelalak. "Kau... kau tidak pernah mengatakan apa-apa tentang ini. Selama ini, aku hanya melihatmu sebagai seseorang yang tidak punya arah."

Arthur tersenyum kecut. "Itulah yang aku inginkan. Semua orang harus melihatku seperti itu-seperti orang yang tak berarti, seorang yang rendah. Tetapi itu hanyalah bagian dari rencana."

Vivienne merasa seperti tenggelam dalam kabut gelap yang menutupi pikirannya. "Rencana? Apa maksudmu?" tanyanya, semakin terjerat dalam misteri yang semakin membelenggunya.

Arthur berjalan ke meja dan menatapnya, wajahnya kini serius, jauh dari sikap santai yang ia tunjukkan sebelumnya. "Aku adalah pewaris dari sebuah organisasi yang sangat berpengaruh. Namun, untuk bertahan hidup, aku harus bersembunyi di balik identitas yang berbeda. Selama bertahun-tahun, aku melatih diriku untuk menjadi seseorang yang tak terlihat, untuk menghindari perhatian. Tetapi aku tidak bisa lagi menyembunyikan diriku. Sekarang, aku harus kembali ke posisi yang seharusnya."

Vivienne mendengar kata-kata itu dengan berat. "Tapi kenapa menikah denganku? Kenapa memilihku?" tanyanya, suaranya penuh kebingungan. "Apa yang ada di balik pernikahan ini? Apa yang sebenarnya terjadi, Arthur?"

Arthur menatapnya dalam-dalam, seolah mencoba menimbang-nimbang apakah ia siap untuk mengungkapkan semuanya. "Karena keluarga kita terhubung lebih dari yang kau kira, Vivienne. Aku membutuhkanmu, tidak hanya sebagai istri, tetapi sebagai bagian dari permainan besar yang sedang aku mainkan."

Vivienne merasa ada sesuatu yang lebih, sebuah kebohongan yang lebih besar daripada apa yang sudah ia dengar. "Pemain besar? Permainan besar apa?" tanyanya, rasa takut kini lebih kuat dari rasa bingung.

Arthur menarik napas panjang, kemudian berjalan mendekat dan menatapnya dengan intensitas yang membuat Vivienne merasa terhimpit. "Keluargamu, Vivienne. Mereka semua berhubungan dengan aku lebih dari yang mereka tunjukkan. Mereka membuatmu menjadi pion dalam permainan ini, tapi mereka tidak tahu siapa yang mereka hadapi."

Vivienne merasakan perutnya mual. Semua yang ia percayai, semua yang ia tahu tentang hidupnya, tiba-tiba terasa seperti kebohongan besar. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanyanya, suara itu hampir tak terdengar.

Arthur mengangkat tangannya, menunjuk ke luar jendela. "Bersiaplah. Karena ini baru permulaan, Vivienne. Apa yang akan datang lebih besar dari apa yang kau bayangkan."

Vivienne menatap Arthur dengan mata penuh tanya, tetapi Arthur sudah berbalik, meninggalkannya dalam kegelapan malam yang semakin dalam. Satu hal yang pasti-dia sudah terseret dalam dunia yang tak ia pahami, dan tak ada jalan mundur.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PMC" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PMC
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Hidup eksekutif muda Davina Hadinata hancur setelah menjalin hubungan dengan Aria Wardana yang ternyata beristri. Aria memfitnahnya hingga ia menganggur, sementara bisnis ayahnya bangkrut akibat skandal sang kakak. Tragedi memuncak saat istri Aria bunuh diri, memicu dendam Rajata Bagaskara. Rajata menodai Vina hingga hamil sebagai balasan atas kehilangan keponakannya. Di tengah penderitaan dan kemiskinan, Vina berjuang bertahan hidup demi harapan yang tersisa.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana berubah drastis saat sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria itu merasa Ana adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuknya, bahkan hanya masakan Ana yang bisa diterima oleh perutnya. Di tengah kesibukan Bella, dia justru memilih Ana untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun, Ana merasa bimbang karena dirinya masih berstatus sebagai siswi sekolah. Akankah Ana menerima pinangan pria kaya tersebut demi masa depannya yang penuh tanda tanya?
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
7.9
Mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu dan sahabatnya adalah istri sah, Kiana Liman merasa dikhianati. Padahal, ia mandul demi menyelamatkan nyawa Yovan. Kiana memilih bangkit dan menikah dengan tuan muda konglomerat. Kehidupan barunya dipenuhi kemewahan, proyek besar, serta kehadiran anak kembar. Meski ada rumor sang suami tak bisa melupakan cinta sejatinya, pria itu justru memohon agar Kiana memercayai ketulusannya.
Sampul Novel JANDA YANG TERNODA
9.4
Tigran, sang pewaris takhta Mayori Group yang mendominasi pasar pangan Asia, terpikat pada Naomi, seorang ibu tunggal dengan satu putri bernama Kayla. Meski cinta mereka kuat, orang tua Tigran menentang keras hubungan ini demi menjaga reputasi keluarga dari skandal publik. Pantang menyerah, Tigran nekat menikahi Naomi tanpa restu. Melalui perjuangan panjang yang menguras emosi, mereka akhirnya mendapat pengakuan keluarga dan resmi membangun hidup baru yang bahagia.
Sampul Novel Meninggalkan Pengkhianatan Maut, Merangkul Kehidupan Baru
7.9
Sepuluh tahun pengabdian pupus saat Bramanta memilih menikahi Hana di altar yang kurancang. Demi selingkuhannya, ia tega memaksaku donor darah, membiarkan kucingku mati, hingga nyaris menenggelamkanku. Puncaknya, ia membiarkanku sekarat akibat syok anafilaksis demi menolong drama Hana. Sadar nyawaku terancam oleh pengkhianatannya, aku menerima tawaran ayah untuk menjalani pernikahan kontrak dengan CEO Arga Hadinata. Di titik nadir ini, aku memilih bangkit bersama pria baru.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.