Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpesona oleh Istri Seribu Wajahku

Terpesona oleh Istri Seribu Wajahku

Marsha adalah dokter hebat, CEO, tentara bayaran, sekaligus pakar teknologi yang menyembunyikan identitas demi menikahi pria sederhana. Namun, di malam pernikahan, tunangannya yang ternyata ahli waris kaya malah membatalkan janji dan menghinanya. Saat rahasia Marsha terungkap, sang mantan menyesal dan memohon ampun. Di tengah kekacauan itu, seorang pria berkuasa muncul melindungi Marsha dan menegaskan bahwa ia adalah istrinya yang tak boleh disentuh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Marsha sangat marah karena dia telah salah dianggap sebagai orang lain.

Rencananya yang telah disusun dengan cermat dirusak sepenuhnya oleh Kiran, dan bahkan jika dia ingin mendapatkan kembali kebebasannya di masa depan, statusnya akan menjadi janda.

Bajingan buta dan kasar ini!

Dia dikuasai keinginan untuk mencabik-cabik Kiran.

Namun, saat ini, dia tidak berdaya untuk membela diri. Aura pria yang sombong dan agresif itu membungkamnya dan memaksanya untuk tunduk sekali lagi.

Saat matahari terbenam dan memancarkan cahaya keemasan terakhirnya, mobil mereka berhenti di kawasan mewah di Manor Dionius.

Ketika Kiran baru saja menarik Marsha dari mobil, seorang kepala pelayan yang tertekan bergegas membawa berita penting.

"Tuan Kiran, Anda harus segera ke dalam. Nenek Anda tiba-tiba pingsan lagi dan mereka berusaha menyelamatkan nyawanya. Ini ketiga kalinya dia tidak sadarkan diri Dokter mengatakan jantungnya berhenti bekerja, dan kondisinya ... sangat kritis ...."

Ekspresi Kiran berubah marah.

Secara naluriah, Marsha beringsut mundur saat merasakan niat membunuh yang terpancar darinya.

Sebelum dia sempat bereaksi, pria itu sudah mencengkeram lehernya dan membantingnya ke pintu mobil.

Cengkeramannya sekencang orang gila saat tangannya mencekik lehernya hingga Marsha nyaris kehilangan kesadaran.

"Sebaiknya kamu berharap nenekku berhasil selamat! Jika tidak, aku akan memastikan kamu dikuburkan di sampingnya!"

Dengan satu cekikan terakhir yang mengancam, Kiran melepaskannya dan bergegas menuju ke dalam vila.

Marsha terengah-engah mencari udara saat memegangi tenggorokannya yang memar dan terbatuk-batuk kesakitan.

"Uhuk ... uhuk ...."

Sensasi berada begitu dekat dengan kematian membuatnya ketakutan sekaligus diliputi oleh amarah.

Pria ini benar-benar gila!

Dia masih belum sadar sudah menikahi wanita yang salah.

Mengingat mental Kiran yang tidak stabil dan tindakannya yang agresif, jika neneknya meninggal, Marsha yakin dia akan dikubur hidup-hidup di sampingnya!

Untuk memastikan kelangsungan hidupnya sampai kebenaran terungkap, dia tahu dia harus mencoba menyelamatkan nyawa nenek Kiran.

Ketika tekadnya bulat, dia mengumpulkan kekuatannya dan mengikuti Kiran ke dalam vila.

Di dalam kamar tidur, Alita Darmayasa, seorang wanita tua dengan rambut beruban, terbaring tidak bergerak di tempat tidur.

Sekelompok petugas medis setengah mati berusaha untuk menyelamatkannya, tetapi monitor yang melacak tanda-tanda vitalnya menunjukkan tekanan darah dan detak jantungnya sangat rendah. Dia memang berada di ambang kematian.

Kiran berhenti di ambang pintu, wajahnya tegang. Marsha mengikuti di belakangnya, menahan napas.

Tiba-tiba, bunyi bip berirama di monitor jantung berhenti, digantikan oleh suara bip datar yang terus-menerus.

Tim medis berhenti sejenak sebelum melanjutkan upaya intens mereka untuk menghidupkan kembali Alita.

Namun, jantung Alita tetap tidak bereaksi.

Dokter yang memimpin akhirnya mengumumkan dengan sedih, "Nyonya Alita telah meninggal dunia. Mohon terima belasungkawa dari kami."

Kiran berusaha menyangkal. Matanya yang sudah memerah, berubah liar karena duka.

"Aku tidak bisa menerima ini! Terus mencoba! Tidak peduli berapa pun biayanya, gunakan cara apa pun yang diperlukan!"

Dokter menghela napas dan berkata, "Tuan Kiran, jantung nenek Anda telah berhenti berdetak. Usaha lebih jauh akan sia-sia."

Kiran nyaris kehilangan akal sehatnya.

Dia kehilangan kedua orang tuanya di usia muda, dan neneknyalah yang membesarkannya. Neneknya adalah anggota keluarga terdekat yang dia miliki.

"Tidak, Nenek tidak bisa pergi begitu saja seperti ini! Beliau ingin melihat aku menikah dan bertemu dengan cicitnya. Beliau mengatakan hanya inilah yang bisa membawa kedamaian untuknya!"

Ruangan berubah menjadi sunyi senyap, semua orang terlalu ketakutan untuk berbicara. Akhirnya, Norman Dionius, kakak Kiran, memecah kesunyian dengan komentar yang mencemooh. "Kiran, cukup. Apa gunanya kamu mengatakan semua ini sekarang?"

Dia adalah kakak tertua Kiran, usianya dua puluh tiga tahun lebih tua darinya.

Kata-katanya sangat menohok.

"Nenek meninggal karena stres, disebabkan oleh tunanganmu yang melarikan diri. Kematiannya adalah kesalahanmu. Kamu bahkan tidak bisa menangani seorang wanita. Bagaimana kami bisa memercayaimu untuk menjalankan seluruh keluarga? Jika kamu merasa menyesal pada Nenek, serahkan kepemimpinan keluarga serta saham perusahaan, dan ajukan pengunduran diri sebagai pengelola bisnis keluarga!"

Bibir Kiran menegang saat dia berusaha menahan emosinya.

Norman selalu merasa pahit karena nenek mereka memercayakan Kiran dengan saham perusahaan dan kepemimpinan keluarga, bukan dia sebagai cucu tertuanya. Dia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menyalahkan Kiran.

Biasanya, Kiran tidak mengabaikan tuduhan Norman begitu saja dan selalu menyiapkan jawaban untuk membungkam kakaknya yang licik itu.

Namun, hari ini, Kiran tidak punya memiliki keinginan untuk berdebat. Dia terlalu diliputi kesedihan dan ingin neneknya bisa beristirahat dengan tenang.

Namun, Gibran Dionius, kakak ketiga Kiran yang duduk di kursi roda tidak bisa menahan diri lebih lama lagi.

"Kak Norman, Nenek memilih Kiran untuk memimpin keluarga. Tidak pantas bagimu untuk mencoba mengambil alih kepemimpinan keluarga dan saham perusahaan sekarang!"

"Gibran, sejak kapan kamu memiliki andil dalam pengambilan keputusan di keluarga ini?" Istri Norman, Lova Darmawan, menyela dengan tajam sebelum Norman sempat memberi tanggapan, suaranya dipenuhi nada sinis. Meski riasannya yang dioles hati-hati menampilkan dirinya dengan anggun, sifat jahatnya terlihat jelas.

"Kiran tidak memiliki integritas yang diperlukan untuk mengisi posisi sebagai pemimpin. Wajar jika dia menyerahkan kepemimpinan keluarga dan saham perusahaan! Sedangkan kamu, yang bahkan tidak menyumbangkan apa pun dari kursi roda itu, kamu pikir kamu pantas mendapat saham juga?" Lova dikenal dengan mulutnya yang keji, dan ucapannya menusuk tepat di tempat yang menyakitkan.

Benar saja, Gibran meringis, mencengkeram lututnya saat dia terdiam karena tekanan yang dia dapatkan.

Marsha mengamati drama keluarga di hadapannya dalam diam di samping, tidak tertarik dengan pertengkaran mereka.

Sementara yang lain berdebat, dia mengamati dengan cermat kondisi Alita.

Ketika perdebatan semakin sengit, Marsha berkata dengan tenang, "Nyonya Alita masih bisa diselamatkan ...."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ace Tribes
9.5
Chryssant Elettra alias Ysee terlempar ke benua Earthalic setelah terkena kutukan akibat perundungan kawanannya. Ia nyaris tewas di tangan Putra Mahkota Remus Valez karena dituduh sebagai dalang agresi suku Ace. Setelah kejujurannya terbukti, Ysee dipaksa menjadi pelayan pribadi di manor Remus. Namun, kehadirannya justru mengungkap berbagai rahasia gelap yang selama ini tersembunyi. Tanpa sadar, mereka berdua hanyalah pion dalam skema besar yang mengancam kehancuran.
Sampul Novel Delasio
8.0
Alesio gemar mempermainkan wanita hingga Adela datang mempermalukannya di depan umum. Saat musuh mulai berdatangan untuk menghancurkan Alesio, Adela justru muncul sebagai penyelamat. Hubungan mereka pun berkembang menjadi persahabatan yang erat. Namun, kedekatan itu perlahan mengungkap rahasia kelam dan fakta masa lalu yang saling terhubung. Luka lama yang terbuka memaksa Alesio menjauh dan menyesali persahabatan yang seharusnya tidak pernah terjalin di antara mereka.
Sampul Novel HARLEIN
9.8
Harlein, sang pewaris takhta Kerajaan Fortania, terjebak dalam dilema asmara dengan Anggara Mahesa. Meski Harlein percaya cinta melampaui kasta, Anggara justru merasa tidak layak bersanding dengannya karena perbedaan status sosial mereka. Anggara memilih menjauh demi kebaikan bersama, namun Harlein menuntut perjuangan yang setara. Di tengah penolakan dan rasa lelah karena terus mengemis perhatian, mampukah sang putri mempertahankan perasaannya saat pasangannya sendiri menyerah?
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, Elisabet yang merupakan selir keempat Kaisar Oro melahirkan putra bernama Starling di bawah naungan bintang raksasa. Namun, hasutan dukun keji membuat Kaisar percaya bahwa bayi itu hasil perselingkuhan Elisabet dengan Jenderal Robert. Demi keselamatan abadi istana, sang Kaisar dituntut untuk menjadikan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal persembahan. Akankah ambisi kekuasaan mengalahkan naluri ayah saat nyawa Starling terancam di tangan Oro?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Pendekar Pedang Patah
7.9
Pancaka dikenal sebagai musuh besar bagi seluruh golongan persilatan, mulai dari sekte hitam hingga putih. Tanpa alasan jelas, ia menghancurkan organisasi tersebut dengan pedang tanpa bilah miliknya yang legendaris. Namun, kejayaan sang pendekar berakhir setelah ia menderita kekalahan telak. Secara misterius, Pancaka terlempar kembali ke masa lalu. Kini, ia harus memilih untuk memperbaiki perilakunya atau justru menjadi sosok yang jauh lebih kejam dari sebelumnya.