Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Mafia

Terpaksa Menikahi Mafia

Felicia adalah sosok wanita yang mencintai dengan sepenuh hati, namun ketulusannya justru dikhianati oleh kekasihnya, Rafael. Demi mendapatkan imbalan uang dalam jumlah besar, Rafael tega menyerahkan Felicia untuk menjalani pernikahan kontrak dengan seorang bos mafia kaya raya. Akankah Felicia menerima nasibnya bersuamikan pria berbahaya tersebut? Bagaimana perjalanan hidupnya kelak, dan mungkinkah Rafael menyesali keputusannya melepaskan Felicia?
Bab
Bagikan

Bab 1

Terdengar suara tamparan yang cukup keras dari tangan halus seorang wanita muda, wajah putih moleknya tampak memerah karena menahan rasa kesal yang teramat sangat di dalam dirinya.

“Kenapa kamu menamparku?” tanya laki-laki yang baru saja dihadiahi sebuah tamparan tadi. Bahkan tangan kekarnya belum bisa terlepas dari pipinya yang masih terasa panas dan perih itu.

“You said why?” gadis bernama Fellicia itu tersenyum getir. Kemudian dia menunjuk ke arah sebuah hanpdhone dengan case hitam yang tergeletak di atas tempat tidur.

“Tadi your girl menelpon, entah dia itu wanita keberapa yang mengatakan hal ini,” lanjutnya.

Netra mata Rafael sedikit terbuka lebih lebar, “Apa yang dia katakan?” tanyanya seolah sudah mengetahui siapa wanita yang dimaksud oleh kekasihnya itu.

“She said, Thank you for last night,” jawab Fellicia. Kemudian gadis itu menatap tajam bola mata milik Rafael. “Apa yang telah kamu lakukan bersama wanita itu semalam?” Fellicia balik bertanya.

Alih-alih menjawab, Rafael malah tertawa tanpa merasa bersalah sedikit pun, “Pertanyaan macam apa itu, Honey? Tentu kamu juga sudah mengetahui apa yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki dan perempuan di malam hari,” terang Rafael dengan tatapan mata nakalnya.

“Bravo.” Fellicia bertepuk tangan tepat di depan wajah Rafael, meskipun sambil menahan rasa sesak di dadanya. “Hebat ya kamu, dalam waktu satu minggu, kamu bisa meniduri lebih dari tiga perempuan yang berbeda,” pujian yang Fellicia berikan justru lebih terkesan mencibir.

“I know, kamu pasti cemburu, iya kan? Tapi kamu tenang saja, Honey. Berapa banyak pun wanita yang bercinta denganku, mereka tak lebih hanya seperti mainan bagiku. Aku sudah sering mengatakan hal ini sebelumnya bahwa satu-satunya wanita yang aku cintai itu hanya kamu, Baby,” jelas Rafael sambil mengelus lembut pipi Fellicia, namun langgsung ditepis oleh gadis itu.

Rasanya Fellicia sudah sangat muak mendengar kata-kata rayuan yang selalu saja Rafael katakan berulang kali, namun pada kenyatannya Rafael selalu menyakiti hatinya.

“Jika apa yang kamu katakana itu memang benar, lantas kapan kamu akan menikahiku?” tanya Fellicia.

Awalnya gadis itu berpikir bahwa pernikahan bukanlah hal yang penting dalam hidupnya, selama dia bisa selalu bersama dengan orang yang dia cintai, itu lebih dari cukup. Namun ternyata semakin lama sikap Rafael semakin seenaknya kepada Fellicia.

“Apa aku tidak salah dengar? Kamu memintaku untuk menikahimu? Tapi kenapa tiba-tiba begini? Bukankah kita sudah pernah menmbicarakan tentang ini sebelumnya.” Rafael menngerutkan kenignya.

Gadis itu menghembuskan napas lelah, “Yeah, I know, tapi aku berubah pikiran sekarang, aku inin kamu menikahiku secepatnya,” tegas Fellicia.

“But why? Kamu adalah seorang fuckgirl sebelumnya, tentu kamu pun tau bahwa bercinta dengan banyak wanita itu adalah hal yang wajar, right?” Rafael balik bertanya.

Fellicia terbelalak, tak peenah disangka kalau Rafael akan mengatakan hal itu kepadanya. Fellicia akui, bahwa dulu dia pun sempat mempunyai pemikiran serupa. Wajah cantik jelita milik Fellicia membuatnya tak pernah mau bertahan pada satu laki-laki dan mempermainkan mereka adalah hobinya, bahkan dia pun sudah pernah berkencan dengan berbagai macam laki-laki. Namun semua itu berubah setelah bertemu Rafael, dia akhirnya bisa merasakan rasa cinta yang sesungguhnya.

Rafael tampan, kepribadiannya unik, humoris, dan dia memperlakukan Fellicia bagaikan ratu. Dia sempurna bagi Fellicia. Namun Rafael tidak suka dikekang, dia masih ingin terbang bebas ke mana pun, pergi dengan siapapun, dan melakukan apapun yang dia mau. Meski begitu Rafael sering mengakui bahwa dia benar-benar mencintai Fellicia, hanya gadis itulah satu-satunya wanita yang berhasil memenangkan hatinya.

“Aku memang hanyalah seorang fuckgirl, aku jalang, aku wanita yang hidup sebatang kara di dunia sebesar ini, it’s me. Tapi itu dulu sebelum kamu membawaku ke dalam kehidupanmu. Kamu yang telah membuat jalang sepertiku jatuh cinta hingga aku bisa merasakan the real love. Kita sudah hidup bersama selama 3 tahun sejak pertama kita bertemu sampai kita tinggal dalam satu atap sekarang, melewati banyak hal bersama, menghabiskan banyak waktu bersama, and I’m happy for it,” Fellicia menarik napas sejenak, rasa sesak dalam dadanya membuat ia kesulitan bernapas.

“Awalnya aku pikir pernikahan itu memang bukanlah hal terpenting selagi kamu masih mencintaiku,, tapi sekarang aku sadar bahwa tanpa ikatan kamu akan bertingkah seenaknya,” Fellicia melanjutkan perkataannya.

Mendengar penuturan kekasihnya, Rafael hanya bisa menggelengkan kepala, dia tak habis pikir bahwa Fellicia akan berkata demikian. Padahal sebelumnya mereka telah sepakat untuk tidak membicarakan soal pernikahan, setidaknya sampai keduanya siap. Lagipula tanpa menikah pun hubungan mereka sudah seperti suami istri, apalagi sejak mereka memutuskan untuk tinggal serumah.

Bagi pria berusia 23 tahun seperti Rafael, tentu saja menikah belum masuk ke wishlist-nya dalam waktu dekat ini bahkan dia belum memikirkannya. Dia pikir Fellicia pun akan memiliki pemikiran yang sama mengingat usia gadis itu satu tahun lebih muda darinya. Selain itu, Rafael belum merasa puas dengan pencapaiannya dan juga dia rasa pekerjaannya sekarang itu masih belum cukup membuat hidupnya mapan.

“Come on, Baby. Jangan hanya karena rasa cemburu sehinga membuatmu begini,” bujuk Rafael seraya memeluk Fellicia dari belakang, lalu membenamkan wajahnya di pundak Fellicia.

“Aku tanya sekali lagi, do you love me?”

“Yes, I love so much.”

“Jika begitu maka penuhi permintaanku.” tegas Fellicia.

Rafael seperti sudah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan apa yang dia inginkan, padahal biasanya sebelum dia mengutarakan keinginannya pun Fellicia sudah bisa mengerti.

“Tapi ….”

“Jika kamu tidak bisa memenuhinya maka aku akan pergi dari sini. Aku bersedia ikut ke Italia itu karena aku ingin selalu bersamamu tapi jika begini keadaannya lebih baik aku kembali ke Indonesia dan menjalani kehidupanku seperti dulu,” Fellicia melepaskan tangan Rafael yang melingkar di perutnya.

Mendengar itu Rafael mersasa begitu khawatir, dia tak mungkin membiarkan Fellicia pergi begitu saja meningalkannya, apalagi jika harus melihat dia kembali ke kehidupan kelamnya dulu.

“Jangan lakukan itu, please. Oke, aku tidak akan bermain dengan wanita lain mulai sekarang. Tapi I’m sorry, jika untuk menikah rasanya aku belum siap secara mental dan juga finansial, meskipun aku mencintaimu, tolong mengerti aku,” Rafael sedikit memohon. Namun Fallicia belum juga menggubrisnya.

Ketika suasana semakin memanas, tiba-tiba ponsel Rafael berbunyi karena ada notiifikasi pesan masuk.

“Cepat datang ke markas, Big Boss mempunyai tugas penting untuk kita”

Begitulah isi pesan yang baru saja Rafael terima, dia harus segera pergi ke tempat yang dimaksud, tak peduli apapun yang sedah dia lakukan jika Big Boss sudah memanggil maka dia harus segera datang jika tidak ingin mendapatkan hukuman.

Begitulah pekerjaannya, Rafael bekerja sebagai seorang pesuruh yang menjalankan bisnis gelap, yaitu menjual belikan senjata secara ilegal, tentu saja pekerjaanya ini membutuhkan keberanian lebih karena menentang hukum. Jika tidak berhati-hati, maka bukan tidak mungkin kalau Rafael bisa saja masuk penjara.

“I’m sorry, Honey. Aku harus segera pergi karena Big Boss memanggilku, sepertinya ada pekerjaan penting. Nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan kita, love you so much,” Rafael mencium kening Fellicia dengan tergesa-gessa karena dia sudah harus pergi sekarang. Felicia sudah tau sejak lama bahwa yang disebut sebagai Big Boss oleh Rafael adalah atasan yang memegang semua kendali perbisnisan yang Rafael jalankan. Meskipun Felicia belum pernah melihat wajah Big Boss secara langsung.

“Tapi aku belum selesai bicara, Rafael,” cegah Fellicia.

“I’m sorry, tapi aku harus pergi sekarang, kamu tau kalau Big Boss sudah memanggil aku tidak bisa membantah, bye honey,” Rafael melambaikan tangan sebelum dia keluar.

Sementar Fellicia hanya bisa mengusap dada supaya bisa lebih bersabar lagi menghadapi tingkah Rafael. Terkadang dia merasa lelah dan ingin pulang ke Indonesia, menjalani kehidupan bebasnya seperti dulu. Fellicia memang hidup seorang diri karena orangtuanya meninggal ketika dia kecil dalam sebuah kecelakaan, tapi setidaknya dia selalu bahagia karena tidak pernah merasakan sakit hati karena tingkah seorang laki-laki.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich
8.9
Hans merupakan pewaris takhta keluarga Adalrich yang tampak sempurna, namun ia menyimpan rahasia besar mengenai trauma psikologisnya terhadap wanita. Demi menutupi rasa jijik yang ia derita, Hans selalu bersikap angkuh dan dingin. Segalanya berubah saat ia bertemu Sashenka, putri dari rival bisnis bebuyutannya. Kehadiran gadis itu justru membangkitkan gairah yang selama ini mati. Kini, Hans harus berjuang menaklukkan hatinya di tengah perseteruan keluarga.
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Seorang anak laki-laki dengan tegas melawan kendali ibunya demi menentukan jalan hidupnya sendiri. Meski Mirna mendesak agar dia menikah demi stabilitas perusahaan, sang putra bersikeras memilih Alya sebagai pendamping hidup. Mirna sangat menentang hubungan ini karena latar belakang Alya yang merupakan yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan adalah alat bisnis, namun putranya menolak menyerah pada tuntutan keluarga demi mengejar cinta sejatinya.
Sampul Novel Calon Istri Tuan Muda Dingin
8.9
Althafandra Alatas menolak menikah demi menunggu kekasihnya, meski ditekan keluarga untuk segera memiliki pewaris. Tanpa diduga, ibu dan neneknya menjodohkan Fandra dengan Vivana Rosiana berdasarkan wasiat kakeknya. Vivana terpaksa tinggal di mansion Alatas meski ditentang keras. Namun, saat perasaan Fandra mulai tumbuh untuk Vivana, kekasih lamanya kembali muncul. Kini ia terjebak antara kesetiaan masa lalu dan cinta baru, sementara rahasia janji Vivana perlahan terungkap.
Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Intan Arselina, seorang perawat, terkejut saat bertemu kembali dengan Abian Dirgantara di rumah sakit. Setelah empat tahun terpisah akibat fitnah ibunda Dirga, luka lama Intan kembali terbuka. Dirga yang baru saja mengalami kecelakaan berusaha keras memenangkan hati Intan lagi. Namun, perjuangannya tidak mudah karena kebencian keluarga Intan dan kehadiran Zidan sebagai penghalang. Dirga bertekad menebus kesalahan masa lalu demi cinta sejatinya.
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun membina rumah tangga dengan Reynald tak membuat Riana bahagia. Alih-alih cinta, ia justru terjebak dalam lingkaran KDRT dan tekanan dari Mayang, ibu mertuanya yang membenci Riana karena belum juga memiliki keturunan. Penderitaannya mencapai puncak saat kehadiran wanita lain merusak pernikahan mereka. Merasa lelah dengan segala pengkhianatan dan kekerasan yang dialaminya, Riana akhirnya mengambil langkah tegas untuk mundur dan pergi.
Sampul Novel Dinodai Calon Kakak Ipar
8.1
Hidupku hancur setelah calon kakak iparku sendiri menodai kesucianku tepat sebelum hari pernikahan. Alih-alih dibela, aku justru difitnah sebagai penggoda dan diusir dari keluarga. Demi bertahan hidup, aku terpaksa menjual diri kepada pria kaya raya. Bertahun-tahun berlalu, tak disangka pria brengsek itu muncul kembali sebagai pelangganku. Ia bahkan menyewaku secara eksklusif selama sebulan penuh. Apa sebenarnya rencana licik yang ia siapkan kali ini?