Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi C E O

Terpaksa Menikahi C E O

Monika terjerat dalam pernikahan tanpa cinta dengan Rio Dirgantara, CEO arogan yang menyimpan dendam. Di usia 26 tahun, ia terpaksa menjadi jaminan atas utang dua miliar rupiah akibat ulah ayahnya yang melarikan uang perusahaan. Di tengah perlakuan kasar dan tuntutan mustahil sang suami, Monika harus bertahan dalam situasi yang menghimpit batinnya. Akankah gadis ini mampu membebaskan diri dari belenggu pria yang membenci keluarganya, atau justru terjebak selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Mobil mewah berwarna hitam terhenti di pelataran parkir sebuah gedung pencakar langit ibu kota. Monika digiring menuju lift khusus yang akan membawanya ke lantai paling atas.

"Untuk apa kalian mengawalku? Aku tidak akan lari!" ketus Monika karena kelima pria berdiri mengelilinginya seolah dia bisa lari kapan saja. Padahal tidak mungkin. Dia bahkan buta arah sekarang, tidak tahu di mana dia berada.

Tidak ada satu pun yang menjawab Monika. Tubuh tegap mereka bagaikan manekin, tak bergerak sama sekali.

"Selamat datang, Nona Monika Alexandra." Sebuah suara terdengar menggema, bersamaan dengan pengawalan kelima orang yang otomatis memudar. Mereka undur diri, menjauh dari Monika yang masih diam dalam keterkejutannya.

Mata sipitnya membola saat melihat pemandangan luar biasa di depan sana. Sebuah pintu terbuka lebar, menampilkan sesuatu yang tak biasa. Tubuhnya bergetar hebat saat itu juga, mengabaikan pria yang asik mengamatinya dari belakang.

Hati Monika teriris melihat sosok pria yang sangat dibencinya kini tergeletak di lantai dengan luka mengenaskan di tubuhnya. Darah yang mulai mengering terlihat di kening, mengalir melalui pelipis sampai ke samping wajahnya.

"Pa?!" teriak Monika, berlari menghampiri Jonathan Wu yang tengah sekarat. Bulir-bulir air mata tak terbendung lagi. Sebesar apa pun kebenciannya pada pria ini, tak bisa memusnahkan cinta kasih yang terhubung karena pertalian darah antara ayah dan anak.

"Monika," bisik Jonathan dengan kesadaran yang tersisa. Keinginan terakhirnya benar dikabulkan oleh Rio, yakni bertemu dengan putri kandungnya. Suara lemah itu hampir tak terdengar, tapi seulas senyum terukir di bibir, "Maafkan Papa, Nak."

Monika menggelengkan kepala sekuat tenaga. Dia tidak akan memaafkan kesalahan ayahnya jika yang diucapkan adalah kata terakhir dalam hidupnya. Namun, tak ada yang bisa membantah jika takdir Tuhan berbicara. Semua sudah tertulis.

Detik berikutnya, mata itu terpejam. Nyawa Jonathan Wu telah meninggalkan raganya yang babak belur penuh luka. Episode hidupnya telah berakhir hari ini, menyisakan lara di dalam hati putrinya.

"Papa!" Monika berteriak histeris. Dia tidak bisa menerima fakta bahwa pria ini telah meninggalkannya, menyusul ibunya ke alam baka.

Dengan setulus hati, Monika memeluk tubuh Jonathan yang mulai terasa dingin. Apa yang terjadi tidak pernah terduga. Monika berharap semua hanya mimpi. Tidak benar-benar nyata. Hingga menit-menit berlalu, tangisnya saja yang menggema. Tak ada yang peduli.

"Hapus air matamu! Aku tidak ingin cairan itu mengotori lantai."

Suara dingin terdengar membuat Monika menoleh ke belakang. Tatap mata tajam penuh kebencian tertuju pada pria berpakaian rapi yang berdiri angkuh beberapa langkah dari tempatnya berada.

"Siapa pria ini? Apakah masih layak disebut manusia jika tidak iba saat melihat seseorang meregang nyawa di depannya?" batin Monika bergumam.

"Leo, siapkan kontraknya!"

Belum sempat Monika menghapus air mata, pria berpakaian hitam yang tadi mengemudikan mobil yang membawanya kemari, muncul di balik pintu. Di tangannya terdapat satu stopmap warna merah menyala.

"Bangun!" Suara dingin itu kembali menggema, menyuruh Monika untuk berdiri dari tempatnya memeluk mayat yang semakin memucat.

"Nona Monika, silakan," ucap Leo dengan nada bicara yang lebih bersahabat dibandingkan atasannya. Dengan isyarat tangannya, dia meminta Monika duduk di salah satu kursi yang ada seperti perintah tuannya.

Monika masih terpaku di lantai, enggan meninggalkan ayahnya di sana. Tidak. Dia tidak ingin pergi barang sejengkal pun.

"Nona ...." Leo tampak gusar. Entah kenapa wajahnya tampak khawatir, seolah berada dalam pilihan antara hidup dan mati. Dia mendekat dan berjongkok di depan Monika.

"Nona Monika Alexandra, silakan menghadap Tuan Muda. Jangan sampai membuatnya murka atau nyawa Anda taruhannya!"

Monika menelan ludahnya dengan paksa. Nada bicara Leo sama seperti saat di mobil tadi, penuh penekanan, membuatnya ketakutan.

"Tapi ...." Monika menatap wajah keturunan Chinese yang ada di pangkuannya. Mana tega dia meletakkan jasad ayahnya di lantai begitu saja. Sudah cukup putus hubungan mereka selagi Jonathan masih hidup. Sekarang, Monika masih ingin memeluk tubuh ayahnya untuk yang terakhir sebelum dikebumikan.

"Mari," bujuk Leo dengan nada merendah.

Dengan berat hati, Monika ikut bersama pria ini setelah mencium kening ayahnya. Dia mendekat ke arah makhluk lain yang sedari tadi mengamatinya. Sekali lagi, Monika menatap ke belakang. Tidak sampai hati meninggalkan sang ayah.

"Anak yang sangat berbakti," cibir pria yang duduk terhalang meja dari Monika dan Leo. Dia berdiam di singgasana miliknya dengan sikap jemawa.

Monika tak menggubris ucapan pria ini. Dia tidak peduli dengan omongan orang lain. Entah apa komentar mereka, dia berhak untuk menutup mata dan telinga.

"Berikan kontraknya!" titah Rio sambil memperhatikan penampilan Monika dari ujung kaki ke ujung kepala. "Tidak buruk," selorohnya tanpa diminta.

"Silakan duduk, Nona." Lagi-lagi Leo yang menjadi penghubung pria arogan ini dengan Monika.

Monika menurut, tak pernah berpikir untuk memberontak. Dia duduk di salah satu kursi kosong di hadapan pria angkuh tadi. Papan nama di atas meja bertuliskan Rio Dirgantara.

"Nona Monika, silakan baca kontrak ini. Setelahnya silakan bubuhkan tanda tangan atau cap jempol Anda di sana." Leo mulai menjelaskan. "Tuan Rio menjabat sebagai CEO di sini. Dia menginginkan kasus ini diselesaikan dengan damai. Setelah Anda menandatanganinya, ayah Anda akan dibebaskan dari semua kesalahan yang telah dilakukannya."

Monika menatap dua pria di depannya secara bergantian sebelum membaca rentetan huruf di atas kertas. Di kontrak itu disebutkan bahwa Monika harus menikah dengan Rio atau mengganti uang dua miliar rupiah yang dihilangkan Jonathan. Jika tidak, masalah ini akan dilimpahkan pada pihak berwajib.

"Kenapa saya harus menandatangani dokumen ini? Semua urusan keuangan ayah saya dipegang oleh ibu tiri saya, istri sahnya yang sekarang." Monika mengumpulkan keberaniannya. Otak cerdasnya segera bekerja, mencari solusi terbaik. "Jika Anda ingin meminta ganti rugi atau semacamnya, temui saja dia. Saya tidak akan menandatanganinya."

Rio tersenyum pongah menatap wanita cantik yang membuatnya tertarik. Dia salut akan keberanian yang Monika tunjukkan di depannya. Jujur saja, hatinya bergetar saat melihat wajah ayu perpaduan Indonesia-Inggris ini. Ada sedikit sentuhan Chinese di sana. Sebagai laki-laki normal, hasrat liarnya bahkan mulai aktif, membayangkan bisa mencicipi bibir berwarna peach milik Monika.

"Tuan," panggil Leo, mengerutkan kening saat melihat tuannya diam saja sambil tersenyum tanpa sebab.

Rio mengumpat dalam hatinya. Entah kenapa dia tiba-tiba ingin memiliki wanita ini lebih dari apa pun. Kecantikannya yang tiada tara, tidak pantas bersanding dengan pakaian kasir minimarket yang menempel di tubuhnya.

"Siapkan gaun untuknya!" titah Rio tanpa sadar. Dia sungguh tidak mendengar penolakan Monika barusan. Imajinasinya mengambil alih, menyingkirkan logika yang seharusnya bicara.

Dalam bayangan Rio, tubuh Monika lebih pantas memakai gaun seksi seperti bayangannya. Pakaian itu akan membuat seluruh bahunya terekspose.

"Maaf?" Leo tidak yakin dengan apa yang tuannya katakan. Mereka tengah membujuk Monika untuk menandatangani kontrak sebagai bentuk pertanggungjawaban uang yang Jonathan hilangkan, bukan membahas fashion atau semacamnya.

Pikiran liar Rio semakin menggila. Dia menelan ludahnya dengan paksa melihat kecantikan calon istrinya.

"Kemarilah, Sayang." Lagi-lagi Rio bermonolog, belum tersadar dari imajinasinya sendiri.

"Dasar gila!" ketus Monika. Dia berdiri detik ketika Rio masih berbicara. "Liar!" ketus Monika berapi-api. Kemarahan menyapanya, merasa dilecehkan oleh pandangan Rio barusan.

"Tuan?!" Leo menggoyangkan lengan tuannya, membuat lamunan pria itu terhenti seketika.

"Apa?" tanya Rio dengan wajah tanpa dosa. Dia tidak menyadari keberadaan Monika yang tak ada lagi di hadapannya. Gadis itu beranjak, kembali mendekat ke arah jasad ayahnya.

Leo menunjuk surat perjanjian yang masih utuh di atas meja, belum ada tanda persetujuan dari Monika sama sekali. Bahkan wanita itu berjongkok di depan mayat ayahnya, berusaha memangku pria itu seperti semula.

Tentu saja Rio marah setelah menyadari penolakan Monika. Matanya berkilat tajam penuh dendam.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HMC" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HMC
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Mantan
9.6
Kehidupan Diandra berubah drastis saat ia terpaksa terikat dalam pernikahan dengan Dave Airlangga, sang pewaris tunggal Aerles Corporation. Sayangnya, hubungan mereka hancur akibat kesalahpahaman fatal yang berujung pada perceraian. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ego yang terluka, mampukah keduanya memperbaiki keretakan tersebut? Simak perjuangan mereka untuk membangun kembali puing-puing rumah tangga yang sempat runtuh dalam kisah penuh emosi ini.
Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Sampul Novel JandA
9.4
Aline Anderson memimpin penerbitan terbesar di kotanya, namun ketidakhadirannya membuat kestabilan perusahaan goyah. Saat ia kembali memegang kendali, ancaman muncul dari penulis emasnya yang ingin menarik karya secara mendadak. Keputusan ini membawa bisnis Aline ke jurang kebangkrutan. Kini, Aline harus menghadapi kerugian besar sekaligus fakta mengejutkan mengenai identitas asli sang penulis di tengah badai konflik yang mulai bermunculan satu per satu.
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia merasa muak karena terus direndahkan oleh ibu mertuanya hanya karena dianggap miskin dibanding menantu lainnya. Meski dihina secara zalim, Mia memilih bungkam dan menyembunyikan rahasia besar. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya memiliki kekayaan melimpah dan tumpukan logam mulia dari hasil jerih payahnya menulis secara daring. Ia sengaja merahasiakan aset tersebut agar suami dan mertuanya yang rakus tidak bisa menyentuh hartanya sedikit pun.
Sampul Novel Malaikat dalam Gaun Baru
9.0
Keajaiban pertukaran jiwa membawa seorang wanita masuk ke tubuh istri miliarder ternama. Meski hidup bergelimang harta, ia justru menghadapi sikap dingin sang suami. Saat kekasih lama suaminya kembali, permintaan cerai pun diajukan. Ia setuju untuk pergi tanpa beban, namun takdir cinta berkata lain. Perpisahan itu justru menjadi awal dari babak baru yang tak terduga dalam hubungan mereka. Kisah romansa penuh kejutan ini baru saja dimulai.
Sampul Novel Menikahi Ceo
8.7
Arga adalah CEO yang belum pernah jatuh cinta hingga ia bertemu Raisya, siswi SMA tangguh yang hidup bersama kakaknya. Ketidaksengajaan di depan rumah membawa Raisya terus menggoda Arga hingga benih asmara tumbuh. Namun, hubungan unik ini terputus saat Raisya kuliah ke luar negeri dan melupakan Arga. Saat kembali, Arga ternyata sudah bertunangan. Akankah cinta gila mereka bersemi kembali, atau Arga justru memilih tetap setia pada tunangannya?