Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS

TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS

9.7 / 10.0
Dalam TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS, Michael harus menjalani pernikahan kontrak dengan musuh bebuyutannya, Regina. Di tengah konflik harta dan nyawa, kehadiran cinta pertama serta persaingan saudara menguji komitmen mereka. Simak kisah romance novel ini di platform online novel kami.
Ringkasan TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS
Michael Dharsono sangat membenci orang bertubuh gemuk, namun takdir memaksanya menikahi Regina Larasati melalui kontrak. Sebagai musuh lama sejak SMA, pernikahan mereka penuh pertengkaran hebat. Situasi memanas saat cinta pertama Mike kembali dan menuntut perceraian. Namun, Mike mulai ragu ketika kakak tirinya, Darren, terang-terangan ingin merebut Regina. Akankah Mike memilih cinta lamanya, atau justru berjuang mempertahankan Regina di sisinya selamanya?
Baca Selengkapnya

TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS Bab 1

Regina's POV

Mike...." panggilku saat dia melintas di depanku bersama segerombolan temannya. Mereka serempak berhenti dan menoleh padaku.

"Siapa kamu?"tanya Michael seraya memberikan tatapan penuh selidik ke arahku.

"Oh... aku anak kelas 1-b. Namaku Regina Larasati. Aku manggil kamu... untuk ngasih kamu ini,"jawabku sambil menyodorkan bingkisan berwarna merah padanya. Tapi alih-alih menerima bingkisan tersebut, dia malah memandangiku dari bawah sampai ke atas, seraya berkata,"Apa ini?"

Ditatap seperti itu, aku jadi gelagapan."Ini... cok...lat valentine."

"Aku tau ini coklat! Tapi kenapa kau ngasih ke aku?" Tampaknya dia mulai tak sabaran.

"A...ku suka sama kamu. Kamu mau jadi pacarku?"jawabku cepat-cepat. Selesai mengatakan itu rasanya wajahku panas sekali saking malunya. Ini pertama kalinya aku melakukan tindakan seberani ini. Kalau nggak gara-gara desakan teman-teman, aku nggak akan mungkin mau.

"Apa? Ulangi sekali lagi! Jangan-jangan aku salah dengar."

"Aku... suka kamu!"ulangku sambil lebih mendekatkan bingkisan itu ke arahnya.

"Hahahahahaha...... aduh perutku sampai sakit." Dia tertawa. Aku nggak menyangka dia akan tertawa. Tidak hanya dia, tapi juga teman-teman satu kelompoknya dan beberapa cewek yang melintas di tempat itu.

"Ke...napa tertawa? Ada yang salah dengan perkataanku?" Perasaanku mulai nggak enak.

"Hahahaha... gimana aku nggak tertawa, orang lucu banget gitu! Coba kamu pikir, pasteskah manusia tampan seperti aku ini, pacaran dengan... GAJAH seperti kamu? Nggak masuk akal kan?"cetusnya sambil menunjuk ke badanku yang gemuk. Mendengar itu, aku merasa bagaikan di tampar. Sakit sekali. Sayang rasa sakitnya tidak meradang di pipiku, tapi di hatiku.

"Tapi..."Bingkisan yang ku pegang mulai bergoyang-goyang, akibat dari tanganku yang gemetaran.

"Nggak usah tapi.. tapi.. Lebih baik kamu introspeksi diri dulu deh sana!"perintahnya sambil memimpin teman-temannya beranjak pergi dariku.

Cinta pertama. Ungkapan hati pertama. Hasilnya... hinaan dan patah hati.

***

Sepuluh tahun kemudian

"Gina... uda jam berapa ini? Ayo cepat sarapan! Nanti kamu terlambat kerja lho!"teriak mamaku dari luar.

"Iya ma... aku uda selesai kok,"jawabku seraya menghambur keluar dari kamar.

"Kamu ini hari pertama bekerja, kok malah bangun telat sih?"

"Aduh... gara-gara nonton drakor tuh tadi malam... sampai lupa aku hari ini harus bagun pagi,"seruku sambil menyendokkan nasi goreng cepat-cepat ke dalam mulutku. Saking cepatnya aku sampai hampir mati tersedak.

"Makanya... pelan-pelan kalau makan! Nih minum dulu!"

Setelah meneguk minumanku banyak-banyak, aku membereskan alat makanku dan membawanya ke tempat cuci piring.

"Lho, uda selesai? Kok dikit banget makannya?"

"Takut telat. Pergi dulu ya, ma!" Aku mencium pipi mamaku sekilas dan berlari menuju sepeda motorku.

Kurang lima belas menit lagi sudah jam delapan. Aku harus cepat-cepat. Kalau nggak, aku bisa dianggap 'tukang telat'. Tanpa peduli lagi dengan lalu lintas yang ramai dan susah dilewati, aku menyetir motorku sekencang-kencangnya. Untungnya pagi ini, tidak seperti biasanya, jalanan di Surabaya, walaupun ramai, tapi tidak diserang 'penyakit' macet, sehingga dalam waktu sepuluh menit saja aku sudah sampai di tempat kerjaku.

Hari ini memang hari pertamaku bekerja di tempat kerja yang baru. Sebelum ini, aku sudah bekerja sebagai sekertaris di tiga perusahaan swasta, yang pada akhirnya selalu memecatku saat ada pelamar lain yang jauh lebih cantik dan tentunya tidak gendut sepertiku. Karena itulah, aku menerima pekerjaan ini.

Memang sih kerjanya nggak di kantoran seperti dulu dan gajinya juga tidak terlalu besar. Tapi yang aku suka dari pekerjaan ini adalah aku nggak perlu takut lagi dipecat karna bentuk tubuhku. Itu semua karena, bosku kali ini adalah seorang penulis 'perempuan' dan sejak awal sudah menegaskan kalau dia hanya akan menghargaiku dari hasil kerjaku dan bukan dari penampilanku.

Dengan langkah yang penuh semangat, aku memasuki rumah mewah tiga lantai yang mulai hari ini jadi tempat kerjaku. Sesampainya di dalam, salah satu pembantu di rumah itu, segera menyuruhku masuk ke ruang makan untuk menemui bosku, ibu Amelia.

"Maaf ya, saya belum selesai sarapan. Mbak Regina, nggak keberatan kan menunggu? Atau mungkin mau bareng sarapan dengan saya?"ajaknya ramah sambil sesekali membuka mulut untuk menerima suapan dari perawatnya. Aku, yang heran melihat seorang wanita dewasa harus makan sambil disuapi, mengarahkan pandanganku ke arah tangannya. Tapi betapa terkejutnya aku, saat melihat kedua tangan di pangkuannya tersebut, bergetar sangat hebat.

"Makasih bu. Saya sudah sarapan tadi di rumah,"jawabku pelan dengan pandangan yang masih terarah pada kedua tangannya. Aku memang sudah diberitahu oleh sekretarisnya yang lama kalau bosku ini menderita penyakit yang serius, tapi aku mendengarkannya sambil lalu saja. Yang kupentingkan saat itu adalah secepatnya mendapatkan pekerjaan baru.

"Ya gini ini mbak, kalau uda kena parkinson. Tangan bisa tiba-tiba gemetaran nggak karuan,"serunya tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Rupanya dia tau aku memperhatikan tangannya sejak tadi. Wajahku langsung bersemu merah karena malu.

"Kenapa? Aneh ya mbak?"lanjutnya sambil tersenyum ke arahku.

"Oh maafkan saya, bu! Saya tidak bermaksud..."

"Nggak apa-apa kok, mbak. Saya sudah biasa. Setiap orang yang pertama kali melihat tangan saya yang gemetaran, ekspresinya pasti kayak mbak tadi."

Oh... perasaanku benar-benar nggak enak. Jangan-jangan aku menyinggung perasaannya. Bagus, Gina! Bagus sekali! Hari pertama bekerja kau sudah membuat masalah.

"Lho... masih dipikirin juga to? Saya kan bilang tadi, kalau saya nggak apa-apa."

"Saya benar-benar minta maaf, bu,"seruku sambil tertunduk malu.

"Iya mbak... nggak apa-apa."

Tiba-tiba terdengar suara pintu depan dibuka lalu ditutup dengan kasar.

"Itu pasti anak bungsu saya. Dia memang nggak bisa pelan kalau berurusan dengan pintu. Tapi jangan kuatir, anaknya lucu kok."

Mendengar itu aku langsung mendongakkan kepalaku dan membenarkan cara dudukku. Berharap tidak lagi membuat kesan buruk di mata bosku dan keluarganya.

"Mama..."panggil laki-laki yang di sebut anak bungsu oleh bosku tersebut, dari arah yang terdengar tidak begitu jauh dari tempat kami berada.

"Mama di ruang makan sayang..."sahut ibu Amelia seraya mengisyaratkan pada perawatnya untuk mengambilkan dia minum.

"Oh baguslah, mama di sini. Aku tadi juga belum sarapan,"serunya sambil mengitari tempatku duduk untuk mengambil piring. Tampaknya dia tidak menyadari... atau mungkin tidak terlalu peduli dengan kehadiranku. Sebenarnya aku berharap dia akan bersikap seperti itu seterusnya. Karena sejak dia masuk tadi, aku sampai hampir terkena serangan jantung saking kagetnya. Oh Tuhan, aku mohon semoga dia tidak mengenaliku!

"Hei... kamu kok nggak sopan gitu sih! Sapa dulu dong sekertaris mama yang baru. Masak kok di cuekin aja!"

Aduh... mati aku!

"Iya... iya... sorry. Abisnya aku laper banget. Hai... aku Mike, anak bung..." Dengan kasar, dia tiba-tiba meletakkan piringnya ke meja seraya berteriak ke arahku, "Apa yang kau lakukan di sini, gajah?!"

Akhirnya dia mengenaliku juga! Dia, Michael Dharsono, cinta pertama sekaligus musuh terbesarku saat SMA, kini memandangku dengan tatapan penuh kebencian. Dari semua pria di dunia ini, ironisnya harus dialah yang menjadi anak bosku. Tampaknya aku harus terancam di pecat lagi deh. Ahhhh... kenapa sih aku harus sesial ini!!!

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Because That Night
8.0
Dibalut rasa benci pada diri sendiri, Ariel Anata menyerahkan kesuciannya kepada Sean Rinadi di sebuah kelab malam dengan janji takkan bertemu lagi. Takdir berkata lain saat Sean ternyata adalah calon tunangan Vania, kakak Ariel. Pertemuan tak terduga ini dimanfaatkan Sean untuk mengejar cinta Ariel. Namun, Ariel justru memakai Sean sebagai alat balas dendam terhadap keluarganya yang selalu membandingkan dirinya dengan sang kakak yang dianggap lebih sempurna.
Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Kirana, gadis terencana, hancur saat Zayn menyebut wanita lain sebagai cinta sejatinya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, di mana Kirana yang cerdas bertemu Zayn, penerima beasiswa usil yang menyimpan luka dalam. Di antara tawa dan rahasia terpendam, dua dunia berbeda ini bersinggungan. Saat perpisahan tiba, mampukah kepercayaan pulih, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka mendalam?
Sampul Novel Dream come true
8.7
Zefanya sempat merasa dicintai Andrew, hingga kesalahpahaman fatal menghancurkan segalanya. Kehormatan Zefanya direnggut secara paksa, menghancurkan impiannya untuk memiliki keluarga tulus. Sepuluh tahun berlalu, Andrew hidup menderita dalam kekayaan dan rasa bersalah yang mendalam. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Zefanya bukan lagi wanita yang sama. Andrew kini berjuang keras demi sebuah maaf, namun benarkah hanya itu yang ia inginkan?
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Vivian datang ke kantor Darren untuk meminta tanda tangan kontrak penting. Sebagai kekasih yang biasa mengabaikan formalitas, ia sempat ragu sebelum akhirnya mengetuk pintu. Namun, pemandangan di dalam menghancurkan hatinya. Ia mendapati Darren sedang bermesraan dengan Khloe yang tengah merapikan dasinya di bawah sinar matahari. Suasana intim itu membuat kata-kata Vivian tercekat saat Darren dan Khloe menoleh, menyadari kehadirannya yang tiba-tiba.
Sampul Novel Teacher on Escape
8.2
Vina, guru Matematika berusia 30 tahun, hancur saat rencana nikahnya gagal total karena dendam lama sang ayah. Frustrasi, ia kabur ke Batam dan bertemu Luki, kawan lama yang juga patah hati setelah dikhianati kekasihnya. Di Jembatan Barelang, dalam kesedihan dan pengaruh alkohol, Vina melontarkan ucapan nekat yang mengubah segalanya. Akankah pelarian ini menjadi penyesalan atau justru awal takdir baru bagi dua jiwa yang terluka? Simak kisah mereka di Teacher on Escape.
Sampul Novel Terjebak Dalam Janji Miliarder
8.5
Nadira hidup dalam hinaan karena kondisi mental ibunya. Demi membiayai pengobatan sang ibu, ia terpaksa terjun ke dunia malam yang kelam. Di tengah keputusasaan, seorang miliarder muncul memberikan tawaran besar yang menjanjikan perubahan nasib. Namun, kesuksesan tersebut menuntut pengorbanan yang jauh lebih berat dari dugaannya. Kini Nadira terjebak dalam dilema, meragukan pilihannya sembari berjuang mencari jalan pulang menuju kebahagiaan yang sejati.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan