Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Lima tahun membina rumah tangga, Julia Trevon curiga dengan rasa pahit vitamin pemberian suaminya, Victor Camden. Pemeriksaan medis mengungkap botol itu berisi mifepristone yang mematikan kesuburannya. Syok makin mendalam saat dokter rumah sakit tempat suaminya bekerja menolak mengakui Julia sebagai istri Victor. Menurut mereka, istri sah sang dokter baru saja melahirkan dua bulan lalu. Dituduh berhalusinasi dan disuruh menemui psikiater, Julia kini terjebak dalam misteri pernikahan yang penuh kebohongan.
Bab
Bagikan

Bab 8

Saat Julia kembali membuka mata, ia mendapati dirinya terkunci di dalam mobil.

Lehernya masih terasa nyeri. Dia meraba kotak penyimpanan di kursi penumpang dan menemukan palu keselamatan. Baru saja dia menggenggamnya, pintu mobil terbuka.

Victor berdiri di luar mobil, raut wajahnya suram. "Kamu mau ke mana?"

Julia tidak menjawab. Begitu hendak turun, lengannya ditarik kuat oleh Victor dan dilempar kembali ke kursi.

Victor menunduk di sisi pintu, rahangnya mengeras, matanya merah karena amarah. "Sudah kubilang, kamu nggak boleh ke mana-mana. Kamu harus tetap di sampingku."

Julia mendongak menatapnya tajam, tetapi tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya.

Victor menatapnya, lalu tiba-tiba merobek pakaian Julia.

Udara dingin langsung menerpa, membuat Julia menggigil. "Victor! Apa yang kamu lakukan?"

Tanpa sepatah kata pun, Victor dengan kasar menanggalkan pakaiannya, lalu menciumnya.

Tangan Victor terus bergerak turun dengan kekuatan yang tak bisa dilawan.

Julia akhirnya menyadari apa yang akan dilakukan Victor. Julia berusaha melawan dengan sekuat tenaga, tetapi tubuhnya ditahan dengan erat.

"Lepaskan aku! Kalau kamu seperti ini, aku akan membencimu seumur hidup!"

Namun, Victor seolah tidak mendengar. Apa pun yang Julia lakukan, entah menendang, menangis, bahkan menggigit bahunya, itu tidak membuat Victor menghentikan aksinya.

Akhirnya, Julia kehabisan tenaga. Dia hanya bisa memohon dengan suara serak.

"Victor … Jangan di mobil ini. Ini mobil balapku …."

Kata-katanya terpotong oleh teriakan kesakitan.

Gerakan Victor tiba-tiba menjadi lebih kasar, napas panasnya menyapu telinga Julia. Suaranya tetap lembut, tetapi aneh saat Victor berujar, "Julia, ini adalah hukuman untukmu. Masih ingin pergi?"

Julia menggigit bibirnya keras-keras, rasa darah terasa di lidahnya.

Air mata menetes di kursi kulit hitam, meninggalkan noda gelap.

Mandy telah menghancurkan kakinya, tetapi Victor seolah ingin menghancurkan seluruh dirinya.

Beberapa hari setelah itu, Victor seperti orang gila, membawanya ke sirkuit, dan melakukan hal yang sama di setiap mobil balapnya.

Sementara Julia, dari tangisan penuh permohonan, hingga makian tak terkendali, hingga akhirnya hanya tersisa rasa hampa.

Dia menatap kosong ke arah atap mobil, membiarkan Victor mempermainkannya seperti boneka tak berjiwa, bahkan air matanya pun mengering.

Setelah melampiaskan semuanya di mobil terakhir, Victor memeluknya dan bertanya, "Apa kamu masih ingin meninggalkanku, Julia?"

Julia menggeleng otomatis.

Julia tak ingin pergi lagi. Dia hanya ingin mati.

Baru kemudian, Victor membawanya pulang.

Begitu masuk rumah, Julia melihat kue yang belum dibuka di meja ruang tamu, hanya melihatnya saja sudah merasa mual. Dia diam-diam masuk ke kamar dan hendak mengunci pintu, tetapi Victor menghentikannya.

"Julia, kamu bandel, ya."

Victor mengeluarkan borgol, menguncinya di kepala tempat tidur, lalu merebut silet dari tangannya dengan paksa.

"Dengar baik-baik, jangan buat aku marah. Kalau nggak, kamu sendiri yang akan menderita."

Julia sedang melotot marah padanya ketika pintu terbuka.

Mandy melangkah masuk sambil menggoyang-goyangkan sesuatu di tangannya. "Kak Victor, mana yang lebih cocok dipakai untuk pernikahan?"

Tatapan Julia menegang seketika.

Itu medali juara nasional miliknya, juga liontin batu alam warisan ibunya.

"Victor!" teriak Julia. Suaranya serak seperti bel rusak. "Itu milikku!"

Victor justru tersenyum puas, berlutut di tepi ranjang dan mengetuk liontin batu alam itu. "Aku tahu, itu memang milikmu."

Victor menatapnya dengan dingin, "Kalau kamu berani coba bunuh diri lagi, aku nggak jamin barang-barang ini tetap aman."

Julia menggertakkan giginya, sorot matanya memancarkan kebencian yang membara.

"Membenciku?" Victor mengangkat alisnya. "Kalau begitu, berhenti berpikir untuk pergi. Kalau nggak, akan ada hal lain yang lebih menyakitkan menunggumu."

Awalnya, Julia mengira dia hanya menakut-nakuti. Sampai malam itu, Victor menyeretnya dari ranjang, memaksanya berlutut di tepi tempat tidur, lalu memegang paksa wajahnya agar menatap ke tengah kamar.

Di sana, Mandy bersandar di pelukan Victor dengan setengah tak berpakaian.

"Marah? Jijik?" Suara Victor menusuk seperti racun. "Lihat baik-baik! Jangan pejamkan matamu!"

Victor bilang semua ini adalah hukuman karena tidak mau menurut.

Namun, Julia hanya menatap kosong, bahkan tak sempat berkedip.

Hatinya sudah mati sejak lama, apa lagi yang perlu dia pedulikan?

Untuk mencegahnya bunuh diri lagi, Victor mulai mengontrol makanannya. Setiap hari hanya memberinya sedikit air dan roti, sampai Julia bahkan tak punya tenaga untuk menggigit pergelangan tangannya sendiri.

Akhirnya, Victor tetap memasangkan liontin itu di leher Mandy. Sambil mengelus rambut Mandy, Victor berkata, "Kalau kamu masih ingin pergi, liontin ini akan selamanya jadi milik Mandy."

Sehari sebelum pernikahan, Victor tidak menyentuhnya.

Victor berbaring di tempat tidur, memeluk Julia dari belakang. Dagu Victor menempel di bahunya, sambil berbisik dengan lembut, "Jangan salahkan aku ya, Julia? Aku cuma terlalu mencintaimu."

"Setelah aku menikah dengan Mandy dan setelah urusan Keluarga Frans beres, aku akan membawamu ke Kantor Catatan Sipil. Kita akan menikah sungguhan, bagaimana?"

Julia memejamkan mata rapat-rapat dan tidak menjawab.

Keesokan paginya, di hari pernikahan, Mandy melangkah masuk dengan gaun putih bersih, lalu dengan sengaja mendekatkan liontin di lehernya ke wajah Julia.

"Kasihan sekali kamu, Kak Julia." Mandy tersenyum penuh kemenangan. "Aku sudah memperingatkanmu sejak lama, seharusnya kamu segera pergi. Liontin ini jelek sekali, tapi Kak Victor bersikeras memberikannya kepadaku sebagai maskawin."

Tanpa sepengetahuannya, Julia sudah kehilangan hasrat untuk hidup.

Bukan hanya sebuah liontin, bahkan kalau Victor mengancam dengan abu ibunya sekali pun, dia takkan goyah.

Jadi, saat Victor dan Mandy keluar sambil bergandengan tangan, Julia menoleh dan menyentuh pergelangan tangannya dengan tangan kanannya yang masih bergerak.

Saat menggigit, tidak terasa sakit sama sekali, hanya darah hangat yang perlahan menetes.

Baru setitik darah mengalir, tiba-tiba terdengar suara keras kaca pecah dari jendela kamar.

Sebuah mayat palsu dilempar masuk, lalu disusul pria berwajah tampan.

Devon berdiri di antara pecahan kaca, mengulurkan tangannya padanya.

"Ayo, aku datang buat menjemputmu."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B45129" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B45129
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Bebas Bergaul
7.9
Kisah ini merupakan sebuah narasi romansa modern yang secara eksplisit ditujukan bagi pembaca dewasa. Ceritanya mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan konsekuensi nyata dari gaya hidup pergaulan bebas di era kontemporer. Melalui jalinan plot yang intens, pembaca akan dibawa memahami lika-liku asmara serta berbagai dampak personal yang muncul akibat pilihan hidup tersebut. Sebuah bacaan yang menuntut kedewasaan dalam memahami setiap konflik yang ada.
Sampul Novel Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku
8.7
Alina hanya ingin lulus tenang dari Horizon International Academy, namun takdir menyeretnya ke hidup Arion Mahendra Kwon. Arion adalah atlet elit berkuasa yang dingin dan ditakuti. Perbedaan status sosial yang kontras tak menghalangi mereka terikat dalam rahasia pernikahan tersembunyi. Di balik kebencian yang membara, muncul benih cinta yang tak terduga. Kini Alina terjebak dalam dilema: bertahan di sisi Arion yang berbahaya atau hancur dalam api asmara mereka.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
7.8
Nek Syam mengalami kepedihan mendalam setelah diusir oleh Jannah, putri kandungnya, hanya karena menginginkan gulai daun singkong. Merasa terhina di rumah sendiri, ia memilih pergi dan berlindung di kediaman putra bungsunya, Ahmad. Mengetahui perlakuan buruk sang kakak terhadap ibu mereka, Ahmad pun naik pitam. Ia langsung bertindak tegas dengan membawa bukti kepemilikan tanah dan balik mengusir Jannah dari rumah tersebut sebagai pembalasan.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Terusir dari rumah oleh ayahnya sendiri membuat Emma Karina terdesak hingga akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino. Sebagai CEO penguasa bisnis di Pulau Bali, Ethan sangat protektif dan mengawasi setiap gerak-gerik Emma secara ketat. Namun, stabilitas hubungan mereka terancam saat Emma tidak sengaja mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Ethan. Akankah ikatan mereka bertahan setelah kebenaran terungkap atau justru hancur selamanya?
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley bertahan dalam pernikahan dingin dengan Harold meski sang suami mencintai wanita lain. Saat semua orang menanti kehancurannya karena kembalinya cinta sejati Harold, Miley justru memilih pergi dan menandatangani surat cerai. Harold yang murka menuntut penjelasan, namun Miley dengan tenang mengumumkan rencana pernikahan barunya. Ternyata, selama ini Miley tidak benar-benar mencintai Harold; ada sosok lain yang selama ini diam-diam ia dambakan dalam hatinya.