Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Lima tahun membina rumah tangga, Julia Trevon curiga dengan rasa pahit vitamin pemberian suaminya, Victor Camden. Pemeriksaan medis mengungkap botol itu berisi mifepristone yang mematikan kesuburannya. Syok makin mendalam saat dokter rumah sakit tempat suaminya bekerja menolak mengakui Julia sebagai istri Victor. Menurut mereka, istri sah sang dokter baru saja melahirkan dua bulan lalu. Dituduh berhalusinasi dan disuruh menemui psikiater, Julia kini terjebak dalam misteri pernikahan yang penuh kebohongan.
Bab
Bagikan

Bab 6

Julia tiba-tiba menempelkan tangannya ke kakinya, ujung jarinya menyentuh gips yang keras.

Kakinya masih ada.

Namun, detik berikutnya, jantungnya seakan tercekat.

Ketika ujung jarinya menekan ke bawah, baik mengusap lembut maupun mencubit dengan keras, kakinya sama sekali tak merespons, seperti benda asing yang menempel di tubuhnya.

"Nggak, nggak mungkin .…"

Dia bergumam sambil menahan sprei, mencoba duduk, tetapi baru terangkat sedikit, kaki kanannya mendadak lemas dan tubuhnya jatuh keras ke lantai.

Pada detik ini, terdengar suara cemas Victor di depan pintu.

"Dokter Jeno, apa benaran nggak ada cara lain? Dia 'kan pembalap .…"

"Ini tergantung pemulihan," jawab sang dokter dengan suara yang terdengar tak berdaya, "Tapi, aku sangat nggak menyarankan untuk kembali ke lintasan. Kalau cedera lagi, akibatnya bisa sangat fatal."

Setelah hening sebentar, Victor menjawab dengan suara serak, "Baik, terima kasih."

Setiap kata-katanya seperti palu yang menghancurkan sisa-sisa harapan terakhir Julia.

Julia terlahir untuk menjadi pembalap.

Sejak pertama kali menyentuh setir, Julia tahu hidupnya terikat dengan suara mesin.

Namun, sekarang, seseorang memberitahunya bahwa dia tidak bisa lagi mengendarai mobil balap.

Ini lebih menyakitkan daripada kematian.

Saat Victor mendorong pintu masuk, dia melihat Julia jatuh terduduk di lantai. Victor buru-buru membungkuk untuk menolongnya, tetapi begitu melihat wajahnya yang penuh air mata, Victor langsung berhenti.

"Kamu dengar semuanya?"

Julia tidak menatapnya. Dia menepis tangan Victor yang terulur. Suara Julia gemetar saat bertanya.

"Di mana Mandy?"

Sorot mata Victor agak berubah, seolah takut Julia melakukan sesuatu yang ekstrem. Victor segera membelanya.

"Mandy masih muda dan belum dewasa. Aku sudah memarahi dia habis-habisan karena menyetir tanpa SIM. Dia sendiri juga terluka. Julia, tolong jangan salahkan dia lagi, ya?"

Julia tiba-tiba menatapnya, matanya merah.

Ternyata Victor tahu Mandy belum punya SIM, tetapi Victor tetap membiarkannya mengemudi, bahkan mendaftarkannya untuk mengikuti balapan.

Ini sudah keempat kalinya.

Empat kali kecelakaan, empat kali Julia terbaring di rumah sakit.

Setiap kali itu terjadi, Mandy bahkan tidak mengucapkan permintaan maaf yang layak.

Julia tiba-tiba ingin tersenyum, tetapi sudut mulutnya perih karena air mata.

Hanya tetesan air mata yang terus jatuh tak terbendung seperti untaian yang putus.

Sampai detik ini, Victor masih membela Mandy.

"Bagaimana denganku?" Suara Julia sangat pelan saat berkata, "Kalau bukan dia, siapa yang harus kusalahkan? Diriku sendiri? Kakiku yang mungkin nggak akan pernah bisa berdiri lagi, bukan kakinya! Tapi, kamu masih saja mencari alasan untuknya!"

Victor mengerutkan keningnya, nada bicaranya terdengar agak tidak sabar.

"Julia, aku sudah bilang dia nggak sengaja. Kenapa kamu masih bersikeras?"

Dia berhenti sejenak dan ucapannya bahkan terdengar menyalahkan, "Lagi pula, kalau saat itu kamu nggak merebut kemudi, mungkin kecelakaan ini nggak akan terjadi. Pernahkah kamu memikirkan kesalahanmu sendiri?"

Julia merasa seolah-olah kepalanya disiram air es, seluruh darah di tubuhnya serasa membeku.

Namun, hanya sesaat, Julia malah tersenyum.

Senyuman itu lebih menyedihkan daripada menangis.

Setiap kali berhubungan dengan Mandy, dialah yang selalu disalahkan.

Hati yang sudah mati itu seakan dicabik-cabik paksa, lalu dihancurkan menjadi bubuk.

Julia memejamkan mata sebentar, suaranya datar terdengar lemah tak bersemangat saat berkata, "Aku lelah, pergilah."

Saat melihat wajahnya yang pucat dan tak berdaya, hati Victor serasa mencelos.

Baru saat itulah Victor sadar betapa menyakitkan kata-katanya barusan. Dia membuka mulut untuk meminta maaf, tetapi pada akhirnya tak ada kata yang keluar. Langkahnya goyah saat berbalik pergi.

Tiga hari berikutnya, Victor nyaris tidak meninggalkan Julia.

Victor sendiri yang memberinya obat pahit, memasak berbagai makanan favoritnya, bahkan memasang kasur lipat di samping tempat tidur Julia dan langsung terbangun tiap kali ada gerakan kecil di malam hari.

Akan tetapi, Julia seperti boneka tanpa jiwa. Dia membuka mulut ketika diberi obat, bangkit saat ditopang, tidak mengucapkan sepatah kata pun, dan tidak sekali pun menatap Victor.

Baru ketika Victor tidak tahan lagi dan berkata, "Aku akan mengadakan pernikahan palsu dengan Mandy." Julia akhirnya bereaksi.

"Oke, aku akan pergi."

Nada suaranya tetap datar.

Hati Victor mencelos.

Dia sempat membayangkan Julia akan menangis, marah, atau menuntut jawaban, tetapi tidak pernah menyangka reaksi Julia akan sedingin ini.

Victor buru-buru menjelaskan, samar-samar suaranya terdengar agak panik. Dia berkata, "Julia, Keluarga Frans menargetkan Mandy. Mereka ingin memaksanya menikah. Aku sebagai kakaknya, nggak bisa berdiam diri melihatnya terjun ke dalam penderitaan."

"Jadi, aku ingin mengumumkan ke luar kalau kita sudah bercerai, lalu aku akan menikahi Mandy. Tapi, percayalah, pernikahan ini cuma pura-pura. Soal perceraian ini juga hanya solusi sementara. Setelah urusan Keluarga Frans selesai, semuanya akan kembali seperti semula."

Mendengar itu, Julia justru tersenyum tipis.

Itu bukan tersenyum sinis, juga bukan sarkasme. Itu tawa lega yang tulus.

Devon akhirnya akan bertindak.

Victor bilang Keluarga Frans itu ibarat sarang iblis yang memakan manusia, tetapi bagi Julia, justru itu satu-satunya pegangan untuk bisa keluar dari penjara yang menyesakkan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Bebas Bergaul
7.9
Kisah ini merupakan sebuah narasi romansa modern yang secara eksplisit ditujukan bagi pembaca dewasa. Ceritanya mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan konsekuensi nyata dari gaya hidup pergaulan bebas di era kontemporer. Melalui jalinan plot yang intens, pembaca akan dibawa memahami lika-liku asmara serta berbagai dampak personal yang muncul akibat pilihan hidup tersebut. Sebuah bacaan yang menuntut kedewasaan dalam memahami setiap konflik yang ada.
Sampul Novel Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku
8.7
Alina hanya ingin lulus tenang dari Horizon International Academy, namun takdir menyeretnya ke hidup Arion Mahendra Kwon. Arion adalah atlet elit berkuasa yang dingin dan ditakuti. Perbedaan status sosial yang kontras tak menghalangi mereka terikat dalam rahasia pernikahan tersembunyi. Di balik kebencian yang membara, muncul benih cinta yang tak terduga. Kini Alina terjebak dalam dilema: bertahan di sisi Arion yang berbahaya atau hancur dalam api asmara mereka.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
7.8
Nek Syam mengalami kepedihan mendalam setelah diusir oleh Jannah, putri kandungnya, hanya karena menginginkan gulai daun singkong. Merasa terhina di rumah sendiri, ia memilih pergi dan berlindung di kediaman putra bungsunya, Ahmad. Mengetahui perlakuan buruk sang kakak terhadap ibu mereka, Ahmad pun naik pitam. Ia langsung bertindak tegas dengan membawa bukti kepemilikan tanah dan balik mengusir Jannah dari rumah tersebut sebagai pembalasan.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Terusir dari rumah oleh ayahnya sendiri membuat Emma Karina terdesak hingga akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino. Sebagai CEO penguasa bisnis di Pulau Bali, Ethan sangat protektif dan mengawasi setiap gerak-gerik Emma secara ketat. Namun, stabilitas hubungan mereka terancam saat Emma tidak sengaja mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Ethan. Akankah ikatan mereka bertahan setelah kebenaran terungkap atau justru hancur selamanya?
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley bertahan dalam pernikahan dingin dengan Harold meski sang suami mencintai wanita lain. Saat semua orang menanti kehancurannya karena kembalinya cinta sejati Harold, Miley justru memilih pergi dan menandatangani surat cerai. Harold yang murka menuntut penjelasan, namun Miley dengan tenang mengumumkan rencana pernikahan barunya. Ternyata, selama ini Miley tidak benar-benar mencintai Harold; ada sosok lain yang selama ini diam-diam ia dambakan dalam hatinya.