Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Lima tahun membina rumah tangga, Julia Trevon curiga dengan rasa pahit vitamin pemberian suaminya, Victor Camden. Pemeriksaan medis mengungkap botol itu berisi mifepristone yang mematikan kesuburannya. Syok makin mendalam saat dokter rumah sakit tempat suaminya bekerja menolak mengakui Julia sebagai istri Victor. Menurut mereka, istri sah sang dokter baru saja melahirkan dua bulan lalu. Dituduh berhalusinasi dan disuruh menemui psikiater, Julia kini terjebak dalam misteri pernikahan yang penuh kebohongan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat Julia bangun, rumah masih kosong.

Di ponsel ada pesan dari Victor.

[Sayang, rumah sakit hari ini sangat sibuk, jadi liburanku dibatalkan. Jangan marah, ya. Aku akan menemanimu besok, nggak peduli seberapa sibuknya aku. Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu. Tunggu aku pulang.]

Di bawah pesannya ada foto yang dikirimkan oleh Mandy satu jam yang lalu.

Itu adalah foto mereka berdua di tepi kolam air panas. Senyuman keduanya begitu menyilaukan mata.

Julia menggenggam ponsel dengan erat hingga ujung jarinya terasa panas. Dia hampir menelepon Victor untuk bertanya apakah sebenarnya dia sibuk melakukan operasi, atau sibuk menemani istri kecilnya.

Namun, mengingat kembali rencana di dalam hatinya, akhirnya Julia menekan amarahnya, hanya membalas Victor dengan jawaban singkat, [Baiklah.]

Akan lebih baik jika Victor tidak kembali. Ini akan memudahkan Julia untuk mengemasi barang-barangnya.

Julia mengemas semua pakaian yang diberikan Victor, bersiap untuk menyumbangkannya ke daerah miskin di pegunungan.

Dia menurunkan foto bersama yang tergantung di dinding, lalu masukkannya ke dalam mesin penghancur kertas. Dia juga mengambil seratus kartu kecil berisi harapan yang pernah dia tulis untuk Victor, lalu membakarnya hingga menjadi abu di balkon.

Julia tidak berani membuang terlalu banyak barang, karena takut Victor merasakan ada yang tidak beres ketika kembali.

Keesokan harinya, Victor akhirnya pulang.

Begitu melihat Julia, dia langsung meletakkan kue di tangannya, membuka kedua lengannya sambil berjalan menghampiri. Pria itu berujar, "Julia, aku lelah sekali. Aku membutuhkan pelukanmu untuk mengisi ulang energiku."

Julia mundur selangkah dengan tenang, membuat pelukan Victor meleset.

Victor menaikkan alisnya. "Apa kamu masih marah? Jangan marah lagi, ya. Aku akan membawamu melihat kejutan yang sudah aku siapkan."

Tanpa menunggu Julia berbicara, Victor langsung menariknya untuk naik ke mobil.

Mobil melaju di sepanjang jalan ke tempat latihan. Julia masih kebingungan ketika dia ditarik turun dari mobil.

"Apa kamu menyukainya?"

Victor menunjuk mobil di depan sambil bertanya.

Itu adalah sebuah mobil balap yang sudah dimodifikasi. Tubuh mobil ditempeli dengan berlian merah muda yang berkilauan, hingga membuat orang yang melihatnya merasa pusing.

Mata Julia berkilat dengan ketekejutan sesaat. Para pelatih klub berdiri di samping, berkata dengan nada yang dipenuhi dengan rasa iri.

"Katanya modifikasi mobil ini menghabis biaya hampir 200 miliar. Dia benar-benar rela menghabiskan uang banyak, ya."

"Memangnya kenapa kalau mahal? Kalian nggak tahu kalau berlian di atas mobil ini ditempel satu per satu oleh Pak Victor. Dia begadang mengerjakannya sampai hampir terkena keratitis."

"Julia, cepat cobalah. Setelah selesai mencoba, pinjamkan pada kami juga. Pak Victor benar-benar menyayangi istrinya."

Setelah mendengar kata-kata ini, keterkejutan di hati Julia perlahan tenggelam, matanya menjadi sedikit perih.

Dia menarik sudut mulutnya, menunjukkan senyum mengejek pada diri sendiri.

Semua orang mengatakan bahwa Victor menyayangi istrinya. Namun, siapa yang tahu siapa "istri" yang sebenarnya ada di hati pria itu?

Cinta Victor memang terasa begitu hangat, tetapi kehangatan ini tidak pernah hanya menyinari dirinya seorang.

Emosi yang ditahan Julia selama beberapa hari ini seakan menemukan jalan keluarnya pada saat ini.

Julia duduk di kursi pengemudi, menginjak gas hingga dalam, lalu mobil balap pun melesat seperti anak panah.

Dia melaju dengan gila-gilaan di lintasan, melampiaskan semua ketidakadilan, amarah, serta ketidakrelaan itu ke dalam deru mesin.

Victor berdiri di tepi lapangan. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku, senyuman tampak di sudut mulutnya, sementara matanya menatap tanpa berkedip.

Di putaran ke-40, Julia melihat Victor membentuk hati dengan tangan ke arahnya. Dalam keadaan linglung sejenak, Julia tidak memegang kemudi dengan erat. Mobil balapnya menabrak pembatas di sisi lapangan dengan suara keras.

Julia merasakan nyeri yang menusuk pada jari-jari kakinya. Sebelum dia bisa bereaksi, Victor sudah berlari menghampiri, membuka pintu, lalu langsung menggendongnya masuk ke ruang istirahat.

"Apa ini sakit?" Victor mengernyitkan kening, dengan hati-hati mengangkat kaki Julia. Kapas dicelupkan dalam iodine, lalu dioleskan ke luka Julia sedikit demi sedikit. "Ini semua salahku. Aku membuatmu menyetir terlalu lama."

Gerakan Victor begitu lembut, seakan dia takut akan memecahkan kaca. Rasa sakit di matanya yang begitu dalam tidak dapat dilelehkan.

Namun, Julia hanya merasa seluruh tubuhnya dingin.

Ternyata cinta benar-benar bisa diperankan senyata ini.

Julia tanpa sadar mengangkat tangan, ingin menyentuh rambut pria itu. Namun, Victor malah menangkap pergelangan tangannya, menundukkan kepala, hendak mencium Julia.

"Brak!"

Pintu ruang istirahat tiba-tiba didorong hingga terbuka dengan keras.

Victor bahkan tidak mendongak, hanya mengambil botol air mineral di meja dengan asal, lalu melemparkannya ke arah pintu.

"Keluar!"

Julia menoleh, melihat Mandy berdiri di pintu.

Ketika Victor akhirnya melihat dengan jelas siapa yang datang, wajahnya sedikit berubah. "Mandy? Kenapa kamu ada di sini?"

Mandy menutupi dahinya yang memerah karena terkena terkena lemparan, menggigit bibirnya, lalu menundukkan pandangannya. Pakaiannya kotor berlumuran lumpur, tampak sangat kusut.

"Waktu latihan mobil aku nggak menginjak rem dengan cukup baik, jadi aku menabrak .… Aku datang ke sini untuk mengambil kotak obat."

Victor terdiam selama beberapa detik, mengabaikannya. Pria itu mengambil plester, menempelkannya dengan lembut di jari kaki Julia.

"Kamu duduk di sini saja, jangan bergerak. Jangan berjalan sembarangan dengan kakimu yang terluka," kata Victor.

Victor mengangkat tangan untuk menyibakkan rambut di telinga Julia, lalu mencium pipinya. "Aku akan memeriksa lukanya dulu. Aku akan langsung kembali setelah beberapa menit. Aku akan berada di depan pintu, panggil aku kalau kamu butuh sesuatu."

Pria itu melangkah keluar dengan membawa kotak obat.

Ruang istirahat tiba-tiba menjadi sunyi. Begitu sunyi sampai Julia bisa mendengar suara angin di luar jendela.

Beberapa menit pun berlalu. Julia perlahan mendorong pintu terbuka. Di depan pintu tidak ada satu orang pun. Apanya yang "berada di depan pintu"?

Kekecewaan di hati Julia hanya muncul sesaat sebelum akhirnya diredam.

Seharusnya dia sudah bisa menebak semuanya, 'kan?

Julia bersandar dinding, berjalan tertatih-tatih menuju mobil balap itu.

Dia benar-benar menyukai mobil itu. Karena melihat hujan akan segera turun, Julia ingin memarkirkan mobil itu di garasi.

Namun, saat Julia sampai di samping mobil, langkahnya tiba-tiba terhenti.

Mobil tampak bergoyang dengan ringan, disertai dengan suara yang samar-samar keluar dari celah jendela yang tidak tertutup rapat ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Bebas Bergaul
7.9
Kisah ini merupakan sebuah narasi romansa modern yang secara eksplisit ditujukan bagi pembaca dewasa. Ceritanya mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan konsekuensi nyata dari gaya hidup pergaulan bebas di era kontemporer. Melalui jalinan plot yang intens, pembaca akan dibawa memahami lika-liku asmara serta berbagai dampak personal yang muncul akibat pilihan hidup tersebut. Sebuah bacaan yang menuntut kedewasaan dalam memahami setiap konflik yang ada.
Sampul Novel Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku
8.7
Alina hanya ingin lulus tenang dari Horizon International Academy, namun takdir menyeretnya ke hidup Arion Mahendra Kwon. Arion adalah atlet elit berkuasa yang dingin dan ditakuti. Perbedaan status sosial yang kontras tak menghalangi mereka terikat dalam rahasia pernikahan tersembunyi. Di balik kebencian yang membara, muncul benih cinta yang tak terduga. Kini Alina terjebak dalam dilema: bertahan di sisi Arion yang berbahaya atau hancur dalam api asmara mereka.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
7.8
Nek Syam mengalami kepedihan mendalam setelah diusir oleh Jannah, putri kandungnya, hanya karena menginginkan gulai daun singkong. Merasa terhina di rumah sendiri, ia memilih pergi dan berlindung di kediaman putra bungsunya, Ahmad. Mengetahui perlakuan buruk sang kakak terhadap ibu mereka, Ahmad pun naik pitam. Ia langsung bertindak tegas dengan membawa bukti kepemilikan tanah dan balik mengusir Jannah dari rumah tersebut sebagai pembalasan.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Terusir dari rumah oleh ayahnya sendiri membuat Emma Karina terdesak hingga akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino. Sebagai CEO penguasa bisnis di Pulau Bali, Ethan sangat protektif dan mengawasi setiap gerak-gerik Emma secara ketat. Namun, stabilitas hubungan mereka terancam saat Emma tidak sengaja mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Ethan. Akankah ikatan mereka bertahan setelah kebenaran terungkap atau justru hancur selamanya?
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley bertahan dalam pernikahan dingin dengan Harold meski sang suami mencintai wanita lain. Saat semua orang menanti kehancurannya karena kembalinya cinta sejati Harold, Miley justru memilih pergi dan menandatangani surat cerai. Harold yang murka menuntut penjelasan, namun Miley dengan tenang mengumumkan rencana pernikahan barunya. Ternyata, selama ini Miley tidak benar-benar mencintai Harold; ada sosok lain yang selama ini diam-diam ia dambakan dalam hatinya.