Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Setelah dikhianati dan diracun oleh suaminya sendiri yang menyalahkan kematian teman masa kecilnya pada keluarga mereka, seorang ibu mendapat kesempatan kedua. Kembali ke hari saat putranya mengalami serangan jantung, dia memilih jalan berbeda untuk menyelamatkan sang anak tanpa memohon bantuan suaminya. Namun, keputusan ini justru membawa perubahan tak terduga saat sang suami yang egois tiba-tiba berlutut memohon maaf. Kisah penuh misteri dan ketegangan domestik yang menguras emosi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku langsung berlari ke sana.

Levi terkapar di pundak ibuku dan tangannya sudah terkulai. Aku segera memeriksa denyut nadi di lehernya, tetapi tidak merasakan apa-apa.

Aku langsung merasa tegang dan benakku juga seketika menjadi kosong. Aku hanya secara refleks berseru, “Cepat baringkan dia di lantai!”

Ibuku langsung bertindak sesuai perintahku. Aku berlutut di lantai dan mulai melakukan CPR terhadap putraku.

Ketika aku menekan jantung Levi, ibuku berpaling dan memohon pada perawat di pos perawat. Dia bersujud di lantai sambil berseru, “Aku mohon bantulah kami! Keadaan anaknya sudah begitu, memangnya kalian masih mau diam saja?”

Orang-orang yang ada di sekeliling juga terkejut.

Ada seorang perawat yang hendak keluar untuk memeriksa keadaan Levi. Namun, Thomas malah menghalanginya lagi.

“Tolong jangan ganggu jam kerja kami.”

Meskipun tidak ada yang membantu, berkat usahaku, denyut nadi Levi pun kembali setelah beberapa menit. Dia perlahan-lahan membuka matanya dan memanggilku, “Mama.”

Syukurlah! Aku pun menangis dan memeluknya dengan erat. Hanya saja, aku baru menyadari bahwa putraku hampir mati di rumah sakit. Begitu memikirkan hal ini, hatiku terasa makin sakit.

Levi bertanya dengan pelan, “Mama, apa aku akan mati? Bukannya ini tempat kerja Papa? Kenapa dia nggak menolongku?”

Suara imut Levi membuat suasana di seluruh lokasi ini menjadi hening.

Aku melihat ada orang di kerumunan yang menyeka air mata, lalu berkata pada Thomas, “Dokter Thomas, aku rasa mereka bukan lagi sandiwara.”

“Benar, Dok. Kamu periksa saja dulu anak itu. Kalau ini memang cuma sandiwara, sandiwara mereka benar-benar hebat.”

Melihat situasi ini, ada banyak orang yang mulai memohon untuk kami. Namun, Thomas tetap tidak bergeming.

“Jessica, kamu benar-benar bisa melakukan apa saja, ya. Kalian pasti sudah berlatih adegan ini berulang kali di rumah, ‘kan? Hanya saja, gerakan CPR-mu masih nggak memenuhi standar. Lagian, Kak William sudah pergi cari Sophia. Nggak ada gunanya kamu bersandiwara di sini.”

Aku tidak menyangka masalahnya sudah mencapai tahap ini, tetapi Thomas masih tidak percaya bahwa Levi benar-benar sakit. Aku pun tidak dapat bersabar lagi.

“Thomas, kejahatan sebanyak apa yang sudah kuperbuat sampai kamu menghinaku seperti itu? Meski aku benar-benar berbuat salah, ada hukum yang bisa menghukumku. Apa salah putraku? Sebagai seorang dokter, kamu langsung tarik kesimpulan sebelum memeriksa pasien. Memangnya kamu layak jadi dokter?”

Begitu mendengar ucapanku, semua orang di sekitar juga marah.

“Benar! Dokter Thomas, mana ada ibu yang bercanda dengan kesehatan anaknya?”

“Yang dia katakan benar. Meski kamu mau bilang mereka cuma sandiwara, kamu juga harus punya bukti, ‘kan? Bukannya kamu bisa langsung tahu jawabannya begitu memeriksanya?”

Setelah dikritik orang-orang, ekspresi Thomas agak berubah. Dia melepas stetoskopnya dengan ragu dan hendak memeriksa putraku. Namun, tepat pada saat ini, ponselnya tiba-tiba berdering.

Thomas menjawabnya, “Kak William, kamu lagi ada di mana? Istrimu sudah buat keributan besar di rumah sakit.”

Setelah mendengar nama itu, aku langsung gemetar. Ternyata yang menelepon adalah William.

William berujar dengan nada dingin, “Aku lagi temani Sophia. Dia lagi diopname di rumah sakit. Kamu suruh saja orang mengusir mereka. Setelah keadaan Sophia lebih stabil, aku akan kembali untuk menanganinya.”

Seusai berbicara, William tidak lupa menambahkan, “Siapa pun nggak boleh menyentuh kamar itu. Itu kamar yang kutinggalkan untuk Sophia.”

Begitu mendengar ucapan itu, ibuku langsung menangis dan berseru ke arah ponsel, “William, kamu sudah gila? Yang sakit itu putra kandungmu! Memangnya kamu nggak akan sedih sedikit pun kalau dia meninggal di sini?”

William mencibir, “Nggak ada siapa pun yang lebih penting dari Sophia. Kalau dia mau mati, biarkan saja dia mati.”

Aku secara refleks menutup telinga putraku, tetapi tetap terlambat selangkah. Levi memandangku dan bertanya, “Mama, kenapa Papa mau aku mati?”

Aku seketika terdiam karena tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya.

Setelah William memutuskan panggilan telepon, Thomas memandangku dan berujar, “Sudah dengar? Cepat bawa anakmu pergi. Jangan permalukan diri di sini lagi.”

Tepat pada saat ini, aku melihat kepala perawat yang muncul di depan pintu bersama Joseph. Mataku langsung berbinar dan aku menggendong putraku berlari ke arahnya.

“Pak Joseph, aku mohon periksalah putraku. Dokter Thomas nggak mau memeriksanya dan bilang dia nggak sakit. Tapi, aku rasa dia seharusnya mengidap diseksi aorta.”

Atas permohonanku, Joseph akhirnya meletakkan stetoskopnya ke dada Levi. Dia mendengar detak jantungnya sambil mengernyit.

Thomas berjalan mendekat dan berkata, “Pak Joseph, jangan dengarkan omong kosong wanita ini. Anak kecil nggak mungkin menderita diseksi aorta.”

Siapa sangka, begitu Thomas selesai berbicara, Joseph mengangkat stetoskopnya, lalu menggendong anakku dan berlari ke arah ruang operasi.

Pada saat yang sama, Joseph juga berkata pada kepala perawat di sampingnya, “Siapkan ruang operasi. Anak ini menderita diseksi aorta!”

Seusai berbicara, Joseph melirik Thomas dengan dingin. “Siapa bilang anak kecil nggak mungkin kena penyakit ini? Thomas, kamu sudah menunda pengobatan anak ini!”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B63749" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B63749
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanah dari Sang Ayah
7.9
Rahel terjebak dalam pernikahan dengan pria lebih tua yang belum pernah ia temui sebelumnya. Modalnya hanyalah sebuah foto kecil seukuran kartu identitas. Tepat di malam sebelum akad nikah dilangsungkan, ayahnya tersenyum penuh syukur atas kesediaan Rahel menuruti perjodohan itu. Namun, setelah memberikan pelukan dan kecupan perpisahan di kening sang putri, ayah Rahel mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan amanah besar bagi masa depan Rahel.
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel Collateral Fate
9.5
Letnan Arya Pradipta dari pasukan khusus mengemban misi berisiko tinggi demi menyelamatkan Alana Weston, relawan yang diculik teroris internasional. Namun, operasi rahasia ini berubah menjadi perjuangan hidup mati saat mereka terjebak di zona musuh yang berbahaya. Arya segera menyadari bahwa penculikan Alana bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan bagian dari konspirasi politik besar yang mengancam keselamatan mereka di tengah pelarian.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel KAMINI (Wanita Penuh Kasih Sayang)
9.4
Kamini Citra Kirana diusir oleh Dirandra Ekadanta setelah melahirkan anak untuk suami dan istri pertamanya. Dibuang dengan kompensasi agar menjauh, Kamini pergi membawa rahasia besar yang menjadi kekuatannya untuk bangkit. Lima tahun berlalu, takdir membawanya kembali berhadapan dengan masa lalu dan keluarga besar yang pernah mencampakkannya. Bagaimana Kamini menghadapi situasi ini? Akankah rahasia yang ia simpan mengubah segalanya saat pertemuan itu terjadi?
Sampul Novel Pembantu dan pewaris muda
8.5
Amelia terjebak utang ayahnya dan kemiskinan saat bekerja di rumah keluarga De la Vega. Hidupnya berubah sejak Luciano, sang pewaris arogan, mulai memperhatikannya. Hubungan rahasia mereka tumbuh di tengah perbedaan kelas, namun skandal besar mengancam martabat Amelia. Kini ia harus memilih antara cinta yang membara kepada Luciano atau melindungi adiknya serta janin di rahimnya. Dua dunia yang bertabrakan ini siap meledak dalam konflik yang penuh emosi dan pengorbanan.