
Terjerat Pesonamu
Bab 2
Seperti yang kemarin dikatakan oleh Anita, dia akan keluar bersama temannya. Dan di sinilah mereka, di salah satu mall di Jakarta. Elsa sudah menyempatkan waktunya untuk keluar bersama Anita hari ini. Beberapa paper bag sudah bergantung di tangan ke dua wanita ini.
“Gimana kuliah di Havard?” tanya Elsa. Mereka saat ini sudah ada di salah satu restoran Jepang yang ada di mall tersebut.
“Ya, nggak gimana-gimana juga. Sama aja kayak kuliah di kampus lain. Masuk kelas, dengar materi, pulang, nugas,” jelas Anita seadanya kepada Elsa.
“Cuma gitu? Nothing special someone, gitu?” tanya Elsa tersenyum menggoda. “Cowok-cowok di sana pasti ganteng-ganteng, kan? Apalagi Havard loh, pasti pada pinter-pinter.” Elsa tampak lebih antusias dari pada Anita.
“Gue ke sana buat belajar! Bukan nyari cowok,” jelas Anita malas.
Tidak bisa dipungkiri memang pria yang dia temui di sana memang tampan dan berwawasan luas. Namun, Anita tidak memiliki waktu untuk asmara di sana. Lagi pula, tidak ada yang benar-benar menarik perhatiannya. Jadi, akan lebih baik jika Anita fokus kepada pendidikan lebih dahulu. Urusan hati, bisa belakang setelah pendidikannya selesai.
“Monoton banget hidup lo di sana, An!” ujar Elsa.
Bertepatan dengan sushi pesanan mereka yang baru saja tiba. Anita membantu untuk menurunkan beberapa piring berisikan sushi miliknya. Dia langsung mengambil itu lalu mencobanya satu. Tidak jauh berbeda dari sushi yang biasa Anita makan dulu.
“Mau gue kenalin nggak sama cowok?” tanya Elsa setelah pelayan yang mengantarkan sushi mereka pergi. Anita tidak menanggapi sejenak pertanyaan dari Elsa.
“Gimana ya? Gue belum tertarik buat punya hubungan sama cowok. Nanti deh, kalau gue udah tertarik.” Anita mengambil sumpit lalu mengambil satu Sushi lagi miliknya.
Untuk sementara, Anita berpikir untuk fokus terlebih dahulu kepada pekerjaannya. Dia merasa belum siap untuk urusan asmara seperti itu. Dia belum terpikir kapan akan mulai menjalin hubungan asmara. Namun, dalam waktu dekat ini Anita rasa tidak ingin melakukannya. Berdasarkan yang dia perhatikan sewaktu SMA dia berteman dengan Elsa, hubungan asmara itu terlalu ribet. Kita harus berbagi kabar dua puluh empat jam kepada pasangan. Yang menurut Anita tidak ada gunanya sama sekali.
Setelah itu, pembicaraan mereka berlanjut ke mana-mana. Hingga tanpa terasa sushi dan beberapa menu makanan yang lainnya mereka berdua sudah habis. Elsa dan Anita kemudian membayar makanan mereka lalu bergegas keluar dari sana. Mereka tidak langsung pulang, tapi melanjutkan berkeliling ke beberapa tempat. Tentu saja, setelah lama tidak bertemu banyak hal yang mereka bicarakan. Sambil berjalan, Elsa dan Anita membicarakan banyak hal.
Hingga tanpa sengaja, Anita menabrak seorang pria. Paper bag yang ada di tangan Anita terlepas. Begitu juga dengan ponsel orang yang dia tabrak, terjatuh dan menimbulkan suara yang sedikit keras. Terlalu kentara bahwa layarnya pecah.
“Maaf, saya tidak sengaja!” seru Anita spontan langsung memungut ponsel itu, tidak menghiraukan belanjaannya yang sudah berantakan. Benar saja, permukaan ponsel pria itu pecah sampai menurut Anita sudah tidak layak pakai. Beruntung, itu menggunakan anti gores hingga layarnya ponselnya aman. Pria itu mengambil ponselnya dari Anita dengan gerakan cepat.
“Tidak, apa-apa. Saya juga minta maaf karena tidak memperhatikan jalan.” Pria itu hendak langsung pergi dari sana. Namun, langsung di tahan oleh Anita. Dia merasa wajah pria itu sangat tidak asing, tetapi Anita lupa melihatnya di mana.
“Saya akan mengganti biaya perbaikannya,” ucap Anita saat menghentikan langkah pria itu. Sementara pria yang Anita tabrak menatap wajah Anita sejenak.
“Tidak masalah, ini tidak terlalu parah. Saya sedang buru-buru,” ucapnya melepaskan tangannya dari genggaman Anita.
“Bagaimana jika Anda mengambil kontakku. Anda bisa menghubungiku jika hendak memperbaiki ponsel, Anda.” Anita tidak menyerah untuk bertanggung jawab atas kecerobohannya hingga membuat barang seseorang rusak. Sementara Elsa hanya diam saja melihat tingkah Anita yang terlalu bertanggung jawab itu.
Mungkin karena tidak ingin berurusan terlalu jauh dengan Anita, Pria itu kemudian memberikan nomor ponselnya lalu pergi meninggalkan Anita. Setelah mendapatkan nomor ponsel pria itu, Anita langsung menghubunginya agar nomornya tersimpan di ponsel pria itu. Elsa terkesan sendiri melihat kesungguhan Anita untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang sebenarnya jika di lihat, tidak akan semahal itu. Apalagi pria itu terlihat seperti seseorang yang kaya. Tidak akan terlalu masalah untuknya.
Berkali-kali Elsa menggoda Anita karena temannya itu seperti sedang mengambil kesempatan. Pasalnya, pria yang Anita tabrak tadi adalah pria muda yang terlihat sangat tampan. Dia juga terlihat seperti pria baik-baik. Bahkan Elsa memiliki pandangan yang sangat bagus kepada pria itu. Namun, Anita terus saja menentang prasangka Elsa dan mengklaim bahwa apa yang dia lakukan murni hanya karena dia merasa bersalah telah merusak barang pria itu. Elsa akhirnya mengalah dan mengabaikan saja temannya itu.
Setelah cukup lama berkeliling, mereka kemudian memutuskan untuk pulang. Hari juga sebentar lagi akan gelap. Mila juga sudah menghubungi Anita sejak tadi menanyakan kapan putrinya itu akan kembali. eElsa dan Anita berpisah di tempat itu karena mereka membawa mobil masing-masing. Saat akan keluar dari area mall, Anita kembali melihat pria yang tadi dia tabrak juga akan pergi dari sana. Seketika, dia langsung mengingat pria itu adalah pria yang dia lihat di instagram perusahaan papanya.
Saat ini Anita sudah keluar dari area mall dan sekarang dalam perjalanan pulang. Dia akan menunggu sampai pria itu menghubunginya setelah memperbaiki layar ponselnya. Walaupun Anita tidak yakin bahwa pria itu akan menghubunginya.
***
Usai makan malam, semua orang kecuali Fadly adik Anita berkumpul di ruang keluarga bersantai menikmati waktu istirahat. Sejak Anita pulang tadi sore, Fadly sudah tidak berada di rumah. Anita tidak mengindahkan hal itu. Hal biasa jika anak itu tidak ada di rumah di waktu seperti ini.
Wijaya dan Mila sekarang sedang bersantai menonton TV. Sedangkan Anita sibuk dengan ponselnya sendiri. Hingga tiba-tiba dia teringat dengan pria yang dia temui di mall tadi. Anita langsung membuka instagram Wijaya Corporation Built Group menekan postingan paling baru. Foto yang dia lihat saat dalam perjalanan pulang kemarin.
“Pa, ini siapa?” tanya Anita menunjuk pria yang terlihat paling muda di foto itu. Wijaya mengalihkan perhatiannya dari TV dan melihat ponsel putrinya, Anita
“Itu Pak Aldo, pemiliknya Aldo’s Group, partner bisnis Papa. Emang kenapa, An?” tanya Wijaya karena putrinya tiba-tiba menanyakan Aldo.
“Enggak Pa, tadi Anita nggak sengaja ketemu sama dia di mal,” jelas Anita yang hanya diangguki mengerti oleh Wijaya. “Tapi Pa, orang semuda itu udah mimpin perusahaan?” tanya Anita sedikit penasaran dengan pria itu.
“Jangan salah, umurnya memang muda. Tapi wawasannya tidak bisa diremehkan.” Wijaya membanggakan Aldo di depan Anita. Hingga membuat wanita itu tambah penasaran dengan pria itu. Anitaa ingin bertanya lebih lanjut terkait Aldo, tetapi dia urungkan. Dia malah terkesan seperti penguntit jika menanyakan lebih lanjut. Karena itu, Anita hanya diam saja dan melanjutkan kegiatannya.
Anda Mungkin Juga Suka





