Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Pesona Sang Casanova

Terjerat Pesona Sang Casanova

Regan telah menjatuhkan pilihannya secara mutlak. Baginya, penolakan bukanlah sebuah akhir, melainkan tantangan untuk terus mengikat wanita pujaannya. Meski cintanya tidak berbalas dan sang wanita terus berupaya melarikan diri, Regan tidak akan pernah membiarkannya pergi. Ia terobsesi untuk memastikan wanita itu tetap berada di sisinya selamanya. Tidak peduli seberapa keras ia dihindari, Regan bersumpah untuk terus mengejar dan mengklaimnya sebagai milik pribadi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mimpi apa Angelia sampai dirinya harus sesial ini. Bagaimana bisa dia menghina dan menuduh pencuri kepada putra direktur nya sendiri yang kini akan menjabat sebagai direktur utama di kantor tempatnya bekerja. Bahkan nama Mr. Danial sudah sangat terkenal di media sosial juga di Negara ini. Sayangnya Angelia tidak pernah mengetahui wajah dari Direktur yang menjadi incaran banyak wanita itu.

“Ya Tuhan... apa aku akan di pecat karena menghina nya semalam?” gumamnya merasa sangat gelisah.

Pertemuan tadi pagi sangatlah canggung dan membuat dirinya seakan sulit untuk berkata-kata.

“Tapi kenapa seorang presdir bisa di kejar-kejar beberapa orang?” gumamnya.

“Ah tau ah. Sepertinya aku butuh kopi sekarang,” gumamnya menangkup kedua pipinya. Ia merasa bodoh sendiri.

***

Angelia baru saja kembali dari makan siangnya. Ia makan siang bersama beberapa orang rekan kerja di divisinya. Ia berjalan menyusuri lobby kantor menuju lift. Langkah mereka terhenti di depan lift, menunggu pintu lift itu terbuka.

Angel terlihat asik memainkan handphone nya. Sampai ia mendengar suara berisik di sekitarnya. Ia pun mengalihkan pandangannya dari layar handphone ke sumber keributan dan saat itu juga matanya membelalak lebar. Ia melihat sosok Regan yang baru saja memasuki lobby kantor bersama sekretaris pribadinya Mr. Nickolas.

Mengetahui arah Regan menuju ke arahnya, membuat Angel menjadi gelisah. Pasalnya ia tidak ingin bertemu lagi dengan pria yang sempat ia anggap pencuri itu. Dengan gerakan cepat Angel berlari ke sudut lain dan menyembunyikan dirinya di balik dinding arah ke tangga darurat.

“Apa aku naik pake tangga darurat saja yah?” gumamnya mengintip ke arah Regan dimana ia sudah berdiri di depan lift khusus para petinggi.

Angel segera menarik kembali kepalanya saat mata tajam nan awas Regan menoleh ke arahnya.

“Dia tidak melihatku, kan?” gumamnya memejamkan matanya.

‘Duh bagaimana ini? Apa aku akan di pecat dari sini. Lagipula untuk apa sih Direktur itu menyamar sebagai pencuri. Kalau sampai aku di pecat dari kantor ini, bagaimana? Aku harus melamar pekerjaan kemana lagi. Pekerjaan ini sangat berarti untukku,’ batinnya.

Angel akhirnya memutuskan menuju ruangannya dengan menggunakan tangga darurat.

Sesampainya di mejanya, Angel segera mendaratkan pantatnya di kursi kebesarannya dan menyandarkan kepalanya ke ujung meja.

“Heh, kemana saja sih tadi. Tiba-tiba menghilang,” seru seseorang membuat Angel mengangkat kepalanya dan menoleh ke sumber suara.

“Tadi aku ke kamar mandi dulu,” jawab Angel.

“Pantas saja menghilang begitu saja. Tapi sayang banget kamu melewatkan sesuatu yang sangat penting,” seru orang yang tak lain adalah Rosie, rekan kerjanya.

“Memangnya apa?” tanya Angel mengernyitkan dahinya.

“Direktur baru kita. Pak Danial, kami tadi berdampingan menunggu lift,” seru Rosie dengan mata yang berbinar-binar.

‘Aku tau. Dan itu alasan kenapa aku kabur,’ batin Angel.

“Kau tau Angel. Dia sangat tampan, walau hanya tersenyum kecil tapi dia benar-benar sangat tampan. Ya Tuhan, jantungku sampai ingin meloncat keluar rasanya,” seru Rosie berlebihan membuat Angel mengernyitkan dahinya.

“Berlebihan,”

“Tapi kamu juga mengakui kalau Direktur kita itu sangat tampan, bukan?” seru Rosie.

“Kalau itu sih iya,” jawab Angel mengakuinya. Ia membayangkan saat mereka bertatapan dalam jarak dekat waktu itu. Regan sungguh sangat tampan dan penuh kharisma.

Membayangkan saat itu membuat Angelia merasa berdebar dan tak nyaman membuatnya segera menggelengkan kepalanya cukup keras.

“Ada apa?”

“Tidak ada. Sudah sana balik ke mejamu, aku mau mengerjakan pekerjaanku,” seru Angel mendorong Rosie.

“Iya iya.” Rosie pun berlalu pergi meninggalkan meja Angelia.

Angelia hanya bisa menghembuskan nafasnya dan kembali menyelesaikan pekerjaannya.

***

Angel baru saja keluar dari area kantornya. Ia berjalan menuju halte bus seperti biasanya.

“Angelia…!”

Panggilan itu menghentikan langkahnya dan ia menoleh ke sumber suara.

“Cristian!”

Pria yang di panggil Cristian itu berjalan menghampiri Angelia.

“Kamu baru pulang?” tanya Cristian yang kini sudah berada di hadapan Angel.

“Iya. Ngomong-ngomong kenapa kamu ada di daerah sini?” tanya Angel.

“Aku kebetulan lewat kemari, dan aku melihatmu sedang berjalan sendirian. Ayo aku antar kamu pulang,” seru Cristian.

“Itu aku takut merepotkanmu,” seru Angel.

“Tidaklah. Kan aku yang memintanya. Ayo,” ajak Cristian. Angel pun menurut dan mereka menaiki mobil milik Cristian yang parkir tak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.

Cristian mengajak Angel untuk makan malam bersama di salah satu restaurant. Mereka pun segera memesan makanan yang mereka inginkan.

“Bagaimana harimu?” tanya Cristian.

“Lumayan, tidak terlalu buruk,” jawab Angel.

“Sepertinya hanya hariku saja yang buruk,” seru Cristian.

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Angel.

“Ya. Tender yang sudah lama aku targetkan malah jatuh ke tangan sainganku,” keluh Cristian.

“Pasti itu sangat mengecewakan,” seru Angel.

“Bukan lagi Ngel. Rasanya aku ingin mengamuk dan memarahi semua pegawaiku yang tidak berguna itu,” seru Cristian.

“Mungkin tender itu belum berjodoh denganmu. Ikhlaskan saja, aku yakin nanti kamu akan mendapatkan tender yang lebih besar dari itu,” seru Angel.

Cristian tersenyum ke arah Angelia. “Kamu tau alasan aku tadi mengambil jalan ke kantormu,” seru Cristian.

“Kenapa?”

“Aku sengaja ingin menemuimu,” seru Cristian. “Hanya melihatmu dan berbicara seperti ini bersamamu sudah membuatku lebih baik. Hariku jadi tidak begitu buruk setelah bertemu denganmu.”

Ucapan Cristian membuat pipi Angel bersemu merah. “Apasih kamu.”

Cristian adalah temannya sejak masa kuliah. Mereka memang tidak begitu dekat layaknya sahabat, tetapi mereka cukup dekat sebagai teman. Sebenarnya Angelia sudah lama memendam perasaan pada Cristian, tetapi sayangnya Cristian memiliki kekasih dan hubungan mereka sudah cukup lama.

Pesanan mereka pun datang dan keduanya mulai fokus menikmati menu makanan yang mereka pesan.

“Jadi apa kabar dengan Laura?” tanya Angelia.

“Dia sedang sibuk pemotretan. Dia sudah jarang memiliki waktu bersamaku,” jawab Cristian.

Angelia hanya bisa mengangguk paham.

---

Cristian baru saja mengantarkan Angelia sampai di rumahnya.

“Terima kasih, Cris.”

“Sama-sama. Kalau begitu aku pergi,” seru Cristian membuat Angelia menganggukkan kepalanya.

Angelia masih menatap mobil Cristian yang melaju menjauhinya.

“Hah, kapan perasaan ini akan hilang,” gumamnya.

***

Regan tampak sudah segar dengan rambut basahnya. Ia hanya menggunakan celana tranning putih dengan bertelanjang dada, memperlihatkan tubuh sixpacknya. Ia berjalan menuju meja sudut, kemudian ia menuangkan wiski dari botolnya ke dalam gelas kecil.

Ia menyesap wiski itu perlahan, kemudian ia berjalan menuju jendela kamarnya yang luas. Ia kembali menyesap wiskinya dengan mata tajamnya menerawang ke luar jendela menatap kerlap kerlip lampu dan kendaraan yang berlalu lalang.

Ingatannya kembali ke dua hari yang lalu dimana ia menerobos masuk ke dalam rumah seorang wanita. Dan ternyata wanita itu adalah salah satu pegawai di kantornya.

Regan tersenyum kecil.

“Kucing kecilku, ternyata pertemuan kedua kita akan secepat ini,” gumam Regan.

“Aku tidak akan melepaskanmu…” Regan tersenyum misterius dengan tatapan tajamnya.

---

Hatcuuuhhh….

“Hah kenapa tiba-tiba aku bersin dan sangat merinding?” gumamnya. “Bikin seram saja.” Angelia pun segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik selimut hingga batas dada.

***

Angelia masuk ke dalam divisinya dan menutup kepalanya dengan tas yang ia bawa. Tadi ia mendapat pesan dari Rosie kalau hari ini direktur mereka, pak Danial akan mengontrol ke divisi mereka.

Tanpa Angel sadari, Regan berdiri tak jauh di belakangnya karena habis menerima telpon. Ia memperhatikan dan tersenyum kecil saat melihat Angel berjalan mengendap-endap dan mengintip di balik pintu yang memiliki jendela kecil. Dengan langkah pasti dan tanpa suara, Regan berjalan mendekati Angel yang masih mengintip ke dalam.

“Hei orang yang mencurigakan. Apa kamu berniat mencuri di divisi keuangan?” bisik Regan membuat Angel memekik kaget.

Angel langsung berbalik badan dan tubuhnya menjadi oleng hingga punggungnya membentur daun pintu di belakangnya saat melihat sosok Regan di hadapannya. Sosok yang sejak awal ia hindari.

“A-anda?”

Regan tersenyum misterius. “Hallo Kucing kecilku yang nakal,” serunya membuat Angel bergidik.

“Apa kau pikir aku tidak tau kalau kamu terus menghindariku? Apa kau pikir aku sebodoh itu hingga bisa kamu kelabui, eh?” seru Regan dengan nada penuh intimidasi.

“A-apa maksud anda, Pak Direktur. Mu-mungkin anda salah orang,” seru Angelia dengan bodohnya.

‘Sial! Apa yang aku katakan? Sudah jelas-jelas dia tau wajahku,’ batin Angelia.

“Begitu kah?” Regan menaikkan sebelah alisnya.

“A-aku harus pergi!” Angelia ingin segera melarikan diri tetapi sialnya lengannya di cekal oleh Regan.

“Berniat kabur setelah mencoba mengelabuiku, dan membuatku terlihat bodoh, eh?” seru Regan. “Sekarang ikut aku.”

“Eh, kenapa? Kemana?” seru Angelia dengan tatapan lebarnya. “Tidak, jangan pecat aku! Aku minta maaf,” seru Angelia mengatukan kedua telapak tangannya di depan wajahnya.

“Minta maaf untuk-?”

“Ya karena malam itu saya menuduh anda sebagai pencuri. Dan saya menghindari anda karena saya tidak ingin di pecat. Saya membutuhkan pekerjaan ini, tolong jangan pecat saya,” seru Angelia dengan tatapan memelas.

Melihat Angelia seperti itu membuat Regan semakin gemas dan semakin ingin menggodanya. Tatapan awas Regan mengetahui Nickolas dan Manager Keuangan tengah berjalan menuju ke tempatnya.

“Baiklah kita akan bahas masalah ini nanti di tempat yang tertutup. Sekarang kau bisa kembali ke ruanganmu,” seru Regan melepaskan pegangannya pada Angelia.

“Selamat pagi, Sir.” Sapa manager keuangan seraya melirik ke arah Angelia yang tengah menundukkan kepalanya. “Ah ini salah satu karyawan di divisi ini namanya Angelia.”

Regan hanya mengangguk kecil dan meminta Nickolas juga Adam yang merupakan Manager Keuangan untuk mengikutinya meninggalkan tempat itu.

Angelia mengangkat kepalanya saat orang-orang itu pergi.

“Huh sialan!” gerutu. “Sepertinya setelah ini hariku akan kacau.” Ia hanya bisa mengusap wajahnya gusar.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Bercerai!!
8.4
Adeline telah mencapai batas kesabarannya setelah terus-menerus dianggap remeh oleh Devon. Baginya, pria itu kini lebih buruk dari sampah yang tak bernilai. Ketegangan memuncak di ruang makan saat Devon mendengar hinaan Adeline secara langsung. Dengan amarah yang meluap, sang tuan muda mencengkeram dagu Adeline dan memberikan peringatan keras agar ia tidak mencoba bermain api. Namun, Adeline tidak lagi takut untuk melawan dominasi dingin suaminya tersebut.
Sampul Novel Balas Dendam Sang CEO
8.8
Dahulu Adnan dicampakkan oleh kekasihnya karena kemiskinan yang ia derita. Wanita itu memilih pergi demi mengejar pria kaya. Sepuluh tahun berlalu, Adnan kembali dengan kekayaan melimpah untuk membalas rasa sakit hatinya. Namun, ia terkejut saat menemukan sang mantan kini justru menjadi wanita panggilan demi menyambung hidup. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi? Akankah Adnan tetap menjalankan dendamnya saat melihat kondisi tragis wanita itu?
Sampul Novel BECOME YOURS
9.4
Rayya hancur saat ditinggal nikah, namun nasib sial membawanya ke kamar Lydon Zimmerman, CEO kejam perusahaannya, setelah mabuk berat. Insiden satu malam itu menjerat mereka dalam pernikahan tanpa cinta. Rayya hanya dianggap alat pemuas dan penghasil keturunan oleh Lydon yang masih terbayang masa lalu. Kehadiran mantan kekasih Lydon kian merusak segalanya. Kini, Rayya harus memilih: bertahan dalam cinta bertepuk sebelah tangan atau merelakan anaknya demi sebuah perpisahan.
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira terpuruk setelah perusahaannya nyaris bangkrut dan tunangannya berkhianat demi wanita kaya. Di tengah keputusasaan, ia melarikan diri ke kelab malam hingga mabuk berat. Takdir buruk membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, CEO dingin di kantornya sendiri. Kini, Keira dan Aksel terjebak dalam konsekuensi rumit akibat satu malam tragis tersebut. Bagaimana mereka menghadapi perubahan hidup yang tidak terduga ini?
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Adeline Vyantara tak menyangka kehadirannya sebagai tamu justru berakhir di pelaminan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Alaric Mahendra, pewaris yang merasa dijebak oleh intrik keluarganya sendiri. Meski awalnya ingin membatalkan pernikahan, Alaric tertahan oleh aksi berani Adeline demi menjaga martabat keluarga. Kini mereka terjebak dalam pernikahan dingin penuh aturan ketat. Di tengah kebencian dan rahasia masa lalu, benih cinta mulai tumbuh tanpa kendali.
Sampul Novel Mengasuh CEO amnesia
9.7
Hidup Aurora berubah sejak menyelamatkan pria misterius di malam Valentine. Tak disangka, pria amnesia itu adalah Roberto, CEO kaya raya. Meski sempat terpisah paksa selama lima tahun, takdir mempertemukan mereka kembali di Gemini Group. Namun, Roberto yang sekarang sangat dingin dan tak mengenalinya. Aurora pun hancur saat menyadari cinta pertamanya telah melupakan janji mereka, bahkan kini ia telah memiliki tunangan yang siap bersanding di sisinya.