Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Pesona Sang Casanova

Terjerat Pesona Sang Casanova

Regan telah menjatuhkan pilihannya secara mutlak. Baginya, penolakan bukanlah sebuah akhir, melainkan tantangan untuk terus mengikat wanita pujaannya. Meski cintanya tidak berbalas dan sang wanita terus berupaya melarikan diri, Regan tidak akan pernah membiarkannya pergi. Ia terobsesi untuk memastikan wanita itu tetap berada di sisinya selamanya. Tidak peduli seberapa keras ia dihindari, Regan bersumpah untuk terus mengejar dan mengklaimnya sebagai milik pribadi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Angelia baru saja keluar dari kantornya. Ia tengah berjalan menuju halte bus seperti biasa. Tetapi baru

beberapa meter menjauh dari kantornya, suara klakson mobil begitu mengganggunya

membuat Angelia menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara dimana sebuah mobil sport mewah berhenti tak jauh darinya.

Ia dapat melihat siapa sang empu yang ada di dalam mobil itu. Itu adalah

Direkturnya Mr. Danial atau Regan. Angelia pun berjalan mendekati pintu mobil

dimana kaca mobilnya sudah di turunkan.

“Emm ada apa Pak?” tanya Angel menundukkan badannya hingga ia bisa melihat wajah

tampan Regan.

“Naiklah,” perintahnya terdengar tak terbantahkan.

Angel melihat kanan kirinya dan ia pun langsung menaiki mobil itu tanpa mengatakan

apapun lagi.

“Kita akan membahas masalah pecat tadi,” seru Regan dengan nada tenang membuat Angel

berdebar tidak karuan.

‘Haduh masa aku harus menjadi pengangguran sih,’ batinnya.

Regan membawa Angel ke dalam sebuah restaurant. Mereka sudah duduk berhadapan dan

memesan makanan masing-masing.

“Jadi bagaimana?” tanya Angel tidak sabar dengan keputusan Regan.

“Apa kamu sangat membutuhkan pekerjaan ini?” tanya Regan masih menggoda Angel.

Padahal mana mungkin ia memecat karyawannya tanpa alasan yang jelas.

“Iya. Aku tidak seperti Mr. Danial yang tidak kekurangan biaya hidup dan pekerjaan

seperti ini sangat berarti untukku,” seru Angel.

Regan terlihat menarik nafasnya dan duduk bersandar dengan begitu santai dan nyaman.

“Baiklah, aku tidak akan memecatmu karena kesalahanmu yang sudah kurang ajar

padaku beberapa hari lalu. Tetapi aku ada sedikit penawaran padamu,” seru

Regan.

“A-apa itu?” tanya Angel.

“Apa kamu berniat mengambil kerja sambilan?” tanya Regan.

“Kerja sambilan?”

“Iya, dengan gaji yang besar. Aku bisa memberikannya padamu,” seru Regan. “Kamu

tinggal sebutkan saja ingin gaji berapa. Aku bisa memberikannya padamu,” ucap

Regan menyebutkan beberapa nominal yang berhasil membuat Angel membelalak

lebar.

“Tapi pekerjaan seperti apa yang anda tawarkan? Anda tidak meminta saya untuk menipu

orang atau membunuh seseorang, kan?” seru Angel dengan tatapan horornya membuat

Regan terkekeh dan itu membuat Angel terpaku di buatnya.

‘Bagaimana bisa Tuhan menciptakan pria setampan dan sesempurna ini? bahkan saat tertawa saja begitu merdu dan sangat menawan,’ batin Angel.

“Pekerjaannya mudah saja. Kamu hanya perlu selalu siap saat aku memanggilmu dan memintamu

datang,” seru Regan.

“Hanya begitu?”

“Iya. Bagaimana? Mudah, bukan?”

Angel termenung sesaat. “Iya memang mudah tetapi itu terlalu mencurigakan,” seru

Angel.

“Apa yang mencurigakan? Aku tidak akan berbuat apapun padamu. Aku hanya meminta

bantuanmu dalam beberapa pekerjaan yang mungkin tidak bisa aku kerjakan seorang

diri,” seru Regan.

“Oh seperti asisten pribadi yah,” ucap Angel.

“Bisa di bilang seperti itu. Bagaimana, kamu mau?” tanya Regan.

“Ya mau gimana lagi. Apa aku bisa menolak,” seru Angel mengedikkan bahunya.

“Pintar.” Regan tersenyum misterius.

***

Angel merasa terusik dengan suara

dering telpon di handphonenya. Ia mengusap wajahnya gusar seraya mengintip jam

digital yang ada di meja nakas samping ranjangnya.

“Pukul

5 pagi, siapa yang menghubungiku sepagi ini,” gerutunya beranjak bangun dan

merasa kesal karena waktu tidurnya terganggu dan berkurang satu jam dari

biasanya.

“Nomor

siapa ini?” gumamnya saat ia berangsur bangun seraya mengambil handphone nya

yang masih berdering.

“Hallo…

Siapa orang yang tidak ada kerjaan dan menggangguku sepagi ini?” serunya dengan

kesal.

“Sambutan yang mengagumkan, Nona Angel.

Kebetulan sekali saya bukan orang yang tidak ada kerjaan tetapi saya adalah

orang sibuk yang bahkan sepagi ini sudah dalam perjalanan untuk bekerja,” seru

seseorang di sebrang sana.

Angela yang

kaget kembali menatap layar handphone nya dengan mata yang membelalak lebar.

‘Sial! Ini Mr. Danial.’ Batinnya.

“Hallo,

maafkan saya Mr. Danial. Barusan saya hanya bercanda, ya bercanda,” kekehnya

terdengar garing.

“Candaan yang lumayan lucu.”

Angel dapat

menghela nafasnya. “Tapi ngomong-ngomong ada apa yah anda menghubungi saya

sepagi ini?” tanya Angel.

“Saya ada pekerjaan untukmu. Ini pekerjaan

pertamamu. Kamu datanglah ke kantor 15 menit lagi. Langsung ke ruangan saya,

saya tunggu.”

“Apa? 15

menit? Bagaimana bisa?” pekiknya.

“Bisa saja. Apa kamu keberatan? Atau

waktunya terlalu lama. Baiklah, bagaimana kalau 10 menit?”

“Jangan

bercanda Pak. Bagaimana mungkin saya sampai di sana dalam 10 menit. Saya tidak

punya sayap untuk terbang,” seru Angel merasa kesal.

“Tidak ada alasan. Kalau tidak ingin di

pecat cepatlah datang dalam waktu 15 menit, telat satu menit saja gajimu akan

saya potong. Saya tunggu!”

Angel merasa

dongkol menatap layar handphone nya dimana sambungan telponnya baru saja di

putus sepihak oleh Regan.

“Apa

maunya Pencuri sialan ini,” gerutunya seraya beranjak menuruni ranjang menuju

kamar mandi.

***

Hosh

hosh hosh

Angel

sudah sangat ngos-ngosan karena berlari menuju ruangan Regan. Di sana ia

melihat Nickolas dan mempersilahkan Angel untuk masuk ke dalam ruangan Regan.

Benar

saja kalau Regan sudah berada di kantor. Ia sudah berada di kantor lebih pagi

bahkan masih jauh di jam kerja.

“Oh

kamu sudah datang,” serunya dengan santai duduk di atas sofa dan bersandar ke

sandaran sofa. Terlihat menawan, elegan dan sangat mempesona sampai Angel

sempat terpaku beberapa saat melihat ketampanan bak dewa Yunani di depannya

ini.

“Terlambat

dua menit, kamu terlalu lambat,” seru Regan membuat Angel ingin menjambaknya

dan mengatakan bahwa dia gila.

Kalau

dia gila kerja, kenapa harus ngajak-ngajak Angel sih. Dia jadi rugi karena dua

jam lebih awal dari jam kerja biasanya.

“Duduklah,”

perintah Regan.

Angel

pun duduk di hadapan Regan tanpa berkata apapun.

“Nic,”

panggil Regan dan tak lama Nicholas datang dengan membawa nampan berisi dua

mangkuk dan dua gelas minuman.

Nicholas

menyajikannya di hadapan mereka berdua dan kemudian berpamitan keluar ruangan.

“Ayo

temani aku sarapan,” seru Regan dengan santai mengambil bagian.

“Anu

Pak, pekerjaan apa yang harus saya kerjakan?” tanya Angel seraya menengok ke

kanan dan kiri.

“Kamu

hanya perlu menemani saya sarapan,” jawab Regan dengan tenang dan santai.

“A-apa?”

“Kenapa?

Apa ada masalah? Cepat makan sarapanmu sebelum dingin,” seru Regan menyuapkan

makanan ke dalam mulutnya.

“Jadi

anda membangunkan saya pagi-pagi sekali dan meminta saya untuk secepatnya

datang kemari hanya untuk menemani anda sarapan?” serunya.

“Iya.”

Jawaban

Regan yang santai dan seakan tidak merasa bersalah membuat Angel merasa

dongkol. Ia rasanya ingin sekali menjambak rambut indah Regan yang berkilau dan

membuatnya menjadi botak. Setelah itu ia juga ingin sekali mencukur alis tebal

milik Regan yang indah, menjadi botak juga. Biar pria di depannya ini tidak

tampan lagi dan di ejek orang.

Angel

menghentikan sumpah serapah di dalam hatinya. Ia mengambil mangkuk makanan

miliknya dan meraup makanannya dengan sedikit keras hingga menggigit sendoknya.

Regan

yang sadar kekesalan Angel hanya tersenyum kecil bahkan samar di sudut

bibirnya. Ia senang sekali menggoda wanita di depannya ini. Terlihat sangat

imut saat Angel marah menurut Regan.

Kucing kecilku….

***

Angela baru saja masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kubikelnya. Melihat kedatangan Angela, Rosie yang tengah berhias langsung berdiri dari duduknya dan mengintip ke kubikel Angela.

"Baru datang? Kenapa wajahnya kucel gitu. Gak mandi yah?" seru Rosie membuat Angela mendelik ke arahnya.

Ini semua karena CEO pemaksa itu, jam kerjanya jadi bertambah.

"Sepertinya kau tidak baik-baik saja. Mau ngopi?" tawar Rosie.

"Boleh. Kebetulan aku juga sedikit mengantuk," seru Angela.

Mereka berdua pun beranjak dari duduknya dan berjalan berdampingan menuju lobby kantor dimana coffee break ada di sana.

Ting...

Pintu lift terbuka, Angela dan Rosie berjalan keluar lift. Dan saat itu juga mereka berpapasan dengan Regan yang juga baru keluar bersama Asistennya Nickolas dari lift yang berhadapan dengan lift yang di tumpangi Angela dan Rosie.

Tatapan mereka beradu satu sama lainnya. Angela hanya menampilkan tatapan biasa saja dan Regan seperti biasanya dengan tatapan tajamnya yang selalu berhasil membuat pertahanan Angela runtuh.

"Selamat Pagi, Direktur," sapa Rosie dan Angela secepat kilat memalingkan pandangannya, kemudian sedikit membungkukkan badannya.

Regan hanya mengangguk kecil, kemudian dia berjalan terlebih dulu meninggalkan mereka berdua.

"Oh God! Kenapa ada pria setampan itu di dunia ini," seru Rosie membuat Angela kembali mendelik ke arahnya.

"Ayo cepat kita beli kopi," seru Angela berjalan terlebih dulu meninggalkan Rosie yang masih terkagum-kagum oleh Regan.

"Ck, dasar wanita es," seru Rosie berjalan menyusul Angela.

***

Angela baru saja selesai mandi. Ia sudah berpakaian rumahan dan tengah mengeringkan rambutnya yang basah. Ia berjalan menuju pantry dan membuka kemasan mie di dalam cup. Makan malamnya sekarang adalah mie rebus. Dia sudah terbiasa makan makanan siap saji seperti ini.

Bip bip

Ia menoleh ke arah pintu saat mendengar suara bel rumahnya.

"Siapa yang bertamu malam-malam begini," gumamnya.

Ia berjalan menuju pintu dan tanpa merasa takut sedikitpun, ia langsung membuka pintu rumahnya.

"Anda?" pekiknya saat melihat seseorang berdiri menjulang di depan pintunya.

"Malam, kau belum tidur?" sapa seseorang yang tak lain adalah Regan.

"A-apa yang anda lakukan di sini?" tanya Angela menatap Regan yang masih lengkap dengan setelan kerjanya.

"Aku ingin makan malam di sini bersamamu," seru Regan dan begitu saja menyelonong masuk tanpa permisi. Angela hanya melihat dongkol ke arahnya.

'Apalagi yang akan di lakukan iblis tampan ini,' batin Angela.

"Kucing kecil, aku ingin makan. Apa kamu bisa memasak?" tanya Regan melepaskan jas nya dan menyampirkannya ke sofa yang ada di sana.

"Tidak! Aku sama sekali tidak bisa masak," seru Angela dengan pasti.

Regan berjalan menuju pantry dan melihat mie cup milik Angela.

"Kau makan malam hanya dengan ini?" seru Regan menatap Angela dengan tatapan kaget, sedangkan Angela hanya menampilkan tatapan santainya.

"Memangnya kenapa? Aku kenyang kok hanya makan itu," ucap Angela dengan polosnya.

"Ck, dimana bergizi nya. Ah pantas saja badanmu lurus seperti itu," ucap Regan dengan santai membuat Angela membelalak lebar.

"Anda mengatakan bahwa saya kurang gizi, begitu?" seru Angela.

"Kamu yang mengatakannya sendiri," jawab Regan.

Angela semakin di buat gemas oleh Regan. Andai saja Regan bukan atasannya. Ia sudah habis di kuliti oleh Angela. Saat ini Angel hanya perlu sabar.

"Apa yang kau punya di dalam kulkas," seru Regan berjalan menuju kulkas.

"Tidak ada. Dan apa kedatangan anda kemari hanya untuk mengobrak abrik kulkas saya dan mengkritik makanan yang saya makan?" seru Angela.

"Sudah aku katakan, aku ingin makan malam di sini," seru Regan membuka kulkas yang ternyata memang kosong. Hanya berisi minuman saja.

"Apa anda tidak punya rumah? Kenapa ingin malah datang kemari. Padahal restaurant mahal dan enak banyak di luaran sana. Kenapa harus mengganggu istirahat seseorang," seru Angela panjang lebar membuat Regan menatap ke arahnya hingga tatapan mereka terpaut satu sama lainnya.

"Karena aku ingin makan malam denganmu."

Deg

Angela membeku di tempatnya mendengar penuturan Regan barusan yang entah kenapa membuat jantungnya berdebar.

Apa istimewa nya dia? Kenapa seseorang seperti Regan Danial ingin bersamanya.

Regan menghubungi Nickolas dan meminta membawakan beberapa jenis sayuran dan bahan untuk memasak lainnya. Ia juga meminta Nickolas menyuruh kurir yang mengirimkannya ke sana bukan oleh Nickolas.

"Apa yang akan anda lakukan? Aku sama sekali tidak bisa memasak. Jadi kalau anda mengharapkan sebuah makan malam yang mewah di sini, maka itu hanya mimpi saja!" seru Angela berjalan menuju meja pantry nya dan mengambil duduk di sana.

Ia menarik cup mie miliknya kemudian ia membuka mie nya yang sudah menjadi mekar dan tampaknya sudah tidak enak lagi untuk di makan.

Ini semua karena iblis tampan itu. Batin Angela.

"Siapa yang menyuruhmu untuk makan makanan gak bergizi ini," seru Regan menarik cup mie menjauh dari Angela membuatnya melotot kesal.

"Apa pernah ada yang mengatakan kalau kamu memiliki mata yang indah," seru Regan dan seketika amarah Angela menghilang entah kemana. Berubah menjadi sebuah keterkagetan dan rasa malu.

"Ehem.. jangan mengalihkan pembicaraan," seru Angela berubah menjadi gugup. "Sekarang tolong kembalikan mie milik saya. Saya sangat lapar," seru Angela.

"Tidak. Kau tidak perlu makan makanan ini. tunggu beberapa saat lagi baru bisa makan," jawab Regan menatap layar handphone nya dan mengotak atiknya.

Angela diam-diam memperhatikan pria tampan di depannya itu. Bohong kalau Angela tidak mengagumi direkturnya itu, kenyataannya dia sangat mengagumi sosok tampan nan sempurna di depannya itu. Angela bahkan masih merasa semua ini mimpi, dirinya dan direkturnya berada di dalam satu ruangan dan terasa begitu dekat juga akrab. Andai... andai saja Angela memikili hati, maka ia akan langsung jatuh cinta pada direkturnya itu.

"Ada apa?" tanya Regan yang kini sudah menatap ke arah Angela dengan menaikkan sebel alisnya.

"Tidak bukan apa-apa," jawab Angela.

----

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kurir yang mengantarkan pesanan Regan datang. Regan tampak santai membuka pintu dan menutupnya kembali dengan membawa kantong karton berisi bahan masak. Angela hanya duduk manis saja dan memperhatikan Regan tengah melipat kedua kemejanya di bagian tangan hingga siku.

"Anda yang masak?" tanya Angela menatap Regan yang masih sibuk melipat kemeja bagian tangannya.

"Ya."

"Serius anda mau masak?" tanya Angela sangat kaget.

"Memangnya kenapa? Ada yang salah?" tanya Regan.

"Tidak. Bukan itu, cukup kaget saja mengetahui anda bisa memasak," jawab Angela.

"Asal kamu tau saja. Aku itu bisa melakukan segalanya. Jadi saat memiliki pasangan seperti kamu yang tidak bisa memasak, tidak akan repot lagi dan selalu makan di luar," jawab Regan semakin membuat Angela melongo dengan ucapan Regan.

Regan memakai celemek berwarna pink milik Angela. Tetapi sialnya kenapa malah terlihat macho dan semakin tampan. Bahkan kesal gagahnya tidak menghilang sama sekali.

Regan mulai sibuk memotong sayuran dan mempersiapkan peralatan masak lainnya. Ia terlihat sibuk dan focus dengan masakannya. Tanpa sadar Angela sama sekali tidak mengalihkan tatapannya dari sosok Regan di depannya yang sangat tampan.

Pria yang sangat sempurna... pikir Angela.

Setelah cukup lama berkutat dengan masakannya. Regan akhirnya menyajikkan beberapa menu makanan hasil masakannya di meja pantry tepat di hadapan Angela. Melihat semua itu, air liur Angela hampir saja menetes. Dari aroma --ya saja sudah tercium harum dan lezat dari makanan itu.

Regan sudah melepaskan celemeknya dan duduk di hadapan Angela.

"Kau sudah lapar, bukan? Kalau begitu ayo kita makan," seru Regan.

Angela dan Regan mulai menyuapkan makanan ke dalam mulut mereka.

'Astaga... ini enak banget. Duh berasa makan makanan dari restaurant mewah bintang 5,' batin Angela.

"Ada apa? Apa tidak enak?" tanya Regan.

"Tidak ada," jawab Angela tidak ingin memuji iblis tampan itu.

Mereka pun menikmati makan malam bersama tanpa bersuara.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Bercerai!!
8.4
Adeline telah mencapai batas kesabarannya setelah terus-menerus dianggap remeh oleh Devon. Baginya, pria itu kini lebih buruk dari sampah yang tak bernilai. Ketegangan memuncak di ruang makan saat Devon mendengar hinaan Adeline secara langsung. Dengan amarah yang meluap, sang tuan muda mencengkeram dagu Adeline dan memberikan peringatan keras agar ia tidak mencoba bermain api. Namun, Adeline tidak lagi takut untuk melawan dominasi dingin suaminya tersebut.
Sampul Novel Balas Dendam Sang CEO
8.8
Dahulu Adnan dicampakkan oleh kekasihnya karena kemiskinan yang ia derita. Wanita itu memilih pergi demi mengejar pria kaya. Sepuluh tahun berlalu, Adnan kembali dengan kekayaan melimpah untuk membalas rasa sakit hatinya. Namun, ia terkejut saat menemukan sang mantan kini justru menjadi wanita panggilan demi menyambung hidup. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi? Akankah Adnan tetap menjalankan dendamnya saat melihat kondisi tragis wanita itu?
Sampul Novel BECOME YOURS
9.4
Rayya hancur saat ditinggal nikah, namun nasib sial membawanya ke kamar Lydon Zimmerman, CEO kejam perusahaannya, setelah mabuk berat. Insiden satu malam itu menjerat mereka dalam pernikahan tanpa cinta. Rayya hanya dianggap alat pemuas dan penghasil keturunan oleh Lydon yang masih terbayang masa lalu. Kehadiran mantan kekasih Lydon kian merusak segalanya. Kini, Rayya harus memilih: bertahan dalam cinta bertepuk sebelah tangan atau merelakan anaknya demi sebuah perpisahan.
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira terpuruk setelah perusahaannya nyaris bangkrut dan tunangannya berkhianat demi wanita kaya. Di tengah keputusasaan, ia melarikan diri ke kelab malam hingga mabuk berat. Takdir buruk membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, CEO dingin di kantornya sendiri. Kini, Keira dan Aksel terjebak dalam konsekuensi rumit akibat satu malam tragis tersebut. Bagaimana mereka menghadapi perubahan hidup yang tidak terduga ini?
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Adeline Vyantara tak menyangka kehadirannya sebagai tamu justru berakhir di pelaminan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Alaric Mahendra, pewaris yang merasa dijebak oleh intrik keluarganya sendiri. Meski awalnya ingin membatalkan pernikahan, Alaric tertahan oleh aksi berani Adeline demi menjaga martabat keluarga. Kini mereka terjebak dalam pernikahan dingin penuh aturan ketat. Di tengah kebencian dan rahasia masa lalu, benih cinta mulai tumbuh tanpa kendali.
Sampul Novel Mengasuh CEO amnesia
9.7
Hidup Aurora berubah sejak menyelamatkan pria misterius di malam Valentine. Tak disangka, pria amnesia itu adalah Roberto, CEO kaya raya. Meski sempat terpisah paksa selama lima tahun, takdir mempertemukan mereka kembali di Gemini Group. Namun, Roberto yang sekarang sangat dingin dan tak mengenalinya. Aurora pun hancur saat menyadari cinta pertamanya telah melupakan janji mereka, bahkan kini ia telah memiliki tunangan yang siap bersanding di sisinya.