Sampul Novel Terjerat Dendam Pernikahan

Terjerat Dendam Pernikahan

9.5 / 10.0
Kebahagiaan Reyzain hancur saat Denara, calon istrinya, tewas akibat kecelakaan tragis menuju lokasi pernikahan. Di saat bersamaan, Valenzuela kehilangan kekasihnya, Artur, dalam insiden tabrakan maut yang melibatkan mobil mereka. Didorong amarah dan sumpah balas dendam atas kematian Denara, Reyzain justru memaksa Valenzuela masuk ke dalam ikatan pernikahan yang penuh kebencian. Mampukah hubungan yang berlandaskan dendam ini berakhir dengan kebahagiaan?

Terjerat Dendam Pernikahan Bab 1

Bab 1. Tragedi Pernikahan

Seorang wanita yang mengenakan baju pengantin, memasuki mobil jemputan yang dikirimkan oleh calon suami. Wajah yang sudah dipoles make-up tipis tersebut sudah membuat Denara Maurenza begitu cantik dan anggun. Bibir tipis tertarik ke atas sehingga menciptakan sisi lesung pipi ketika menyinggung seuntai senyuman.

Bunyi notifikasi masuk. Jari lentiknya segera menggeser layar ponsel dan membaca pesan yang dikirimkan oleh calon suaminya.

[ Aku tidak sabar ingin melihat kecantikan darimu, sweety. Segeralah datang. Aku menunggumu ]

Perlahan, mobil metalik mewah warna hitam itu melaju membelah jalan raya untuk menuju ke sebuah gedung mewah milik calon suaminya, Reyzain.

Denara segera menyusun kalimat untuk dikirimkan kepada calon suaminya. [ Hehehe, bersabarlah sayang. Aku akan datang kepadamu. Dan setelah itu, kau berhak ingin melakukan apapun padaku! ]

[ Bolehkah tunjukkan foto atau sekadar Video Call? Sungguh aku ingin melihat dirimu secara langsung ]

Denara tersenyum singkat dan melanjutkan balasan. [ Tunggulah sampai aku tiba di gedung pernikahan kita. Kau bisa memandang diriku dengan puas nantinya ]

[ Aku tidak sabar. Dan mintalah sopir pribadiku untuk segera cepat, please ]

[ Biarkan saja kau menunggu, aku jadi penasaran, pasti wajahmu saat ini kusut. Wkwkwk ] Denara malah meledek.

[ Awas saja bila kita sudah sah. Aku tidak akan membiarkan dirimu lari dan beranjak sejenak dari kukunganku! ] Lagi-lagi Reyzain melemparkan godaan hingga membuat pipi Denara merona seketika.

[ Aku menantikannya. Sebuas apa kira-kira suamiku nantinya? Hahaha ] diujung kalimat, wanita yang mengenakan gaun putih tersebut menyisipkan emoticon terbahak-bahak.

[ Tunggu saja nanti. Love you ]

Saat Denara ingin mengirimkan sebuah balasan, mendadak mobil yang dikendarai oleh dirinya dan sopir tidak bisa dikendalikan sebab rem blong. Membuat wajah cantiknya terlihat pucat. Apalagi saat di tikungan, mobilnya menabrak mobil putih yang hampir saja memasuki pelataran gedung pernikahan.

Bruuuk!

Bunyi dentuman membuat dua mobil itu rengsek. Sang sopir masih terjebak dalam mobil yang menghimpit dirinya, cairan kental warna merah tersebut menetes dari kening, telinga dan juga hidung. Denara terpental keluar dan kepalanya langsung saja menabrak besi penyangga lampu. Darah segar membanjiri kepalanya hingga menembus ke trotoar parkiran.

Sementara di mobil putih, Artur yang menyetir menghembuskan nafas terakhirnya seketika. Sementara wanita di sebelahnya hanya menatap dashboard mobil sehingga membuat dirinya pingsan.

Dalam hitungan detik, orang-orang yang mendengar bunyi dentuman mobil yang bertabrakan tersebut saling berhamburan keluar. Reyzain menyeret langkah kakinya pada sosok wanita yang sudah terkapar di lantai parkiran mobil.

Jantungnya berdetak kencang dengan kekhawatiran yang sangat kentara terlihat dari seraut wajah oval yang mengenakan tuxedo warna putih yang senada dengan Denara. Saat langkahnya semakin dekat, dan ketika mengetahui bahwa yang tergeletak adalah calon istrinya, Reyzain berteriak histeris. "Tidaaak! Denaraaa!"

Lelaki itu segera mendekap Denara, baju putihnya terkena noda cairan merah yang terus-menerus mengalir dari tempurung calon istri. Ia segera membopong tubuh lemah itu ke dalam mobil guna melajukan menuju ke rumah sakit dengan menyetir kesetanan.

Sesampainya di rumah sakit, tubuh Denara segera diletakkan di brankar dan memasuki ruangan ICU. Sayangnya ia tidak diizinkan masuk sebab sang dokter mencegahnya.

"Mohon Tuan tunggu sebentar supaya tim medis memeriksanya!" cegah perawat wanita yang melarang Reyzain untuk masuk.

Meskipun kesal, ia menurut. Bibirnya terus berdoa agar calon istri selamat. "Ara, semoga kau baik-baik saja. Bagaimana bisa kau mengalami kecelakaan saat kita hendak melakukan pemberkatan pernikahan?" tanyanya yang dijawab oleh angin.

Di saat Reyzain menunggu, datanglah tiga orang yang sangat Reyzain kenal. Salah satunya adalah sopir pribadinya. Juga sahabat dekat calon istrinya, Valenzuela dan Artur. Meskipun penasaran ia tetap menunggu sang dokter yang memeriksa Denara keluar.

Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit, Dokter Edmon memberikan informasi.

"Hmmm, tuan, sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu!" ucapan yang ambigu itu membuat Reyzain bertanya-tanya.

"Katakanlah, cepat. Bagaimana keadaan calon istri saya?"

"Sebenarnya, wanita tadi, sudah meninggal saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Kami sudah berusaha membuat jantungnya kembali dengan alat kejut jantung, akan tetapi--,"

Perkataan sang dokter dijawab oleh Reyzain. "Tidak mungkin! Dokter pasti salah. Coba periksa sekali lagi!"

Reyzain berteriak dan menyeret tangan sang dokter. Meskipun terpaksa, dokter itu melakukan kembali pemeriksaan dengan alat kejut jantung.

"150 Joule!" teriak dokter yang segera mendekatkan dua alat kejut jantung pada tubuh mempelai wanita.

"Sekali lagi!" teriak Reyzain histeris. Ia bahkan sudah melihat pada alat elektrokardiogram yang grafiknya sudah lurus.

"200 Joule!"

Terakhir kali dokter berseru, "300 Joule!"

"Cukup! Jangan ulangi!" seru Reyzain menghentikan aksi tim medis. Ia menggeleng kepala berulang kali, mencoba menampik kenyataan bahwa orang yang dicintainya telah berpulang ke pangkuan sang Pencipta. Reyzain segera menghambur ke pelukan Denara dan mengeluarkan cairan bening serupa kristal.

Mencoba membangunkan wanita yang terbujur kaku itu dengan bisikkan, "Sayang, hei. Ayo bangun. Jangan bercanda. Bukankah kau berjanji bahwa kita akan menikah. Sekarang, ayo bangun."

Tim medis yang melihatnya tidak tega dan melihat ke arah jam dinding. Mengumumkan berita kematian. "Pasien meninggal pada pukul sepuluh lima belas menit."

"Tidak, sayang. Hei. Aku tahu kau mendengarkan aku, iyakan?" tanya Reyzain dengan menepuk-nepuk wajah Denara yang pucat. Meskipun tak ayal, wajahnya tetap cantik. Hanya terdapat perban di bagian kepala yang semakin berwarna merah.

"Sayang, bukankah kau berjanji akan memberikan aku banyak anak nantinya? Hmmm, sekarang kenapa kau malah tidur?" rancau Reyzain dan mendapati bahwa wanita yang tertidur itu tidak bergerak sama sekali.

Kedua tangannya terkepal. Ia bergegas menggendong tubuh calon istrinya tersebut dengan langkah lunglai. Ia telah kehilangan separuh nafas dalam hidupnya.

"Tu-tuan?" sapa sang sopir yang tadi berkendara dengan Denara. Lelaki yang memakai perban dan sedikit pincang itu melontarkan tanya, "Bagaimana keadaan Nona Denara?"

Reyzain menghentikan langkah. Ia mendengar suara yang begitu familiar tersebut lantas menjawab, "Bagaimana bisa calon istriku mengalami kecelakaan, hah? Apakah kau tahu, bahwa Denara ... Dia--"

Reyzain tak kuasa mengatakan bahwa wanita yang dalam gendongan itu sudah meninggal. Lidahnya terlalu kelu. Sang sopir segera menjelaskan dengan menunduk.

"Maafkan saya, Tuan. Tiba-tiba saat memasuki gedung, rem mengalami blong. Dan kami tertabrak oleh mobil putih."

"Segera cari tahu siapa pelaku yang mengendarai mobil tersebut, dan laporkan padaku dengan detail. Jangan ada satupun yang terlewat!"

Usai mengatakan itu, Reyzain memindahkan Denara di jok mobil. Kali ini, ia sendiri yang akan mengurus pemakaman kekasihnya.

Disisi lain, Valenzuela baru saja membuka netra abunya dan merasakan sakit kepala yang begitu hebat. Pandangan merotasi ke sekeliling ruangan, hanya ada dirinya dan Artur yang sedang diperiksa oleh dokter.

Wanita yang mengenakan dress warna cream itu menghentakkan tubuhnya menjadi duduk. Ia segera turun dari ranjang dan mendekat ke arah kekasihnya.

"Dokter, bagaimana dengan kekasihku?" tanyanya lembut dan ia berusaha menopang tubuhnya yang masih sempoyongan.

Meskipun sudah berusaha, namun mau tidak mau, dokter perempuan itu mengatakan sesuatu.

"Maafkan saya Nona. Kekasih anda terlambat di bawa rumah sakit sehingga ...."

"Sehingga apa?" tanya Velenzuela menuntut tanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjerat Dendam Pernikahan

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando menyimpan obsesi gelap terhadap Laily, adik tirinya yang tampak anggun dan bersahaja. Puncak kegilaan Nando terjadi saat ia nekat mencoba menodai Laily di tengah malam ketika sang adik hendak beribadah. Beruntung, seorang pemabuk bernama Abdi datang menyelamatkan Laily. Namun, situasi berbalik tragis saat Abdi justru difitnah melakukan tindakan asusila. Akibat kesalahpahaman itu, Abdi terpaksa menikahi Laily demi menanggung beban fitnah yang menimpanya.
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Demi kesembuhan adiknya, Nadia terjun ke dalam rencana licik Satria, ibu dari konglomerat Reza Azhar. Ia diminta menjadi ibu pengganti bagi Reza dan istrinya yang tak kunjung memiliki anak. Namun, duka mendalam melanda saat adiknya meninggal, memicu Nadia untuk kabur membawa rahasia besar: ia tengah mengandung darah daging Reza. Kini, di tengah kejaran Satria dan kebenaran yang mulai terungkap, mampukah Nadia terus bersembunyi dari takdir dan intrik kekuasaan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan