
Terjerat Deduksi Detektif Kejam
Bab 3
Erik terus mempermainkan dirinya. Laki-laki itu mencium disana sini, berusaha mencari titik lemah Linda.
Linda yang tidak punya kekuatan apalagi dukungan hanya bisa pasrah ketika laki-laki itu mulai menyentuhnya. Ancaman Erik membuatnya kehilangan semangat untuk melawan. Erik pun sadar akan hal tersebut. Linda berubah pasif saat mendengar kekasihnya dalam bahaya.
Meskipun menolak untuk bercinta Linda membiarkan Erik meraba tubuhnya sepuasnya. Setiap kali jari-jari kasar Erik menyentuhnya Linda akan berdebar dan jijik. "Silahkan raba aku, tapi jangan ambil keperawananku!"
"Uhuk, teganya kamu menutup aurat di depan suami sah mu."
"Untuk hari ini aku akan mengalah."
Satu persatu baju Linda dilepas dari tubuhnya. Tubuh Linda yang masih muda dan tidak pernah disentuh oleh siapapun sangat menarik minat untuk memainkannya.
Yang Linda duduk di atas ranjang, mematung dan tanpa ekspresi. Rasanya seperti memainkan manekin, sangat hambar jika si wanita tidak melawan.
"Ha ha ha ha! Ekspresi datarmu membuatku semakin semangat!" Erik bertekad akan menjadikan manekin ini wanita yang rela menyerahkan segalanya untuk mendapat cintanya. Tapi bagaimana caranya?
Erik berfantasi bahwa suatu hari nanti Linda akan datang kepadanya dengan penuh sukarela dan cinta. Cintanya belum terbalas untuk saat ini. Karena itulah Erik berniat mencari pria yang disukai Linda.
Ada tamu penting yang baru pertama kali datang ke rumah yang dijuluki emas putih itu.
Linda terkejut mendapati orang tuanya datang bersama orang tua Erik.
"Apa yang ayah dan ibu lakukan?" Tanya Linda penuh selidik.
Beliau bernama Saraswati, ibu kandung Linda. Biasa dipanggil bu Sara.
Bu Sara meletakkan tangan di ubun-ubun Linda, diikuti sang ayah yang turut memeluk Linda dengan erat.
"A-ayah... ada apa ini? "
"Kami datang untuk membahas kontrak pernikahan kalian." Jawab wanita bermantel biru. Seorang model sekaligus ibu angkat Erik.
Jantung Linda berdegup sangat kencang saat ibu Erik membacakan surat putusan yang dia tulis sendiri.
"Seperti yang sudah kita sepakati bersama. Bahwasanya, Linda Bramasta, anak dari pasangan Bagas Bramasta dan Saraswati akan menjadi istri kontrak anak kami yang bernama Erik Bayroad."
"Kontrak ini akan kadaluwarsa setelah satu tahun sejak tanggal pernikahan anak kami dan anak kalian. Sekian, terima kasih."
Ayah Linda bertepuk tangan saking senangnya dengan pernikahan anaknya. Saraswati tersenyum lembut pada Linda. Linda masih memikirkan cara mengatasi ancaman Erik sebelumnya. Entah dia akan memperingatkan kekasihnya atau malah akan kabur dari rumah ini. Segalanya masih perlu diputuskan.
"Bagaimana menurutmu Linda?" Tanya Erik tiba-tiba.
"... ... ."
"...aku senang."
Jawaban penuh keraguan Linda membuat Erik tidak tahan untuk mengganggunya.
Erik merangkul Linda sembari menyentuh dagu lancipnya. Linda berkata dalam hati. "Dia tidak akan protes kan? Keputusan impulsif nya itu tidak berdasar. Bagaimana bisa dia bersikap kekanakan padahal dirinya seorang detektif."
Linda berkata pada Erik. "Kamu dengar isi kontraknya kan? Jangan berpikir untuk memperpanjangnya!"
Linda menatap ayahnya. "Ayah bisa melunasi hutang dalam satu tahun? Kalau tidak bisa, aku akan membantu ayah mengumpulkan uang!"
Erik terdiam mendengar pengakuan Linda. Linda melanjutkan. "Aku akan mencari pekerjaan sampingan dengan menjadi streamer. Dengan wajah cantikku, pasti banyak orang yang tertarik mengikutiku. Dengan begitu uang untuk melunasi hutang akan terkumpul dengan lebih cepat."
Revan Bayroad tidak senang dengan niat Linda. Dia mendahului ayah Linda berbicara lalu mendekati menantunya itu.
"Kau tidak boleh bekerja jika suamimu tidak memberikan izin. Ingat! Istri adalah milik suaminya."
Seperti yang diharapkan oleh Revan, Erik tidak mengizinkan Linda bekerja. "Maaf sayang. Aku menikahimu karena kesepian. Jika kamu juga bekerja, dengan siapa aku harus berkeluh kesah dan bercinta?"
Erik yang kesal menunjukkan taringnya di depan orang tua Linda. Dengan gamblang menjelaskan syarat yang harus dipenuhi Linda selama menjadi istri Erik.
"Selama satu tahun, kamu harus menurut secara penuh padaku. Jangan membangkang apalagi bepergian tanpa memberitahuku. Kalau aku bilang jangan keluar kamar, maka jangan. Kamu juga tidak berhak menolak ajakanku."
Linda mengangguk. Erik belum mengeluarkan senjata rahasianya dan inilah saatnya mengeluarkan itu. "Plus! Kamu tidak boleh berhubungan asmara dengan siapapun. Jadi aku ingin kamu putus dengan pacarmu."
"... ... !"
"Semua mata tertuju pada Linda. Tentu saja orang tuanya tahu ada pria lain, tapi orang tua Erik sama sekali tidak tahu kalau Linda punya pacar.
Sara berbohong soal status Linda dan itu membuat ibu Erik sangat marah.
"APA! KAMU BILANG ANAKMU MASIH SINGLE?!"
Pertemuan hangat itu berubah ricuh saat ibu Erik membanting tas ke meja. Pecahan meja kaca berserakan di kaki Linda, membuatnya ketakutan setengah mati.
"Jangan takut, kalau ada yang akan mampus, itu ibumu bukan kamu." Hibur Erik, atau tidak.
"Tolong tenangkan ibumu! Kumohon!" Linda memohon seraya menarik dasi merah Erik.
Erik pun menunjukkan karismanya dengan menghentikan pertengkaran antar ibunya dan Sara.
"Aku tahu yang ibu khawatirkan. Tidak apa-apa. Aku sudah mengeceknya tadi malam, dia masih rapat kok."
Cindy, ibu Erik mengusap dada dengan lega.
Linda tahu itu bohong. Erik belum pernah menyentuhnya secara intim. Lebih lanjut Erik meminta pada ayah dan ibu Linda untuk memberitahu pacar Linda kalau Linda sudah menikah dan bersuami.
"Pasti. Pasti akan saya beritahu dia!"
"Ah ha ha, tidak perlu terlalu formal ayah. "
Tanpa bicara apapun lagi Erik meminta kedua tamunya pergi. Linda tentu tidak membiarkan mereka pergi begitu saja, Linda menitipkan pesan untuk pacarnya. "Ayah, tolong sampaikan ke mas Rudi. Kami tidak akan bisa berkomunikasi selama satu tahun. Tapi aku berjanji akan menemuinya lagi!"
Bagas mengangguk. "Ingat Linda! Kamu melakukan ini untuk mengurangi 50% beban hutang ayah. Jangan buat tuan Bayroad marah supaya tidak terjadi hal buruk pada kamu!"
Linda mengangguk. Begitulah semuanya dimulai. Tahun yang tidak akan pernah dilupakan Linda.
Malam harinya, untuk pertama kalinya Linda menghadiri makan malam di meja makan.
Keluarga Bayroad yang tersisa di rumah itu hanya Linda dan Erik Bayroad. Untuk beberapa alasan Linda bersyukur hanya ada mereka berdua. Linda tidak bisa membayangkan akan seramai apa rumah ini jika seluruh keluarga Bayroad berkumpul.
Khusus untuk malam itu, Erik sendiri yang memasak hidangan makan malam. Para maid sudah berusaha menggantikannya namun Erik tetap bersikukuh menyiapkan semuanya sendiri.
Erik hanya memasak 3 jenis hidangan untuk Linda dan tidak ketinggalan makanan pokok wajib orang Indonesia. "Kamu suka nasi kan?"
"Iya." sahut Linda seraya mengangkat piring dan Erik menyendok nasi ke piring Linda.
Erik mengatur ruang tengah mereka agar terasa seperti di rumah Linda. Dia sudah menyelidiki wanitanya sangat dalam tanpa bantuan siapapun. Salah satu detail yang ditambahkan adalah keberadaan boneka beruang, teddy bear, di salah satu kursi.
Keberadaan Teddy bear itu mengganggu Linda. Linda pun menanyakan maksud keberadaan boneka itu disana.
"Teddy bear itu milik adik laki-lakiku yang paling kecil. Dia selalu makan sambil memegang teddy bear. Aku menaruhnya disana karena merindukannya."
Anda Mungkin Juga Suka





